Bukan Muhammad, Tapi Isa Nabi Damai Dan Keselamatan

Peace signBacalah kisah bagaimana Isa, Nabi Damai, mengubah hidup saya dan dapat mengubah hidup Anda juga.

Siapa Nabi Damai yang Sesungguhnya?

Ketika SMA, saya belajar tentang Nabi Islam dan Isa. Pertama saya belajar tentang Isa dari Al-Quran. Al-Quran mengajarkan bahwa Isa adalah seseorang yang tidak berdosa dan juga Nabi Allah. Namun, seorang mullah menekankan bahwa Muhammad adalah nabi di atas nabi-nabi lainnya.

Meskipun demikian, saya masih memiliki perasaan campur aduk mengenai Nabi Islam. Saya kagum dengan klaim dia sebagai rasul damai, tetapi saya kecewa dengan militansinya.

Ketika saya berusia enam tahun, seorang mullah mengajari saya untuk belajar dan menghafal Al-Quran dalam Bahasa Arab. Saat saya melakukan kesalahan dalam membaca Al-Quran, sang mullah memukul saya dengan tongkat. Pengalaman itu mengubah pandangan saya terhadap agama Islam—saya melihat Allah sebagai Penghukum yang keras.

Walaupun Al-Quran menyatakan tentang kemurahan dan belas kasihan Allah, murka Allah melimpahi saya. Selain itu, saya membaca tentang banyak perang dalam sejarah agama Islam. Saya lelah melihat kejahatan dan kebencian di sekitar saya.

Namun, ada yang berbeda dengan Isa. Karakter Isa saleh, penuh kasih, rendah hati, dan baik hati membuat Dia berbeda dari siapapun. 

Mencari Kebenaran

Saya mulai belajar tentang Isa lebih dalam. Tetapi ibu saya marah, dan dia berkata bahwa ayah akan membunuh saya. Walau demikian, saya pergi ke kota untuk belajar lebih tentang Isa dari para pengikut-Nya di sana.

Satu malam, saya membaca Injil dan mengalami perubahan besar. Saya membaca, “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku [Isa] dan minum! Barangsiapa percaya kepada-Ku [Isa], seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup” (Injil, Yohanes 7:37-38). [staff Isa dan Islam – Silakan email kami jika Anda rindu menerima air kehidupan dari Isa.]

bersujudMenemukan Jaminan Keselamatan

Saya belajar bahwa Isa, Nabi Damai, telah melakukan semua yang dibutuhkan untuk mengampuni dan menyelamatkan saya. Dia mati dan bangkit untuk menghapus dosa saya.

Saya tidak layak mendapatkan keselamatan ini. Saya mengerti arti sesungguhnya dari Injil Isa, dan saya percaya pada Isa, menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat saya.

Salah satu hal paling indah dari menjadi orang yang beriman pada Isa adalah mengetahui dengan pasti bahwa Allah telah menerima saya dan saya akan masuk surga. Isa juga telah memberi saya kasih sejati yang memampukan saya untuk mengasihi orang lain. Saya tidak sempurna, tetapi sudah tahu bahwa kuasa Allah ada di dalam saya.

Silakan email kami jika Anda ingin mengalami perubahan luar biasa ini dan menerima jaminan keselamatan.

[Staf Isa dan Islam – Untuk informasi lebih lanjut, silakan mendaftar untuk menerima secara cuma-cuma Buletin Mingguan "Isa dan Al-Fatihah."]

Focus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Bagaimana Isa berbeda dari nabi-nabi lain? Bagaimana Isa berbeda dari Nabi Islam?
  2. Menurut Anda, Isa adalah Nabi seperti apa? Bagaimana Isa dapat memberi kita damai dan keselamatan?
  3. Bagaimana penulis artikel ini dapat yakin akan keselamatan dia?

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Add comment

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
4. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected]

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Islam

Security code
Refresh

Comments  

# Usil 2017-10-09 16:49
~
“Satu malam, saya membaca Injil dan mengalami perubahan besar. Saya membaca, “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku [Isa] dan minum! Barangsiapa percaya kepada-Ku [Isa], seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup” (Injil, Yohanes 7:37-38).”

