Sikap Isa Al-Masih Terhadap Pembantaian Muslim Rohingya

on .

rohingyaKita mendengar telah terjadi pembantaian Muslim Rohingya, di Mynmar. Dapatkah sikap Isa  Al-Masih menjadi panutan terhadap tragedi-tragedi seperti ini?

Derita Muslim Rohingya

Muslim Rohingya, Myanmar di Rakhine mengalami penderitaan. Menurut Human Rights Watch, militer Myanmar menghancurkan ratusan rumah suku Rohingya.

Kekerasan militer itu mengakibatkan kematian ratusan jiwa lebih.

Bagaimana Relasi Muslim dan Budha Myanmar?

Anthony Ware adalah pengamat politik Myanmar dari Australia. Menurutnya, aksi anti-Rohingya didukung oleh mayoritas Budha Myanmar. Dan dipimpin oleh para biksu Budha ultra nasionalis.

Menurutnya, para penganut Budha Myanmar menganggap Muslim sebagai bangsa. Padahal cuma penganut agama. Mereka sering dianggap sebagai ancaman terhadap negara dan agama Budha.

Apa Pesan MUI dan IMM Soal Rohingya?

Sekjen MUI, Anwar Abbas berharap dunia memberi perhatian terhadap pembantaian Muslim Rohingya itu.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) prihatin akan tragedi tersebut. Mereka mendesak agar Pemerintah Indonesia memutuskan hubungan dengan Myanmar. Sebab negara harus menghentikan pelaku kejahatan kemanusiaan. Kekerasan dalam bentuk dan motif apapun adalah salah.

Kejahatan, meski atas nama agama adalah dosa. Allah membenci dan menghukum dosa seperti itu. Kasihilah sesama kita dan jangan berbuat jahat kepada mereka.

Derita Muslim Rohingya: Bagaimana Respon Umat Beragama?

Umat Kristen, Islam dan semua agama berduka atas derita Muslim Rohingya itu. Kita harus menghentikan penganiayaan Muslim Rohingya.

Islam sendiri melarang pembunuhan. “Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain. . . maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya(Qs 5: 32).

Namun ada teroris tertentu mengaitkan Islam dan pembunuhan kaum non-Muslim. Dengan alasan membela agama atau jihad.

Orang Kristen sering dianiaya. Seperti pengeboman gereja Oikumene di Samarinda. Namun kami berempati akan derita Muslim Rohingya. Marilah kita bahu-membahu menolong mereka.

un reflectionsLangkah Nyata Menolong Muslim Rohingya

Kita harus menolong mereka. Mungkin beberapa tindakan ini dapat meringankan beban mereka. Berdoa agar Tuhan menolong mereka bebas dari penganiayaan tersebut. Kita mohon Pemerintah Indonesia mendesak Myanmar agar menghentikan tragedi itu.

Atau menyampaikan hal ini kepada PBB dan dewan hak asasi dunia. Dengan menerima mereka sebagai warga negara, Indonesia dapat meringankan derita mereka.

Bagaimana Sikap Isa Al-Masih Terhadap Kejahatan?

Isa Al-Masih, Kalimatullah  menentang kejahatan semacam itu.Ia mengajarkan hukum emas. “Perbuatlah kepada orang lain apa yang kamu kehendaki mereka perbuat kepadamu” (Kitab Suci Injil, Rasul Lukas 6:31).
                                                                                                                                         
Agar tercipta kedamaian, kita harus menaati hukum emas Isa Al-Masih. Dengan menaatinya, kita tidak akan berbuat jahat kepada orang lain. Juga tidak mengalami kejahatan dari orang lain.

[Staf Isa dan Islam – Untuk informasi lebih lanjut, silakan mendaftar untuk menerima secara cuma-cuma Buletin Mingguan "Isa dan Al-Fatihah."]

Focus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca:

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Mengapa menganiaya dan membunuh orang yang tidak seagama itu salah?
  2. Menurut Saudara, apakah hasil hukum emas Isa Al-Masih di atas (Injil, Rasul Lukas 6:31)bila diterapkan semua umat beragama?
  3. Menurut Saudara, adakah ajaran yang lebih baik dari hukum emas Isa Al-Masih di atas (Injil, Rasul Lukas 6:31)?  Berikan contohnya!

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Untuk sementara komentar tidak diterima.