Muhammad Mengartikan Allah Yang Esa

SatuMasalah ke-Esa-an Allah adalah topik menarik untuk dibicarakan. Baik orang Islam maupun Kristen percaya menyembah pada Allah yang Esa.

Apakah sebenarnya arti kata “Esa” itu sendiri? Mengapa Islam dan Kristen mempunyai pandangan yang sama tentang sifat Allah yang satu ini? Apakah Al-Quran dan Injil mempunyai pengertian yang sama akan Esa?

Esa Hanya Milik Allah

Kata Esa dalam bahasa Arab disebut juga Ahad atau Ahadun. Dalam pengalaman kami berinteraksi dengan umat Muslim, mereka sangat yakin kata Esa hanya milik Allah SWT sebab Allah mutlak satu dan tunggal.

Atas dasar inilah, para ahli umat Muslim masa lalu mengembangkan rukun Islam mengenai Allah yang Esa.  Konsep ini disebut “Tauhid” dalam bahasa Arab.

Allah Yang “Ahadun

Al-Quran hanya menjelaskan satu kali bahwa Allah itu esa atau Ahadun. “Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa” (Qs 112:1). Dan lima kali menjelaskan Allah yang esa atau ahadun itu, tidak ada yang menyerupai-Nya (diantaranya Qs 89:25).

Berdasarkan pengertian yang demikian, umat Muslim percaya setelah penciptaan dunia, Allah hanya berada di sorga.  Ia tidak boleh melakukan kegiatan apapun di dunia. Semua kehendak dan rencana-Nya, harus dan hanya dijalankan oleh malaikat-malaikat-Nya untuk berinteraksi dengan manusia.

Siapapun, . . . Adalah “Ahadun

Sayangnya, dalam menjelaskan ahadun Al-Quran memberi dua pandangan yang berbeda. Siapapun juga dapat disebut ahadun.

Tidak seorangpun juga disebut ahadun (menyerupai Allah).  “Katakanlah: "Sesungguhnya aku sekali-kali tiada seorangpun (ahadun) yang dapat melindungiku dari (azab) Allah dan sekali-kali tiada akan memperoleh tempat berlindung selain daripada-Nya" (Qs 72:22).

Namun di ayat lain dikatakan seseorang dapat disebut ahadun. “…Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk (yang harus diikuti) ialah petunjuk Allah, dan (janganlah kamu percaya) bahwa akan diberikan kepada seseorang (adahun) seperti apa yang diberikan kepadamu, dan (jangan pula kamu percaya) bahwa mereka akan mengalahkan hujahmu di sisi Tuhanmu"…" (Qs 3:73)

Ahad atau Ahadun

Bila demikian, maka kata Esa atau Ahad atau Ahadun bukan milik Allah semata. Tetapi dapat menjadi milik siapapun. Sehingga kata Esa tidak berarti mutlak “satu” tetapi bagian dari “kesatuan.”

Jadi, inilah pertanyaan yang perlu direnungkan: Manakah yang benar: Allah itu Tunggal atau Allah itu Esa? Karena tidak pernah ada keputusan dalam sejarah umat Muslim maupun Kristen yang mengatakan Allah itu Tunggal. Juga tidak ada isi doa mengatakan: “kepada Allah yang Tunggal”.

Dan karena Allah bukan hanya memiliki Roh, tetapi juga memiliki bagian diri-Nya yang lain. Diri-Nya yang lain berarti Allah juga punya perasaan, sehingga Ia dapat mengasihi. Allah juga punya pikiran, sehingga Ia bisa mengadili dengan seadil-adilnya.

Allah yang “Echad” dalam Alkitab

Dua ribu tahun sebelum agama Islam muncul, Kitab Taurat Musa telah mendeklarasikan bahwa Allah itu Esa (Ibrani: echad) (Taurat, Kitab Ulangan 6:4).

Adapun arti kata echad adalah “satu” yang merupakan “kesatuan” yang tidak terpisahkan. Pengertian ini tidak berbeda dengan pengertian dari kata ahad atau ahadun yang sudah dijelaskan di atas.

Dengan kesamaan pengertian tersebut, maka patut dipertanyakan apa yang dimaksud dengan Allah itu esa atau satu tapi merupakan kesatuan?

Allah Adalah Satu Kesatuan

Orang Kristen menyebut Allah adalah Esa, pengertian yang sama dengan menyebut Allah Tri-Tunggal. Hal ini bukan dimaksudkan dengan formula 1+1+1=3. Tetapi dengan pengertian formula 1x1x1=1. Bukan dimaksud dengan relasi dari Tiga Allah (dari penganut sekte Unitarian) dan bukan pula dimaksudkan dengan tiga keberadaan yang tiga-tiganya adalah Allah (dari penganut sekte Triteisme).

Ketiga oknum itu dikenal dengan nama: Allah Bapa, Allah Roh, dan Kalimat/Firman Allah. Ketiga oknum ini, selain merupakan satu kesatuan, juga mempunyai kesetaraan yang sama.

Kalimat Allah Menyelamatkan Dunia

Kemudian diterangkan juga bahwa Allah mengutus Kalimat-Nya ke dunia dalam rupa Isa Al-Masih. Selama proses dalam rahim, Isa Al-Masih juga disebut berasal dari Roh Allah (Qs 4:171). Ini berarti bahwa ada Allah, ada Roh Allah dan ada Kalimat Allah dalam rupa Isa Al-Masih. Inilah yang disebut “satu” yang merupakan “kesatuan” yang tidak terpisahkan.

Dijelaskan lebih lagi, tujuan Kalimat Allah tersebut datang ke dunia untuk memberi jaminan kepastian keselamatan bagi setiap orang yang mau menerima-Nya. “. . . setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:15). 

[Staf Isa dan Islam – Bacalah kesaksian dari orang-orang yang telah menerima Jaminan Keselamatan dari Kalimat Allah pada artikel kesaksian ini.]

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Tags: Muhammad

Add comment

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Komentar hanya diperbolehkan menjawab salah satu dari 3 pertanyaan fokus yang dimuat di bagian akhir artikel. Kecuali beberapa artikel yang tidak memuat 3 pertanyaan fokus.
3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
4. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected]

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Islam

Security code
Refresh

Comments  

# Maha 2012-09-23 16:54
*
Siapa yang pertama kali membuat asas Tritunggal?
Yesus tidak pernah mengatakan itu.
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2012-09-26 13:18
~
Memang tidak ada istilah Tritunggal atau Trinitas baik dalam Perjanjian Lama maupun dalam Perjanjian Baru.

Namun sejak semula Allah menyatakan diri-Nya kepada manusia dalam Allah Tritunggal. Dalam Taurat Kejadian 1:26, Allah menggunakan kata ganti Kita (jamak tetapi esa). “Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita,...”

Isa Al-Masih juga memperkuat pernyataan-pern yataan ketritunggalanN ya dengan menyuruh murid-muridNya menjadikan seluruh bagsa itu muridNya dan membaptiskan mereka dalam nama “Bapa dan Anak dan Roh Kudus” (Injil, Rasul Besar Matius 28:19).

Selanjutnya untuk penjelasan selengkapnya, saudara kami persilakan membaca artikel “Keesaan Allah dan Allah Tritunggal.”
~
SL
Quote
# Maha 2012-10-10 15:23
*
Anda bilang: "Memang tidak ada istilah Tritunggal atau Trinitas baik dalam Perjanjian Lama maupun dalam Perjanjian Baru."

Kemudian siapa yang membuat istilah itu? Padahal itu adalah prinsip dasar Kristen. Bagaimana sampai Tuhan tidak menjelaskan itu?
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2012-10-11 14:44
~
Saudara Maha, kiranya perlu diketahui bahwa istilah "Tritunggal" tidak ada dalam Alkitab (juga istilah "tauhid" tidak ada dalam Al-Quran), namun keseluruhan Alkitab mengajarkan bahwa Allah Yang Maha Esa, juga beroknum tiga.

Doktrin Allah Tritunggal merupakan doktrin utama Kristen dan sekaligus merupakan doktrin yang unik di antara agama-agama yang ada di dunia. Doktrin ini sudah ada sejak masa Bapak Bapak Gereja, Tertullianus adalah orang yang pertama kali merumuskan istilah dan pengertian Tritunggal.

Alkitab, baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, menyatakan keberadaan Allah Bapa, Kalimat Allah dan Roh Kudus tersirat dalam banyak ayat, baik secara terpisah maupun bersama-sama. Misalnya dalam perintah Isa Al-Masih tentang pembaptisan.

"Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus" (Injil, Rasul Besar Matius 28:19).
~
SL
Quote
# maha 2012-10-17 09:06
*
Dalam Injil, Rasul Besar Matius 28:19, Yesus tidak pernah mendeklarasikan bahwa Bapa dan Anak dan Roh Kudus Esa, bahwa Bapa dan Anak dan Roh Kudus sama, bahwa Bapa dan Anak dan Roh Kudus satu, bahwa Bapa dan Anak dan Roh Kudus harus disembah.

Dalam Al-Quran (Qs 3:2), Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, jelas mendeklarasikan bahwa Allah adalah Tuhan yang harus disembah.

Jadi umat Kristen yang menyembah Yesus dan Roh Kudus berlandaskan tafsiran atau siratan ayat padahal Yesus tidak pernah menyuruh/mendek larasikan itu tetapi hanya tafsiran/sirata n dari Tertullianus.
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2012-10-18 13:20
~
Injil Rasul Besar Matius 28:19, adalah salah satu ayat tentang Allah Tri Tunggal. Dalam ayat ini memang tidak ada istilah esa atau satu. Namun dalam ayat yang lain dengan jelas menyatakan bahwa Allah Bapa dan Kalimat Allah adalah satu.

“Aku dan Bapa adalah satu” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30).

Umat Kristen menyembah Allah Esa dengan tiga pribadi berdasarkan atas penyataan Allah dalam Alkitab.

Alkitab adalah wahyu Allah dalam bentuk tulisan. Hanya melalui Alkitab manusia dapat mengenal penyataan diri Allah dan kehendak-Nya.
~
SL
Quote
# maha 2012-12-01 21:25
*
Dari Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30, “Aku dan Bapa adalah satu.”
Ayat ini sudah memberi tahu bahwa seharusnya doktrin Kristen bukan Tritunggal tetapi dwitunggal. Tidak pernah ada ayat Injil yang mengatakan Allah, Yesus dan Roh Kudus
adalah sama.

