Ulasan Berita Agama

BeritaSetiap orang memperhatikan warta berita. Kita ingin tahu tentang apa yang terjadi di dunia. Dan, banyak berita yang berhubungan dengan agama. Staff Isa dan Al-Quran berusaha membahas berita agama dalam terang ajaran Isa Al-Masih. Dengan kata lain, kami berusaha menilai berita menurut apa yang diajarkan Isa Al-Masih dalam Injil.

Paksaan Untuk Beribadah, Berkenankah Allah Atas Ibadahnya?

on .

ayah dan anakSetiap ayah ingin agar anaknya menghormati dia dengan tulus tanpa merasa terpaksa. Mengasihi dan melayani si ayah dengan sungguh-sungguh. Bukan dengan kepura-puraan atau selalu penuh dengan rasa ketakutan.

Bila ayah saja berharap cinta kasih yang tulus dari anaknya, terlebih lagi Allah, bukan? Bagaimana bila umat beragama mendapat paksaan untuk beribadah? Berkenankah Allah pada ibadah yang terpaksa?

Paksaan Untuk Beribadah

Dalam beberapa tahun terakhir, kelompok-kelompok Islam garis keras di Indonesia telah membantu dalam memperkenalkan 400 undang-undang yang mengacu kepada hukum syariah. Mereka juga mendorong legalitas atas hukum baru yang berdasarkan hukum agama, yaitu syariah. Diantaranya, kewajiban menggunakan hijab bagi wanita Muslim dan non-Muslim di daerah-daerah tertentu.

Baru-baru ini Bupati Cianjur mengeluarkan satu aturan baru. Isinya, mewajibkan pegawai pemerintah menggunakan alat pemindai jari di sebuah masjid. Tujuannya, untuk menandakan kehadiran mereka pada shalat subuh.

Ide ini cukup baik jika dilakukan dengan tulus. Tapi, bagaimana bila mereka shalat karena takut kepada Bupati dan merasa terpaksa? Mungkin agar mendapat pujian dari Bupati, agar naik pangkat, atau supaya terlihat sholeh?

Bila hal itu terjadi, maka tidak menutup kemungkinan aturan baru ini akan melahirkan ratusan umat beragama yang munafik, bukan? Yaitu mereka yang merasa terpaksa untuk menyembah Tuhannya. Apakah beribadah karena terpaksa dan bukan dengan tulus hati berkenan di hadapan Allah? Kirimkanlah tanggapan Anda lewat email.

berpura puraIsa Al-Masih dan Hukum-Nya

Kitab Allah mengajarkan, “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu” (Injil, Rasul Lukas 12:30). Lebih lanjut Kitab Allah berkata, “. . . barangsiapa menyembah Dia [Allah], harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran" (Injil, Rasul Besar Yohanes 4:24).

Firman Allah ini mengajarkan agar umat-Nya mengasihi Dia dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati. Juga, Allah ingin agar umat-Nya menyembah Dia dengan kebenaran. Bukan dengan kepalsuan atau pura-pura.

Sebab orang yang beribadah secara terpaksa atau penuh kepura-puraan, sama seperti orang munafik. Isa berkata, orang munafik “sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran” (Injil, Rasul Besar Matius 23:27).

Pengorbanan Isa Al-Masih, Tulus atau Terpaksa?

Isa Al-Masih tidak pernah merasa terpaksa saat mengorbankan diri-Nya guna memberi jaminan keselamatan bagi manusia berdosa. Dengan sangat jelas Isa berkata, “Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali" (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:17-18).

Pilihan ada di tangan Anda. Apakah Anda ingin menyembah Allah dengan tulus hati, atau secara terpaksa dan pura-pura!? Jika Anda ingin tahu bagaimana mengasihi Allah dengan hati yang tulus, silakan menghubungi staff IDI lewat email ini.

[Staf Isa dan Islam – Untuk  masukan atau pertanyaan mengenai artikel ini, silakan mengirim email kepada Staff Isa dan Islam.]

Focus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Setujukah saudara dengan adanya pemaksaan secara sepihak dari kelompok tertentu seperti yang dijelaskan pada artikel di atas? Jelaskan alasan saudara!
  2. Apakah menurut saudara, dengan diterapkannya aturan yang memaksa dalam beribadat, dapat menjamin ibadah tersebut berkenan di hadapan Allah? Jelaskan alasan saudara!
  3. Menurut saudara, ibadah yang bagaimanakah yang berkenan di hadapan Allah?

