
Saat itu ia diminta menunggu di halaman depan rumahnya. Lalu ia bertemu bapak tua yang berpakaian sederhana. Ia memakai celana pendek dan kaos agak lusuh.
Pemuda ini memperlakukannya dengan kasar. Karena ia mengira bapak tua itu adalah tukang kebun. Ia terganggu karena bapak tua bertanya banyak pertanyaan.
Namun rupanya bapak tua itu adalah sang Billionaire. Dialah bos besar pemilik perusahaan tersebut.
Tentu saja akhirnya anak muda ini mendapat teguran. Dan ia tidak diterima masuk bekerja dalam perusahaannya.
Penting kita mengetahui kebenaran. Agar kita bisa menghargai atau memperlakukan seseorang dengan benar.
Dalam hal ini umat Islam meyakini Isa hanya seorang nabi. Namun umat Nasrani mengimani-Nya sebagai Allah.
Mengapa ada perbedaan yang sangat jauh? Mari kita simak percakapan saya dengan seorang sahabat. Diskusi ini membantu kita mengerti topik tersebut dengan sederhana.
Awal Diskusi: Apakah Isa Hanya Seorang Nabi
Saya ada teman baik dari sejak SMA. Dahulu kami sering main gim komputer bersama. Ia bernama Rizki.
Satu saat menjelang Natal kami bertemu. Kami ngobrol di satu mall di Jakarta.
Saat itulah Rizki bertanya. “Sebentar lagi hari raya Natal. Kamu pasti merayakannya yah. Dalam hal ini saya masih penasaran. Karena kami menganggap Isa hanya seorang nabi. Namun mengapa kaum Nasrani menyamakan-Nya dengan Allah?”

Saat itu saya merespon. “Memang benar dalam Islam, Isa hanya seorang nabi. Tapi mari saya jelaskan apa yang saya ketahui. Ini bukan untuk membantah keyakinan kamu. Melainkan hanya untuk membuat kamu paham pandangan kami.”
Dalil Isa Hanya Seorang Nabi
Saat itu saya mulai dengan pertanyaan. “Kalau menurutmu, apa bedanya nabi dengan Allah?”
Rizki menjawab: “Beda sekali. Allah adalah yang Maha Kuasa dan Maha besar. Pencipta Langit dan bumi.”
“Sedangkan nabi hanyalah manusia biasa. Allah bisa memberi keistimewaan. Maupun menyatakan mukjizat-Nya. Namun tetap mereka manusia.”
“Dalam iman saya, Al-Quran menyatakan Isa hanya seorang nabi (Qs 43:59). Karena itu saya meyakini demikian.”
Isa Lebih dari Seorang Nabi?
“Saya paham pandangan kamu. Baik kita bisa berbicara secara terbuka.” Kata saya.
“Karena itu izinkan saya menjelaskan kepercayaan saya. Dalam iman Nasrani, Allah juga Maha Besar dan Maha Kuasa. Namun Dia mau mendekatkan diri kepada manusia.”
“Allah mau menyajikan diri-Nya secara pribadi. Maka Ia menjelma menjadi manusia. Inilah pribadi Isa Al-Masih. Maka Isa lebih dari seorang nabi.”
Rizki bertanya: “Jika demikian apakah kamu menyembah banyak Allah? Jadi ada Allah di surga. Lalu ada Allah juga yang jadi manusia?”
“Tentu saja tidak!” jawab saya. “Umat Nasrani juga percaya bahwa Allah itu Esa.”
“Allah yang Maha Kuasa tentu berkuasa bukan? Ia bisa menyatakan diri-Nya dengan berbagai cara. Ia tetap Allah di surga, dan mampu menjelma menjadi manusia pada saat bersamaan.”
Rizki menjadi tertarik. Ia menghargai pandangan Nasrani bahwa Allah itu Esa. Namun Ia masih belum paham penjelmaan Allah melalui Isa Al-Masih.
Ilustrasi Penulis Cerita
Kemudiaan saya memberikan gambaran sederhana. Ilustrasi ini bukanlah gambaran semampunya dari apa yang terjadi. Namun hal ini dapat membantu pemahaman kita.
Bayangkan ada seorang penulis terkenal. Ia biasa membuat banyak buku maupun artikel di website dan koran.
Suatu kali ia sangat sedih dengan masalah lingkungan hidup. Tadinya lebat dengan pepohonan. Namun sekarang gundul karena penebangan manusia.”
Ia kemudian menulis sebuah artikel di koran terkemuka. Artikel ini menceritakan penderitaan anak kecil yang tinggal di hutan.