Mohon ditanggapi.
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2012-12-06 14:36
~
Saudara Maha,

”Aku dan Bapa adalah satu.” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30), memang bukan ayat yang menyatakan secara langsung bahwa Allah itu Tritunggal. Ayat ini justru merupakan klaim bahwa Isa Al-Masih itu adalah Tuhan.

Ayat yang menyatakan bahwa Allah itu Tritunggal adalah sabda Isa Al-Masih yang tertulis dalam Injil, Rasul Besar Matius 28:19. “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.”

Ajaran Tritunggal mengakui Satu Allah Yang Esa, namun hadir dalam Tiga Pribadi: Allah Bapa dan Putra dan Roh Kudus, di mana ketiganya adalah berbeda namun sama dalam esensi, kedudukan, kuasa dan kemuliaannya.

~
SL
Quote
# maha 2012-12-01 21:28
*
Injil mengatakan : ”...Engkaupun kiranya mendengarkannya di sorga, tempat kediaman-Mu yang tetap,..” (Kitab 1 Raja Raja 8:39).

Apakah surga itu ciptaan Tuhan yang esa?
Sebelum menciptakan surga, Allah tinggal dimana? Tidak mungkin Tuhan tinggal pada ciptaan-Nya.

Agama Islam tidak pernah mencampuradukka n Allah dengan ciptaan-Nya. Tidak mungkin Allah jadi manusia turun ke bumi. Allah itu maha besar, ciptaan-Nya tidak sebanding sama sekali. Kalau Nasrani percaya Allah sebanding dengan ciptaannya, itu Tuhan yang lemah.
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2012-12-06 14:34
~
Allah menciptakan segala sesuatu, termasuk sorga. Sorga digambarkan sebagai tempat kediaman Allah, tetapi bukanlah berarti Allah tinggal di suatu tempat seperti manusia, tetapi sorga merupakan tempat di mana kehadiran dan kemuliaan Tuhan paling nyata.

Allah sebagai pencipta pasti mempunyai suatu tujuan waktu menciptakan segala sesuatu. “TUHAN membuat segala sesuatu untuk tujuannya masing-masing, bahkan orang fasik dibuat-Nya untuk hari malapetaka” (Zabur, Kitab Amsal 16:4).

Demikian juga ketika Allah menjadi manusia tentulah mempunyai tujuan. Allah menjadi manusia dalam Isa Al-Masih untuk menjembatani jurang pemisah antara Allah dan manusia.

Hanya dengan mengenal Isa Al-Masih, manusia dapat mengenal Allah yang esa.
“Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:18).
~
SL
Quote
# Yohanes 2013-03-29 19:36
*
Admin,

Cara anda menjelaskan tentang Muhammad mengartikan Allah yang Maha Esa, salah kaprah. Islam berbicara tentang eksistensi Tuhan dalam sudut pandang yang lebih holistik, keluar dari kemakhlukan. Salah satu di antaranya adalah Tuhan sangat dekat dengan makhluk-Nya.

Diistilahkan lebih dekat daripada urat nadi yang ada di leher kita sendiri. Tentu, antara kita dengan urat leher tidak berjarak, Karena urat leher itu sudah di dalam tubuh kita. Tetapi Allah menggambarkan Dirinya sebagai lebih dekat daripada yang tidak ada jaraknya itu.

Ini sekaligus membantah orang-orang yang mempersepsi Tuhan sebagai sosok.
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2013-04-04 18:08
~
Saudara Yohanes,

Benarkah Allah yang Esa itu lebih dekat daripada urat leher?
Sebenarnya tidak ada seorang Muslim pun yang tahu, bagaimana kedekatan Allah terhadap dirinya. Jangankan “lebih dekat dari urat leher” setiap umat-Nya, satu kali pun Allah tidak pernah berbicara dengan nabi terdekat-Nya.

Nama Muhammad memang sempat disebut 4 kali (melalui Jibril, pihak ketiga) dalam Al-Quran. Namun tidak ada satu ayat pun yang menunjukkan Allah pernah memanggil dirinya secara pribadi.
Allah tidak pernah secara langsung berkata Muhammad kepada: ”Hai (engkau) Muhammad ...”

Jadi Islam tidak dapat menunjukkan manifestasi apapun dari eksistensi Allah yang dapat disaksikan atau dirasakan oleh Muhammad maupun umat Muslim.
~
SL
Quote
# Riswan 2013-05-03 08:26
*
Untuk Staff IDI,

Tuhan yang Esa itu akan memakai anda semua lebih dasyat lagi, sebelum kedatangan-Nya sudah lebih banyak lagi manusia yang belum dan keras kepada kebenaran di ubahkan dan diselamatkan dari hukuman kekal.

Tuhan memberkati.
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2013-05-07 21:17
~
Saudara Riswan,

Sebagaimana halnya nubuat tentang kedatangan Tuhan yang pertama sudah tergenapi, demikian pula nubuat tentang kedatangannya kembali yang kedua kali pasti akan digenapi.

Kedatangan kembali Isa Al-Masih akan mengakhiri zaman ini. Dan selanjutnya akan lahir zaman baru, zaman baru di mana Dia akan memerintah atas bumi ini.

Dan hari kedatangan itu sudah semakin dekat, dan sangatlah penting bagi kita untuk sama-sama memberitakan kabar keselamatan kepada setiap orang.

“Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran” (Injil, Surat 2 Timotius 4:2).
~
SL
Quote
# Dear God 2013-07-30 05:20
*
Umat Muslim hanya mengetahui bahwa Allah itu Esa, namun lucunya di mana keberadaan Allah itu sendiri meraka tidak tahu.

Al-Quran mengatakan bahwa, Allah bersemayam di Arsy tidak tahu di mana tempatnya dan tidak pula tinggal di surga. Namun ada ayat lain yang mengatakan, Allah lebih dekat dari urat nadi. Jadi mana yang benar, tidak tahu keberadaan Allah ataukah Allah dekat dengan urat nadi?

Kemudian, jika Allah umat Muslim tidak berada di sorga, untuk apa Al-Quran mengatakan tentang sorga yang akan diberikan kepada umat Muslim?
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2013-08-02 09:59
~
Saudara Dear God,

Terima kasih atas komentarnya. Kiranya Allah Yang Esa itu akan memberi pencerahan bagi saudara kita umat Muslim.
~
SL
Quote
# ardhy 2013-10-02 06:41
*
Dear God,

Itulah umat Islam tidak berani mengatakan keberadaan Allah, karena umat Islam tahu dan meyakini bahwa Allah itu esa dan maha mengetahui. Jadi ketika ada orang mengetahui keberadaan Tuhannya berarti bukan Allah yang dia sembah karena orang itu tahu keberadaan Tuhan
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2013-10-08 11:05
~
Kalaupun umat Muslim tidak mengetahui keberadaan Allah yang esa, itu memang tidak boleh disalahkan. Karena Allah yang esa tidak pernah menyatakan diri-nya kepada Muhammad nabi umat Muslim. Dan sesungguhnya Muhammad tidak pernah mengenal Allah yang esa.

Hal ini sangat berbeda dengan nabi-nabi Israel. Kepada Nabi Musa, Allah pernah menyatakan diri-Nya bahwa Dia adalah Allah esa. Sehingga dalam kitab Taurat Nabi Musa berani mengajarkan kepada umat Israel adalah esa. “Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!” (Taurat, Kitab Ulangan 6:4)

Dan kepada Isa Al-Masih, Allah menyatakan diri-Nya disaksikan oleh banyak orang melalui suara dari sorga yang berkata: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan" (Injil, Rasul Besar Matius 3:17).
~
SL
Quote
# ella 2013-10-11 17:56
*
Dear Admin Yth,

Nabi Isa As dan Nabi Muhammad Saw adalah sama-sama seorang nabi dan rasul. Dan sama-sama menjalankan apa yang diperintahkan oleh-Nya.Hanya untuk menyembah Allah SWT.

Membahas soal ke-Esa-an Allah SWT sesuai dengan apa yang manusia inginkan sampai akhir hayat manusia itu pun pasti tidak akan merasa puas.
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2013-10-24 17:44
Saudara Ella,

Allah itu Esa. Kami pengikut Isa Al-Masih tidak pernah menyangkali ke-esa-an Allah. Kami percaya bahwa Allah itu Esa (echad), dan bukan Allah yang Tunggal (yachid). Jadi umat Kristiani mempercayai adanya Allah Tritunggal

Tentu tidak ada seorangpun yang dapat melihat Allah dan mengetahui apa yang dilakukan-Nya. Tetapi dengan Konsep Allah Tritunggal yang diajarkan dalam Alkitab, kami menjadi mengerti tentang Pribadi Allah. Walaupun memang tidak sepenuhnya.

Melalui konsep ini, kami menjadi mengenal Allah yang kami sembah. Dan melalui penjelmaan Kalimat Allah ke dunia, kami juga bisa melihat bagaimana Allah menyatakan kasih-Nya kepada manusia. Memang iman yang demikian tidak ada dalam ajaran lain, sehingga umat beragama menyatakan bahwa hal tersebut adalah iman yang sesat.

Bukankah lebih baik menyembah Tuhan yang kita kenal, dibanding Allah yang sama sekali tidak pernah menyatakan diri-Nya kepada umat-Nya, bukan?
~
SL
Quote
# Mr Zavinul 2013-10-18 00:57
*
Tuhan kita sama, literatur dan sejarah penyebaran ajaran yang berbeda. Contoh fakta yang menyatakan Tuhan kita sama adalah kita sama-sama yakin bahwa "Tuhan (Allah dalam Islam dan "konsep Tritunggal" dalam Kristen) adalah yang menciptakan langit dan bumi beserta isinya.

Kalau umat Muslim menganggap Tuhan Islam dan Kristen berbeda, artinya secara implisit meyakini ada Tuhan lain selain Allah itu adalah perbuatan musyrik, dosa hukumnya. Saya tidak tahu kalau dalam Kristen apa istilahnya.

Dengan kata lain Objek Sang Pencipta Alam ini adalah sama. Dari 99 nama Asmaul Husna nalar saya berpendapat bahwa Allah bukanlah sosok yang bisa kita lihat baik sekarang atau nanti, melainkan bisa kita rasakan kehadirannya.
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2013-10-24 17:48
~
Banyak orang yang beranggapan bahwa Tuhan dalam Alkitab dan Al-Quran adalah sama dan satu, hanya namanya saja yang berbeda. Dia adalah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi.