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

Ditulis oleh: Saodah

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Relasi Derita Muslim Rohingya Dan Kasih Isa Al-Masih

on .

pengungsi rohingyaEtnis Muslim Rohingya menderita penganiayaan dan pembunuhan karena kebencian dan permusuhan. Orang Islam, Kristen dan semua agama wajib menghentikan sikap jahat itu. Ajaran kasih sayang dalam Al-Quran ataukah ajaran Isa Al-Masih yang dapat menghentikannya?

Empati untuk Muslim Rohingya

Kita tidak tahu persis penyebab konflik antara etnis Muslim Rohingya dan pemerintah Myanmar. Namun kita wajib berempati atas penderitaan-penderitaan semacam itu.

Kita berdoa kepada Allah agar konflik itu cepat selesai. Semoga banyak negara memberi bantuan makanan, minuman, obat-obatan dan juga tempat tinggal.

Minoritas-Minoritas yang Teraniaya

Menurut sumber online, etnis Muslim Rohingya bukanlah satu-satunya yang teraniaya di Myanmar. Etnis Karen dan Chin yang mayoritas Kristen juga teraniaya. Sehingga lebih dari 150ribu etnis Karen melarikan diri ke Thailand.

Agence France-Presse (AFP) melaporkan (4/9/2017), bahwa suku Mro yang menganut Buddha dan komunitas kecil warga Hindu di Rakhine ikut menjadi korban.

Penganiayaan karena kebencian dan permusuhan terjadi pada etnis Yazidi oleh ISIS, suku Tutsi di Rwanda-Afrika, penganut Ahmadiyah, konflik di Sampit, Poso, Ambon, dsb.

Adakah ajaran Islam dan Kristen yang menghentikan kebencian dan permusuhan?

Ajaran Kasih Sayang Dalam Al-Quran dan Hadist

Hadist mengajarkan, “Siapa yang tidak menyayangi manusia, tidak akan disayang Allah” (HR. Al Thabarani). Al-Quran mengingatkan, “Barangsiapa yang membunuh seorang manusia . . . maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya”(Quran Sura Al-Maaidah [5]: 32).

Namun Islam juga mengajarkan  Al-Bara’, yaitu membenci dan memusuhi orang-orang kafir. Dapatkah ajaran  Al-Bara’ menciptakan perdamaian dan kerukunan di antara umat beragama dan suku yang berbeda-beda? Jawablah lewat email ini.

perbuatan baikAjaran Kasih Sayang Termulia Isa Al-Masih

Isa Al-Masih mengajarkan moralitas/akhlak termulia yang menghentikan kebencian dan permusuhan.

Firman-Nya, “Perbuatlah kepada orang lain apa yang kamu kehendaki mereka perbuat kepadamu” (Kitab Suci Injil, Rasul Lukas 6:31). Contoh kongkritnya ialah, “Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu . . . mengutuk kamu . . . mencaci kamu” (Injil, Rasul Lukas 6:27-28).

Jika Anda tahu ajaran yang lebih mulia dari ajaran kasih Isa Al-Masih di atas, emailah kepada kami di sini.

Apa Kasih Terbesar Isa Al-Masih bagi Anda?

Jelaslah bahwa ajaran kasih kepada musuh dari Isa Al-Masih adalah termulia dibanding ajaran Hadist, Al-Quran dan Al-Bara’di atas. Sebab dapat menghentikan permusuhan dan kebencian.

Lebih dari itu, Isa Al-Masih begitu mengasihi manusia. Buktinya Dia rela mati tersalib guna menanggung hukuman dosa manusia. Melalui penyaliban-Nya itu, Isa Al-Masih menjamin pengampunan dosa dan hidup kekal setiap orang yang percaya kepada-Nya.

Dengan percaya Isa Al-Masih sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi, Anda pasti beroleh hidup kekal di sorga-Nya.

[Staf Isa dan Islam – Untuk informasi lebih lanjut, silakan mendaftar untuk menerima secara cuma-cuma Buletin Mingguan "Isa dan Al-Fatihah."]

Focus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Mengapa kita tidak boleh membenci dan memusuhi orang yang berbeda agama, ras, suku dan golongan dengan kita?
  2. Menurut Anda, ajaran Islam ataukah Isa Al-Masih yang wajib diamalkan sehingga menghentikan kebencian dan permusuhan serta menciptakan perdamaian? Mengapa!
  3. Isa Al-Masih mengajarkan kasih/akhlak/moralitas termulia, mungkinkah Dia hanya manusia biasa? Alasannya!

