"Paspor" Menuju Sorga Dalam Injil Dan Al-Quran

pasporKetika musim liburan tiba tidak jarang setiap keluarga atau instansi membuat jadwal untuk mengisi libur. Segala keperluan telah dipersiapkan jauh hari sebelumnya. Mulai dari akomodasi, transportasi, bahkan paspor. Karena paspor sangat penting bagi yang berlibur di suatu negara lain.

Lalu, “paspor” apakah yang dibutuhkan seseorang yang melakukan perjalanan menuju sorga?

Kekekalan Dimulai Dari Kematian Jasmani

Jadwal kematian setiap manusia ada di tangan Allah. Tidak ada yang dapat menghalanginya. Manusia berasal dari tanah, maka manusia akan kembali menjadi tanah. “. . . sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu” (Taurat, Kitab Kejadian 3:19).

Kematian jasmani adalah satu-satunya cara manusia menuju ke tempat kekal. Yaitu sorga atau neraka.

Di mana Tempat Kekekalan Anda. Sorga atau Neraka?

Umumnya manusia takut menghadapi kematian. Akibatnya, manusia berusaha menjadi seorang yang taat beribadah. Berharap, kelak setelah meninggal dapat masuk sorga. Namun tetap saja rasa takut akan kematian menghantui mereka. Karena mereka tidak yakin kemana akan pergi setelah kematian itu datang.

Kitab Allah menuliskan, “Yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu . . . ialah segala dosamu” (Kitab Nabi Besar Yesaya 59:2).  Al-Quran dalam hal ini juga menyatakan bahwa orang yang berdosa masuk neraka kekal. “Sesungguhnya orang-orang yang berdosa kekal di dalam azab neraka Jahannam” (Qs 40:46).

Namun Allah yang Maha Kasih telah memberikan jalan bagi setiap manusia supaya dapat masuk sorga. “. . . tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita” (Injil, Surat Roma 6:23).

Isa Al-Masih Sumber Pengharapan Hidup Kekal

Manusia berdosa pantas menerima hukuman dan berada di neraka. Tapi Allah tidak menghendaki manusia binasa. Sebaliknya Allah ingin manusia selamat. Sebagai bukti kasih-Nya Allah telah memberikan Juruselamat, yaitu Isa Al-Masih. Allah menetapkan setiap orang yang percaya Isa Al-Masih masuk sorga. Isa Al-Masih adalah “paspor” untuk masuk sorga.

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya [Kalimat-Nya] yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16).

Sudahkah Anda memiliki paspor masuk sorga? Ingin masuk sorga, percaya Isa Al-Masih dan doakan doa keselamatan dengan sungguh-sungguh!

Doa Keselamatan

"Ya Allah, saya adalah hamba yang berdosa dan tidak layak dihadapan-Mu. Saya memohon pengampunan-Mu atas dosa saya. Saya menerima dan percaya Isa Al-Masih sebagai Tuhan Allah yang telah menyelamatkan dan membersihkan aib dosa saya. Saya bersyukur karena Isa Al-Masih, Firman Allah yang hidup dan jalan kebenaran telah memberikan keselamatan dan mengubah hidup saya. Kiranya Engkau membimbing saya untuk terus mengenal jalan kebenaran-Mu."

[Staf Isa dan Islam – Bila saudara telah mendoakan “Doa Keselamatan” di atas dengan hati yang tulus, kiranya saudara berkenan menghubungi kami. Kami sungguh ingin membantu saudara dalam pertumbuhan kerohanian saudara.]

Focus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca

Staf IDI berharap komentar yang diberikan hanya menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Menurut saudara, apakah alasan utama seseorang takut menghadapi kematian, dan bagaimana cara mengatasinya?
  2. Setujukah saudara bahwa keselamatan bukan hasil usaha manusia? Sebutkanlah alasan saudara!
  3. Percayakah saudara bahwa sorga dan neraka sifatnya kekal? Mengapa?

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami merasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas.