“Satu Allah” tidak berarti bahwa identitas dari Tuhan yang Esa itu sama pada kedua agama tersebut. Orang-orang di zaman purba bahkan telah mengajarkan bahwa Baal atau Molokh adalah satu-satunya Tuhan yang benar dan yang Maha Kuasa. Namun itu tidak menjadikannya sama dengan Tuhan orang Kristiani atau Allah orang Muslim.

Tuhan Alkitab adalah Allah yang exist, dan tampak dalam kehadiranNya ditengah-tengah umatNya. Dia berbicara langsung dengan manusia (termasuk nabi-nabi Allah). Dia bernubuat di antara sejarah manusia. Dia bermukjizat di antara para saksi.

Bahkan Dia berinkarnasi menjadi manusia, dan bersedia mati di kayu salib untuk menyelamatkan manusia berdosa. “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa” (Injil, Surat Roma 5:8).
~
SL
Quote
# sujarwo 2013-11-02 15:34
~
Coba anda jelaskan tauhid dalam Al-Quran serta rumusan-rumusan masalahnya?
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2013-11-12 16:12
~
Saudara Sujarwo,

Melalui artikel ini sebenarnya jawaban atas pertanyaan saudara sudah kami jawab dengan jelas. Namun apabila saudara ingin mengetahui pandangan kami tentang konsep Tauhid, silakan saudara membaca pada link tinyurl.com/bslhrsz.

Dan apabila ingin berdiskusi, saudara dapat menuliskan email pada

Demikian harap makhlum dan terima kasih.
~
Slamet
Quote
# sujarwo 2013-11-02 16:05
~
Saudara Ella,

Bukan Allah tidak mau mengenalkan diri-Nya, hanya saja anda yang tidak mau mengenal-Nya.
Begitu banyak dalam semua kitab (Injil, Taurat, Zabur, dan Al-Quran). Tentang bagaimana Allah itu, telah dikenalkan kepada kita sifat wajib bagi-Nya, sifat harus bagi-Nya dan sifat mustahil bagi-Nya.
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2013-11-12 16:11
~
Saudara Sujarwo,

Kami setuju dengan pandangan saudara bahwa memang sejak jaman dahulu Allah selalu memperkenalkan diri-Nya kepada manusia melalui firman-Nya. Namun pada jaman akhir ini Allah ingin menyatakan diri-Nya melalui Isa Al-Masih.

"Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta” (Injil, Surat Ibrani 1:1-2).

Sudah jelas bahwa Tuhan menggunakan banyak cara untuk berbicara atau memperkenalkan diri-Nya kepada kita. Namun masalahnya  bukan apakah Dia berbicara kepada kita atau tidak, melainkan, apakah kita bersedia mendengarkan-Ny a. Mintalah Tuhan untuk membantu kita peka pada saat Dia berbicara. Biarkan Roh Allah menuntun kita sepanjang hari dengan cara yang tidak dapat kita duga.
~
Slamet
Quote
# mubin 2013-12-06 09:47
~
Staff IDI,
1)Pemahaman tentng Allah Taala adalah mengikut martabat manusia dari yang paling jahil kepada bijaksana.

2)”Aku dan Bapa adalah satu.” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30)
Tahukah kamu dalam keadaan apakah Isa menyebutkan kata-kata itu? Dalam Islam juga terdapat wali Allah yang melalui pengalaman seperti itu seumpamanya Mansur Al-Hallaj. Tapi kami tidak menganggap bahwa ia adalah Tuhan sebab Allah itu Esa.

3)Kamu sudah keliru jauh tentang Allah yaitu DZat Allah yang paling tinggi. Manusia tidak boleh mengkaji pun tentangNya.

Semoga kamu beroleh hidayah.
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2014-01-09 14:24
~
Manusia tidak dapat memahami tentang Allah, kalau Allah tidak menyatakan diri-Nya.

Perkataan Isa Al-Masih, “Aku dan Bapa adalah satu” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30), menyatakan bahwa Isa Al-Masih dan Allah memiliki satu Dzat, satu Hakekat yaitu Allah. Konteks kata satu  menjelaskan “persatuan dan kesatuan hubungan timbal-balik yang esensial antara Isa Al-Masih (Kalimat Allah) dan Allah (Allah Bapa).

Bahkan tidak ada seorang pun dapat membayangkan untuk berjumpa dengan Allah sendiri secara “muka ketemu muka” Namun Isa Al-Masih berjanji akan menyatakan Allah kepada murid-murid-Nya melalui diri-Nya. Oleh karena itu Dia berkata kepada Filipus murid-Nya: “Barang siapa yang telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:9).

Allah yang tak terbatas tidak mungkin dapat dipahami oleh ciptaan-Nya yang terbatas. Namun Allah yang Maha Tinggi itu berkenan dihampiri manusia melalui Isa Al-Masih Kalimat-Nya yang hidup.
“Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya"(Injil, Rasul Besar Yohanes 1:18).
~
Slamet
Quote
# happy 2013-12-31 06:17
~
Quoting Staff Isa dan Al-Quran:
~
Kalaupun umat Muslim tidak mengetahui keberadaan Allah yang esa, itu memang tidak boleh disalahkan. Karena Allah yang esa tidak pernah menyatakan diri-nya kepada Muhammad nabi umat Muslim. Dan sesungguhnya Muhammad tidak pernah mengenal Allah yang esa.
SL

Ini pernyataan yang sangat keliru. Kalau Nabi Muhammad saw tidak mengetahui Allah itu esa atau tunggal kenapa harus menghancurkan berhala?

Kalau kamu memang yakin agama nabi Isa as adalah Nasrani coba jelaskan!

Dan kalau esa itu bukan tunggal dari mana dalilnya? Ingat itu nabi umat muslim yang terakhir adalah Muhammad saw
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2014-01-09 15:47
~
Allah menampakkan diri-Nya kepada Musa dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Allah juga menampakkan diri kepada bangsa Israel di dalam tiang awan, yang disertai guruh dan kilat di atas gunung Sinai.

Dan yang terakhir Allah berbicara kepada Isa Al-Masih, "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan" (Injil, Rasul Besar Matius 3:17). Ketika Isa Al-Masih selesai dibaptis dan disaksikan oleh banyak saksi mata.

Oleh karena itu nabi-nabi Israel dengan tegas berani berkata: “Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!”

Isa Al-Masih datang ke dunia tidak untuk mendirikan agama Nasrani, melainkan menyelamatkan orang berdosa. “Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang” (Injil, Rasul Lukas 19:10).

Kalau saudara bersedia membaca artikel ini sekali lagi dengan teliti, tentu saudara akan memahami latar belakang pengertian istilah “Esa” dan “Tunggal”.
~
Slamet
Quote
# happy 2013-12-31 06:30
~
Allah sedekat urat nadi menjelaskan bahwa nyawa kalian bisa dicabut kapan saja tanpa ada yang bisa menghalangi.

"Maka sekali-kali tidak ada seorangpun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami), dari pemotongan urat nadi itu" (Qs 69:47).
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2014-01-22 11:18
~
Saudara Happy,

Kami senang apabila saudara dapat memberikan komentar yang sesuai dengan topik yang sedang akan yaitu Muhammad Mengartikan Allah Yang Esa.

Siapapun dia, tidak mungkin dapat mencabut nyawa orang Kristen tanpa seijin Isa Al-Masih. Karena orang Kristen adalah milik-Nya Isa Al-Masih.

“Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci” (Injil, Rasul Besar Yohanes 17:12).
~
Slamet
Quote
# Greg Dewanto 2014-03-27 17:47
~
Staff IDI,

Bagaimana pendapat anda tentang konsep Arianisme dan Saksi Jehovah?
Saya sendiri adalah seorang Katolik dan percaya Tritunggal tetapi dengan beberapa pemahaman Alkitabiah antara lain, bahwa Yesus berasal dari Surga (Injil, Rasul Besar Yohanes 8:23); Allah Bapa lebih besar daripada Yesus/Anak Allah (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:28); dan Yesus adalah jalan menuju Surga/Keselamat an/Allah (Injil, Rasul Besar Yohanes 17:3, 15:1,5).

Amin,
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2014-04-07 13:22
~
Staff IDI,

Bagaimana pendapat anda tentang konsep Arianisme dan Saksi Jehovah? Saya sendiri adalah seorang Katolik dan percaya Tritunggal tetapi dengan beberapa pemahaman Alkitabiah antara lain,
bahwa Yesus berasal dari Surga (Injil, Rasul Besar Yohanes 8:23); Allah Bapa lebih besar daripada Yesus/Anak Allah (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:28); dan Yesus adalah jalan menuju Surga/Keselamat an/Allah ( Injil, Rasul Besar Yohanes 17:3, 15:1,5).

Amin,
~
Saudara Greg Dewanto,

Kami berterimakasih karena saudara berkenan mengunjungi dan memberikan komentar pada situs kami. Tetapi maaf, komentar saudara tidak berhubungan dengan artikel di atas.
Saran kami, bila saudara ingin berdiskusi tentang hal tersebut, kami persilakan menuliskan email kepada alamat

Demikian harap maklum.
~
Slamet
Quote
# Yuda muallaf 2014-04-24 10:57
~
Tahukah kalian siapa yang membukukan/meny usun atau bagaimana penyusunan Injil Matius, Barnabas dll? Kenapa isi nya berbeda-beda? Sedangkan Al-Quran, di belahan dunia mana pun, dari jaman apapun, isinya tetap sama tidak berubah satu huruf pun .

Demi Allah, Allah mempunyai sifat yang berbeda dari ciptaannya/makh luknya termasuk kita (manusia). Jadi kalau kita mendiskusikan tentang Allah bagaimana mengatur ini, di mana Allah bersemayam, cukup katakanlah Allah maha mengetahui sedangkan kita tidak. Ilmu kita dibandingkan dengan ilmu Allah bagaikan setetes air di tengah lautan luas.
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2014-04-24 13:17
~
Saudara Yuda Muallaf,

Sebenarnya kami senang, bila saudara memberikan komentar yang sesuai dengan topik artikel ini.

Sebagai wahyu Allah yang terdahulu jelas Kitab Injil tidak akan berubah. Bila kitab suci dapat diubah-ubah, tentunya Al-Quran sendiri menjadi tidak konsisten. Karena Al-Quran menuliskan, "Tak ada seorangpun yang dapat merobah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah" (Qs 6:34).