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Orang Muslim Mengorbankan Diri Untuk Menyelamatkan Orang Kristen

on .

bombTahun 2000, Riyanto (Muslim) mengorbankan diri untuk menyelamatkan orang Kristen. Riyanto menjaga perayaan Natal di gereja Eben Haezer Mojokerto bersama tiga orang Muslim lainnya. Mereka menemukan satu bingkisan yang mencurigakan di depan pintu masuk gereja.

Riyanto membuka bingkisan itu dan melihat ada bom di dalamnya. Ia tetap memegang bingkisan yang meledak itu dan melindungi jemaat di gereja tersebut. Dengan tindakannya itu, ia telah mengorbankan diri untuk menyelamatkan beberapa orang Kristen dari kematian.  

Saling Toleransi dan Kasih

Riyanto adalah anggota Nahdlatul Ulama (NU). Sampai sekarang banyak orang Indonesia memuji dan sangat menghormati dia.

Organisasi NU lebih dari lembaga agama Islam lain, mengerti akan toleransi dan kasih. Mereka mencari perdamaian di antara semua agama. NU bahkan mendukung Ahok, cagub Kristen, saat pemilihan gubernur tahun 2017.

Umat Kristen di gereja itu sangat bersyukur atas pengorbanan Riyanto yang menyelamatkan mereka. Sebenarnya, pengorbanan Riyanto mengikuti ajaran dan teladan Isa Al-Masih. Sayang, banyak umat beragama tidak meneladaninya.

Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya” (Injil, Rasul Besar Yahya 15:13). Demikianlah firman Allah berkata.

Sebaiknya Riyanto Mengabaikan Bom Saja?

Apakah Riyanto akan menerima pahala karena tindakannya? Banyak orang beragama merasa tidak. Malahan ada yang mendukung pembunuhan Kristen sesuai dengan Hadits ini:

"Allah menjamin orang yang keluar (berperang) di jalan-Nya . . . untuk mengembalikan-nya dengan memperoleh pahala atau ghonimah atau memasukkannya ke surga” (Shahih Bukhari 1, 35).

Banyak orang Muslim memikirkan Qs 5:32 memerintahkan damai: “. . . Dan barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya . . . .”

Namun, ayat itu bagi Bani Israel dan diambil dari sumber Yahudi. Jika Anda memuji tindakan Riyanto dan yakin agama Islam agama damai, silakan Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. dan jelaskan alasan Anda.

kasih paling besarPengorbanan Terutama

Walaupun pengorbanan Riyanto sangat berani dan mulia, ada pengorbanan yang lebih mulia lagi. Riyanto wafat untuk menyelamatkan beberapa orang di gereja itu. Seharusnya umat Islam dan Kristen memujinya.

Sekitar 2000 tahun lalu ada pengorbanan termulia ketika Isa Al-Masih mati tersalib. Isa mengorbankan diri untuk menyelamatkan semua orang yang akan percaya kepada-Nya di seluruh dunia.

Isa tidak hanya menyelamatkan orang di bumi ini untuk beberapa tahun saja. Semua orang yang percaya kepada Isa akan hidup selamanya di sorga.

Dan Ia [Isa Al-Masih] adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia” (Injil, Surat 1 Yahya 2:2).

Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan”(Injil, Surat Ibrani 10:14).

Silakan Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. jika Anda ingin belajar lebih lanjut tentang pengorbanan Isa.

[Staf Isa dan Islam – Untuk masukan atau pertanyaan mengenai artikel ini, silakan mengirim email kepada Staff Isa dan Islam.]

Focus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Menurut ajaran agama Islam, lebih baik jika Riyanto mengabaikan bom itu atau melindungi semua orang di gereja? Alasannya apa?
  2. Menurut Saudara, apakah ada pengorbanan yang lebih mulia daripada pengorbanan Isa Al-Masih? Jika iya, siapa yang melakukannya?
  3. Menurut Saudara, mana yang lebih mulia – Allah mengorbankan Kalimat-Nya untuk menyelamatkan manusia atau orang harus berusaha keras untuk mencoba menyelamatkan dirinya sendiri? Mengapa?

