Mengapa Orang Islam Takut Kiamat?

tanda tanyaBanyak orang Islam takut penghakiman Allah. Mereka masih gelisah akan masa depan walau sangat giat dalam agama, dan Al-Quran mengingatkan agar ". . . janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu . . ."(Qs. 43:61). Mungkin Anda juga bergumul dengan masalah ini.

Pengajaran Al-Quran

Al-Quran mengajarkan bahwa Allah akan mengadili berdasarkan apa yang Anda lakukan di dunia. Perbuatan Anda akan ditimbang. Anda berharap perbuatan baik Anda melebihi perbuatan buruk, agar Anda dapat masuk sorga.

Mengapa orang Islam takut kiamat?  Walau setiap Muslim berharap untuk masuk sorga, Allah tidak menjamin orang yang taat dan banyak beramal pasti masuk sorga. Bagaimana Anda tahu bahwa sholat, puasa, dan amal Anda akan cukup bagi Allah?

Pengajaran Injil

Allah tidak akan mengijinkan seorang berdosa masuk sorga. Tapi Allah tahu tidak seorang pun yang sempurna di dunia. Karena Allah mengasihi manusia, Ia mengutus Isa Al-Masih, Kalimat-Nya yang suci untuk menebus manusia dari hukuman dosa. Setiap orang yang percaya kepada Isa-Al-Masih akan selamat dari hukuman Allah.

Kitab Suci Allah menuliskan, “Dia [Isa Al-Masih] yang tidak mengenal dosa, sudah dijadikan Allah sebagai penanggung dosa karena kita, supaya di dalam Dia, kita menjadi benar di hadapan Allah” (Injil, Surat 2 Korintus 5:21).

surgaCara Pasti ke Sorga

Bagaimana cara Isa Al-Masih menjamin keselamatan setiap manusia? Injil mengajarkan bahwa setiap orang yang mengaku Isa-Al-Masih adalah Junjungan Ilahi akan bebas dari hukuman kiamat.

“Sekarang tidak ada lagi hukuman bagi mereka yang ada dalam Isa-Al-Masih” (Injil, Surat Roma 8:1). “Karena jika dengan mulutmu kamu mengaku bahwa Isa adalah Junjungan Yang Ilahi dan di dalam hatimu kamu percaya bahwa Ia telah dibangkitkan Allah dari antara orang-orang mati maka kamu akan diselamatkan” (Injil, Surat Roma 10:9).

Isa-Al-Masih juga menjanjikan hidup kekal kepada setiap orang yang percaya pada-Nya. “Aku memberikan hidup kekal kepada mereka dan mereka tidak akan binasa sampai selama-lamanya. Selain itu, tidak ada seorang pun yang dapat merebut mereka dari tangan-Ku” (Injil, Surat Rasul Besar Yohanes 10:28).

[Staf Isa dan Islam - Untuk informasi lebih lanjut, silakan mendaftar untuk menerima secara cuma-cuma Buletin Mingguan "Isa dan Al-Fatihah."]

Focus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Mengapa tidak ada kepastian untuk masuk sorga di Al-Quran?
  2. Bagaimana anda tahu kalau anda pasti masuk sorga?
  3. Bagaimana Isa-Al-Masih menjamin anda pasti masuk sorga?

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Add comment

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Komentar hanya diperbolehkan menjawab salah satu dari 3 pertanyaan fokus yang dimuat di bagian akhir artikel. Kecuali beberapa artikel yang tidak memuat 3 pertanyaan fokus.
3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
4. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected]

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Islam

Security code
Refresh

Comments  

# ikben 2016-09-23 09:48
~
Bagi para Muslim/mah yang berpikir rasional, memang seharusnya takut akan hari kiamat. Sebab bagaimana mungkin bahwa jaminan masuk surga ditentukan "bila taat kepada Muhammad", bukan taat kepada Allah dan di sini dapat terbaca bahwa Muhammad memposisikan dirinya setara dengan Allah.

