Mujizat Muhammad dan Isa, Siapa yang Terhebat?

Kitab 02Umat Islam yakin mujizat “nabi” Muhammad terbesar ialah Al-Quran. Apakah Isa Al-Masih bermujizat?  Memahami mujizat keduanya kita akan tahu siapa yang terbesar.

Kesaksian Muhammad Tentang Mujizatnya

Muslim percaya bahwa Nabi mereka memiliki 300 mujizat. Namun ia tidak melakukannya ketika ditantang orang kafir Mekah.

“Dan orang-orang kafir Mekah berkata: "Mengapa tidak diturunkan kepadanya muk   jizat-mukjizat dari Tuhannya?" Katakanlah: "Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu terserah kepada Allah. Dan sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan yang nyata”(Qs 29:50).

Jika Muhammad memiliki mujizat, mengapa Al-Quran tidak mencatat mujizat-mujizatnya?

Mujizat Terbesar Muhammad

Umat Islam percaya bahwa mujizat “nabi” Muhammad yang terbesar adalah Al-Quran. Apakah Al-Quran menjanjikan kepastian keselamatan bagi umat Muslim? Al-Quran menuliskan, “Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan” (Qs 19:71).

Mujizat terbesar tidak menjamin umat Muslim ke sorga, sebaliknya pasti masuk neraka.  Bukankah ajaran itu menambah kekuatiran kita akan siksa neraka. Mengapa Allah SWT hanya menjanjikan masuk neraka, bukannya sorga?

Coba Anda bandingkan dengan mujizat Isa Al-Masih.

Isa Al-Masih: Kun maka Fayakun Mujizat-Nya

Injil Allah menyaksikan bahwa Isa Al-Masih melakukan puluhan mujizat dengan Kun-Nya. Dengan firman-Nya, Isa Al-Masih menyembuhkan orang buta, orang lumpuh, orang gila, meredakan badai dan banyak lagi.

Dengan Kun-Nya Isa Al-Masih membangkitkan beberapa orang mati. Yaitu anak lelaki seorang janda di kota Nain, anak gadis Yairus, juga Lazarus yang telah empat hari dalam kubur (gua).

Banyak mujizat Isa Al-Masih terwujud karena sabda-Nya, tanpa menunggu kuasa Allah seperti nabi-nabi lainnya. Kuasa Kun Isa sehebat Kun Allah.

Yellow CrossMujizat Terbesar Isa Al-Masih

Namun mujizat-mujizat itu bukanlah yang terbesar. Mujizat terbesar Isa Al-Masih adalah bangkit dari kematian, naik ke sorga dan menjamin keselamatan.

Ia “. . . memberikan nyawa-Nya [Isa Al-Masih] menjadi tebusan bagi banyak orang” (Injil, Rasul Besar Matius20:28). “. . . supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya [Isa Al-Masih] tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16).

Ketika turun menjadi manusia, Ia rela mati disalib guna menanggung hukuman dosa manusia. Ia berkuasa mengampuni dosa dan menjamin hidup kekal di sorga bagi siapapun yang percaya kepada-Nya.

Siapakah Isa Al-Masih sebenarnya kok berkuasa mengampuni dosa? Injil Allah menyaksikan bahwa Isa . . . adalah Kalam. . . Kalam itu adalah Allah” (Kitab Suci Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1).

Siapakah yang Terbesar?

Meskipun mujizat terbesar Muhammad adalah Al-Quran, namun Al-Quran tidak menjamin keselamatan umat-Nya.

Sebaliknya Isa Al_masih , Sang Kalimatullah mengampuni dosa dan menjamin sorga bagi orang-orang yang percaya kepada-Nya.

[Staf Isa dan Islam - Untuk informasi lebih lanjut, silakan mendaftar untuk menerima secara cuma-cuma Buletin Mingguan "Isa dan Al-Fatihah."]

Focus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca:

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Menurut Saudara, mengapa Muhammad tidak melakukan mujizat ketika orang kafir Mekah meminta mujizat kepadanya?
  2. Mengapa firman Isa Al-Masih berkuasa menghasilkan mujizat, sebaliknya para nabi lainnya tidak bisa?
  3. Isa melakukan banyak mujizat, berkuasa mengampuni dosa dan menjamin hidup yang   kekal. Siapakah Dia sebenarnya? Jelaskan jawaban Saudara!

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Add comment

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Komentar hanya diperbolehkan menjawab salah satu dari 3 pertanyaan fokus yang dimuat di bagian akhir artikel. Kecuali beberapa artikel yang tidak memuat 3 pertanyaan fokus.
3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
4. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected]

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Islam

Security code
Refresh

Comments  

# Salib Bening 2016-10-17 16:42
~
Staf IDA,

Jika Muhammad memiliki mujizat, mengapa Al-Quran tidak mencatat mujizat-mujizatnya?