Sangat disayangkan bahwa sebenarnya saudara tidak tahu tentang Injil Barnabas. Dr. Abbas Mahmoud Al Aqqad, seorang guru besar terkenal di Universitas Al Azhar di Cairo, Mesir, mengajak umat Muslim sedunia untuk menjauhkan diri dari Injil Barnabas. Ia menguraikan beberapa ajaran dalam Injil Barnabas yang bertentangan dengan Al-Quran.

Sebagai ciptaan, kita tidak boleh boleh mengatakan bahwa firman-Nya Pencipta berubah-ubah. “Langit dan bumi akan lenyap, tetapi perkataan-Ku tetap selama-lamanya” (Injil, Rasul Besar Matius 24:35).
~
Slamet
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2014-04-25 13:00
~
Saudara Yuda Mualaff,

Kami berterimakasih atas kesediaan saudara mengunjungi situs kami juga memberikan komentar. Namun maaf, dengan terpaksa kami harus menghapus komentar-koment ar saudara karena tidak sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan.

Saran kami, sebelum saudara memberi komentar, kiranya saudara dapat membaca aturan yang telah kami taruh di bawah setiap artikel yang ada. Untuk lebih jelasnya, dibawah ini kami tuliskan kembali aturan tersebut.

Pedoman wajib untuk memasukkan komentar:
1. Tidak boleh memakai lebih dari satu kolom komentar.
2. Pertanyaan/masu kan harus berhubungan dengan uraian diatas.
3. Sebaiknya satu atau dua pertanyaan dalam satu kolom komentar.
4. Hanya menggunakan bahasa Indonesia yang umum dan dimengerti semua orang.
5. Tidak memakai singkatan-singk atan, misalnya yg, dlm, sdh, tdk, dlsbgnya.
6. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
7. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.

Untuk pertanyaan/masu kan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .
Kiranya petunjuk-petunj uk di atas dapat kita perhatikan.

Demikian, kiranya saudara dapat maklum.
~
Slamet
Quote
# WA 2014-06-28 09:43
~
Kepada Saudara Nasrani,

Allah itu ada dimana mana, dan anda hanya dapat melihat-Nya apabila menggunakan mata hati. Dia "ada" pada bulan, matahari, angin, awan, dedaunan bahkan kekuasaan-Nya ada pada anda sendiri.
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2014-07-01 10:08
~
Saudara WA,

Kami sependapat dengan saudara bahwa Allah itu maha hadir. Namun percayakah saudara bahwa Allah juga hadir dan menyatakan diri dalam pribadi Isa Al-Masih?

"Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya" (Injil, Rasul Besar 1:18).
~
Slamet
Quote
# Fajar 2014-06-28 18:38
~
Katanya Tuhan itu esa, tapi dalam Tritunggal sepertinya Tuhan itu tidak lagi esa.
Katanya Tuhan itu esa, berarti kalau Dia punya anak berarti ternoda dong keesaa-Nya.
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2014-07-01 10:40
~
Orang Kristen menyebut Allah adalah Esa, pengertian yang sama dengan menyebut Allah Tri-Tunggal.

Sebagaimana yang sudah dijelaskan pada artikel di atas, pengertian kata esa bukanlah satu (tunggal) melainkan merupakan “kesatuan” yang tidak terpisahkan.


Oleh karena Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh bukanlah tiga Allah melainkan membentuk kesatuan yang esa.

Dan yang dimaksud dengan kata Anak Allah bukanlah anak secara biologis melainkan sebuah relasi antara pribadi pertama dan pribadi kedua dalam Allah Tritunggal.
~
Slamet
Quote
# permadi 2014-08-28 18:14
~
Saya bersedia masuk Kristen, tapi tolong carikan sabda Yesus di Injil yang mengatakan, "Sembahlah Aku karena Aku adalah Allah Tuhanmu!"
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2014-09-02 09:05
~
Saudara Permadi,

Kami berterimakasih untuk komentar yang saudara berikan. Namun kami akan senang bila saudara berkenan memberikan komentar yang sesuai dengan topik pada artikel di atas.

Demikian atas pengertiannya kami sampaikan terima kasih.
~
Slamet
Quote
# [email protected] 2014-10-18 10:59
~
Pada tanggal 2014-10-17 saya telah membuat komentar tapi telah di hapus, mungkin karena tidak sesuai peraturan, saya minta maaf, mungkin bisa saya benahi.

Pada poin; Allah Yang “Ahadun” ini, saya minta tolong di cek ulang. Karena menurut saya dan pastinya teman Muslim yang lain terdapat kesalahan yang besar, seperti pencantuman Qs 89:25. Kalau admin membacanya, tentu maknanya tidak sesuai dengan topik.

Dan pernyataan bahwa Allah hanya berada di surga. Ia tidak boleh melakukan kegiatan apapun di dunia. Semua kehendak dan rencana-Nya, harus dan hanya dijalankan oleh malaikat-malaik at-Nya untuk berinteraksi dengan manusia. Darimana sumbernya, tolong jelaskan? (Injil, Surat Ibrani 13:18 dan Qs. Muhammad: 21, menjelaskan kejujuran).
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2014-11-25 10:17
~
Saudara Joedha,

Saudara benar, memang Qs 89:25 tidak menyatakan bahwa Allah yang esa, dan tidak ada yang menyerupai-Nya. Sehingga ayat tersebut tidak dapat digunakan untuk mendukung topik artikel “Muhammad Mengartikan Allah Yang Esa”. Untuk kekeliruan ini kami minta maaf.

Al-Quran sendiri menjelaskan bahwa Allah berada di ‘arsy dan ‘arsy-Nya di langit, “ (Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah. Yang bersemayam di atas 'Arsy ’’ (Qs 20:5).

Juga dijelaskan karena begitu tingginya Rabb-Nya Allah, maka hanya para malaikat saja yang diberi tugas menjadi “perantara” Allah dengan manusia.”Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun’’ (Qs 70:4).

Dalam hadis dijelaskan pula, “Rasulullah bersabda: 'Setelah selesai menciptakan makhluk-Nya di atas ‘arsy, Allah menulis, ‘Sesungguhnya rahmat-Ku mendahului murka-Ku’” (HR Bukhari-Muslim).
~
Slamet
Quote
# Danish 2014-11-13 05:56
~
Pengertian Ahad berdasarkan Tauhid Islam tidak bermaksud satu. Ia bermaksud esa...esa bukan satu! Ini berdasarkan kepada tafsir Isyari yang digunakan dalam ilmu tassawuf atau teologi Islam. Dalam tassawuf tafsir Isyari esa ialah lebih kepada peranan Allah saja di dalam segala perkara yang biasa disebut sebagai afaaal atau perbuatan Allah termasuk segala kejadian.

Allah tidak duduk di syurga dan menyerahkan urusan kepada malaikat. Sebaliknya Allah "mensifati" tanpa merasuk segala kejadian sehingga ke setiap molekul sehingga membentuk atau menjadikan afaalNya. Sebab itu Allah afalah al mulhit (meliputi segala sesuatu) dan biasa disebut sebagai ke mana saja kamu mengadap di situ wajah Allah atau Allah berada di mana-mana dan Allah dekat lebih dekat dari urat leher mu!
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2014-11-25 10:20
~
Semua agama mengajarkan bahwa Tuhan itu Esa. Namun demikian bahwa Ke-Tuhanan Yang Maha Esa tersebut mempunyai penafsiran yang berbeda di antara satu agama dengan agama lainnya.

Dalam agama Islam, ke-Esaan Tuhan ini dikenal dengan istilah Tauhid. Ajaran ini menekankan bahwa Tuhan itu benar-benar Esa/Tunggal. Esa murni dalam arti Tuhan yang tidak dapat dipisah-pisahka n lagi atau bukan merupakan kumpulan (kesatuan) dari satuan-satuan lain.

Sebagaimana dinyatakan dalam Al-Quran bahwa Tuhan Sang Pencipta adalah Satu. Antara lain Surat Al-Ikhlas, ayat 1-4, yang artinya; Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa; Allah adalah Tuhan, yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu ; Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakan; dan tidak seorangpun yang setara dengan Dia."

Jelas hal ini sangat berbeda dengan kata “esa” yang ada dalam Alkitab. “Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!” (Taurat, Kitab Ulangan 6:4). Kata "esa" ini bukan bermakna "satu secara mutlak" melainkan "satu dari yang jamak" yaitu satu kesatuan yang tak terpisahkan.
~
Slamet
Quote
# Hamba Allah 2014-11-24 02:03
~
"Berkata Isa: 'Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Alkitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi, dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, ... dan pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali'. Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-banta han tentang kebenarannya. Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: 'Jadilah', maka jadilah ia" (Qs Maryam: 30-35).

Di dalam Islam, Isa hanya seorang Utusan Allah yang memegang Kitab Injil. yang membawa umatnya hanya untuk menyeru kepada-Nya.
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2014-11-25 10:45
~
Saudara Hamba Allah,

Kami sangat setuju dengan ayat yang saudara tuliskan bahwa Allah itu maha kuasa dan maha suci. Dan Allah itu tidak mempunyai anak secara biologis.

Jelas orang yang mempunyai pandangan yang demikian ini, sebenarnya ia tidak dapat memahami Allah. Karena musyirik apabila seseorang memandang bahwa Allah menikah dengan manusia, dan mempunyai anak.

Akan menyenangkan sekali apabila,saudara mengirimkan komentar ini pada artikel "Apakah Yang Dimaksud Dengan “Anak Allah”? di link ini tinyurl.com/cv9lkk9.
~
Slamet
Quote
# smarasanta 2015-01-13 12:22
~
Menanggapi bahwa hanya Nabi Muhammad SAW saja yang mengartikan bahwa Tuhan itu Esa saya tidak setuju karena Yesus (Nabi Isa - Muslim) sudah menunjukkannya.

“Tuhan Allah kita, Tuhan itu Esa” (Injil, Rasul Markus 12:29).
“Tidak ada yang lain kecuali Dia (Allah) = Laa Ilaaha Illallah" (Injil, Rasul Markus, 12:32).
“Bapa/Allah, Tuhan langit dan bumi.”(Injil, Rasul Lukas, 10:21).
“Allah yang Esa”(Injil, Rasul Besar Yohanes, 5:44).