Hadits Bukhari: Dari Abi Hurairah ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Setiap ummatku pasti akan masuk surga, kecuali yang tidak mau. Shahabat bertanya, “Ya Rasulallah, siapa yang tidak mau?” Beliau menjawab, “Mereka yang mentaatiku akan masuk surga dan yang menetangku maka dia telah enggan masuk surga.”
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2016-10-04 01:26
~
Terima kasih atas komentar saudara.

Nabi Islam adalah manusia biasa, tentunya ia tidak dapat memberikan keselamatan bagi umatnya. "Aku bukanlah Rasul yang pertama diantara Rasul-rasul dan Aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapKu dan tidak pula terhadapmu…"(Qs 46:9).

Sebaliknya Isa Al-Masih menjanjikan hidup kekal kepada setiap orang yang percaya pada-Nya. “Aku memberikan hidup kekal kepada mereka dan mereka tidak akan binasa sampai selama-lamanya. Selain itu, tidak ada seorang pun yang dapat merebut mereka dari tangan-Ku” (Injil, Surat Rasul Besar Yohanes 10:28).
~
Slamet
Quote
# muhtadi thoeplik 2016-09-25 19:35
~
Karena di Perjanjian Baru tertulis banyak kalimat yang diucapkan oleh selain Yesus Kristus misalnya diucapkan oleh murid Yesus Kristus ataupun oleh rasul.

Apakah hal itu bisa dikatakan kalau murid Yesus atau rasul maupun yang lain setara dengan Yesus Kristus? Apalagi setara dengan Tuhan yang disembah. Misal seperti yang dikutip staf IDA dari Perjanjian Baru yang tertulis di artikel di atas.
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2016-10-04 01:36
~
Saudara Muhtadi,

Walaupun Kitab Suci Injil ditulis oleh murid Isa Al-Masih, bukan berarti para murid itu mempunyai wibawa yang setara dengan Isa Al-Masih. Mereka semua adalah orang berdosa yang memerlukan Juruselamat.

Kalaupun para murid ini dapat menulis kitab-kitab dalam Perjanjian Baru, ini karena anugerah Allah di dalam Isa Al-Masih. Allah berkenan memberikan ilham pada para murid atau rasul. "Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran" (Injil, Surat 2 Timotius 3:16).
~
Slamet
Quote
# dentin 2016-09-26 11:17
~
Injil Surat Roma10:9, "Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati maka kamu akan diselamatkan."

Bagaimana mungkin Allah membangkitkan Isa dari kematian di antara orang-orang yang mati? Bukankah Isa itu adalah Tuhan? Kenapa Dia tidak bisa membangkitkan diri-Nya sendri?
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2016-10-04 01:55
~
Saudara Dentin,

Isa Al-Masih adalah Allah yang menjadi manusia, hanya keadaan manusia Dia dapat mati dan dibangkitkan. Namun perlu saudara ketahui Isa Al-Masih dan Allah adalah Satu. "Aku dan Bapa adalah satu" (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30).

Jadi kekuatan yang membangkitkan Isa Al-Masih adalah berasal dari hakikat-Nya sendiri yang adalah Allah.

Pada kesampatan lain Isa Al-Masih juga mengaku Dia memiliki kuasa yang setara dengan Allah. "Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali..." (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:18).
~
Slamet
Quote
# ikben 2016-09-29 08:05
~
Saudara Muhtadi,

Bacalah Injil Surat Kisah Para Rasul 5:29, "Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: "Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia." Manusia hanya taat kepada Allah, tidak kepada manusia bila berbicara tentang sorga dan neraka.

Muhammad memerintahkan untuk taat kepadanya agar bisa masuk sorga. Bila tidak maka pengikutnya akan masuk neraka. Jadi jelas bahwa Muhammad mengangkat dirinya setara dengan Allah.
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2016-10-04 02:07
~
Saudara Ikben,

Jelas Muhammad hanyalah manusia biasa yang menyatakan diri sebagai nabi. Sebagai seorang manusia biasa, setelah meninggal Muhammad tidak bangkit ke sorga. Bahkan kuburan nabi umat Islam hingga hari ini terdapat di Al-Masjid al-Nabawi, kota Madinah.

