Adakah Kejanggalan Pada Hadith Dan Al-Quran?

quran-dan-hadithAgama Islam mempunyai dua kitab sebagai tuntunan iman mereka. Yaitu Al-Quran dan Hadith. Al-Quran adalah kumpulan wahyu yang diyakini diterima langsung oleh Muhammad dari Allah, melalui perantaraan suatu roh yang dikenal dengan nama Malaikat Jibril.

Kitab kedua adalah Hadith. Yaitu suatu bagian integral dalam agama Islam. Berisi kumpulan tulisan para cendekiawan yang berisi kisah-kisah kehidupan Muhammad. Hadith yang paling terkenal dan dihormati adalah Hadith Bukhari. Umat Muslim memandang hadith Bukhari setingkat di bawah Al-Quran. Hadith ini disebut Sahih (benar, lurus, otentik), karena telah melalui proses otentifikasi yang ketat yang disebut Ilmu Hadith.

Kejanggalan Dalam Hadith

Menyangkal Hadith berarti menyangkali pilar-pilar Islam yang penting. Juga menimbulkan keraguan terhadap Al-Quran dan Muhammad.

Sayangnya banyak dari hadith tersebut yang tidak Sahih walaupun dipandang Sahih. Contoh: Sahih Bukhari Volume 3, Buku 43, Nomor 652 Dikisahkan Abu Huraira: Rasul Allah berkata, “Suatu ketika seseorang sedang dalam perjalanan.  Ia menemukan ranting berduri dari sebuah pohon di jalan, lalu ia memindahkannya. Allah berterimakasih kepadanya atas perbuatannya itu dan mengampuninya.”

Di sini terlihat bahwa kompensasi/pahala yang diberikan, jauh lebih besar daripada perbuatan baik yang dilakukan.

Kejanggalan Berhubungan dengan Penciptaan

Kejanggalan lain dalam hadith adalah Sahih Bukhari Volume 4, Buku 54, Nomor 414: “Ia (Muhammad) berkata, “Pertama-tama, tidak ada apapun selain Allah.  (Kemudian Ia menciptakan Tahta-Nya). Tahta-Nya berada di atas air, dan Ia menulis semuanya dalam Kitab (di Surga) dan menciptakan langit dan bumi”.

Apakah kisah ini cukup masuk akal dan logika? Jika pada mulanya “tidak ada apa-apa”, bagaimana Allah dapat meletakkan tahta-Nya di atas air? Air yang mana? Apa yang menampung air itu? Bagaimana langit dan bumi dapat diciptakan sesudah air? Bukankah air membutuhkan bumi untuk menampungnya, dan bumi membutuhkan langit untuk menahannya?

Walau dari hadith-hadith tersebut ada beberapa yang sulit untuk dipercayai, tetapi sebagai Muslim wajib menerimanya tanpa dipertanyakan. Inilah kepercayaan umat Muslim yang sulit diterima. Menerima dan mempercayai setiap hal yang tertulis dalam Al-Quran, hadith, dan sepak terjang Muhammad, semua menjadi bentuk ketaatan dan iman akan agamanya.

Islam Liberal vs Islam Fanatik dan Kaum Wanita

Walau Islam menuntut kefanatikan, tetapi masih ada Muslim lain yang menguji dan menerima ajaran Islam dengan pertimbangan logika dan akal sehat. Walau sedemikian terhalang [dengan ajaran agama mereka], masih ada kaum wanita Muslim yang dengan senang hati memperjuangkan ketidaksetaraan dan penindasan atas hak-hak mereka dan menyebutnya “pembebasan.”

Namun tidak sedikit juga wanita Muslim menerima dengan pasrah ajaran Islam dan Muhammad. Mereka beranggapan hijab meningkatkan status mereka. Dihardik, dihukum, bahkan dipukuli oleh suami mereka adalah hal yang baik bagi mereka [menurut mereka]. Mereka percaya bahwa mereka kurang cerdas dan mayoritas dari mereka akan masuk neraka, karena Muhammad mengatakannya demikian.

Al-Quran Mendukung Kejanggalan Hadith

Kejanggalan-kejanggalan dalam hadith juga didukung oleh Al-Quran. Sahih Bukhari Volume 4, Buku 54, Nomor 421 Dikisahkan Abu Dhar: “Nabi bertanya kepadaku saat matahari terbenam, “Tahukah engkau kemana matahari pergi (pada waktu terbenam)?” Aku menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui hal itu.” Ia berkata, “Matahari pergi (melakukan perjalanan) sampai ia sujud di bawah Tahta dan meminta ijin untuk terbit kembali.  Setelah diijinkan kemudian (tibalah saatnya) ia akan bersujud lagi tetapi sujudnya tidak akan diterima.  Ia akan meminta ijin untuk pergi sesuai tujuannya tetapi juga tidak diijinkan.  Ia kemudian akan diperintahkan untuk kembali ketika ia datang maka ia akan terbit di barat”

Orang tidak perlu pergi “ke tempat lain” untuk mendapatkan matahari terbit. Karena matahari terbit dan terbenam di semua tempat, atau lebih tepatnya, tidak dimanapun. Orang yang tinggal di Indonesia dapat melihat matahari terbit dan terbenam di Indonesia. Pun orang Afrika, dapat melihat matahari terbit dan terbenam di Afrika, tanpa harus terlebih dahulu datang ke Indonesia.

