Ulasan Berita Agama

BeritaSetiap orang memperhatikan warta berita. Kita ingin tahu tentang apa yang terjadi di dunia. Dan, banyak berita yang berhubungan dengan agama. Staff Isa dan Al-Quran berusaha membahas berita agama dalam terang ajaran Isa Al-Masih. Dengan kata lain, kami berusaha menilai berita menurut apa yang diajarkan Isa Al-Masih dalam Injil.

Saudi, Dari Kalendar Hijriyah ke Masehi, Mana Lebih Baik Dasarnya?

on .

kalendarUmat Islam gencar menggunakan kalender Islam Hijriyah. Tapi Arab Saudi malah berganti ke kalender Masehi. Manakah yang lebih baik dasarnya?

Perintah Berkalender Hijriyah

Menurut Islam berkalender Hijriyah adalah wajib. Sedangkan berkalender Masehi adalah haram. Al-Quran menuliskan “. . . Katakanlah Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji” (Qs 2:189).

Alasan Arab Saudi Berkalender Masehi

Mulai 1 Oktober 2016, Arab Saudi resmi berkalender Masehi. Sebelumnya berkalender Hijriyah. Tahun Hijriyah hanya 354 hari, sebelas hari lebih pendek dari tahun Masehi yang terdiri 365 hari setahun.

Maka sistem penggajian pegawai negeri di Saudi kini sama dengan sistem penggajian di swasta. Gaji, tunjangan, dan aneka pembayaran bagi PNS akan dibayar berdasarkan kalender Masehi seiring penyesuaian tahun fiskal di sana.

Perubahan sistem ini adalah bagian rasionalisasi APBN Saudi. Menurut Mohammed Zeyad, pegawai kehumasan, penggunaan kalender Masehi bertujuan untuk memangkas belanja negara.

Salah satu dampak perubahan ini adalah para pegawai negeri menerima gaji tahunan lebih sedikit dari sebelumnya. Itu berlaku di berbagai departemen pemerintahan.

"Kita berharap ini tidak menjadi negatif . . . untuk membuat penyatuan kalender Hijriyah global khususnya dalam bulan-bulan tertentu,. . . Syawal, Ramadhan dan Dzhulhijah," kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Apa Dasar Kalender Islam Hijriah dan Masehi?

Memang, perhitungan hari, bulan, dan tahun berbeda antara kalender Islam Hijriyah dan Masehi.

Khalifah Umar bin Khatab yang menetapkan kalender Islam Hijriyah. Di antara banyak usulan, Kalifah Umar menerima usul Ali bin Abi Thalib, bahwa tahun Hijriyah berdasarkan hijrahnya Muhammad dari Mekah ke Yatstrib (Madinah).

Kalender Masehi, kelahiran Isa Al-Masih merupakan awal perhitungannya. Dalam bahasa Inggris, masa sebelum masehi di sebut Before Christ / BC (sebelum Kristus [Isa Al-Masih]). Dalam bahasa Latin disebut "Anno Domini (AD)/Tahun Tuhan" yang dipakai luas di dunia.

caravan in tar desertDasar Kalender Islam Hijriah dan Masehi, Mana Lebih Baik?

Awal perhitungan kalender Islam Hijriah ialah hijrahnya Muhammad dari Mekah ke Madinah. Itu hanya hijrah biasa, tidak menjanjikan keselamatan kekal.

Sedangkan dasar kalender Masehi ialah hijrahnya Isa Al-Masih, Kalimatullah dari sorga ke dunia.Tujuannya untuk “. . .menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka" (Injil, Rasul Besar Matius 1:21).

Melalui penyaliban-Nya, Isa menghijrahkan manusia dari neraka ke sorga. Isa berkuasa menjamin pengampunan dosa dan hidup kekal bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya.

Mana Yang Layak Diimani?

Jelaslah hijrah Isa Al-Masih layak diimani daripada hijrah Muhammad, bukan? Sebab Isa berkuasa menjamin hidup kekal di sorga. Sedangkan Muhammad tidak.

Apakah Anda ingin tahu bagaimana cara mengimani Isa Al-Masih, yang berkuasa menjamin sorga? Silakan mengemail kami.

[Staf Isa dan Islam – Untuk informasi lebih lanjut, silakan mendaftar untuk menerima secara cuma-cuma Buletin Mingguan "Isa dan Al-Fatihah."]