Mukjizat nabi Muhammad adalah AlQuran itu sendiri. Dunia sains modern mengakui bahwa isi kandungan Al-Quran melampaui iptek di abad 6 M yang baru dibuktikan oleh sains di abad 18 M - 21 M, sehingga dapat dipastikan bahwa Al-Quran berasal dari Pencipta alam semesta.

Contohnya Alkitab dan Yesus menganut teori alam semesta yang disebut Geosentris yang diyakini Gereja hingga abad ke 20 M sehingga menyatakan penemuan teori Heliosentris oleh Copernicus dan Galileo sebagai bidaat dan kerasukan setan. Teori Geosentris Alkitab ditolak sains karena tak sesuai realita.

Yesus pun tidak mampu mengkoreksi kesalahan Alkitab.
# Staff Isa dan Al-Quran 2016-10-22 23:07
~
Saudara Bening,

Menurut Al-Quran, Muhammad tidak membawa satu pun wahyu baru? Dia hanya seorang yang memberi petunjuk dan peringatan tentang semua yang Allah sudah nyatakan dalam Taurat, Zabur, Kitab Nabi-Nabi, dan Injil.

"Dia menurunkan Kitab (Quran) kepada engkau (ya Muhammad) dengan sebenarnya serta membenarkan (Kitab) yang sebelumnya, dan Dia menurunkan Taurat dan Injil" (Qs 3:3).

Teori geosentris dan teori heliosentris sudah ada pada masa filosof Yunani kuno. Di mana teori geosentris pertama kali dikemukakan oleh Aristoteles (384-322 SM), dan teori heliosentris dikemukakan oleh Aristarchus (3 SM).

Kalaupun nabi saudara yang baru muncul pada abad 7 M, kemudian menjadikan teori heliosentris sebagai salah satu mujizat Al-Quran. Itu tidak ada yang melarang. Tapi Al-Quran menulis, "Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya“ (Qs 21: 33).
~
Slamet
# Salib Bening 2016-10-17 17:28
~
Staf IDA,

Menurut Saudara, mengapa Muhammad tidak melakukan mujizat ketika orang kafir Mekah meminta mujizat kepadanya?

Ayat Qs 29:50 tidak mengatakan bahwa nabi Muhammad tidak mengadakan mujizat, tetapi memberikan penjelasan bahwa mujizat itu adalah karunia Allah kepada nabi, bukan kuasa yang bersumber dari diri nabi sendiri.

Hal ini maksudnya adalah membedakan mana yang mujizat dan mana yang sihir, sebab saat itu banyak pihak yang tidak percaya dan menyebar fitnah bahwa nabi Muhammad melakukan sihir.

Pernyataan Qs 29:50 itu sejenis dengan ucapan Yesus: "Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku" (Injil, Rasul Besar Yohanes 8:28).
# Staff Isa dan Al-Quran 2016-10-22 23:19
~
Saudara Bening,

Jelas Al-Quran tidak pernah menunjukkan bahwa Muhammad dilengkapi Allah dengan mujizat. Mungkinkah ini petunjuk bahwa ia tidak diutus Allah.

Sebaliknya Isa Al-Masih dapat melakukan mujizat, Al-Quran menulis, ""Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) diwaktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan ijin-Ku, kemudian kamu meniup kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah) di waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku" (Qs 5:110).
~
Slamet
# Salib Bening 2016-10-17 18:02
~
Staf IDA,

Mengapa firman Isa Al-Masih berkuasa menghasilkan mujizat, sebaliknya para nabi lainnya tidak bisa?

Yang dimaksudkan itu firman yang mana dan mujizat apa yang dihasilkan?

Kiranya pernyataa anda itu keliru sebab sesuai firman Allah yang diberitakan Yesus: "Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, — maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu" (Injil, Rasul Besar Matius 17:20).

Mujizat itu bukan dihasilkan dari firman Yesus, melainkan dari iman yang sempurna: "iman yang sempurna untuk memindahkan gunung" (Injil, Surat 1 Korintus 13:2).

Jadi yang hebat itu bukan nabi Isa (Yesus) dan Muhammad, tapi Allah itu sendiri.
# Staff Isa dan Al-Quran 2016-10-23 06:12
~
Saudara Bening,

Kami setuju dengan saudara bahwa Muhammad tidak sehebat Allah karena ia manusia biasa. Namun tidak demikian dengan Isa Al-Masih, Dia adalah Allah yang menjadi manusia.

Oleh karena itu bukan hal yang luar biasa apabila Isa Al-Masih mempunyai kuasa yang setara dengan kuasa Allah. Misalnya ketika Allah menciptakan dunia serta isinya menggunakan kata “Jadilah” maka terjadilah dunia.