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Add comment

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Komentar hanya diperbolehkan menjawab salah satu dari 3 pertanyaan fokus yang dimuat di bagian akhir artikel. Kecuali beberapa artikel yang tidak memuat 3 pertanyaan fokus.
3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
4. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected]

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Islam

Security code
Refresh

Comments  

# wiwiek 2014-02-07 20:56
~
Hadits nabi mengatakan bahwa surga di telapak kaki ibu. Keridhoan Allah tergantung keridhoan ibu dan bapa. Yesus berkata bahwa jalan keselamatan satu-satunya hanya melalui diri-Nya. Yesus secara tidak langsung menyuruh manusia untuk durhaka kepada kedua orang-tuanya.
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2014-02-14 11:06
~
Saudara Wiwiek,

Allah menuntut agar orang muda menghormati dan menaati orangtua mereka. Menghormati orangtua akan membawa berkat Allah. "Hormatilah ayahmu dan ibumu, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, supaya lanjut umurmu dan baik keadaanmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu" (Taurat, Kitab Ulangan 5:16).

Isa Al-Masih jelas tidak mengajarkan seseorang agar durhaka kepada orangtuanya. Karena murka Allah akan diterima bagi orang yang tidak taat dan mencemooh orangtuanya.

Namun demikian jalan keselamatan menuju sorga hanya ada pada Isa Al-Masih. "Keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan" (Injil, Surat Kisah Para Rasul 4:12).

Dan yang perlu direnungkan adalah benarkah sorga ada di telapak kaki ibu? Bila benar demikian, maka Allah bukan pemberi sorga, melainkan ibu? Bagaimana menurut saudara?
~
Slamet/Solihin
Quote
# widodo 2014-02-07 21:00
~
Pengikut Yesus masih memohon dan berdoa di gereja, berarti pengikut Yesus belum diselamatkan.
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2014-02-14 10:48
~
Saudara Widodo,

Kalaupun umat Kristen berdoa di dalam gereja, mereka bukan memohon keselamatan, melainkan mengucap syukur atas keselamatan yang telah mereka terima melalui Isa Al-Masih.

"Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal" (Injil, Surat 1 Yohanes 5:13).

Bagaimana dengan saudara? Sudahkah saudara memiliki kepastian keselamatan?
~
Slamet
Quote
# Ali Wahyudi 2014-02-07 23:11
*****
Jawabku:
1. Orang takut mati sebab mereka terlalu cinta kepada dunia dan lalai dan tidak percaya pada kehidupan akhirat. Cara mengatasinya dengan mempertebal iman dan rajin sholat, maka hati akan damai tidak takut apapun lagi (saya sudah merasakan).

2. Saya tidak setuju. Keselamatan harus diusahakan tiap manusia, karena hidup adalah ujian yang diberikan Allah. Untuk melihat mana manusia yang pantas masuk sorga dan mana yang neraka. Jika hanya bermodal paspor, itu tidak akan cukup untuk sampai ke tujuan, tapi juga akan diperlukan biaya tiket pesawat dan bekal lainnya.

3. Tentu saja itu adalah kekal. Oleh karena itu, wajib banyak amal dan sholat untuk membayar tiket ke sorga, karena tiket itu tidak gratis! Tanpa tiket, maka neraka yang menjadi tempat terakhirmu.

Allah maha pengampun.
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2014-02-14 12:05
*****
Saudara Ali Wahyudi,

Terima kasih untuk komentarnya.

Kematian bagi pengikut Isa Al-Masih bukan hal yang menakutkan. Karena kematian bukan merupakan akhir hidup, tetapi awal yang baru. Bagi pengikut Isa Al-Masih, kematian adalah kelepasan dari aneka kesulitan di dunia, dari tubuh duniawi ini, supaya dikenakan hidup dan kemuliaan sorgawi.

"Karena kami tahu, bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia" (Injil, Surat 2 Korintus 5:1).

Jadi, kematian bagi pemegang "paspor" hidup kekal adalah pintu masuk untuk tinggal bersama dengan Allah selama-lamanya di sorga.
~
Slamet
Quote
# hadinanto 2014-02-11 13:22
~
Mengapa ajaran Kristen memisahkan antara hormat dan jalan keselamatan yang hanya dapat diperoleh melalui Yesus Kristus? Padahal Tuhan menghadirkan manusia ke dunia melalui rahim seorang ibu. Ajaran Kristen (Kristus) menyuruh manusia untuk durhaka kepada ibu bapaknya.
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2014-02-14 15:40
~
Saudara Hadinanto,

Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah yang hidup. Jelas tidak mungkin ajaran-Nya bertentangan antara satu dengan yang lain. Untuk ini, mohon saudara lebih teliti memerhatikan tanggapan komentar yang sudah kami sampaikan sebelumnya.
~
Slamet
Quote
# widodo 2014-03-07 10:44
~
Kalau mengucap syukur harusnya doa pengikut Kristus seperti ini: Terimakasih ya Bapa, karena kehendak dan Kerajaan-Mu sudah datang kepadaku. "Datanglah kerajaan-Mu jadilah kehendak-Mu" itu artinya kerajaan Tuhan dan kehendak-Nya belum datang kepada anda.
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2014-03-07 11:45
~
Saudara Widodo,

Terima kasih atas penjelasan saudara. Memang ada kemungkinan penafsiran kami terhadap doa "Bapa kami" bisa saja salah dan saudara yang benar.

Namun yang paling penting bagi keselamatan kekal kita adalah "paspor" menuju sorga. Sudahkah saudara sudah memiliki "paspor" ini? Jika belum saudara dapat datang dan menerimanya dari Isa Al-Masih, karena "paspor" keselamatan itu hanya ada pada Isa Al-Masih.

"Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan" (Injil, Surat Kisah Para Rasul 4:12).

Dan Isa Al-Masih bersabda, "Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu" (Injil, Rasul Besar Matius 12:28). Bukankah ini menjelaskan bahwa Isa Al-Masih adalah kunci Kerajaan Allah itu? Bagaimana menurut saudara?
~
Slamet/Solihin
Quote
# hery 2014-04-09 17:04
*****
1. Alasan utama orang takut mati adalah cinta dunia. Berbeda jika dia cinta akhirat. Maka kematian adalah hal yang biasa dan diterima dengan lapang dada. Dan cara mengatasinya adalah menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah serta yang paling penting tidak menyekutukannya dengan sesuatu apapun.

2. Setuju. Karena hanya dengan rahmat Allah kita bisa selamat di dunia dan akhirat. Tetapi tergantung dari kondisi suatu kaum itu.

3. Benar, sorga dan neraka adalah sebuah tempat yang kekal, yang diperuntukkan bagi manusia sesuai dengan perbuatan atas pilihannya semasa hidup di dunia.
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2014-04-15 19:29
*****
Firman Allah di dalam Injil, Surat Roma 6:23 memberitahukan kepada kita bahwa kematian (maut) adalah upah atas dosa. Oleh karena semua manusia telah berbuat dosa, maka mereka takut menghadapi kematian. Mereka takut bertemu dengan Allah, karena hubungan manusia dengan Allah telah rusak. Sebagaimana Adam dan Hawa takut bertemu dengan Allah.

”Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut” (Taurat, Kitab Kejadian 3:10). Untuk memulihkan hubungan yang telah rusak ini, manusia mencoba mengatasi dengan segala amal ibadah, namun usaha manusia ini sia-sia. Manusia membutuhkan kasih dan anugerah jaminan keselamatan dari Allah.

”Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa” (Injil, Surat Roma 5:8). Dan orang yang telah menerima jaminan keselamatan jelas tidak akan takut menghadapi kematian. Karena Allah telah menyediakan tempat baginya di sorga.
~
Slamet
Quote
# aog 2014-09-03 12:06
~
Untuk Sdr. Widodo,

Kalimat "datanglah kerajaanMu jadilah kehendakMu. Di bumi seperti di surga..." itu merupakan doa yang diajarkan Isa Almasih kepada pengikutNya. Artinya orang yang masih hidup di bumi bukan berarti keselamatannya belum pasti. Tetapi agar kerajaan Allah juga hadir di bumi layaknya di surga. Jadi walaupun kita masih di bumi., kita bisa merasakan damai sejahtera seperti di sorga.
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2014-09-04 09:25
~
Saudara Aog,

Terima kasih atasnya, semoga dapat memberikan pencerahan untuk Sdr. Widodo.

Kami sependapat dengan penjelasan saudara bahwa orang-orang Kristen sebelum masuk sorga, dalam hidupnya agar selalu menginginkan hal-hal surgawi.