Focus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca:

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Mengapa dasar kelender Masehi lebih baik daripada dasar kalender Islam Hijriyah?
  2. Mengapa hijrah yang dilakukan Isa lebih baik daripada hijrah Muhammad?
  3. Isa Al-Masih berkuasa mengampuni dosa dan menjamin hidup kekal. Apakah itu membuktikan bahwa Dia adalah Allah? Alasannya!

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami merasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Penjelasan Muslimah NU Soal Isa Al-Masih Bagi Para Mukmin

on .

debat dua orang(Kami Staff IDI berterimahkasih kepada seorang Muslimah NU, Aisha Nurramdhani, yang sudah berusaha untuk meningkatkan pengertian kaum seagamanya agar kita dapat saling mengerti.)

Muslimah NU ini memiliki pemahaman soal Isa Al-Masih yang dalam. Menurutnya, apakah Isa Al-Masih adalah Tuhan? Paparannya itu bermanfaat bagi iman kita.

Muslimah NU Prihatin akan Salah Paham Soal Isa Al-Masih

Muslimah NU Aisha Nurramdhani melihat banyak kaum Muslim yang masih salah mengerti soal Isa Al-Masih menurut Kristen. Bahkan tokoh sebesar Habib Rizieq masih salah paham soal Isa Al-Masih.

Karena itulah ia memberikan cara jitu bagi kaum Muslim agar mengenal Isa dengan benar. Ia juga memaparkan pemahamannya soal Isa Al-Masih.

Mengenal Isa A-Masih, inilah Nasihat Bijak Muslimah NU

Kepada kaum Muslim, Muslimah NU ini memberikan saran bijaksana.

“Pertama–tama kita harus mengerti terlebih dahulu posisi Yesus [Isa Al-Masih] di mata Kristiani. Ya, lepas dahulu kaca mata Islam kita yang penuh dengan doktrin dan ayat-ayat Quran tentang nabi Isa, agar dapat melihat dengan jelas perspektif  Kristiani terhadap Yesus [Isa Al-Masih].  (Lepasin perspektif Islamnya, bukan lepasin agama Islamnya yach!)”

Penjelasan Muslimah NU Soal Hakekat Isa Al-Masih

“Bagi umat Kristen, Yesus [Isa Al-Masih] adalah Tuhan yang berinkarnasi (= menjelma) menjadi manusia. Bukan manusia yang diangkat menjadi Tuhan seperti yang selama ini disalah pahami umat Muslim.” Terang Aisha Nurramdhani.

“Hal ini bukan tanpa dasar. Mereka melihat banyaknya nubuatan mengenai kedatangan Mesias, Sang Pembebas, Tuhan yang mengambil rupa manusia ini dari kitab Taurat [juga Zabur dan Kitab Para Nabi] . . .” tegasnya.

ConfusionPerbandingan ini Menolong Para Muslim

Agar kaum Muslim mengerti, Aisha Nurramdhani menyarankan agar “. . . posisi Yesus [Isa Al-Masih] dalam iman Kristen dibandingkan sejajar dengan posisi Al-Quran dalam iman Islam.”

Menurutnya, “Perbandingannya bukan Yesus [Isa] dengan Nabi Muhammad. Karena dalam Islam, . . . Muhammad sekedar penerima firman Allah, padahal dalam Kristen, Firman-Nya adalah Yesus [Isa] itu sendiri.”

Memang, Injil Allah menegaskan bahwa Isa Al-Masih adalah “. . . Firman Allah . . . dan Firman itu adalah Allah” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1). “Sebaliknya, posisi Nabi Islam sejajar dengan Maria (Maryam), karena keduanya adalah ‘sarana turunnya Firman ke dunia’ menurut keyakinan masing-masing,” tambahnya.  Memang, Maryam adalah manusia biasa (Injil, Rasul Besar Lukas, 11:27-28).

Layakkah Mengimani Isa Al-Masih?

Jadi Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah yang sehakekat dengan Allah. Karena itu Isa Al-Masih berkuasa mengampuni dosa dan menjamin hidup kekal setiap orang yang percaya kepada-Nya.

Maka haruslah kita percaya dan menyembah-Nya.

[Staf Isa dan Islam – Untuk informasi lebih lanjut, silakan mendaftar untuk menerima secara cuma-cuma Buletin Mingguan "Isa dan Al-Fatihah."]