Hal ini berbeda dengan Isa Al-Masih yang adalah Allah itu sendiri. Tujuan kematian-Nya di kayu salib adalah untuk menyelamatkan manusia berdosa dari kebinasaan kekal di neraka.
“Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah” (Injil, Surat 2 Korintus 5:21).

Dan kebangkitan-Nya memastikan bahwa orang percaya dapat yakin akan kehidupan kekal saat menerima Dia sebagai Juruselamat.
~
Slamet
Quote
# ikben 2016-09-29 08:51
~
Dentin menulis, bagaimana mungkin Allah membangkitkan Isa dari kematian di antara orang-orang yang mati.

Tanggapan Ikben,
"Sesungguhnya, Akulah TUHAN, Allah segala makhluk; adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk-Ku?" (Kitab, Nabi Yeremia 32:27).
"Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil" (Injil, Rasul Lukas 1:37).

Dari dua ayat diatas ini sudah jelas bahwa Allah dapat melakukan segala sesuatu diluar kemampuan akal manusia dapat memahaminya.

Contoh bukti keterbatasan akal manusia adalah di saat nabi Muhammad berkata bahwa bagaimana mungkin Allah dapat mempunyai anak sedang Ia sendiri tidak beristeri? Dalam penyampaiannya, Muhammad telah membatasi kemampuan Allah dengan akal pikirannya yang terbatas.
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2016-10-04 02:13
~
Saudara Ikben,

Terima kasih atas pejelasan yang saudara sampaikan, semoga hal ini dapat menjadi bahan perenungan bagi para pembaca.
~
Slamet
Quote
# ikben 2016-09-29 08:55
~
Dentin menulis, bukankah Isa itu sendiri adalah Tuhan? Kenapa Dia tidak bisa membangkitkan diri sendiri?

Tanggapan Ikben,
Dalam Qs 19:33-34 dikatakan bahwa "Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali."

Karena Yesus adalah Tuhan, maka pada hari ketiga Ia bangkit kembali dari kematian-Nya. Adakah manusia yang bangkit kembali setelah kematian di mana setelah itu naik ke sorga, selain Tuhan?
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2016-10-04 02:19
~
Kebangkitan Isa Al-Masih dari kematian membuktikan bahwa Dia adalah Tuhan. Dan kebangkitan-Nya memberikan harapan bahwa setiap orang yang percaya kepada-Nya akan memiliki hidup kekal di sorga.

"Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya " (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:12).
~
Slamet
Quote
# Bintang 2016-09-29 11:45
*****
1.Siapa yang bilang tidak ada kepastian untuk masuk surga di Al-Quran? Itu hanya pernyataan orang Nasrani saja.

2.Tidak ada yang tahu kita masuk surga atau tidak, hanya Allah Swt yang tahu. Yang penting kita di dunia menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya dan berusaha menjadi orang yang lebih baik.

3.Isa Al-Masih tidak bisa menjamin masuk surga karena Dia hanya utusan dan bukan Tuhan. Dia berbicara seperti itu hanya untuk umat yang hidup di zamannya tetapi setelah ada nabi terakhir yaitu Nabi Muhammad SAW yang diutus maka Kitab Injil tidak berlaku lagi.
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2016-10-04 02:38
*****
Saudara Bintang,

Al-Quran sendiri menulis bahwa mendatangi neraka adalah ketetapan Allah. “Dan tidak ada seorang pun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan” (Qs 19:71).

Semua agama memang mengajarkan kebaikan bagi sesama kita. Juga hidup saleh dan beramal sebanyak mungkin selama hidup di dunia untuk mencapai keselamatan di akhirat.

Namun kenyataannya, nabi saudara mengatakan dalam Hadis, “Bersumber dari Abu Huraira, beliau Rasulullah berkata: “Mendekatlah dan berusahalah benar! Ketahuilah, bahwa setiap orang diantara kalian tidak bakal selamat karena amalnya. Tidak juga aku, kecuali bila Allah melimpahiku dengan rahmat dan karunia dari-Nya” (Hadis Shahih Muslim).