Dan dengan pertolongan-Nya , Allah juga menghendaki agar orang Kristen dapat membuat bumi ini menjadi sorga.
~
Slamet
Quote
# Pengamat 2014-09-03 18:23
~
Bagaimana kami bisa percaya kepada ucapan Yesus apabila Alkitab itu sendiri penuh kebohongan. Dan pertentangan antara ayatnya sendiri dan dengan ilmu pengetahuan?

Analogi: Percayakah anda dengan ucapan seseorang yang sekarang bicara A besok bicara B, seperti isi Alkitab?
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2014-09-04 10:07
~
Saudara Pengamat,

Agar saudara mengetahui bahwa Isa Al-Masih satu-satunya Pribadi yang dapat memberikan hidup kekal di sorga, saudara hanya perlu iman dan datang kepada kepada-Nya.

"Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu" (Injil, Rasul Besar Yohanes 5:39-40).

Jangan hanya kata orang saja, saudara mengetahui tentang Isa Al-Masih, tetapi berusahalah untuk mengenal lsa Al-Masih secara pribadi. Dan pada akhirnya saudara akan mengaku, seperti pengakuan Nabi Ayub "hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau" (Kitab Nabi Ayub 42:5).
~
Slamet
Quote
# muhtadi 2014-12-06 11:44
~
Saudara Slamet,

Apakah Engkau yang tertulis dalam Kitab Nabi Ayub 45:2 dimaksudkan sebagai Yesus? Karena yang pernah saya baca Nabi Ayub bukan dari Bani Israel.
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2014-12-16 10:21
~
Saudara Muhtadi,

Memang benar yang dimaksud dengan istilah "Engkau" dalam Kitab Nabi Ayub 45:2 adalah Isa Al-Masih sebelum inkarnasi.

Bukankah Isa Al-Masih sendiri pernah mengatakan bahwa sebelum Abraham lahir di dunia, Dia sudah ada, bukan?

"Kata Yesus kepada mereka: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada'" (Injil, Rasul Besar Yohanes 9:42).

Dalam Kitab Nabi Ayub memang tidak ada tanda-tanda penyebutan tentang "Israel" maupun hukum Taurat. Karena kemungkinan Ayub hidup pada abad ke-20 sampai ke-18 SM, yaitu pada jaman Abraham.

Namun hal ini tidak menjadi masalah, karena Kitab Nabi Ayub mengajarkan bahwa pengenalan Allah secara pribadi memberikan manfaat yang lebih besar daripada hanya menjadi orang beragama.
~
Slamet
Quote
# xucinxgaronx 2015-03-11 21:19
~
Jawaban:
1. Kedua belas murid Yesus mencontohkan untuk lari ketika tuhannya ditangkap serdadu Romawi.
"Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri" (Injil, Rasul Markus 14:50).

2. Tidak setuju,
"Apakah gunanya, saudara-saudara ku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?... Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati" (Injil, Surat Yakobus 2:14,17).

3. Sorga adalah kekal diperuntukkan hanya kepada yang mengesakan Tuhan, mengasihi Tuhan dan manusia. Dan neraka juga kekal diperuntukkan buat orang orang yang mempertuhankan Nabi Isa dan menyekutukan Tuhan sebagaimana Kristen.

"Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan" (Injil, Rasul Markus 12:33).
Quote
# Staff Isa dan Al-Quran 2015-03-24 09:16
~
1. Inilah salah satu sikap yang terdapat dalam Kitab Suci Injil yaitu jujur. Injil menuliskan bahwa para murid pada awalnya adalah orang-orang yang takut mati, namun pada akhirnya para murid Isa Al-Masih mati martir kecuali Yudas Iskariot.
Bagaimana dengan saudara, sudah siapkah saudara bila bertemu dengan Isa Al-Masih sebagai Hakim?

2. Kitab Suci Injil menunjukkan bahwa keselamatan itu adalah anugerah Allah yang kita terima dengan iman. Dan iman yang menyelamatkan ini menjadikan kita ciptaan baru yang rajin berbuat baik.

"Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya" (Injil, Surat Efesus 2:10).

3. Kehidupan di Sorga dan neraka adalah kekal. Sorga hanya diberikan kepada setiap orang yang percaya kepada Isa Al-Masih. Dan neraka disediakan bagi orang yang meno;ak-Nya. Injil mencatat, “....supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16).
~
Slamet
Quote