Focus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Apakah penjelasan Muslimah NU, Aisha Nurramdhani itu, membantu Saudara mengerti hakekat Isa Al-Masih sebenarnya? Jelaskan!
  2. Menurut Anda, apakah yang menghalangi kaum Muslim salah memahami Isa Al-Masih?
  3. Sesuai penjelasan Injil Allah dan Muslimah NU di atas, mengapa Isa Al-Masih bukanlah manusia biasa?

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami merasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Pembubaran Natal Di Bandung Dan Gempa Aceh - Adakah Hubungannya?

on .

pembubaran natal sabugaPada tanggal 6 dan 7 Desember 2016 dua peristiwa beruntun. Yaitu penghentian paksa ibadah Natal di Bandung dan gempa Aceh 6,5 Skala Richter. Mungkinkah keduanya berkaitan?

Pembubaran Natal di Bandung

Ormas Pembela Ahlu Sunnah (PAS) dan Dewan Dakwah Islam (DDI) memprotes ibadah Natal di Sabuga, Bandung. Alasannya gedung itu bukanlah tempat ibadah.

Padahal, Al-Quran mengajarkan “Dan jika seorang di antara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia . . .” (Qs 9:6).

Cuitan Netizen di Twitter

Akun Twitter dengan tanda pagar/tagar #BandungIntoleran menjadi trending topik.

Hingga Rabu (7/12/2016), pukul 03.30 WIB, ada 8.100 cuitan di tagar itu.

"[email protected] kasihani kami minoritas ini . . . apa belum cukup kami di sebut2 KAFIR?" tulis akun Hendrix Tarihoran.

Akun Arya menuliskan ". . . sebagai warga bandung & muslim gw merasa malu atas tindakan ormas yang masuk ke dalam sabuga mengganggu kebaktian."

“Hentikan mencoreng Islam yang damai dengan melakukan perbuatan melanggar hak asasi orang lain, proses hukum pelakunya,” kata akun Rhoma Irama.

Gempa di Aceh – Apakah Balasan Pembubaran Natal Di Bandung?

Gempa hebat di Pidie, Aceh, mengakibatkan banyak korban dan kepedihan yang mendalam.

Benarkah gempa di Aceh sebagai balasan Allah terhadap pembubaran Natal di Bandung?

Tidak! Tidak semua bencana alam adalah hukuman Tuhan kepada manusia. Namun sewaktu-waktu Tuhan dapat menggunakan bencana alam untuk mengingatkan umat-Nya.

Yang pasti, dalam gempa bumi pun Allah sangat mengasihi manusia. Natal adalah salah satu bukti kebesaran kasih Allah.

gempa aceh pidieKaitan Pembubaran Natal Dan Gempa Aceh

Natal bukanlah momen kebencian, melainkan momen kasih. Kasih Isa Al-Masih menyatukan kedua peristiwa itu.

Kepada korban gempa Aceh dan semua manusia, Isa mengajarkan kasih yang terbaik. Sabda-Nya “. . . kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri" (Injil, Rasul Besar Matius 19:19).

Kita berdoa agar Tuhan menolong mereka. Umat Nasrani juga sudah mengirimkan bantuan untuk meringankan beban hidup mereka.

Kepada orang-orang yang memusuhi kita, Isa Al-Masih mengajarkan sikap termulia. “. . . Kasihilah musuhmu dan berdoalah [berkat] bagi mereka yang menganiaya kamu” (Injil, Rasul Besar Matius 5: 44).

Isa mengajar umat-Nya agar jangan membalas kejahatan dengan kejahatan. Melainkan membalas kejahatan dengan kebaikan.

Islam, Kristen - Inilah Bukti Terbesar Kasih Allah

Bukti terbesar kasih Allah ialah turunnya Isa Al-Masih, Kalimatullah. Isa rela mati disalib untuk menggantikan hukuman dosa manusia.  “. . . Supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16).

Isa Al-Masih begitu mengasihi semua manusia, termasuk umat Muslim. Ia ingin mereka percaya kepada-Nya agar beroleh pengampunan dosa dan jaminan hidup kekal di sorga.                

[Staf Isa dan Islam – Untuk informasi lebih lanjut, silakan mendaftar untuk menerima secara cuma-cuma Buletin Mingguan "Isa dan Al-Fatihah."]