Kalimat “Jadilah” itu juga yang digunakan oleh Isa Al-Masih dalam setiap mujizat yang dilakukan-Nya! Mari kita perhatikan ayat-ayat di bawah ini: “Yesus (Isa Al-Masih) menjamah mata mereka (yang buta) sambil berkata: “Jadilah kepadamu menurut imanmu” Maka meleklah mata mereka” (Injil, Rasul Besar Matius 9:29).
~
Slamet
# Salib Bening 2016-10-17 22:06
~
Staf IDA,

Mujizat terbesar tidak menjamin umat Muslim ke sorga, sebaliknya pasti masuk neraka.

Anda memenggal sepotong ayat saja dan melakukan interpretasi bebas yang tidak sesuai dengan konteks sesungguhnya yang disampaikan Al-Quran sebab ayat itu satu perikop sedang membicarakan tentang golongan orang yang masuk neraka:

"Dan kemudian Kami sungguh lebih mengetahui orang-orang yang seharusnya dimasukkan ke dalam neraka. Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan. Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut" (Qs 19:70-72).
# Staff Isa dan Al-Quran 2016-10-23 06:51
~
Saudara Bening,

Nabi saudara sendiri jelas mengalami ketakutan menghadapi kematian, karena Allah tidak menjamin keselamatannya.

Ketakutan nabi saudara terlihat jelas dengan dibutuhkannya doa shalawat bagi dirinya. “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaik at-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya” (Qs 33:56).

Dan sampai saat ini umat Muslim di dunia diwajibkan mengucapkan "Assalamu ’alaika ayyuhan Nabi" (semoga keselamatan tercurah kepadamu hai Nabi) setiap sholat. Mengapa? Mungkin ia belum selamat
~
Slamet
# Salib Bening 2016-10-17 22:32
~
Staf IDA,

Siapakah Isa Al-Masih sebenarnya kok berkuasa mengampuni dosa?

"Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" (Injil, Rasul Besar Matius 6:9, Injil, Rasul Lukas 5:24).

Jadi kewenangan Yesus mengampuni dosa itu hanya berlaku saat Yesus di dunia saja, yaitu orang-orang yang berjumpa dan diampuni langsung oleh Yesus saja. Jadi kuasa itu terbatasi ruang dan waktu.

Kuasa mengampuni dosa itu bukan ekslusif kuasa Yesus saja, tapi orang lain juga bisa dengan syarat orang yang memberi ampunan itu masih hidup di dunia.

"Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada" (Injil, Rasul Besar Yohanes 20:23). Tapi kuasa itu terbatas dan tidak semua dosa dapat diampuni.
# Staff Isa dan Al-Quran 2016-10-23 07:06
~
Saudara Bening,

Isa Al-Masih yang adalah Allah dalam wujud manusia, jelas dapat mengampuni dosa manusia. "Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" (Injil, Rasul Besar Matius 6:9).

Walaupun mengampuni dosa itu bukan wewenang manusia, tetapi murid-murid Isa Al-Masih diberi kuasa untuk memberitakan pengampunan atas dasar apa yang dilakukan Allah dalam Isa Al-Masih dengan perantaraan Roh Kudus didalam diri murid-murid-Nya ini. Karena dalam hal ini mereka adalah utusan-utusan Isa Al-Masih dalam pemberitaan pengampunan dosa.

"Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada" (Injil, Rasul Besar Yohanes 20:23).
~
Slamet
# @natal 2016-10-20 23:02
~
Saudara Salib Bening,

Siapakah Isa Al-Masih sebenarnya kok berkuasa mengampuni dosa?

Benar sekali Isa Almasih adalah Tuhan, Sabda-Nya: "Dan segala lidah menggaku Yesus Kristus (Isa Al-Masih) adalah Tuhan (Allah)" (Injil, Surat Filipi 2:11).

Karena itu Isa Al-Masih dapat mengampuni, orang berdosa, dan bukan hanya itu, membangkitkan orang mati. Secara logis saudaraku Saling Bening, itu merupakan kuasa yang hanya dimiliki oleh Pencipta, sehinggah Isa Al-Masih adalah Allah.
# Staff Isa dan Al-Quran 2016-10-23 07:19
~
Saudara Natal,

Terima kasih atas penjelasan saudara.

Isa Al-Masih adalah Allah yang berkuasa berkuasa di segala tempat, baik bumi dan sorga. Dan hanya melalui Dia saja setiap orang dapat masuk sorga. Isa Al-Masih berkata, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup, tidak ada seorangpun yang datang kepada bapa (Sorga) kalau tidak melaui Aku (Isa Al-Masih)" (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).
~
Slamet
# jaka 2016-11-03 12:59
~
Maaf kalian, Allah tetap Allah. Dia adalah pencipta. Tiada rupa, tidak beranak dan tidak diperanakan. Isa Al-Masih dan Muhamad tetap manusia. Masih bisa manusia untuk melihat akan tubuh mereka. Tidak pada Allah.

