Mengapa Qs 4:157 Membingungkan?

pistol-pistolanDi komplek tempat tinggal kami, saya sering melihat anak-anak kecil bermain perang-perangan. Mereka bak seorang tentara yang siap menghalau musuh. Ketika pertarungan selesai, dan satu kelompok dinyatakan menang, secara serentak anak-anak tersebut akan mengangkat tangan sebagai tanda kemenangan. Mereka terlihat sangat bangga sekali karena telah berhasil memukul kalah lawan mereka.

Orang Yahudi Bangga Berhasil Membunuh Isa

Walau tidak sama, tapi saya melihat rasa bangga juga ada dalam diri orang Yahudi, ketika mereka berhasil membunuh Isa Al-Masih. Sehingga, dengan bangga mereka mengatakan “ . . . . Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, ’Isa putera Maryam, Rasul Allah" (Qs 4:157).

Bila anak-anak di komplek kami dengan bangga mengangkat tangan atas kemenangan mereka yang pasti, tidak demikian halnya dengan orang Yahudi. Mereka tidak sepenuhnya bangga atas keberhasilan mereka. Mereka merasa ragu, apakah benar yang mereka bunuh adalah Isa Al-Masih atau bukan. Al-Quran mencatat, “padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan ’Isa bagi mereka . . . . ”  (Qs 4:157)

Benarkah Isa Al-Masih Mati?

Dari pernyataan orang Yahudi di atas, timbul satu pertanyaan. Benarkah Isa Al-Masih mati? Bila merujuk pada Al-Quran dan Injil, maka kita akan mendapatkan jawaban yang pasti. Isa Al-Masih benar-benar mati!

Al-Quran secara jelas memberi kesaksian akan kematian Isa Al-Masih dalam Qs 3:55, “ . . . Hai Isa-Almasih, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu . . .”

Bahkan pada ayat lain secara sistematis dijelaskan, “Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku (Isa Al-Masih), pada hari aku dilahirkan, pada hari aku (Isa Al-Masih) meninggal dan pada hari aku (Isa Al-Masih) dibangkitkan hidup kembali” (Qs 19:33)

Tentara Romawi Saksi Mata Atas Kematian Isa

Tentara Romawi adalah salah satu saksi mata yang dapat diajukan atas penyaliban Isa. Inilah kesaksian mereka yang ditulis dalam Kitab Suci, “Kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata: “Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah [Kalimat Allah]” (Injil, Rasul Besar Matius 27:54).

Kepala pasukan [centurion] yang menyalibkan Isa Al-Masih adalah perwira yang sangat pintar. Memiliki pasukan yang terdiri dari 100 tentara. Dia adalah orang yang sangat pintar dan tidak mudah untuk ditipu. Dia dengan prajurit-prajuritnya menyaksikan penyaliban Isa Al-Masih dengan mata mereka sendiri.

Kesaksian Siti Maryam, Ibu Isa Al-Masih

Selain tentara Romawi, orang lain yang dapat dimintai kesaksian adalah ibunda Isa Al-Masih sendiri, Siti Maryam. Injil Allah menjelaskan bahwa Siti Maryam, ibu Isa Al-Masih, berdiri di sebelah salib-Nya saat itu. Dia melihat siapa yang disalib (Injil, Rasul Besar Yohanes 19:25-27). Tentu, seorang ibu tidak akan salah mengenali anaknya yang sedang disalib bukan?

Selain disaksikan oleh tentara Romawi dan ibu Isa Al-Masih. Penyaliban tersebut juga disaksikan oleh dua pengikut Isa Al-Masih, yaitu orang yang sama yang menguburkan-Nya. Juga seorang rasul Melihat-Nya sesudah kebangkitan-Nya dan menyaksikan luka-luka-Nya.

Manakah Kesaksian Yang Dapat Dipercaya?

Bukan bermaksud untuk mencurigai kebenaran Al-Quran, namun bila kita membandingkan pernyataan orang Yahudi yang terdapat dalam Qs 4:157 di atas, dengan kesaksian dari tentara Romawi dan ibunda Isa, tentu dengan mudah kita akan mempercayai kesaksian dari dua saksi terakhir bukan?