Respon saya:
Ayat yang Anda kutip itu adalah tulisan Yohanes, yang Anda imani, bukti Anda bukanlah pengikut Yesus. Melainkan pengikut Yohanes karena mengimani apa yang ditulisnya di dalam Alkitab.
# Staff Isa dan Al-Quran 2017-10-10 11:57
~
Sdr. Usil,

“Injil Yohanes” memang ditulis oleh Yohanes, salah satu murid Yesus. Tapi, bukan berarti ayat itu hasil pemikiran Yohanes sendiri, melainkan perkataan Isa Al-Masih yang ditulis oleh Yohanes dengan pertolongan Roh Kudus.

Kembali kepada topik artikel di atas, menurut Sdr. Usil mengapa Isa Al-Masih layak disebut sebagai Nabi Damai dan pemberi jaminan keselamatan?
~
Saodah
# Realita 2017-10-09 16:58
~
Usil,

Yohanes adalah murid yang dikasihi Yesus Kristus. Kemana saja dia mengikuti dan sungguh-sungguh mendengar, menyimak, setiap kalimat firman Tuhan Yesus Kristus. Dia juga murid yang hadir di depan kayu salib sampai mengantar ke kuburan. Dan dia juga saksi kebangkitan semua mujizat dan kenaikan ke sorga.
# Staff Isa dan Al-Quran 2017-10-10 11:57
~
Benar yang Sdr. Realita katakan bahwa Yohanes, selain murid yang dikasihi Yesus, juga merupakan salah satu saksi mata penyaliban Yesus. Namun demikian, tetap saja Yohanes hanya seorang murid dan pengikut Yesus. Sehingga, sangat keliru bila mengatakan orang Kristen adalah pengikut Yohanes.
~
Saodah
# Hendy Gunawan 2017-10-09 17:24
~
To Usil,

Kalau Anda pengikut siapa? Apakah Al-Quran langsung ditulis Alloh swt? Wahyunya saja tidak ada yang tahu turunya. Hanya Muhammad yang tahu bahwa dia menerima wahyu. Orang lain tidak ada yang tahu. Juga yang menulis bukan Muhammad karena dia buta huruf.

Berbeda dengan Petrus dan Yohanes yang hidupnya 6 abad sebelum Muhammad. Walau mereka hanya nelayan dan orang kampung, tapi bisa baca tulis.
# Staff Isa dan Al-Quran 2017-10-10 11:57
~
Sangatlah keliru bila ada yang berkata sebuah Kitab Suci tidak ada campur tangan manusia. Karena bagaimanapu juga, Allah membutuhkan manusia untuk menyampaikan firman-Nya kepada umat-Nya. Misalnya, Dia membutuhkan manusia untuk menuliskan setiap perkataan-Nya.

Bila kita membaca sejarah pembentukan Alkitab maupun Al-Quran, kedua-duanya ada campur tangan manusia. Al-Quran misalnya, Alloh membutuhkan wujud sebuah roh untuk menyampaikan wahyunya kepada Muhammad. Demikian seterusnya hingga “wahyu” itu tertulis dalam sebuah buku, dibutuhkan tenaga manusia. Karena pada kenyataanya, Al-Quran bukan kitab yang jatuh dari langit dalam bentuk buku.
~
Saodah
# agung 2017-10-09 23:34
~
Jika Anda tidak setuju Allah penghukum yang keras, apakah Injil berdusta tentang kisah Firaun, umat Nabi Nuh, Hud, dll yang telah mendustakan-Nya ?

Dari judulnya, saya tangkap berarti Anda mengakui Isa juga nabi (bukan Tuhan), karena Dia mengajarkan menyembah Allah dan bukannya ingin disembah. Ia bahkan mengajari puasa seperti Muslim? Masa Tuhan masih harus puasa, berdoa dll?

Di Injil Nabi Musa tdiak sanggup melihat Tuhan, bahkan gunung sampai hancur dan ia sempat pingsan. Bagaimana mungkin Tuhan seliweran di dunia ini? Yang jelas, sesuai kisah di Injil, Tuhan mau disembah secara esa, tidak disekutukan.
# Staff Isa dan Al-Quran 2017-10-10 12:33
~
Sdr. Agung,

Memang, bukan hal yang mudah untuk dapat mengerti dan memahami Tuhan menjelma menjadi manusia. Karena dalam mindset manusia (umat Muslim umumnya) Tuhan itu adalah Dzat yang nun jauh di sana. Memerintah layaknya seorang Raja Besar yang dapat berbuat sesukanya terhadap umatnya. Ia juga bukan Tuhan yang dapat dijangkau umatnya. Dengan mindset ini, akhirnya umat Muslim sering berkata “tidak mungkin, mustahil” kepada kebesaran Allah.