Jelas kini Isa Al-Masih berada di sorga sedang menyiapkan tempat tinggal bagi para pengikut-Nya. "Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. ... Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada" (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:2-3).
~
Slamet
Quote
# muhtadi thoeplik 2016-09-29 13:30
~
"Itulah batas-batas (hukum) Allah. Siapa yang taat kepada Allah dan RasulNya, Dia akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Dan itulah kemenangan yang agung. Dan siapa yang mendurhakai Allah dan RasulNya dan melanggar batas-batas hukumNya, niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam api neraka, dia kekal di dalamnya dan dia akan mendapat azab yang menghinakan" (Al-Quran, Surat An Nisa 13-14).

Bagi setiap Muslim wajib taat kepada Allah sesuai tuntunan yang dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad SAW Itulah wujud taat kepada Rasulullah Muhammad SAW. Keyakinan Muslim tidak ada sesuatu yang setara dengan Allah (Al Quran, Surat Al Ikhlas 1-4).
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2016-10-04 02:49
~
Saudara Muhtadi,

Sebagai teladan orang yang taat kepada Allah, tentunya nabi saudara tidak lagi takut akan kematian. Faktanya ia mengalami ketakutan ketika akan meninggalkan dunia. "Aku bukanlah Rasul yang pertama diantara Rasul-rasul dan Aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapKu dan tidak pula terhadapmu…"(Qs 46:9).

Nabi saudara juga minta pertolongan dari Teman Yang Maha Tinggi. Hadis Sahih Bukhari Vol. 5 Book 59 No. 715 mencatat bahwa nabi Islam ini memerlukan Isa Al-Masih sebagai Teman Yang Maha Tinggi. "Ya Allah! Ampunilah saya! Kasihanilah saya dan hubungkanlah saya dengan Teman Yang Maha Tinggi …"
~
Slamet
Quote
# ikben 2016-09-29 17:55
~
Ikben memberikan tanggapan atas tulisan Bintang:
1. Tidak ada untungnya membuat pernyataan yang hanya dari pikiran atau khayalan semata.
Saya yakin timbulnya pernyataan admin seperti diforum ini tentu ada dasarnya dan memang bila memperhatikan Qs 19:71 dan Qs 11:119 mempunyai arti bahwa tidak ada kepastian bagi pengikut nabi Muhammad selain mendatangi neraka.

2. Bila anda merasa sudah menjalani perintah dan menjauhi larangannya serta menjadi orang baik, seharusnya mempunyai keyakinan pasti masuk surga.

3. Saya lebih memilih nama Yesus dari pada menyebut Isa dan membaca Injil Rasul Besar Yohanes 14: 5-6, "Kata Tomas kepada-Nya: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?" Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."
Jadi, pertama-tama percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, kedua melakukan segala perintah-perint ah-Nya maka jaminan masuk surga sudah pasti.
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2016-10-08 17:51
~
Alkitab menyatakan bahwa amal, dan ibadah kita dalam pemandangan Allah bagaikan kain kotor. Bahkan semua kebaikan manusia merupakan kekejian bagi Allah. "Kami semua telah menjadi seperti orang najis, karena dosa-dosa kami. Segala kebenaran kami hanya seperti kain yang buruk dan kotor” (Kitab Nabi Yesaya 64:6)."

Oleh karena itu jaminan keselamatan itu sepenuhnya rahmat Allah, dan manusia tidak melakukan satu perbuatan baik apapun untuk mendapatkannya. “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” (Injil, Surat Efesus 2:8-9).
~
Slamet
Quote
# muhtadi thoeplik 2016-09-30 19:59
~
"Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan"(Injil, Rasul Besar Matius 7:21-23).

Apakah peringatan tersebut ditujukan juga kepada orang yang tidak menyebut Yesus sebagai Tuhan?
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2016-10-04 14:36
~
Saudara Muhtadi,

Pada beberapa kesempatan kami sudah menjelaskan tentang siapakah seseorang yang ditolak Isa Al-Masih dalam Injil Rasul Besar Matius 7:21-23 ini.

Oleh karena itu kami persilakan saudara membaca kembali penjelasan kami tersebut, agar saudara juga percaya kepada Isa Al-Masih dan diselamatkan.
"Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat" (Injil, Surat Kisah Para Rasul 16:31).
~
Slamet
Quote