Mengapa? Sebab tentara Romawi adalah prajurit yang menyalibkan Isa. Dan Siti Maryam adalah ibunda Isa Al-Masih sendiri. Jelas kesaksian mereka lebih dapat dipercaya dan dipertanggung-jawabkan kebenaranya karena mereka berada di lokasi saat kejadian.

Penyaliban Isa Al-Masih Membuka Jalan Keselamatan

Secara tidak langsung, pernyataan dalam Qs 4:157 telah meniadakan satu-satunya harapan umat Muslim terhadap penyaliban Isa Al-Masih. Sungguh sulit dimengerti, mengapa justru kitab suci yang diyakini umat Muslim sebagai “kitab penyempurna” ini mengaburkan tentang Keselamatan yang telah dijanjikan Allah jauh sebelumnya.

Melalui penyaliban-Nya, Isa Al-Masih telah membuka Jalan Keselamatan bagi setiap orang. Supaya setiap orang memperoleh hidup kekal bersama Allah di sorga, sebagaimana firman Allah katakan. “Supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:15).

Maka, sudah menjadi semestinya, bila kita lebih mempercayai kesaksian dari saksi mata, daripada orang Yahudi yang merasa ragu seperti dalam Qs 4:157. Dan ketahuilah, bahwa
Isa Al-Masih sungguh disalibkan! Ia ingin menjadi Juruselamat Saudara!

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Tags: Isa Al-Masih

Add comment

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Komentar hanya diperbolehkan menjawab salah satu dari 3 pertanyaan fokus yang dimuat di bagian akhir artikel. Kecuali beberapa artikel yang tidak memuat 3 pertanyaan fokus.
3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
4. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected]

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Islam

Security code
Refresh

Comments  

# Muslim Says 2012-01-25 19:37
*
Tidak semua hal yang benar membutuhkan saksi mata. Alkitab sendiri cukup banyak tidak memiliki saksi mata, seperti tulisan dalam Alkitab menyebut Allah melayang-layang di atas Air. Siapa saksi penulis tersebut? Niscaya tidak terjawab.

Sehingga tuduhan Al-Quran membingungkan adalah sebuah hal yang keliru.
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2012-02-01 09:55
~
Tentang penciptaan alam semesta secara lengkap diwahyukan Allah kepada Nabi Musa.

Sedangkan penyaliban Isa Al-Masih bukan hanya sekedar wahyu Allah yang harus dipercayai oleh manusia, melainkan sebuah fakta sejarah. Ada banyak para saksi mata yang meyaksikan peritiwa penyaliban itu.

Namun fakta tersebut disangkal oleh ucapan seseorang yang hidup enam ratus tahun sesudah penyaliban Isa Al-Masih.

Apabila Isa Al-Masih benar-benar tidak disalibkan bahkan mati dan dibangkitkan maka iman Kristen adalah sesuatu yang sia-sia (Injil, Surat 1 Korintus 15:14).

Faktanya Isa Al-Masih benar-benar mati disalibkan maka kewibawaan Al-Quran sebagai kitab pewahyuan langsung dari Allah perlu dipertanyakan.
~
SL
Quote
# Aam Amanah 2012-08-14 20:49
*
Saya membaca di sebuah situs isinya: "Yahudi tidak membunuh Yesus".

Qs 4:157 dapat diterangkan sebagai berikut: Mereka begitu yakin telah membunuh Isa Al Masih, ya memang yang di tiang salib itu benar Isa tetapi disamarkan kematiannya (seperti sudah mati tetapi tidak mati, logikanya 1 jam disalib itu pasti akan mati, inilah pertolongan Tuhan).

Kemudian Al-Masih dikubur, kemudian para sahabatnya membongkar kuburnya dan menolongnya sebelum yang lain mengetahui bahwa Al-Masih sudah menghilang/bang kit/diangkat dari kuburnya.

