Kesaksian Teroris Yang Mendapatkan Damai

TerorisSuatu hari ketika saya bersama beberapa teman sedang minum kopi di lobi sebuah hotel, saya berkenalan dengan seorang Ustad.  Ustad itu memandang saya dan berkata, "Saya ingat nama keluarga Anda." Dengan terheran-heran saya mendengarkan dia bercerita, bahwa lebih dari 20 tahun silam dia pernah bergerak sebagai teroris di daerah saya.

Menjadi Jihadis Agar Masuk Sorga

"Rencana kami mau membom kalian," katanya. Tapi orang Melayu lokal berkata, "Jangan! Mereka ini berbuat baik. Walaupun beda agama, bila kami berobat atau minta bantuan, mereka selalu siap membantu bahkan mendoakan kami."

Singkat cerita, Pak Ustad selama lebih 20 puluh tahun melarikan diri dari Orde Baru yang memasukkan dia ke dalam 'daftar hitam' teroris. Dia pergi ke Afghanistan dan Timur Tengah untuk mempelajari ilmu perang dan mendalami agama Islam. "Saya percaya bahwa memerangi orang-orang yang bukan Muslim sejati, menjadi dakwah dan tanggung jawab saya kepada Allah SWT.  Inilah jalan yang menjamin saya masuk sorga." kata Pak Ustad, menjelaskan motivasi dia sebagai teroris.

Tidak Yakin Masuk Sorga

Dia melanjutkan, "Namun, saya tidak pernah merasa tentram. Saya senantiasa merasa ketaatan  saya tidak cukup untuk menjamin saya masuk surga. Pada satu hari saya bertemu dengan seorang bapak – yang akhirnya kami berteman – beliau berkata bahwa kitab-kitab sebelumnya, seperti Taurat dan Injil dapat menunjukkan jalan lurus."

"Mulai saat itu saya mempelajari Kitab Suci Injil dan Taurat. Dengan haus saya membaca tentang Isa Al-Masih yang dijanjikan Allah dalam Taurat, dan terwujud sebagai Juruselamat dalam Injil. Teman saya menjelaskan bahwa Isa Al-Masih merupakan jalan lurus."

Menerima Isa Sebagai Juruselamat

"Dengan percaya kepada Dia yang tidak berdosa sebagai Kurban dan Juruselamat, saya juga dapat diterima Allah sebagai manusia yang telah disucikan. Pada saat itu juga saya percaya kepada Isa Al-Masih sebagai Juruselamat. Saya berjanji kepada Tuhan, selama saya bernafas saya akan menyampaikan kebenaran tentang Jalan Lurus ini kepada Jemaah saya sendiri. Ini janji saya kepada Tuhan."

[Staf Isa dan Islam – Bila saudara rindu mendapatkan damai dan jaminan keselamatan seperti Ustad di atas. Artikel pada tautan ini dapat membantu saudara.]

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Add comment

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Komentar hanya diperbolehkan menjawab salah satu dari 3 pertanyaan fokus yang dimuat di bagian akhir artikel. Kecuali beberapa artikel yang tidak memuat 3 pertanyaan fokus.
3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
4. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected]

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Islam

Security code
Refresh

isadanislamstudi.com

* Untuk bisa masuk ke pelajaran kursus ini, non-aktifkan 'pop-up blocker' komputer Saudara dengan meng-klik di sebuah 'bar' di bawah 'status bar' di bagian atas layar komputer