Al-Quran kitab yang terakhir Allah untuk nabi terakhir yaitu Muhammad. Himpunan sejarah dan penceritaan yang padat hanya dalam Al-Quran.
# Staff Isa dan Al-Quran 2016-11-05 20:06
~
Saudara Jaka,

Kami menghargai pandangan saudara terhadap Al-Quran. Tetapi jika saudara juga mempelajari Alkitab dengan teliti, saudara akan melihat bahwa isi Al-Quran sangat tidak lengkap. Al-Quran juga tersusun tidak terartur atau sistematis.

Sedangkan Alkitab isinya sangat lengkap diawali dengan kisah penciptaan di Kitab Kejadian dan diakhiri dengan kisah tentang akhir zaman di Kitab Wahyu. Banyak hal-hal yang tidak ditulis dalam Al-Quran khususnya inisiatif Allah untuk menyelamatkan manusia dari kebinasaa kekal di neraka.

Apabila Al-Quran adalah kitab terakhir dan penyempurna kitab-kitab sebelumnya, tentunya isinya tidak bertentangan dengan Alkitab.
~
Slamet
# @natal 2016-11-03 19:50
~
Saudara Jaka,

Saya setuju dengan pendapat anda di atas, bahwa Al-Quran berisi himpunan sejarah dan penceritaan yang padat.

Tapi masalahnya dalam Al-Quran tidak terdapat jaminan sorga dan hidup kekal. Oleh karena itu mari kita imani Isa Al-Masih sebagai Allah agar kita menuju sorga. Kitab Suci Injil mencatat, "Dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga" ( Injil Surat Efesus 2:6 ).

Jelas sekali saudara Jaka apabila kita percaya kepada Isa Al-Masih maka kita akan bersama-sama di sorga dengan Dia. Kita akan mempunyai hidup kekal dan lepas dari neraka jahanam yang abadi. Amin
# Staff Isa dan Al-Quran 2016-11-05 20:20
~
Saudara Natal,

Terima kasih atas komentar saudara, memang hal yang paling penting dari kitab suci agama adalah jaminan keselamatan bagi para pemeluknya.

"Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya..." (Injil, Surat Roma 1:16).
~
Slamet
# @natal 2016-11-03 20:09
~
~
Buat Umat Muslim,

Al-Quran mencatat tentang Isa Al-Masih (Yesus Kristus) dan Injil melekat pada Isa Al-Masih. Di dalam Al-Quran mengatakan Isa Al-Masih tidak mati di kayu salib diceritakan oleh Muhammad.

Sedangkan Injil Mencatat dan disaksikan pengikut-Nya bahwa Isa Al-Masih disalibkan dan mati. Ada dua pendapat berbeda sehingga mengarah ke fitnah. Muhammad sangat hormat kepada Isa Al-Masih (Inji) oleh karena itu bagaimana Muhammad menodai Isa Al-Masih?

Injil mencatat, Isa Al-Masih bersabda:"Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu Injil (Isa Al-Masih) yang berbeda dengan Injil (Isa Al-Masih) yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia" (Injil, Surat Galatia 1:8).
# Staff Isa dan Al-Quran 2016-11-19 09:11
~
Saudara Natal,

Kisah kematian dan kebangkitan Isa Al-Masih adalah fakta sejarah yang tidak dapat diselewengkan oleh siapapun.

"Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci" (Injil, Surat 1 Korintus 15:3-4).
~
Slamet
# Anto 2016-11-06 19:46
*****
1. Muhammad tidak melakukan mujizat sesuai Qs 29:50 karena dia hanya seorang pemberi peringatan yang nyata, seperti seorang manusia biasa yang mendengungkan Allah itu esa, tidak ada ilah lain selain Allah, yang setiap orang berdosa pun bisa menyatakan demikian.

2.Karena Isa Al-Masih adalah Kalimatullah. Dengan apakah langit, bumi dan isinya diciptakan? Dengan firmanNya/Kalim atullah, jadi kalimatullah itu adalah Pencipta, bukan ciptaan.

3.Isa Al-Masih adalah Allah sendiri yang datang sebagai manusia bergelar Anak Allah. Isa berkata bahwa Dia dan Bapa adalah satu, kalau sudah melihat Dia berarti sudah melihat Bapa, sebelum Abraham lahir Dia sudah ada; Dia kekal, segala yang punya Bapa juga Dia punya, sehingga kita dijamin hidup kekal masuk Sorga karena Dia yang memiliki Sorga.
# Staff Isa dan Al-Quran 2016-11-19 09:14
****
Saudara Anto,

Terima kasih untuk komentar saudara, semoga dapat memberikan pencerahan dan hidayah bagi setiap pembaca.
~
Slamet