Berbeda dengan Tuhan yang dijelaskan dalam Alkitab. Alkitab menggambarkan hubungan Tuhan dengan umat-Nya layaknya hubungan ayah dan anaknya. Ayah yang selalu mengasihi anaknya apapun kondisi anaknya. Ayah yang rela mengorbankan apapun demi keselamatan anaknya.

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal [kata kiasan untuk Isa Al-Masih], supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16).

Bila Sdr. Agung seorang anak, ayah manakah yang sdr inginkan? Ayah yang rela berkorban bagi sdr, atau ayah yang menganggap dirinya raja dan sdr sebagai budaknya?
~
Saodah
# just4x2s 2017-10-10 02:32
~
To Agung,

Memang banyak orang salah paham tentang Allah Kristen.

Jesus itu disebut nabi saat menjelma jadi manusia memang benar, disebut guru juga benar. Tapi ingat, Roh-Nya Yesus adalah Roh Kudus, Roh Allah.

Yesus memang belum mau menunjukan bahwa Dia Allah ketika berujud manusia. Karena Yesus berkata Allah adalah Roh. Maka manusia harus menyembah Roh. Jadi, setelah Yesus mati, tubuh jasmani, manusia daging mati, yang ada adalah tinggal Roh Allah.

Nah Roh Allah (Roh Yesus) inilah Allahnya orang Kristen.

Kalau Yesus cuma manusia biasa seperti nabi lainnya, ya sejak dulu sudah berakhir ceritanya. Tapi kenyataannya sampai sekarang kuasa dari Roh Yesus (Roh Allah) masih bekerja sampai sekarang menyertai anak-anak-Nya.
# Staff Isa dan Al-Quran 2017-10-10 12:33
~
Bila kita membaca Kitab Suci Injil, terdapat begitu banyak gelar atau panggilan bagi Yesus. Bukan hanya nabi atau guru. Tapi Ia juga disebut “Anak Manusia, Gembala, Terang Dunia, Air Kehidupan,” dll. Gelar ini ditujukan bagi Yesus selaras dengan apa yang Ia kerjakan saat di dunia.

Satu hal yang terlupakan oleh teman-teman Muslim adalah natur keilahian Yesus. Mereka sulit untuk menerima bahwa Yesus adalah 100% manusia dan 100% Allah. Ketika Muslim ingin memahami keilahian Yesus, mereka selalu membenturkannya dengan sifat insani/kemanusi aan Yesus.

Andai saja mereka mau memahami sifat keilahian Yesus, maka mereka akan dapat mengerti bahwa yang mati disalib adalah Yesus dalam rupa-Nya sebagai manusia. Itulah sebabnya firman Allah berkata, “ . . . dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh” (Injil, Surat 1 Petrus 3:18).
~
Saodah
# bintang sirius 2017-10-10 08:26
~
Saya mau bertanya, apakah tiap pribadi Tuhan, Allah Bapa, Allah Anak dan Roh Kudus, masing-masing memiliki:

1. Kemahuan bebas untuk berbuat sesuatu,
2. Miliki sifat kemaha-kuasaan absolut dan berdiri sendiri, tidak bergantung antara satu sama lain.
3. Mempunyai perasaan/naluri yang berbeda.
# Staff Isa dan Al-Quran 2017-10-10 12:34
~
Sdr. Bintang,

Terimakasih untuk pertanyaan sdr di atas. Namun mohon maaf, karena pertanyaan sdr keluar dari topik artikel, maka kami tidak dapat menjawabnya di sini. Tapi sdr dapat melihat jawaban kami di artikel ini: http://tinyurl.com/zdf9gxx.

Untuk selanjutnya, berilah komentar yang berhubungan dengan topik artikel yang sedang dibahas, atau setidaknya menjawab salah satu dari tiga pertanyaan yang tersedia.

Bila sdr mempunyai pertanyaan di luar topik artikel yang sedang dibahas, carilah artikel yang sesuai dengan pertanyaan sdr. Atau sdr dapat langsung mengirimkannya kepada kami lewat email di: . Terimakasih!
~
Saodah
# just4x2s 2017-10-10 09:34
~
To: Bintang Sirius,

Roh Allah Bapa, Roh Yesus dan Roh Kudus adalah satu Roh. Yaitu Roh Allah.