Peristiwa ini merupakan sunah rosul-rosul sebelumnya, salah satu bukti penyelamatan dari Allah, bukti kasih sayang Allah terhadap utusannya. Sama halnya Nuh diselamatkan dengan bahtera, Musa dengan terbelahnya laut, atau Muhammad dengan isra mi'raj dan banyak contoh sunnah rosul lainnya.
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2012-09-06 11:11
~
Tujuan tentara Romawi menyalibkan Al-Masih adalah agar Dia dapat mati dengan pelan-pelan dan tersika. Namun Isa Al-Masih digantung pada tiang salib selama 3 jam, lalu mati.  Untuk meyakinkan bahwa Isa Al-Masih sudah mati, tentara Romawi menombak lambung-Nya. Saat ditombak, Isa Al-Masih sama sekali tidak bereaksi. Jadi, sangat jelas bahwa Isa Al-Masih sudah mati saat itu.

Ketika Isa Al-Masih ditangkap oleh tentara Romawi, murid-muridnya semua lari ketakutan. Bagaimana mungkin para murid mempunyai keberanian untuk mencuri jasad Isa Al-Masih yang dijaga ketat oleh tentara Romawi? Lalu untuk mereka membongkar kubur Isa Al-Masih?. Bukankah Isa Al-Masih telah berjanji bahwa Dia akan mati dan bangkit pada hari ketiga.

Jika Isa Al-Masih tidak mati dan dibangkitkan maka kekristenan itu sia-sia dan tidak ada artinya. “Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu” (Injil, Surat 1 Korintus 15:17).
~
SL
Quote
# arie 2012-09-07 16:43
*
Kepada Staf Isa dan Al-Quran,

Kesaksian mana yang dapat dipercaya?
Manusia memiliki keterbatasan. apa yang dilihatnya belum tentu benar. Hanya Allah yang mengetahui segalanya.

Kitab Al-Quran sendiri ada setelah kitab Injil. Setelah Isa Al-Masih mati, maka kebenaran putus sampai di situ. Dari mana anda tahu penyaliban Isa Al Masih membuka jalan keselamatan? Siapa yang mengatakan itu, apakah Isa Al Masih sendiri? Tidak mungkin karena menurut anda Isa Al Masih telah mati disalib.
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2012-09-07 18:54
~
Saudara Arie,

Kitab Suci memberi kesaksian bahwa Isa Al-Masih itu Juruselamat manusia. “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan,” (Injil, Rasul Lukas 2:11). Dan keselamatan itu hanya ada dalam nama-Nya. “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia” (Injil, Surat Kisah Para Rasul 4:12).

Bahkan Isa Al-Masih sendiri setelah bangkit dari kematian juga memberi kesaksian bahwa Dia berkuasa untuk menyelamatkan orang dari kematian kekal.

"Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut” (Injil, Surat Wahyu 1:17-18)

~
SL
Quote
# arie 2012-09-10 16:11
*
Apakah ada di Injil yang menceritakan tentang kebangkitan Isa Al-Masih dari kematian?
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2012-09-13 17:14
~
Injil Rasul Besar Yohanes memberi kesaksian tentang kematian dan kebangkitan Isa Al-Masih. Dikisahkan bahwa para murid Isa Al-Masih menurunkan tubuh-Nya yang telah mati dari kayu Salib dan menguburkan-Nya di kuburan yang disegel. Namun pada hari ketiga, Ia bangkit secara fisikal dari antara orang mati dan menyatakan diri kepada para pengikut-Nya!

Dia datang kepada para murid dan berkata, “Damai sejahtera bagi kamu! Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan” (Injil, Rasul Besar Yohanes 20:19-20).

Kematian dan kebangkitan Isa Al-Masih adalah dasar iman dan pengharapan umat Kristen. “Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu" (Inil, Surat 1 Korintus 15:14).
~
SL
Quote
# Maha 2012-09-23 16:10
*
Umat Muslim tidak percaya kalau Isa Al-Masih yang disalib melainkan Yudas Iskariot.

Jadi penyaliban memang benar terjadi. Orang Romawi yang menyalibnya benar bersaksi, para murid Yesus juga bersaksi kalau Yesus yang disalib. Tetapi yang disalib adalah Yudas yang diserupakan dengan Yesus.
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2012-09-27 20:16
~
Walaupun secara tidak langsung Al-Quran, mengaburkan tentang keselamatan melalui kematian Isa Al-Masih di kayu salib. “padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan ’Isa bagi mereka . . . ” (Qs 4:157).