Kejanggalan hadith ini ternyata didukung oleh Al-Quran. Hal ini dapat dilihat dalam ayat Al-Quran Qs 18:86, 89, 90.

Ayat di atas memberi petunjuk pada kita, bahwa Muhammad benar-benar percaya bumi ini datar dan matahari terbit di langit dari satu tempat dan terbenam di tempat lain.

Umat Percaya Hanya Memegang Satu Kitab

Menurut kepercayaan umat Allah pada abad-abad kuno, hanya satu buku yang perlu dipegang, yaitu Buku Allah.  Buku itu ada dua bagian, Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.  Buku Allah ini masih dipegang oleh semua pengikut Isa Al-Masih.

Intisari buku ini ialah Injil, yaitu bahwa ada satu jalan keluar dari ikatan dosa.  Jalan ini ialah menerima Isa Al-Masih sebagai Juruselamat.  Klik di siniuntuk informasi tambahan mengenai bagaimana diselamatkan dan menerima hidup kekal.

Beberapa Pertanyaan Untuk Komentar:

Staff IDI mengharapkan komentar dari para pembaca. Kiranya komentar yang diberikan hanya menanggapi pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

1.         Bagaimaan kita dapat menolong seseorang untuk dapat mengerti kejanggalan yang   terdapat dalam hadith?

2.         Mengapa Hadith dan Al-Quran kelihatan memberi penjelasan mengenai penciptaan yang     kelihatan janggal dan tidak sesuai dengan sains?

3.         Mengapa hadith-hadith yang tidak sahih diterima sebagai hadith sahih?

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus. Untuk komentar atau pertanyaan yang berbeda, silakan kirim lewat email ke staf kami di: .
Demikian, kami harap diskusi kita akan menjadi semakin terarah dan tidak keluar dari topik artikel.

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Untuk sementara komentar tidak diterima.

Comments  

# radot 2013-08-27 23:36
*
Saya setuju dengan staf. Banyak hadith yang saya baca begitu aneh (asing) yang tidak mungkin ada kebenarannya. Misalnya:
1. Setan bertengger pada lubang hidung (bagian atas) sepanjang malam (Hadis IV/516).
2. Maka nabi memerintahkan mereka untuk pergi mencari kumpulan onta-onta dan minum air susu dan air seni onta tersebut sebagai obat (Hadis I/234).
3. Setiap umatnya yang mati, sedangkan dia tidak mempersekutukan Allah dengan suatu apapun, orang itu masuk surga, sekalipun ia berzinah dan mencuri (HSB 647).
# Staff Isa dan Al-Quran 2013-09-09 08:12
*
Saudara Radot,

Terima kasih atas komentarnya, kiranya akan memberikan pencerahan bagi saudara kita umat Muslim. Hadith adalah  perkataan dan perbuatan dari Nabi Muhammad.  Hadith sebagai sumber hukum dalam agama Islam memiliki kedudukan kedua pada tingkatan sumber hukum di bawah Al-Quran.

Jika Muhammad adalah benar-benar nabi Allah, maka tentulah hadith juga berasal dari Allah. Dan semua ajaran yang berasal dari Allah dan pasti benar. Tetapi ajaran yang tertulis dalam hadith ternyata begitu “asing” dan “absurd” sehingga tidak ada peluang untuk benar. Jadi bagaimana mungkin Muhammad dapat disebut nabi Allah?
~
SL
# Tony 2013-09-17 13:11
*
Umat Islam percaya Al-Quran adalah kitab yang sempurna, kalau benar demikian mengapa perlu ada Hadith? Umat Islam diharuskan taat pada perkataan pemimpin spiritualnya. Andai seorang ustadz mengatakan kapas itu merah maka mereka harus menerimanya sebagai kebenaran dan haram untuk diperdebatkan. Contoh, dikatakan bahwa Muhamad beraklak mulia, maka harus ditelan saja dan tidak perlu dipertanyakan lagi.

Apakah mempunyai istri 13 dan menikahi anak usia 6 tahun kemudian menggaulinya saat 9 tahun (Aisya) itu beraklak mulia? Ini adalah kebenaran yang harus ditelan mentah-mentah dan protes berarti murtad.
# Staff Isa dan Al-Quran 2013-09-20 08:41
*
Saudara Toni,

Terima kasih untuk komentar saudara. Kiranya ini dapat membuka wawasan dan menjadi bahan perenungan bagi saudara kita umat Muslim.
~
SL
# tampubolon 2013-12-15 23:34
~
Masih banyak yang belum anda tuliskan di sini, wahai admin yang terkasih. Dalam hadist, banyak hal yang janggal dan bertolak belakang dari sifat seorang nabi. Nanti saya akan kirimkan ke saudara, agar iman kita semakin dikuatkan. Saya bersyukur menjadikan Kristus sebagai dasar hidup dan pedoman dalam hari-hariku. Satu-satunya Allah yang hidup dan maha segala yang baik.