Dan Dia - Yesus mengakui bukan Dia sebagai Tuhan.
“Tak seorangpun pernah melihat Tuhan” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:18).
“Aku akan pergi kepada Bapaku dan Bapamu, Allahku dan Allahmu”(Injil, Rasul Besar Yohanes 20:17).
“Bukan setiap orang yang berseru kepadaku Tuhan, Tuhan! Akan masuk kerajaan sorga. Melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa/Allah-ku disorga”(Injil, Rasul Besar Matius 7:21).
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2015-01-28 09:16
~
Saudara Smarasanta,

Kami setuju dengan pendapat saudara bahwa Isa Al-Masih juga mengatakan Allah itu Esa dan Isa juga tidak pernah secara langsung mengatakan "Aku adalah Tuhan."

Namun dibandingkan dengan siapapun, jelas Isa Al-sangat memahami tentang keesaan Allah dan juga tentang keilahian yang melekat pada diri-Nya. Oleh karena itu dengan tegas dan jujur, Isa Al-Masih berkata:"Aku dan Bapa adalah satu" (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30).
~
Slamet
Quote
# FR 2015-01-19 08:13
~
Pemahaman esa yang admin jabarkan berbeda dengan pemahaman esa menurut saya:
1. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, esa berarti tunggal, satu. di situ hanya disebutkan satu, bukan satu kesatuan.
2. Kepemilikan bagaimana yang anda maksud bahwa esa hanya milik Allah? Jika itu merupakan dari Muslim, pada surat dan ayat apa yang menyatakan bahwa esa tersebut sesuai dengan yang anda maksud?
3. Apakah Allah berada di surga? Coba lihat Qs Al-Hadid ayat 4.
4. Jika Isa merupakan bagian dari Allah, mengapa Isa meminta bantuan kepada Allah yang padahal dia sendiri bagian dari Allah? Bukankah dia sendiri adalah Tuhan? Apakah mungkin Tuhan meminta bantuan ke sesama Tuhan?
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2015-01-28 09:50
~
Saudara FR,

Mengingat terbatasnya kolom yang disediakan dan topik artikel "Muhammad Mengartikan Allah Yang Esa" maka kami hanya dapat menanggapi komentar saudara hanya tentang keesaan Allah.

Saudara benar bahwa kata "esa" menurut kamus Indonesia adalah satu. Namun itilah "esa" di dalam bahasa aslinya memakai kata 'echad', atau 'ekhad'. Yang dalam bahasa Arab disebut sebagai 'ahad'.

Echad/ekhad berarti: satu, (yang terdiri dari) satu kesatuan. Misalnya, "Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa (echad)!" (Taurat, Kitab Ulangan 6:4).

Dalam Sura Al-Ikhlas ayat 1, Al-Quran juga menyebutkan bahwa Allah itu esa (Ahad dalam bahasa Arab). “Kul Hua Allahu Ahad.” Bila diterjemahkan berarti "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa (ahad)" (Qs 112:1).
~
Slamet
Quote
# Arasy 2015-01-28 11:02
~
Buat apa mempermasalahka n Isa sebagai Tuhan atau Nabi?

Bagiku agamaku dan bagimu agamamu. Dan yang terpenting kita tidak mengikuti ajaran Nasrani yang sesat. Katolik dan Protestan itu berbeda. Yang mereka sembah itu berbeda, Injil Katolik dan Protestan juga berbeda, gerejanya pun berbeda.

Yang benar adalah Muslim. Isa adalah nabi yang diberi Kitab Injil, Musa adalah nabi yang diberi Kitab Taurat dan Muhammad adalah rasul yang diberi Kitab Al-Quran.
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2015-02-04 11:23
~
Saudara Arasy,

Kiranya saudara perlu mengetahui, kalau kita hanya mengenal Isa Al-Masih sebagai nabi tidak banyak manfaatnya. Sebab "pada zaman dahulu Allah telah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi" (Injil, Surat Ibrani 1:1),

Oleh karena itu yang paling penting pada jaman akhir ini kita harus percaya Isa Al-Masih sebagai pribadi "yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta. ... Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi" (Injil, Surat Ibrani 1:2-3).

Dan dalam Injil Rasul Besar Yohanes 8:24, Isa Al-Masih berkata: "... sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu."
~
Slamet
Quote
# lutfi 2015-02-14 00:39
~
Minta disebutkan satu frase atau kalimat saja, adakah Yesus menyatakan: Akulah Tuhan,atau sembahlah Aku!"
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2015-02-17 10:32
~
Suadara Luthfi,

Terus terang tidak ada ayat demikian didalam Alkitab. Pasti bila Isa Al-Masih membuka pelayanan-Nya dengan ucapan di atas, pelayanan-Nya akan singkat sekali dan Isa Al-Masih akan mati dirajam orang Yahudi.

Namun kalau kita memperhatikan beberapa ucapan Isa Al-Masih sendiri, kita akan mengetabui bahwa Dia adalah Tuhan.
Isa Al-Masih berkuasa mengampuni dosa. “Supaya kamu tahu, bahwa di dunia in Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa“ (Injil, Rasul Besar Matius 9:6).

Isa Al-Masih kekal.
“Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut” (Injil, Kitab Wahyu 1:18).

Pertanyaan yang paling penting, Sudahkah Isa Al-Masih menjadi Tuhan dan Juruselamatku secara pribadi?
~
Slamet
Quote
# utha 2015-02-14 21:19
~
Permisi Pak, anda salah tafsir.
Maksud Roh di sini, Allah SWT meniupkan Roh kedalam rahim Maryam, sama seperti Allah meniupkan Roh ke rahim tiap ibu. Bukan Allah membelah diri menjadi roh yang masuk ke rahim Maryam.

Mengapa anda terkesan membelokan tafsir Al-Quran dan selalu membela isi Alkitab? Karena anda Kristen yang cuma memahami Alkitab.
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2015-02-17 10:55
~
Suadara Utha,

Kalau Isa Al-Masih lahir karena Allah meniupkan Roh Allah kepada rahim Maria, sama seperti kelahiran bayi pada umumnya, tentulah tidak ada hal yang istimewa bagi Isa Al-Masih maupun Maria.

Al-Quran menyebut Isa Al-Masih sebagai pribadi "yang terkemuka di dunia dan akhirat" (Qs 3:45). Selain Allah, mungkinkah ada orang yang disebut terkemuka di dunia dan di akhirat. Dia juga satu-satunya Pribadi yang tidak pernah berdosa.

Hanya Maryam yang ditinggikan Allah dalam Al-Quran, artinya tidak ada wanita yang melebihi Maryam.
"Dan ingatlah ketika Malaikat (Jibril) berkata: 'Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilihmu dan mensucikanmu dan melebihkanmu di atas semua wanita dunia" (Qs 3:42).
~
Slamet
Quote
# muhtadi thoeplik 2015-03-10 14:23
~
Allah itu Esa, pengertian esa yang diyakini orang Kristen berbeda dengan yang diyakini orang Islam. Karena Allah, menurut keyakinan Kristen mempunyai tiga pribadi : Bapa, Putra dan Roh Kudus namun adalah satu kesatuan.

Selanjutnya untuk menyelamatkan manusia dari dosa Tuhan perlu menjadi manusia dulu, Yesus Kristus, guna mati untuk menebus dosa manusia.

Yesus Kristus diyakini suci dari segala dosa. Dikisahkan di Matius 12:46-50 ketika ibunya dan saudara-saudara nya ingin bertemu dengan Yesus yang sedang berbicara dengan orang banyak ternyata Yesus mengabaikan keinginan ibu dan saudara-saudara nya, kata Yesus : 'Siapa ibuKu? Dan siapa saudara-saudara Ku?'

Menjadi pertanyaan, apa benar Tuhan memberi contoh untuk mengabaikan kepada ibu yang melahirkannya yang ingin menemuinya?
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2015-03-19 10:39
~
Jawab Isa Al-Masih: "Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku" (Injil, Rasul Besar Matius 12:50),

Kutipan jawaban Isa Al-Masih di atas tidak berarti bahwa Dia meremehkan sanak saudara-Nya, kehadiran mereka semata-mata memberikan kepada-Nya kesempatan untuk menggambarkan pokok ajaran-Nya.

Isa Al-Masih tentunya sangat menghormati ibunya, dan juga menghargai saudara-saudara nya, tetapi hubungan rohani sebagai keluarga Allah yang didasarkan pada ketaatan kepada kehendak Allah, jauh lebih penting. Bagi Isa Al-Masih hubungan seperti ini adalah lebih dalam dan lebih berharga.
~
Slamet
Quote
# ryo 2015-04-05 19:44
~
Saya sebenarnya masih bingung tentang konsep Trinitas, apakah konsep itu mengacu pada sifat atau karya/profesi/j ob yang harus dikerjakan.

Misalnya, Seorang yang mengacu pada sifat: di mata teman-temannya dia adalah seorang yang baik hati, di mata murid-muridnya dia seorang yang guru bijaksana, dan di mata orang tuanya dia adalah anak yang berbakti.

Seorang yang mengacu pada profesi/ karya/ atau job yang ia kerjakan: di bidang pekerjaan dia adalah seorang maneger, di perusahaanya dia seorang staf dari direkturnya, di lapangan dia adalah seorang tenaga teknis dari perusahaannya.

Dari 2 contoh tersebut mana yang lebih mendekati konsep Trinitas. Mohon pencerahanya.
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2015-04-14 12:04
~
Saudara Ryo,

Memang hal yang paling sulit dalam konsep Kristiani adalah penjelasan mengenai Trinitas. Namun demikian, tidak berarti bahwa Trinitas tidak benar atau bukan berdasarkan ajaran Alkitab.

Trinitas tidak berarti percaya adanya tiga Tuhan yang bekerjasama. Juga “Trinitas” bukan berarti bahwa Allah menampakkan diri-Nya dalam tiga modus yang berbeda.

Ada banyak ilustrasi untuk menjelaskan konsep Trinitas. Namun semua ilustrasi hanya membantu sedikit tetapi tidak satupun sempurna karena Allah melebihi pemahaman kita. Salah satu ilustrasi komposisi tubuh manusia.