Namun Alkitab menjelaskan bahwa Isa Al-Masih benar-benar mati di kayu salib (bukan digantikan oleh Yudas Iskariot). Dia ditolak oleh para imam dan ahli Taurat bukan orang-orang Kristen. Kemudian dianiaya yang berakhir dengan kematian-Nya di kayu salib. Setelah berada dalam kubur maka pada hari ketiga hidup kembali (Injil, Rasul Lukas 9:22).

“Supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:15).
~
SL
Quote
# SY 2012-10-31 15:22
*
Sedikit menyinggung tentang komentar Muslim.

“Ya Bapaku, jikalau Engkau mau, ambilah cawan ini daripada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi” (Injil, Rasul Lukas 22:42)

Sekarang timbul pertanyaan apakah kehendak Yesus? Apakah Kehendak Allah?
Yesus berlutut berkeringat bercucuran sampai seperti meneteskan darah, sampai malaikat menghiburnya, apa keinginan Yesus? Sungguh tidak masuk akal kalau Yesus ingin mati daripada ingin selamat.
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2012-11-04 16:39
~
Saudara Sy,

Melalui Alkitab kita mengetahui bahwa Allah menghendaki agar semua manusia selamat dari kebinasaan kekal. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16).

Dan Isa Al-Masih yang hidup semata-mata hanya melakukan kehendak Allah juga mengatakan: "Karena Anak Manusia juga datang ... untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang" (Injil, Rasul Markus 10:45).

Penderitaan yang dialami Isa Al-Masih sampai pada kematian-Nya di kayu salib merupakan kehendak Allah. Hal ini merupakan perwujudan kasih Allah terhadap isi dunia. Cinta Allah terhadap manusia mengandung muatan kasih yang berkaitan dengan maut.
~
SL
Quote
# wardo sipa 2013-01-16 00:12
*
Qs Asy-Syu'araa 26:96,100 "Mereka berkata sedang mereka bertengkar di dalam neraka "Kami tidak mempunyai pemberi syafaat seorangpun". Ayat ini membuktikan manusia perlu mempunyai jurusyafaat.

s Ali-Imran (3):192 "tidak ada penolong di neraka."
Qs Al-Hajj (22):34 "Bagi setiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban) supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang dirizkikan Allah kepada mereka."

Penyembelian kurban bagi setiap umat dizaman sebelum Nabi Isa adalah sebagai lambang "kurban penebusan" yang akan datang. Menyebutkan nama Allah terhadap binatang ternak yang dikurbankan adalah mengakui binatang yang dikurbankan itu adalah lambang untuk kurban asli yang Allah akan sediakan.

Qurban yang sesungguhnya adalah Isa Al-Masih.
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2013-01-18 13:13
~
Saudara Wardosipa,

Terima kasih untuk komentarnya, kiranya dapat memberikan manfaat bagi kita semua. Namun kami senang bila saudara dapat memberikan komentar tentang"Mengapa Qs 4:157 Membingungkan?"

~
SL
Quote
# islamic 2013-02-02 22:31
*
Untuk meyakinkan mari Staff Isa dan Al-Quran perhatikan secara seksama Qs 19:30-36.
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2013-02-08 12:14
~
Baik Al-Quran mapun Injil, memberikan jawaban yang pasti bahwaIsa Al-Masih benar-benar mati dan dibangkitkan. Al-Quran secara jelas memberi kesaksian akan kematian dan kebangkitan Isa Al-Masih.

"Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali" (Qs 19:33).

Bahkan dalam Injil, Isa Al-Masih sendiri mengatakan:"Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?" (Injil, Rasul Lukas 24:26).

Kematian Isa Al-Masih bukan hanya mendahului kebangkitan-Nya -- kematian-Nya tersebut merupakan harga yang harus dibayar untuk mendapatkan kebangkitan. Oleh sebab itulah Injil menyatakan bahwa Allah membangkitkan Dia dari kematian "oleh darah perjanjian yang kekal."