Focus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca:

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Menurut Anda apakah hikmah dua peristiwa menyedihkan itu bagi umat beragama?
  2.  Apakah ajaran mengasihi dari Isa Al-Masih adalah sikap terbaik terhadap pembubaran Natal di Bandung dan korban gempa di Aceh? Mengapa?
  3. Isa Al-Masih memberikan ajaran termulia, berkuasa mengampuni dosa dan menjamin hidup kekal. Mungkinkah Dia hanya manusia biasa? Buktinya?

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Sikap Isa Al-Masih Terhadap Pembantaian Muslim Rohingya

on .

rohingyaKita mendengar telah terjadi pembantaian Muslim Rohingya, di Mynmar. Dapatkah sikap Isa  Al-Masih menjadi panutan terhadap tragedi-tragedi seperti ini?

Derita Muslim Rohingya

Muslim Rohingya, Myanmar di Rakhine mengalami penderitaan. Menurut Human Rights Watch, militer Myanmar menghancurkan ratusan rumah suku Rohingya.

Kekerasan militer itu mengakibatkan kematian ratusan jiwa lebih.

Bagaimana Relasi Muslim dan Budha Myanmar?

Anthony Ware adalah pengamat politik Myanmar dari Australia. Menurutnya, aksi anti-Rohingya didukung oleh mayoritas Budha Myanmar. Dan dipimpin oleh para biksu Budha ultra nasionalis.

Menurutnya, para penganut Budha Myanmar menganggap Muslim sebagai bangsa. Padahal cuma penganut agama. Mereka sering dianggap sebagai ancaman terhadap negara dan agama Budha.

Apa Pesan MUI dan IMM Soal Rohingya?

Sekjen MUI, Anwar Abbas berharap dunia memberi perhatian terhadap pembantaian Muslim Rohingya itu.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) prihatin akan tragedi tersebut. Mereka mendesak agar Pemerintah Indonesia memutuskan hubungan dengan Myanmar. Sebab negara harus menghentikan pelaku kejahatan kemanusiaan. Kekerasan dalam bentuk dan motif apapun adalah salah.

Kejahatan, meski atas nama agama adalah dosa. Allah membenci dan menghukum dosa seperti itu. Kasihilah sesama kita dan jangan berbuat jahat kepada mereka.

Derita Muslim Rohingya: Bagaimana Respon Umat Beragama?

Umat Kristen, Islam dan semua agama berduka atas derita Muslim Rohingya itu. Kita harus menghentikan penganiayaan Muslim Rohingya.

Islam sendiri melarang pembunuhan. “Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain. . . maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya(Qs 5: 32).

Namun ada teroris tertentu mengaitkan Islam dan pembunuhan kaum non-Muslim. Dengan alasan membela agama atau jihad.

Orang Kristen sering dianiaya. Seperti pengeboman gereja Oikumene di Samarinda. Namun kami berempati akan derita Muslim Rohingya. Marilah kita bahu-membahu menolong mereka.

un reflectionsLangkah Nyata Menolong Muslim Rohingya

Kita harus menolong mereka. Mungkin beberapa tindakan ini dapat meringankan beban mereka. Berdoa agar Tuhan menolong mereka bebas dari penganiayaan tersebut. Kita mohon Pemerintah Indonesia mendesak Myanmar agar menghentikan tragedi itu.

Atau menyampaikan hal ini kepada PBB dan dewan hak asasi dunia. Dengan menerima mereka sebagai warga negara, Indonesia dapat meringankan derita mereka.

Bagaimana Sikap Isa Al-Masih Terhadap Kejahatan?

Isa Al-Masih, Kalimatullah  menentang kejahatan semacam itu.Ia mengajarkan hukum emas. “Perbuatlah kepada orang lain apa yang kamu kehendaki mereka perbuat kepadamu” (Kitab Suci Injil, Rasul Lukas 6:31).
                                                                                                                                         
Agar tercipta kedamaian, kita harus menaati hukum emas Isa Al-Masih. Dengan menaatinya, kita tidak akan berbuat jahat kepada orang lain. Juga tidak mengalami kejahatan dari orang lain.

[Staf Isa dan Islam – Untuk informasi lebih lanjut, silakan mendaftar untuk menerima secara cuma-cuma Buletin Mingguan "Isa dan Al-Fatihah."]