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

Ditulis oleh: Kaleb

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Saudi, Dari Kalendar Hijriyah ke Masehi, Mana Lebih Baik Dasarnya?

on .

kalendarUmat Islam gencar menggunakan kalender Islam Hijriyah. Tapi Arab Saudi malah berganti ke kalender Masehi. Manakah yang lebih baik dasarnya?

Perintah Berkalender Hijriyah

Menurut Islam berkalender Hijriyah adalah wajib. Sedangkan berkalender Masehi adalah haram. Al-Quran menuliskan “. . . Katakanlah Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji” (Qs 2:189).

Alasan Arab Saudi Berkalender Masehi

Mulai 1 Oktober 2016, Arab Saudi resmi berkalender Masehi. Sebelumnya berkalender Hijriyah. Tahun Hijriyah hanya 354 hari, sebelas hari lebih pendek dari tahun Masehi yang terdiri 365 hari setahun.

Maka sistem penggajian pegawai negeri di Saudi kini sama dengan sistem penggajian di swasta. Gaji, tunjangan, dan aneka pembayaran bagi PNS akan dibayar berdasarkan kalender Masehi seiring penyesuaian tahun fiskal di sana.

Perubahan sistem ini adalah bagian rasionalisasi APBN Saudi. Menurut Mohammed Zeyad, pegawai kehumasan, penggunaan kalender Masehi bertujuan untuk memangkas belanja negara.

Salah satu dampak perubahan ini adalah para pegawai negeri menerima gaji tahunan lebih sedikit dari sebelumnya. Itu berlaku di berbagai departemen pemerintahan.

"Kita berharap ini tidak menjadi negatif . . . untuk membuat penyatuan kalender Hijriyah global khususnya dalam bulan-bulan tertentu,. . . Syawal, Ramadhan dan Dzhulhijah," kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Apa Dasar Kalender Islam Hijriah dan Masehi?

Memang, perhitungan hari, bulan, dan tahun berbeda antara kalender Islam Hijriyah dan Masehi.

Khalifah Umar bin Khatab yang menetapkan kalender Islam Hijriyah. Di antara banyak usulan, Kalifah Umar menerima usul Ali bin Abi Thalib, bahwa tahun Hijriyah berdasarkan hijrahnya Muhammad dari Mekah ke Yatstrib (Madinah).

Kalender Masehi, kelahiran Isa Al-Masih merupakan awal perhitungannya. Dalam bahasa Inggris, masa sebelum masehi di sebut Before Christ / BC (sebelum Kristus [Isa Al-Masih]). Dalam bahasa Latin disebut "Anno Domini (AD)/Tahun Tuhan" yang dipakai luas di dunia.

caravan in tar desertDasar Kalender Islam Hijriah dan Masehi, Mana Lebih Baik?

Awal perhitungan kalender Islam Hijriah ialah hijrahnya Muhammad dari Mekah ke Madinah. Itu hanya hijrah biasa, tidak menjanjikan keselamatan kekal.

Sedangkan dasar kalender Masehi ialah hijrahnya Isa Al-Masih, Kalimatullah dari sorga ke dunia.Tujuannya untuk “. . .menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka" (Injil, Rasul Besar Matius 1:21).

Melalui penyaliban-Nya, Isa menghijrahkan manusia dari neraka ke sorga. Isa berkuasa menjamin pengampunan dosa dan hidup kekal bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya.

Mana Yang Layak Diimani?

Jelaslah hijrah Isa Al-Masih layak diimani daripada hijrah Muhammad, bukan? Sebab Isa berkuasa menjamin hidup kekal di sorga. Sedangkan Muhammad tidak.

Apakah Anda ingin tahu bagaimana cara mengimani Isa Al-Masih, yang berkuasa menjamin sorga? Silakan mengemail kami.

[Staf Isa dan Islam – Untuk informasi lebih lanjut, silakan mendaftar untuk menerima secara cuma-cuma Buletin Mingguan "Isa dan Al-Fatihah."]

Focus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca:

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Mengapa dasar kelender Masehi lebih baik daripada dasar kalender Islam Hijriyah?
  2. Mengapa hijrah yang dilakukan Isa lebih baik daripada hijrah Muhammad?
  3. Isa Al-Masih berkuasa mengampuni dosa dan menjamin hidup kekal. Apakah itu membuktikan bahwa Dia adalah Allah? Alasannya!