Kebangkitan Isa Al-Masih dari kematian merupakan materai/persetu juan dari Allah Bapa akan kebenaran pernyataan Isa Al-Masih bahwa Dia adalah Anak Allah. Jika Allah tidak menyetujui pernyataan-Nya sebagai Anak Allah, maka Allah tidak akan membangkitkan - Nya dari kematian.

Kenyataannya Allah membangkitkan Isa Al-Masih dari kematian, seolah Allah Bapa mengatakan: "Engkaulah Anak-Ku, hari ini Aku menegaskan sejelas-jelasnya."
~
SL
Quote
# Muslim 2013-02-19 15:04
*
Mohon maaf sebelumnya, semasa sekolah dulu saya belajar agama Islam. Di situ saya mendapat penjelasan bahwa "kitab Injil memang lah benar, tetapi bahwa kitab Injil yang sesungguhnya telah tiada saat ini, dan yang ada saat ini kebanyakan sudah banyak yang di ubah isinya"

Terima kasih.
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2013-02-20 11:21
~
Saudara Muslim,

Kalau saudara menerima penjelasan bahwa Injil sekarang sudah diubah, seharusnya saudara bertanya kepada guru yang mengajar. Kira-kira kapan ayat-ayat Injil tersebut diubah? Apakah sebelum atau setelah Al-Quran ada?

Bila jawabannya sebelum Al-Quran ada.Tentunya Muhammad sudah tahu kalau ayat-ayat Injil diubah. Tapi mengapa Al-Quran tetap mengatakan: “Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa” (Qs 5:46).

Namun bila jawabannya setelah Al-Quran ada, dalam hati Saudara tentunya timbul pertanyaan, Bukankah Allah itu mahakuasa, mengapa janjinya dapat diubah oleh manusia? Karena Al-Quran sendiri menyatakan: “Tak ada seorangpun yang dapat merobah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah” (Qs 43:34).

~
SL
Quote
# hakkuallah 2013-03-09 07:40
*
Staff Isa dan Al-Quran,

Saya sepakat dengan Muslim-Say, Allahlah yang menjadi saksi-Nya.

Orang-orang tidak beriman, maunya yang nampak-nampak saja, kalau sudah nampak, baru percaya. Allah dan Rasul-Nya menjadi saksinya dengan begitu, diutusnya nabi Isa AS sebagai ujian bagi manusia.

Saksi mata bisa saja salah, tapi saksi Allah adalah benar di atas kebenaran, Fakta sejarah mengenai nabi Isa AS ada di dalam Al-Quran dan ini kebenaran hakiki.
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2013-03-25 10:56
~
Saudara Hakkuallah,

Kami setuju kalau Allah menjadi saksi, karena Allah tidak mungkin berdusta. Tapi masalahnya kesaksian Allah dalam Injil sangat bertolak belakang dengan Al-Quran.

Jika Al-Quran yang diterima Muhammad adalah benar wahyu  Allah melalui Jibril, tentunya tidak akan ada perbedaan antara Injil dan Al-Quran. Namun sebenarnya tidak sedikit perbedaan yang ada dalam kedua Kitab Suci tersebut.

Diantaranya adalah mengenai kematian Isa Al-Masih. Dalam Injil, Rasul Besar Matius 27:50 dikatakan, “Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.”
Jelas ayat ini mengatakan bahwa Isa Al-Masih benar-benar meninggal di atas kayu salib.

Bagaimana dengan Al-Quran? Tidak ada ayat yang pasti dalam Al-Quran yang mengatakan apakah Isa Al-Masih benar mati di kayu salib atau tidak. Tentang kematian Isa Al-Masih Al-Quran hanya mengatakan,  “ . . . Hai Isa-Almasih, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu . . .” (Qs 3:55).

Bukankah Allah itu Mahakuasa? Tentunya Dia tidak akan membatalkan firman-Nya yang terdahulu dengan firman yang baru, bukan?
~
SL
Quote
logo video isadanislam

Click gambar di atas untuk video-video terbaru kami

www.videoisadanislam.com