Kesaksian Pria Muslim: Isa Al-Masih Adalah Shiratal Mustaqim

kecelakaan motorSemua orang tidak dapat memilih lahir dari keluarga seperti apa. Hal inilah yang saya alami. Orang tua saya menjalani kehidupan beda agama. Ayah saya Muslim dan ibu seorang Nasrani.

Ketika remaja, saya baru menyadari bahwa ibu saya bukan seorang Muslim. Anehnya, ibu selalu mendorong saya agar rajin mengaji, juga menunaikan sholat lima waktu. Namun akhirnya saya meninggalkan Islam. Inilah cerita Muslim menjadi pengikut Isa Al-Masih.

Pengaruh Pergaulan

Ibu saya seorang yang sabar, lembut, penuh kasih dan jarang marah. Berbeda dengan ayah. Ia suka minum-minuman keras bahkan hampir setiap malam mabuk. Ia juga sering sekali berkelahi. Hal inilah yang membuat saya akhirnya mengikuti jejak ayah saya.

Ketika duduk di Sekolah Menengah Umum (SMU), pergaulan saya sangat buruk. Terjerat dengan norkoba, mabuk-mabukan, tawuran, bahkan masuk komunitas Genk Motor.

Suatu malam, saya mengendari sepeda motor dengan kecepatan tinggi. Tiba-tiba di depan ada mobil truck melaju dengan kecepatan tinggi. Saya sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi. Tanpa saya sadari, saya berkata dengan suara keras “Isa Al-Masih tolong selamatkan saya.

Entah bagaimana saya bisa selamat dari peristiwa maut itu. Saya berpikir dan bertanya dalam hati, mungkinkah Isa Al-Masih yang telah menolong saya?

Mimpi Berjumpa Isa Al-Masih

Beberapa Minggu setelah peristiwa itu, saya bermimpi bertemu dengan seorang memakai jubah putih. Saya anggap mimpi itu hanya bunga tidur. Anehnya, beberapa hari kemudian saya bermimpi kembali. Kali ini saya tidak melihat seorangpun. Saya hanya mendengar suara yang berkata “Akulah jalan lurusmu, dan Akulah jalan kebenaran shiratal mustaqim.”

Keesokan harinya saya putuskan untuk mencari kata-kata tersebut di Al-Quran. Saya mencarinya dalam Sura Maryam, tapi tidak menemukannya.

jalan ke surgaMencari Kebenaran

Saya teringat dengan adik ibu saya. Saya menghubungi beliau dan menceritakan mimpi saya. Ia tidak menjelaskan arti mimpi tersebut, tapi meminta saya untuk mencarinya di Injil. Karena penasaran, saya pun mulai membaca Injil yang dipinjamkan paman saya.

Betapa terkejutnya saya ketika membaca ayat suci Alkitab “Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup…” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6). Saya bertanya dalam hati, bagaimana mungkin kalimat ini ada dalam Kitab Suci orang Kristen? Sejak itu pikiran saya mulai kacau. Saya terus memikirkan Isa Al-Masih.

Keputusan Tepat ketika Percaya Isa Al-Masih

Saya putuskan untuk tinggal bersama paman dan menceritakan apa yang saya alami. Paman menjelaskan tentang Pribadi Isa Al-Masih. Dia berkata bahwa hanya melalui Isa Al-Masih ada kehidupan. Saya teringat dengan peristiwa kecelakaan maut yang nyaris merenggut nyawa saya. Saat saya meminta Isa Al-Masih menolong saya, Dia benar-benar telah memberikan kehidupan buat saya.

Kini saya sudah menjadi pengikut Isa Al-Masih. Saya percaya pada Isa Al-Masih dan mengaku bahwa Dia adalah Tuhan. Dia satu-satunya Tuhan yang dapat menolong hidup semua manusia. Sebab saya percaya di bawah kolong langit ini tidak ada satu orang pun yang dapat memberikan keselamatan kepada manusia, selain Isa Al-Masih.

[Staf Isa dan Islam - Untuk informasi lebih lanjut, silakan mendaftar untuk menerima secara cuma-cuma Buletin Mingguan "Isa dan Al-Fatihah."]

Focus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca:

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Apa yang saudara lakukan jika Isa Al-Masih menolong hidup saudara terhindar dari kecelakaan maut?
  2. Mengapa pria di atas begitu yakin dan berani mengambil keputusan untuk percaya kepada Isa Al-Masih sebagai Tuhan? Berikan tanggapan saudara.
  3. Sebelumnya apakah saudara pernah mendengar cerita Muslim menjadi pengikut Isa Al-Masih? Bagaimana reaksi saduara?

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Untuk sementara komentar tidak diterima.