Saya mempunyai roh, jiwa dan tubuh. Saya adalah satu orang, esa, namun saya terdiri dari tiga komponen dan kalau satu komponen absen saya tidak boleh disebut manusia. Namun masing-masing komponen unik, yaitu tubuh jelas berbeda dari jiwa maupun roh.
~
Slamet
Quote
# Fatah 2015-05-02 20:47
~
Ajaran Trinitas yang mengakui adanya Tuhan Bapa, Tuhan Anak dan Tuhan Roh Kudus hanya dapat dipelajari dan dapat diterima secara baik hanya jika dunia Kristen. Trinitas didefenisikan sebagai 3 sosok Tuhan yang berbeda dan terlepas satu sama lainnya, dalam pengertian diakui bahwa Tuhan bukan Esa, melainkan tiga (Trialisme).

Bagaimana mungkin kita meyakini sesuatu hal yang bertentang dengan pemikiran kita, yang menyebutkan Allah itu Esa tapi memiliki Tuhan Bapa, Tuhan Anak dan Roh kudus (3 oknum, yang pasti berbeda)!
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2015-05-14 06:00
~
Orang Kristen menyebut Allah adalah Esa, dengan pengertian yang sama dengan menyebut Allah Tri-Tunggal yaitu Echad (artinya 'satu' kesatuan yang tak terpisahkan. Bukan Allah yang tunggal atau Yachid (artinya 'satu' yang mutlak).

Tritunggal bukan dimaksud dengan relasi dari Tiga Allah (dari penganut sekte Unitarian) dan bukan pula dimaksudkan dengan tiga keberadaan yang tiga-tiganya adalah Allah (dari penganut sekte Triteisme).

Ketiga oknum itu dikenal dengan nama: Allah Bapa, Allah Roh, dan Kalimat/Firman Allah. Ketiga oknum ini, selain merupakan satu kesatuan, juga mempunyai kesetaraan yang sama.

Konsep Tritunggal tidak bertentangan dengan pikiran kita, karena menggunakan formula 1x1x1=1, bukan 1+1+1=3
~
Slamet
Quote
# Alfian 2015-05-11 11:18
~
Saudara Staf IDA,

Saudara mengatakan Bapa dan Putera dan Roh Kudus adalah satu kesatuan menjadi wujud Yesus. Bisa tunjukkan dasarnya?
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2015-05-14 09:42
~
Tritunggal adalah ajaran Iman Kristen yang mengakui Satu Allah Yang Esa, namun hadir dalam Tiga Pribadi yang berbeda: Allah Bapa dan Putra dan Roh Kudus, namun ketiganya adalah sama esensi-Nya, sama kedudukan-Nya, sama kuasa-Nya, dan sama kemuliaan-Nya.

Allah Bapa dan Roh Kudus tidak dapat dilihat oleh manusia, tetapi Allah Anak dapat dilihat di dalam pribadi Isa Al-Masih. Dengan kata lain Isa Al-Masih adalah gambar wujud Allah yang tidak kelihatan.

Isa Al-Masih adalah “gambar Allah yang tidak kelihatan” (Injil, Surat Kolose 1:15). Dia menyatakan Allah di dalam atribut-atribut -Nya (kekudusan, kasih, kebenaran, dan lain-lainl), karya-Nya (penciptaan, providensi, dan penebusan), dan kehendak-Nya.
~
Slamet
Quote
# ngkoes 2015-05-12 10:44
~
Trinitas adalah istilah dari Katolik, tetapi tidak ada di Alkitab. Menurut saya Allah itu Satu, apakah Allah lahir di Betlehem? Yesus adalah kehadiran Allah di dunia fana, dan sesudah bangkit Allah meninggalkan dunia fana. Roh Kudus adalah kehadiran Allah dalam hati manusia yang menerima Yesus sebagai Juruselamatnya. Tentu semua kehadiran Allah ada maksudnya.
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2015-05-14 10:01
~
Trinitas adalah sebuah doktrin yang mendasar bagi iman Kristen. Meskipun kata “Trinitas” tidak terdapat dalam Alkitab, tetapi doktrin ini secara gamblang diajarkan di Alkitab.

Alkitab mengajarkan bahwa Bapa adalah Allah, Putera adalah Allah, dan Roh Kudus adalah Allah. Namun Alkitab juga mengajarkan bahwa Allah itu esa. Dengan kata lain Trinitas berarti Allah yang esa terdiri dari tiga Pribadi.
~
Slamet
Quote
# Sekedar Bertanya 2015-05-12 17:15
~
Saudara Slamet,

Tolong jelaskan arti dari Roh menurut agama yang anda anut. Dan apa arti Rohulkudus itu?
Terima kasih
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2015-05-14 10:20
~
Alkitab menjelaskan bahwa roh adalah daya yang tidak kelihatan (pancaran kehidupan) yang memberikan kehidupan kepada semua manusia yang hidup. Tanpa roh, tubuh manusia mati.
Sedangkan yang dimaksud dengan Roh adalah Roh Kudus atau Roh Allah.

Roh Kudus adalah Allah, “Pribadi” ketiga dari Trinitas. Sebagai Allah, Roh Kudus dapat betul-betul berfungsi sebagai Penghibur dan Penasehat yang Isa Al-Masih janjikan.
"Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia" (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:16-17).
~
Slamet
Quote
# Alfian 2015-05-15 13:36
~
Staf IDA,

Kata Tritunggal tidak ada dalam kitab saudara. Jadi, ajaran saudara dibangun atas kehendak saudara sendiri karena tidak memiliki dasar sesuai kitab saudara.

Tidak ada unsur kesatuan dalam wujud Yesus seperti penjelasan saudara. Jika saudara menganggap Yesus adalah satu kesatuan, Yesus tidak perlu berdoa. Jika Dia berdoa, kepada siapa lagi Dia berdoa?

Yesus menolak dikatakan baik, tak seorang pun yang baik selain Allah. Yesus juga berkata sembalah Allah bukan kepada dirinya (Yesus)

Dari ayat di atas sangat jelas bahwa Yesus bukanlah Allah. Jadi, keduanya adalah pribadi yang berbeda. Bagaimana menurut saudara?
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2015-05-22 10:30
~
Istilah Tritunggal memang tidak ada dalam Alkitab, seperti istilah Tauhid dalam Al-Quran, namun Kitab Suci mengajar bahwa Allah, walaupun Maha Esa, juga beroknum tiga.

Konsep Allah Tritunggal juga tidak dapat dengan mudah dipahami oleh manusia. Karena Allah yang tidak terbatas sulit dipahami akal manusia yang terbatas. "Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya?” (Injil, Surat Roma 11:34).

Saudara benar bahwa Isa Al-Masih dan Allah adalah pribadi yang berbeda. Namun melalui kacamata Tritunggal, kita dapat mempercayai bahwa Isa Al-Masih dan Allah adalah satu. Bahkan kesaksian ini keluar dari Isa Al-Masih sendiri, "Aku dan Bapa adalah satu" (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30).
~
Slamet
Quote
# ngkoes 2015-05-18 12:31
~
Kepada Alfian,

Saat Yesus hidup, dia adalah manusia. Maka akan terjawab semua pertanyaan anda.
Sekarang kita mau menyembah Yesus sebagai manusia pun, tidak bisa. Dia bukan manusia lagi. Dia adalah Yang Awal & Yang Akhir yang patut kita sembah.
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2015-05-22 10:42
~
Isa Al-Masih adalah Allah-Manusia. Ketika berada di dunia Dia menyembunyikan kemuliaan-Nya sebagai Allah, namun kadang-kadang menunjukkan kuasa keilahian-Nya ketika melakukan mujizat.

Dan untuk mengetahui, siapakah Isa Al-Masih? Kitab Suci Allah menjelaskan bahwa Isa Al-Masih adalah "cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi" (Injil, Surat Ibrani 1:3).
~
Slamet
Quote
# INGIN TAHU 2015-05-18 15:03
~
Kepada Staf IDI.

Di dalam forum ini saudara/ saudari sering menyebut nama Isa Al-Masih. Sejauh pengetahuan saya bahwa Isa Al-Masih diutus oleh Allah kepada umat Bani Israel yaitu Yahudi dan Nasrani. Hal ini sama-sama tertulis dalam kitab Injil maupun Al-Quran. Dan tidak terbantahkan.

Selanjutnya tanpa disadari munculah satu golongan yang menamakan golongan itu Kristen. Hubungan antara Injil dan Al-Quran benar-benar tidak bisa dipisahkan. Dalam Al-Quran dan Injil hanya membicarakan antara Islam Yahudi dan Nasrani.
Lalu yang dimaksud Kristen ini siapa? Kenapa tidak ada disebut Kristen di dalamnya? Mungkin ini adalah agama baru?
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2015-05-22 11:15
~
Nama Yesus Kristus dan Kristen jelas tertulis dalam Di dalam Kitab Suci Injil. Yesus Kristus disebut Anak Allah Yang Maha Tinggi (Injil, Rasul Lukas 1:32).
Dan orang-orang pengikut Yesus yang mempercayai-Nya sebagai Anak Allah dinamakan Kristen. Para murid Yesus disebut Kristen untuk yang pertama kali, di Antiokhia (Injil, Surat Kisah Para Rasul 11:26).

Namun 600 tahun kemudian munculah oknum roh yang membisiki Muhammad, sehingga semuanya berubah total. Yesus Anak Allah diganti Isa Putera Maryam (Qs 5:116) dan pengikut Yesus yang disebut Kristen diubah menjadi Nasrani.

Demikian semoga bermanfaat, selanjutnya marilah kita kembali pada topik artikel "Muhammad Mengartikan Allah Yang Esa."
~
Slamet
Quote
# JANGAN DIBODOHIN 2015-05-22 14:15
~
"...Manakah yang benar: Allah itu Tunggal atau Allah itu Esa?..."

Tunggal dalam kamus bahasa Indonesia artinya satu. Esa artinya juga satu (bahasa Sansekerta).

Ketahuilah bahwa:
Allah itu Hidup, tidak pernah mati. Tidak mengalami reinkarnasi/ber ubah bentuk. Tidak ada satu makhlukpun yang menyerupai-Nya. Allah Maha Pencipta dan Maha Mengetahui. Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan. Setiap apapun yang dikehendaki-Nya cukuplah dengan menyebut "Kun (jadilah) Fayakun (maka jadilah)".

Ajaran Isa Al-Masih = agama Tauhid
Kristen = Trinitas.= Produk Paulus
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2015-05-27 11:57
~
Sdr. Jangan Dibodohin,

Karena keterbatasan kosakata bahasa Indonesia, kata "Esa" dipilih untuk menggantikan kata "Echad" dalam naskah asli Alkitab (bahasa Ibrani). Perhatikan ayat berikut:

"Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah [Elohim] kita, TUHAN itu esa [echad]!" (Taurat, Kitab Ulangan 6:4).