Focus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca:

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Mengapa menganiaya dan membunuh orang yang tidak seagama itu salah?
  2. Menurut Saudara, apakah hasil hukum emas Isa Al-Masih di atas (Injil, Rasul Lukas 6:31)bila diterapkan semua umat beragama?
  3. Menurut Saudara, adakah ajaran yang lebih baik dari hukum emas Isa Al-Masih di atas (Injil, Rasul Lukas 6:31)?  Berikan contohnya!

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Apakah Wafatnya Muhammad Ali Mengajarkan Kita Tentang Agama?

on .

muhammad aliWafatnya Muhammad Ali, petinju legendaris, pada tanggal 4 Juni 2016, menarik perhatian dunia.  Ia merupakan petinju terkenal dalam sejarah dunia.

Mungkin ada Muslim yang bangga karena Muhammad Ali memeluk agama Islam. Namun sebetulnya dia mengikuti ajaran “Universal Sufirm” yang berfokus pada kesatuan semua agama. Pendirinya Hazrat Inayat Khan (1882-1927), orang India. Jadi, Muhammad Ali merupakan anggota bidat Islam.

Sering umat beragama merasa, jika orang terkenal mengikuti agamanya, berarti agamanya benar. Benarkah demikian? Karena Muhammad Ali beragama Islam, walau bidat Islam, apakah itu mendukung kebenaran agama Islam?

Pemuka-pemuka Dunia dan Agamanya

Gandhi seorang tokoh terkenal di dunia. Karena ia penganut agama Hindu, apakah dapat membuktikan kebenaran agama Hindu? Tidak!

Karl Marx, Vladimir Lenin dan Mao Tse Tung menjadi ateis. Apakah kenyataan itu membuktikan kebenaran ateisme? Tidak!

Martin Luther King adalah orang Kristen. Apakah kenyataan itu membuktikan kebenaran agama Kristen? Tidak!

Tokoh 15Jumlah Penduduk Membuktikan Kebenaran Agama?

Bagaimana jika 90% penduduk bumi beragama Kristen? Apakah itu membuktikan bahwa agama Kristen dari Allah? Tidak!

Bagaimana jika 95% penduduk bumi beragama Islam? Apakah itu membuktikan agama Islam berasal dari Allah? Tidak!

Peranan Kebangkitan Isa Al-Masih Bukti Kebenaran Injil

Kebenaran satu agama tidak tergantung dari jumlah penganutnya. Juga tidak tergantung apakah orang terkenal, seperti petinju Muhammad Ali, menjadi pengikutnya. Apa yang menjadi bukti utama kebenaran satu agama?

Isa Al-Masih bangkit dari antara orang mati. Inilah fakta sejarah! Ada 500 saksi mata! Ini membuktikan kebenaran agama Kristen.

Rasul Paulus sendiri berkata, “. . . jika Kristus [Isa Al-Masih] tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan (orang Kristen) . . .” (Injil, Surat I Korintus 15:17).

Bagaimana bila seandainya nabi Islam pernah berkata, “Isa Al-Masih bangkit dari antara orang mati.” Itu tidak mungkin menguatkan fakta kebangkitan Isa Al-Masih.

Nabi Islam bukan saksi mata kebangkitan Isa. Dia hidup enam ratus tahun setelah peristiwa tersebut. Maka pernyataanya tentang Isa, tidak mutlak benar!

Kebangkitan Isa Al-Masih, Fakta Sejarah

Ratusan orang menyaksikan sendiri kebangkitan Isa Al-Masih. Fakta sejarah ini tidak bergantung pada pandangan orang yang hidup 600 tahun kemudian.

Demikian agama Islam tidak benar karena petinju Muhammad Ali menjadi pengikutnya. Tidak benar karena jumlah penganutnya besar.

Kebangkitan Isa Al-Masih dari antara orang mati menentukan agama mana yang benar. Kebangkitan-Nya adalah fakta sejarah!

Jadi, Injil dan keselamatan yang Isa sediakan akibat penyaliban-Nya dan kebangkitan-Nya sungguh benar!

Focus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Petinju Muhammad Ali wafat. Dengan mengingatnya, mengapa banyak orang senang Petinju Muhammad Ali menjadi orang Islam?
  2. Argumentasi apa yang dipakai orang untuk membuktikan agamanya?
  3. Apa yang membenarkan apakah satu agama benar atau palsu? Jelaskanlah pandangan Anda.

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.