Saya berharap proses penginjilan saudara menjadi berkat dan suatu kemuliaan bagi Tuhan. Tuhan memberkati.
# Staff Isa dan Al-Quran 2013-12-23 14:54
~
Saudara Tampubolon,

Kami sampaikan terimakasih atas komentar saudara. Dan juga atas apresiasi saudara terhadap artikel-artikel pada situs ini. Kami juga setuju dengan pandangan saudara tentang hadits. Kalaupun kami hanya menguraikan hanya tiga sub pokok bahasan tentang kejanggalan pada hadits dan Al-Quran karena keterbatasan tempat yang disediakan untuk artikel.

Kiranya Tuhan menguatkan iman dan juga memberkati saudara.
~
Slamet
# Santuah 2013-12-22 23:27
~
Syalom,

Karena umat muslim tidak pernah menguji kebenaran roh (yang mengaku Jibril) berasal dari Allah. “Dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus (Isa Al-Masih), tidak berasal dari Allah ( Injil, Surat 1 Yohanes 4:3).

Pengikut Isa Al-Masih berperan dalam menyampaikan kabar baik (Injil), selanjutnya adalah peranan Roh Kudus. Orang yang sudah pernah mendengar kabar keselamatan tapi tetap tidak mau menerima keselamatan adalah bentuk “kekerasan hati” (masih dalam kuasa Iblis).

Bukalah hatimu untuk kebenaran firman-Nya, sebab hati yang terpisah dari Allah adalah hati yang dipenuhi kejahatan (Iblis).
# Staff Isa dan Al-Quran 2014-01-21 20:35
~
Saudara Santuah,

Terima kasih untuk komentarnya, semoga dapat memberikan pencerahan dan hidayah bagi saudara umat Muslim.

“Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku” (Injil, Surat Wahyu 3:20).
~
Slamet
# ivan 2014-05-15 23:33
~
Al-Hadist walaupun Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan lain-lain yang dianggap masyhur tidak semuanya shahih. Perlu pengkajian seperti di negara barat, non Muslim ahli arkeologi dan ahli teologi meneliti keaslian dari empat Injil.
# Staff Isa dan Al-Quran 2014-05-21 09:48
~
Saudara Ivan,

Umat Muslim mendasarkan pemahaman mengenai Yesus Kristus pada Al-Quran dan Hadits. Al-Quran mengungkapkan sejarah dari kehidupan-Nya, sementara hadist menjelaskan kedudukan-Nya di akhir zaman dalam pandangan Muslim.

Walaupun Al-Quran dan Hadits menyatakan Yesus Kristus mirip dengan yang tertulis dalam Alkitab. Namun kemiripan ini hanya ada di permukaan saja. Secara tegas, Al-Quran dan Hadist menyangkali keterangan Alkitab yang paling penting mengenai Yesus kristus.

Al-Quran yang ditulis sekitar 580 tahun setelah kematian Yesus Kristus dan Hadist sendiri ditulis lebih jauh setelah itu, setidaknya 750 tahun setelah Yesus Kristus. Oleh karena itu, Alkitab memiliki catatan yang lebih akurat mengenai sejarah Yesus Kristus dan signifikansinya .
~
Slamet/Solihin
# jacko 2014-05-22 00:04
~
Kita umat yang percaya sungguh-sungguh berdoa agar Allah berkenaan membuka mata rohani mereka, umat Muslim yang tertutup oleh tembok (Al-Quran dan Hadith) itu sendiri sehingga boleh melihat kebenaran dan keselamatan dari Allah melalui Isa Al-Masih yaitu Yesus Kristus, Tuhan kita.

Sdr. Staf IDI, percayalah pasti ada masa penuaian, ladang gandum sudah menguning. Haleluyah. Amin.
# Staff Isa dan Al-Quran 2014-06-02 10:33
~
Saudara Jacko,

Terima kasih untuk komentar saudara. Harapan kami saudara dapat bergandengan tangan dengan kami untuk memberitakan tentang keselamatan dalam Isa Al-Masih ini.

Kami berharap dan terus berdoa seperti yang diperintahkan oleh Isa Al-Masih, "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu" (Injil, Rasul Besar Matius 9:37-38).
~
Slamet

isadanislamstudi.com

* Untuk bisa masuk ke pelajaran kursus ini, non-aktifkan 'pop-up blocker' komputer Saudara dengan meng-klik di sebuah 'bar' di bawah 'status bar' di bagian atas layar komputer