Elohim merupakan bentuk jamak, sedangkan echad memiliki arti "satu kesatuan". Jadi jelas bahwa konsep Allah Tritunggal, yaitu Allah esa yang berpribadi tiga dalam satu kesatuan yang kekal melekat erat dalam ayat Taurat di atas.

Tentu Anda tahu bahwa Taurat sudah ada sejak zaman nabi Musa (1450 SM), bukan? Masuk akalkah jika Paulus yang menulis ayat Taurat tersebut sedangkan ia baru hidup pada abad 1 Masehi?

Jadi, silakan cek ulang dari bukti-bukti sejarah, benarkah Yesus, salah satu Pribadi dari Allah Tritunggal mengajarkan Tauhid? Bukankah hal itu menentang eksistensi diri-Nya sendiri?

~
Yuli
Quote
# ngkoes 2015-05-23 14:42
~
Setiap apapun yang dikehendaki-Nya cukuplah dengan menyebut "Kun (jadilah) Fayakun (maka jadilah)".

Mengapa Isa tidak langsung jadi seperti Adam?
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2015-05-27 12:08
~
Sdr. Ngkoes,

Kehadiran Isa Al-Masih ke dunia tidak seperti Adam yang tercipta dengan dalil "Kun Fayakun" karena Isa Al-Masih adalah Sang Pencipta, bukan makluk ciptaan seperti halnya Adam.

Mari perhatikan ayat Injil berikut:
"Pada mulanya adalah Firman...dan Firman itu adalah Allah". "Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan". "Firman itu telah menjadi manusia [Isa Al-Masih], dan diam di antara kita..." (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1,3,14).

Isa Al-Masih adalah Firman Allah yang mencipta segala sesuatu, termasuk Adam. Ia datang ke dunia menjelma menjadi manusia sejati dengan cara alamiah (lahir dari rahim wanita) untuk mati menggantikan hukuman kekal yang seharusnya kita tanggung karena dosa kita. Nah, bersediakah Anda menerima pengorbanan-Nya?

~
Yuli
Quote
# Alfian 2015-05-23 22:51
~
"...Bahkan kesaksian ini keluar dari Isa Al-Masih sendiri, "Aku dan Bapa adalah satu" (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30)..."

Hanya ini ayat pamungkas Anda? Di ayat sebelumnya Yesus mengatakan Bapa lebih besar. Jelas "satu" yang dimaksud bukan satu wujud tapi satu tujuan.

Tritunggal itu 3 oknum, dan ayat di atas hanya 2 oknum. Ke manakah Roh Kudus?

Saya ulang pertanyaan saya terdahulu:
1. Yesus menolak dikatakan baik?
2. Yesus mengatakan Bapa lebih besar?
3. Jika Yesus berdoa, kepada siapa lagi Dia berdoa?

Ayat di atas jelas bahwa Yesus dan Allah tidak satu.
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2015-05-27 12:53
~
Sdr. Alfian,

Anda benar bahwa Yesus dan Bapa bukan satu Pribadi. Yang dimaksud "satu" dalam Injil Yohanes 10:30 adalah satu dalam hakikat-Nya, yaitu Allah Tritunggal yang esa.

Penjelasan berikut menjawab semua pertanyaan Anda. Ketika Yesus mengatakan bahwa "Aku dan Bapa adalah satu", maka:

1. pada ayat "...Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja..." (Injil, Rasul Markus 10:18), Yesus sedang mengoreksi kesombongan si penanya yang menganggap dirinya baik di mata Allah. Padahal hanya Allah saja yang baik. Bukankah Yesus Allah? Jadi ia tidak menampik predikat tersebut atas diri-Nya. Bacalah seluruh perikop (ayat 17-27).

2. tak ada hal lain di luar Allah (yaitu Bapa, Yesus, dan Roh Kudus) yang lebih besar dari pada-Nya. Perlu diingat, ketiga-Nya adalah satu hakikat yaitu Allah.

3. Yesus "berkomunikasi" dengan Bapa karena kedua-Nya adalah Pribadi yang berbeda meski hakikat-Nya satu, Allah Tritunggal yang esa.

~
Yuli
Quote
# Ali 2015-05-31 10:38
~
Terimakasih atas opini uniknya Saudara.

Sangat simpel jika saudara mau membuka hati:
Ahad memang mempunyai banyak tafsir. Jadi jangan menafsirkan Esa dalam Qs Al-Ikhlas tidak sebagai "wujud" saja, namun ahad dalam sifat (maha), ahad dalam bilangan (maha).

Ahadun dalam ayat yang saudara kutip juga bisa diartikan "satupun". Misal: "Katakanlah: "Sesungguhnya aku sekali-kali tiada seorangpun yang dapat melindungiku dari (azab) Allah dan sekali-kali tiada akan memperoleh tempat berlindung selain daripada-Nya" (Qs 72:22).

Jadi Ahad maupun Ahadun bukan mutlak menyatakan wujud, namun bisa berupa sifat, bilangan atau jumlah.
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2015-06-03 10:32
~
Sebagai wahyu Allah, pengertian tentang keesaan Allah dalam Al-Quran tentunya tidak boleh bertentangan wahyu Allah dalam kitab sebelumnya.

Kitab Taurat menunjukkan bahwa Allah itu Esa, "Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!" (Taurat, Kitab Ulangan 6:4).
Adapun arti kata "esa" atau echad adalah “satu” yang merupakan “kesatuan” yang tidak terpisahkan. Esa di sini bukanlah bilangan matematis angka satu yang mutlak.

Prof. Dr. Quraish Shihab mengatakan bahwa istilah "esa" dalam Qs 112 Al-Ikhlas 1-4 diambil dari kata 'wahdat' yang berarti kesatuan. “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. . . . . tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia" (Qs 112:1-4).

Kalaupun saudara menafsirkan 'sesuatu pun' dalam Qs 72:22 dengan pengertian 'maha', kami tidak mempermasalahkan.

Kami harap ini dapat memberikan manfaat bagi saudara.
~
Slamet
Quote
# Ifan 2015-06-17 16:18
~
Salam Kenal Staf IDA.

Saya tertarik dengan cerita anda, cuma dengan penjelasan yang anda sampaikan sulit sekali bagi saya untuk memahaminya. Di benak saya muncul pertanyaan kenapa harus 1x1x1=1, bukan 1+1+1?

Yang saya tangkap dari penjelasan anda adalah bukan hasil =1, namun katakan 1ax1bx1c nya. Jika posisi Yesus (katakan 1a), 1b dan 1c posisinya ada dimana? Apakah bersamaan/ menjadi satu dengan 1a? Jika ya, kenapa 1a berdoa kepada Allah (katakan 1b)? Jika bukan, sepertinya yang lebih tepat adalah 1+1+1 karena satu dengan yang lain berbeda.

Sangat bijak jika kita merasa benar dengan agama kita, kita mempelajari sumber asal. Saya sarankan anda untuk mempelajari Alkitab yang asli dalam bahasa Aram agar anda lebih mantab lagi untuk yakin dengan imanmu atau agama yang lain.
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2015-06-19 12:11
~
Ajaran Allah Tri -Tunggal adalah ajaran yang sulit kita mengerti dengan pikiran kita yang terbatas. Oleh karena itu salah satu cara untuk memahami ajaran ini digunakan pendekatan matematika 1x1x1x=1, bukan 1+1+1=1.

Ketika Kalimat Allah berikarnasi menjadi manusia Isa Al-Masih, maka dalam pribadi Isa Al-Masih terdapat dua sifat yaitu Allah dan manusia. Dalam kemanusiaan-Nya , Isa Al-Masih sangat bergantung kepada Allah.Oleh sebab itu Isa Al-Masih selalu memanjatkan doa kepada Bapa-Nya di sorga.

Juga kami sampaikan terima kasih atas saran saudara.
~
Slamet
Quote
# Ifan 2015-06-19 13:35
~
Saudara Slamet,

Terimakasih atas jawabannya staf IDA, meskipun belum menjawab kebingungan saya. Dalam pendekatan 1x1x1=1, dapatkah anda analogikan ke dalam sesuatu yang konkrit/nyata (bentuk)?

Sehingga mungkin itu lebih mudah bagi saya memahami. Saya akui, dalam kemanusiaan saya, saya sangat bergantung pada Allah, sebab itu saya selalu memanjatkan doa kepada Allah. Seandainya saya hidup dijaman Al-Masih dan mengganti dia dalam bentuk manusianya, apakah anda akan memanjatkan doa kepada saya dan men-Tuhan-kan saya?
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2015-06-22 12:21
~
Untuk memahami pengertian Allah Tritunggal lebih lanjut persilakan saudara membaca artikel "Meluruskan Kesalahpahaman Tentang Pengertian Tritunggal Kristen" pada tinyurl.com/oohjcty

Jelas saudara tidak mungkin dapat menggati Isa Al-Masih, karena saudara manusia berdosa sedangkan Isa Al-Masih adalah suci. "Ia (jibril) berkata: "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci"(Qs 19:19).

Oleh karena itu agar hati saudara mengalami pencerahan tentang hal ini, saudara dapat memanjatkan doa kepada Isa Al-Masih: "Isa berilah pencerahan kepada saya, agar saya dapat
mengenal-Mu sebagai Anak Allah (pribadi kedua dalam Allah Tritunggal)". Amin
~
Slamet
Quote
# muhtadi thoeplik 2015-06-20 05:56
~
Saudara Slamet menjelaskan : ketika Kalimat Allah berinkarnasi menjadi manusia Isa Almasih, maka dalam pribadi Isa Almasih terdapat dua sifat yaitu Allah dan manusia.