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami merasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Penjelasan Muslimah NU Soal Isa Al-Masih Bagi Para Mukmin

on .

debat dua orang(Kami Staff IDI berterimahkasih kepada seorang Muslimah NU, Aisha Nurramdhani, yang sudah berusaha untuk meningkatkan pengertian kaum seagamanya agar kita dapat saling mengerti.)

Muslimah NU ini memiliki pemahaman soal Isa Al-Masih yang dalam. Menurutnya, apakah Isa Al-Masih adalah Tuhan? Paparannya itu bermanfaat bagi iman kita.

Muslimah NU Prihatin akan Salah Paham Soal Isa Al-Masih

Muslimah NU Aisha Nurramdhani melihat banyak kaum Muslim yang masih salah mengerti soal Isa Al-Masih menurut Kristen. Bahkan tokoh sebesar Habib Rizieq masih salah paham soal Isa Al-Masih.

Karena itulah ia memberikan cara jitu bagi kaum Muslim agar mengenal Isa dengan benar. Ia juga memaparkan pemahamannya soal Isa Al-Masih.

Mengenal Isa A-Masih, inilah Nasihat Bijak Muslimah NU

Kepada kaum Muslim, Muslimah NU ini memberikan saran bijaksana.

“Pertama–tama kita harus mengerti terlebih dahulu posisi Yesus [Isa Al-Masih] di mata Kristiani. Ya, lepas dahulu kaca mata Islam kita yang penuh dengan doktrin dan ayat-ayat Quran tentang nabi Isa, agar dapat melihat dengan jelas perspektif  Kristiani terhadap Yesus [Isa Al-Masih].  (Lepasin perspektif Islamnya, bukan lepasin agama Islamnya yach!)”

Penjelasan Muslimah NU Soal Hakekat Isa Al-Masih

“Bagi umat Kristen, Yesus [Isa Al-Masih] adalah Tuhan yang berinkarnasi (= menjelma) menjadi manusia. Bukan manusia yang diangkat menjadi Tuhan seperti yang selama ini disalah pahami umat Muslim.” Terang Aisha Nurramdhani.

“Hal ini bukan tanpa dasar. Mereka melihat banyaknya nubuatan mengenai kedatangan Mesias, Sang Pembebas, Tuhan yang mengambil rupa manusia ini dari kitab Taurat [juga Zabur dan Kitab Para Nabi] . . .” tegasnya.

ConfusionPerbandingan ini Menolong Para Muslim

Agar kaum Muslim mengerti, Aisha Nurramdhani menyarankan agar “. . . posisi Yesus [Isa Al-Masih] dalam iman Kristen dibandingkan sejajar dengan posisi Al-Quran dalam iman Islam.”

Menurutnya, “Perbandingannya bukan Yesus [Isa] dengan Nabi Muhammad. Karena dalam Islam, . . . Muhammad sekedar penerima firman Allah, padahal dalam Kristen, Firman-Nya adalah Yesus [Isa] itu sendiri.”

Memang, Injil Allah menegaskan bahwa Isa Al-Masih adalah “. . . Firman Allah . . . dan Firman itu adalah Allah” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1). “Sebaliknya, posisi Nabi Islam sejajar dengan Maria (Maryam), karena keduanya adalah ‘sarana turunnya Firman ke dunia’ menurut keyakinan masing-masing,” tambahnya.  Memang, Maryam adalah manusia biasa (Injil, Rasul Besar Lukas, 11:27-28).

Layakkah Mengimani Isa Al-Masih?

Jadi Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah yang sehakekat dengan Allah. Karena itu Isa Al-Masih berkuasa mengampuni dosa dan menjamin hidup kekal setiap orang yang percaya kepada-Nya.

Maka haruslah kita percaya dan menyembah-Nya.

[Staf Isa dan Islam – Untuk informasi lebih lanjut, silakan mendaftar untuk menerima secara cuma-cuma Buletin Mingguan "Isa dan Al-Fatihah."]

Focus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Apakah penjelasan Muslimah NU, Aisha Nurramdhani itu, membantu Saudara mengerti hakekat Isa Al-Masih sebenarnya? Jelaskan!
  2. Menurut Anda, apakah yang menghalangi kaum Muslim salah memahami Isa Al-Masih?
  3. Sesuai penjelasan Injil Allah dan Muslimah NU di atas, mengapa Isa Al-Masih bukanlah manusia biasa?

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami merasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.