Jadi apapun yang mereka lakukan, rasakan, dan semuanya adalah satu kehendak. Kehendak Roh Allah.

Penyebutan Pribadi Pribadi pada Bapa, Yesus, dan Roh Kudus terjadi karena keterbatasan akal manusia, untuk menggambarkan kemahakuasaan dan keesaan Allah.
# Staff Isa dan Al-Quran 2017-10-10 13:59
~
Sdr. Just,

Terimakasih sudah menolong untuk menjelaskan pertanyaan dari Sdr. Bintang, walau sebenarnya topik yang dia tanyakan tidak berhubungan dengan artikel di atas. Untuk itu, saya menyarankan agar Sdr. Bintang membahas hal ini lebih jauh di artikel terkait.

Imam al-Ghazzali berkata bahwa Al-Quran, “Tidak diciptakan, tanpa permulaan dan berada dalam dzat Allah” (Qawa’id al-‘Aqa’id). Tapi Al-Quran bukanlah Allah. Al-Quran berbeda dari Allah. Jadi, menurut akidah Islam, Al-Quran bukanlah ciptaan, berarti ada dua yang kekal: Allah dan Al-Quran.

Begitulah misteri Allah Tritunggal. Firman Allah dan Roh Allah tidak diciptakan oleh Allah. Ketiganya kekal dan Esa dalam hakekat-Nya/Esensi-Nya.
~
Saodah
# Hendy Gunawan 2017-10-10 11:09
~
To Bintang,

Saya analogikan walaupun tidak sempurna. Allah Tri-Tunggal kalau dianalogikan seperti matahari. Matahari itu satu, tetapi mempunyai tiga elemen utama yang berbeda: Bulatan matahari, api matahari, cahaya matahari. Ketika cahaya matahari menyinari bumi, banyak tempat merasakan cahayanya. Tetapi bukan berarti cahaya matahari sedang terpisah dari matahari, walaupun matahari berada jauh di luarangkasa.

Allah Bapa berbeda dengan Allah Anak (Firman Allah), berbeda pula dengan Roh Allah (Roh Kudus), tetapi ketiga-Nya Esa (Tunggal). Sama seperti manusia yang punya tiga elemen utama: tubuh, jiwa dan roh.

Jadi kesimpulanya adalah: Allah itu Tiga Pribadi yang Esa, apa yang mengikat ketiga-Nya adalah kasih, karena Allah adalah Kasih.
# Staff Isa dan Al-Quran 2017-10-10 13:59
~
Sdr. Hendy Gunawan,

Terimakasih sudah memberi penjelasan untuk pertanyaan Sdr. Bintang di atas. Maaf, beberapa komentar sdr kami hapus karena selain terlalu panjang, juga topik yang dibahas sudah sangat jauh keluar dari topik artikel.

Kami sudah memberi tahu Sdr. Bintang agar topik tentang Allah Tritunggal ini dibahas pada artikel terkait, bukan di sini. Karena di sini kita sedang membahas soal “Nabi Damai dan Penjamin Keselamatan” berdasarkan kesaksian yang ditulis pada artikel di atas.

Untuk selanjutnya, kiranya komentar yang diberi tidak keluar dari topik diskusi. Terimakasih!
~
Saodah
# Staff Isa dan Al-Quran 2017-10-10 12:01
~
Kepada pembaca yang budiman,

Kami akan sangat berterimakasih sekali bila komentar yang Anda berikan tidak keluar dari topik diskusi. Atau setidaknya hanya menjawab salah satu pertanyaan sbb:

taf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

1. Bagaimana Isa berbeda dari nabi-nabi lain? Bagaimana Isa berbeda dari Nabi Islam?

2. Menurut Anda, Isa adalah Nabi seperti apa? Bagaimana Isa dapat memberi kita damai dan keselamatan?

3. Bagaimana penulis artikel ini dapat yakin akan keselamatan dia?

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.

Jika Anda ingin menanyakan hal di luar artikel di atas, silakan mengirimkannya lewat email di: . Terimakasih!
~
Saodah
# Realita 2017-10-10 16:45
~
Saudari Saodah,

Maaf salah ketik pada tulisan tanggapan saudari kepada Realita yang kalimat terakhir. Sehingga sangat keliru bila mengatakan bahwa orang Kristen adalah pengikut Yohanes.
Thanks, Jbu
# Staff Isa dan Al-Quran 2017-10-10 18:39
~
Saudara Realita,

Terimakasih sudah memperhatikan diskusi kami dan juga mengingatkan kami atas kesalahan ketik ini. Kami sudah memperbaikinya. Sekali lagi terimakasi Sdr. Realita. Tuhan berkati.
~
Purnama
# ding dong 2017-10-10 17:47
~
@Hendy Gunawan ~
Jadi kesimpulanya adalah: Allah itu Tiga Pribadi yang Esa, apa yang mengikat ketiga-Nya adalah kasih, karena Allah adalah Kasih.