Kita tahu bahwa dalam diri manusia mempunyai sifat baik dan sifat buruk.
Selama menjadi manusia Isa Al-Masih juga makan, minum dan merasakan capek sehingga perlu beristirahat juga dikisahkan pernah merasakan sedih dan pernah mengingkari ibunya.
Bila Isa Al-Masih, Allah dan Roh Kudus adalah satu kesatuan lalu apakah Allah dan Roh Kudus juga merasakan hal yang sama sebagaimana yang dirasakan oleh Isa Al-Masih itu?
Mohon penjelasan untuk menambah ilmu tentang pengertian esa menurut saudara. Terima kasih.
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2015-06-22 12:38
~
Jelas Isa Al-Masih adalah satu-satunya pribadi yang suci jelas tidak mungkin Dia berbuat dosa. "Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa?" (Injil, Rasul Besar Yohanes 8:46)

Saudara mempercayai bahwa Allah, Kalimat Allah, dan Roh Allah adalah satu kesatuan Allah yang esa. Apabila salah satu pribadi Allah yang esa ini mengalami sedih karena dosa manusia, apakah yang lain dapat bersukacita? Tentunya saudara mengetahui jawabannya, bukan?
~
Slamet
Quote
# Ifan 2015-06-22 13:46
~
Dear staf IDA,

Adakah link yang lain karena saya tidak dapat masuk ke link yang anda berikan?

Saya setuju dengan Al-Quran 19:19, lebih lanjut dijelaskan dalam hadist Muslim 4804 "Seorang bayi tak dilahirkan (ke dunia ini) melainkan ia berada dalam kesucian."

Artinya seluruh bayi yang lahir suci, bahkan andapun terlahir suci. karena kita terlahir suci, Jadi kita sama punya kesempatan menjadi Yesus yang manusia?

Setiap saat dan bahkan minimal sehari 5x saya selalu berdoa kepada Bapa-Nya Yesus, sebab kata Yesus, "...Bapa lebih besar dari pada Aku." (Injil Rasul Besar Yohanes 14:28) dan “Permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa/Allah-ku di sorga" (Injil, Rasul Besar Matius 18:19). Jadi untuk apa saya harus berdoa kepada seorang yang lemah?
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2015-06-22 19:57
~
Saudara Ifan,

Link lain tentang pengertian Allah Tritunggal, dapat saudara baca pada tinyurl.com/kqv4ebc

Jelas bayi suci dimaksudkan oleh Jibril pada Qs 19:19 bukan untuk semua bayi tetapi hanya bayi Isa Al-Masih. Karena semua bayi yang pernah dilahirkan di dunia sudah berdosa. "Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku" (Zabur, Kitab Mazmur 51:7).

Dan doa kita akan dijawab apabila doa itu dipanjatkan kepada Bapa daiam nama Isa Al-Masih.
"dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak" (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:13).
~
Slamet
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2015-06-24 10:08
~
Saudara Ifan,

Agar diskusi kita tetap fokus maka mohon maaf kalau kami harus menghapus komentar saudara yang lain.

Sebenarnya tidak ada analogi, tidak ada rasionalisasi yang tepat untuk menjelaskan pengertian Tritunggal dengan dalam bentuk materi. Namun ilustrasi tubuh, jiwa dan roh manusia mungkin dapat sedikit menjelaskan.

Apabila dalam Tritunggal, Allah, Kalimat Allah, dan Roh Allah adalah satu maka roh, jiwa dan tubuh dalam diri manusia juga satu. Bukankah kita juga mengalami kesulitan apabila kita coba memisahkan tubuh, jiwa dan roh dalam diri manusia yang hidup, bukan?

Tetapi jika kita memaksakan untuk memisahkannya juga, maka roh manusia bukanlah manusia, jiwa manusia bukanlah manusia, dan tubuh manusia bukanlah manusia itu sendiri..
~
Slamet
Quote
# yohanes 2015-06-24 10:48
~
Sungguh bermanfaat website ini. Tetap semangat dan Yesus Memberkati
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2015-06-26 08:41
~
Saudara Yohanes,

Terimakasih untuk komentar yang sudah saudara berikan. Apa yang saudara sampaikan di atas sungguh menguatkan kami untuk terus memperkenalkan tentang siapakah Isa Al-Masih sebenarnya.

Kiranya Tuhan juga memberkati saudara.
~
Slamet
Quote
# Ifan 2015-06-24 13:44
~
Mengomentari penjelasan teman-teman IDA,

Jika tidak ada analogi atau rasionalisasi yang tepat, lantas bagaimana teman-teman Kristiani dapat menerima dan meyakininya? Karena bagi saya, Tuhan pasti mempunyai misi yang jelas diciptakannya otak dann fikiran bagi manusia. Contoh: Jika seseorang yakin bahwa makanannya beracun pasti tidak akan dia makan, melakukan tindakan karena yakin.

Saya setuju dengan penjelasan anda jika kita tidak dapat memisahkan tubuh, jiwa dan roh. Namun tubuh saya tidak dapat memohon apalagi berdoa kepada roh saya, seperti yang dilakukan Isa dalam Injil, Rasul Lukas 6:12, "Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia (Yesus) berdoa kepada Allah."

Jika mereka adalah satu, lantas bagaimana mungkin jika anda memohon kepada diri anda sendiri?

Mohon dikomentari.
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2015-06-26 09:16
~
Saudara Ifan,

Bukankah sudah saya katakan bahwa tidak ada analogi, tidak ada rasionalisasi yang tepat untuk menjelaskan pengertian Tritunggal dengan dalam bentuk materi. Ilustrasi tentang tubuh, jiwa dan roh manusia hanya dapat sedikit menjelaskan tentang pengertian tiga yang esa.

Allah, Kalimat Allah, dan Roh Allah adalah Allah yang esa. Kalimat Allah menjadi manusia dalam Isa Al-Masih. Sehingga Isa Al-Masih memiliki unsur Allah dan unsur manusia.

Jadi dalam keadaan sebagai manusia Isa Al-Masih juga membutuhkan Allah melalui doa. Oleh karena itu tidaklah salah apabila Isa Al-Masih berdoa kepada Allah, bukan?
~
Slamet
Quote
# Ifan 2015-06-26 11:30
~
Saudara Slamet Ysh,

Begini, dalam ilmu Aksiologi agama yang benar itu harus mengangung 3 unsur yaitu etika,estetika, dan logika.
Kenapa logika, karena karya kebesaran Tuhan tidak akan pernah bertentangan dengan logika manusia. Tuhan yang menciptakan alam semesta yang sangat luar biasa ini tidak gila. Maka kalau memang 'tidak ada rasionalisasi yang tepat' lantas bagaimana seseorang bisa yakin? Jangan-jangan itu hanya berdasarkan dogma saja?
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2015-06-30 11:47
~
Jelas karya Allah yang tidak terbatas tidak dapat kita pahami sepenuhnya dengan akal kita yang terbatas.

Tentunya akal saudara juga tidak mungkin dapat memahami mengapa Musa dan Isa Al-Masih dapat melakukan mujizat sedangkan Muhammad tidak, bukan? Walaupun masing-masing memberitakan Taurat, Injil, dan Al-Quran.

Oleh karena itu, untuk mempercayai hal yang di luar jangkauan pikiran, kita memerlukan iman. Saya percaya saudara juga menggunakan iman, apabila menemukan hal-hal yang di luar nalar dalam Al-Quran.
"Oleh sebab iman, kita mengerti bahwa alam semesta ini diciptakan oleh Firman Allah. Maksudnya, apa yang kita lihat ini tidak dijadikan dari hal-hal yang kelihatan" (Injil, Surat Ibrani 11:3).
~
Slamet
Quote
# Ifan 2015-06-30 14:27
~
Saudara Slamet Ysh,

Permasalahannya begini pak Slamet, Yesus di dalam kitabnya berkali-kali mengaku bahwa Dia utusan Allah, lantas menurut anda Yesus adalah Allah. Sedangkan Yesus di dalam kitabnya tidak pernah menyebut dirinya Allah. Lantas siapakah yang mentuhankan Yesus?
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2015-07-03 09:56
~
Saudara Ifan,

Sebenarnya sudah kami jelaskan bahwa tidaklah mungkin pikiran manusia dapat sepenuhnya memahami pikiran Allah, dan tampaknya diskusi kita terus berputar-putar. Oleh karena itu mohon maaf apabila kami terpaksa menghapus sebagian komentar saudara. Agar kita dapat fokus pada keilahian Isa Al-Masih.

Kami setuju kalau Isa Al-Masih itu adalah utusan Allah. "Karena Aku turun dari surga bukan untuk melakukan kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang telah mengutus Aku" (Injil, Rasul Besar Yohanes 6:38).

Namun juga perlu saudara ketahui bahwa Isa Al-Masih juga menyatakan diri-Nya adalah Allah, walaupun secara tidak langsung. "Sabda Isa kepadanya, "...Orang yang melihat Aku berarti sudah melihat Sang Bapa. Jadi, bagaimana kamu dapat berkata, 'Tunjukkanlah Sang Bapa kepada kami'?"(Injil, Rasul Besar Yohanes 14:9).

Isa Al-Masih pada kesempatan lain juga mengatakan, "Aku dan Bapa adalah satu" (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30).
~
Slamet
Quote
# Ifan 2015-07-03 11:35
Satu hal lagi Sdr Slamet,

Jika anda masih berkeyakinan jesus itu tuhan dmn tuhan itu sangat kuasa terhadap segala sesuatu, menurut Sdr Slamet apakah tuhan PERNAH RAGU-RAGU dalam menyebutkan sesuatu?

krn dalam Matius 27:46 "Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?"
Jika mgkn Tuhan tidak pernah Ragu-ragu terhadap sesuatu, lantas siapakah ini yang berfirman?

Silahkan dikomentari
Quote
# Ifan 2015-07-06 13:35
Sdr Slamet Ysh,

Terimakasih sudah menghapus statement penting saya, harusny diakui saja jika memang tidak dpt menjawabnya, bilang saja "PASS".

Mgkn krn bahasanya ambigu itu kali yg membuat bnyk sekali umat kristen bingung menjelaskan konsep ketuhanan.

Perhatikan Yohanes 14:15-17 “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Aku akan minta kepada Bapa, dan ia akan memberikan kepadamu seorang penolong yang lain, supaya ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu roh kebenaran.”

Keyakinan anda bhwa jesus adl penolong, diYohanes14 Jesus akan meminta yg lain unt umatnya, jd setelah datangnya dia apakah trinitas akan berubah lagi menjadi segi empat sm sisi yg isinya Bapak, anak, roh kudus, dn seorang penolong yg lain?
Quote

isadanislamstudi.com

* Untuk bisa masuk ke pelajaran kursus ini, non-aktifkan 'pop-up blocker' komputer Saudara dengan meng-klik di sebuah 'bar' di bawah 'status bar' di bagian atas layar komputer