Respon saya: Jadi pribadi keempat iaitu 'pribadi kasih' itulah tuhan sejati sehingga Tuhan Bapa, Tuhan Anak dan Roh Kudus semua sujud menyembahnya tidak dapat melepas diri dari ikatannya.
# Staff Isa dan Al-Quran 2017-10-10 18:55
~
Saudara Ding dong,

Allah Alkitab adalah Allah yang Maha Esa tapi beroknum tiga, yaitu Allah disebut sebagai Bapa, Kalimat Allah disebut Isa Al-Masih dan Roh Allah disebut Roh Kudus. Semuanya berada dalam satu kesatuan. Nah, untuk mendapatkan jawaban yang lebih jelas silahkan sdr berkomentar di link inihttp://tinyu rl.com/yb5s9fha .

Untuk selanjutnya, silahkan sdr memberi komentar dan menjawab pertanyaan kami sesuai dengan topik artikel di atas. Terimakasih Sdr. Ding dong.
~
Purnama
# Agur bin Yake 2017-10-10 18:15
~
Bukan Muhammad, tapi Isa Nabi damai sejahtera menuju akhirat tempat hidup kekal tanpa 72 bidadari.

Bukan Isa, tapi Muhammad nabi untuk orang yang rindu akan akhirat yang sibuk dengan 72 bidadari.
# Staff Isa dan Al-Quran 2017-10-10 19:15
~
Saudara Agur,

Artikel di atas adalah sebuah kesaksian yang dialami oleh seorang Muslim, yang belajar tentang Isa Al-Masih dan nabi Islam. Dan kesimpulannya dia menemukan bahwa Isa Al-Masih adalah Nabi Damai dalam Al-Quran, bukan Muhammad. Hal inilah yang membuat Isa Al-Masih berbeda dengan nabi-nabi yang lain. Isa Al-Masih dikenal sebagai raja damai dan sang penyelamat manusia juga memberikan jaminan hidup yang kekal (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:28).
~
Purnama
# Agur bin Yake 2017-10-10 19:47
~
Apakah Yesus Imam?
Apakah Yesus Nabi?
Apakah Yesus Raja?
Mengapa Quran mengatakan Yesus adalah Al-Masih tapi tidak tahu maknanya?
# Staff Isa dan Al-Quran 2017-10-10 21:53
~
Saudara Agur,

Isa Al-Masih dikenal sebagai Imam besar Agung, Nabi Damai pemberi keselamatan, Raja Damai. Di dalam Al-Quran Isa Al-Masih dikatakan adalah Kalimat Allah, Roh Allah. Itu sebabnya Dia mempunyai sifat sama seperti Allah, suci, berkuasa, kebenaran, terkemuka di dunia dan di akhirat, karena hakikat-Nya adalah Allah. Inilah yang membedakan Isa Al-Masih dengan nabi Islam. Berharap hal ini dapat dikaji bersama kaum Muslim.
~
Purnama
# Hendy Gunawan 2017-10-10 20:32
~
To Ding Dong,

Anda itu harus membedakan antara karakter atau sifat dan Pribadi. Kasih adalah sifat Allah bukan suatu pribadi, karena tanpa kasih Allah bisa mencipta sesuatu, tetapi tanpa Firman, Allah tidak bisa menciptakan sesuatu, Jadi Firman Itu adalah Pencipta, karena Pencipta itu pasti suatu Pribadi.
# Staff Isa dan Al-Quran 2017-10-10 22:18
~
Saudara Hendy,

Pribadi Allah dengan Kalimat-Nya jelas tidak dapat dipisahkan. Karena Kalimat/Firman adalah bagian dari Pribadi Allah. Nah, Firman inilah yang menyatakan sifat atau karakter Allah yang Maha Kasih yang dapat dikenal oleh manusia. Dia adalah Isa Al-Masih. (Injil, Rasul besar Yohanes 1:1-3,14).
~
Purnama