Dari gambaran ini, Allah adalah sang penulis. Sedangkan Isa Al-Masih adalah “Allah yang menjelma” ke dalam cerita hidup manusia. Allah melalui “tulisan-Nya” atau “Firman-Nya” menjadi manusia.
Jadi Isa hanya seorang nabi adalah salah dalam pandangan Nasrani. Melainkan Ia adalah Allah sendiri yang datang langsung ke dunia.
Mustahil Isa Hanya Seorang Nabi?
Kemudian saya bertanya. “Memangnya apa saja dalil Isa Al-Masih dalam kepercayaan kamu, adakah keterangan tentang-Nya?”
Rizki berkata bahwa pandangan agamanya jelas. Isa hanya seorang nabi.
Namun memang ada banyak keterangan tentang Nabi Isa yang menarik. Misalnya Ia adalah satu-satunya yang lahir dari perawan. Juga hanya Isa yang tidak tersentuh setan saat bayi (Shahih Bukhari 3177).
Kemudian salah satu mukjizat Nabi Isa adalah membangkitkan orang mati. Hanya Dia yang mendapat keistimewaan demikian. Dan juga Isa Al-Masih akan datang kembali sebagai hakim adil.
Mendengar penjelasan ini saya merespon. “Wah rupanya banyak juga keistimewaan Isa Al-Masih dalam kepercayaan kamu.”
Dalam Kitab Injil, semua hal itu ada penjelasannya. Karena Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah (Kalimatullah) yang menjadi manusia.
“Kalam [Isa Al-Masih] telah ada dari mulanya. Kalam itu bersama Allah, dan Kalam itu adalah Allah . . . Kalam itu telah menjadi manusia, lalu tinggal di antara kita . . . penuh dengan anugerah dan kebenaran” (Injil, Yahya 1:1,14).
Oleh karena itu, pastilah Ia tidak tersentuh setan. Pastilah Ia penuh kuasa Allah. Dan tentu saja Ia mampu menjadi Hakim adil manusia.
Tujuan Allah Menjadi Manusia
“Menarik juga penjelasan kamu.” Kata Rizki. “Namun pertanyaan selanjutnya adalah untuk apa? Dalam pandangan kami, Allah tidak perlu menjadi manusia.”
“Pertanyaan kamu sangat baik. Ini sudah menyangkut inti kepercayaan Nasrani.” Kemudian saya jelaskan pandangan saya.
Kitab Allah, menyatakan Allah adalah Maha Suci. Namun Ia juga Maha Kasih. Kitab Allah ini maksudnya Kitab Taurat, Zabur dan Injil.
Karena itu Allah mau menyelamatkan manusia. Ia menunjukkan jalan lurus ke surga.
Memang benar Allah berbicara melalui para nabi-Nya. Namun Ia juga mau hadir dan berbicara langsung kepada manusia.

Melalui Isa Al-Masih, kita memperoleh jalan selamat. Allah akan mengampuni dosa dan memberi tuntunan-Nya. Sehingga kita dapat kepastian surga.
“Sebab semua orang telah berdosa dan tidak dapat mencapai kemuliaan Allah. Tetapi, karena anugerah-Nya, mereka dibenarkan dengan cuma-cuma melalui penebusan di dalam Isa Al-Masih” (Injil, Surat Rum 3:23-24).
Isa Bukan Hanya Seorang Nabi
“Jadi jelas dalam pandangan Nasrani Isa hanya seorang nabi adalah keliru. Kami melihat-Nya sebagai Kalimatullah yang menjelma menjadi manusia.”
Kemudian saya berkata: “Aku paham kenapa dari sudut pandang kamu, hal ini sulit diterima. Kita mungkin beda kesimpulan, tapi tetap kita bisa saling menghormati.”
Rizki senang dengan semua penjelasan ini. Ia mengakui bahwa memang kita bisa memiliki pandangan berbeda. Namun sekarang ia lebih paham sudut pandang Nasrani. Sehingga lebih menghargainya.
Sebelum kami berpisah bahkan ia mengucapkan selamat Natal. Ia bersyukur tinggal di Indonesia. Karena di bangsa ini menghargai keragaman.
Isa Juruselamat Manusia
Untuk Saudara pembaca, kita juga bisa memiliki banyak pandangan berbeda. Tapi kita sebagai manusia pasti tidak luput dari dosa. Dan kita semua merindukan surga.
Allah menyediakan jalan lurus keselamatan. Yaitu melalui Isa Al-Masih. Kita akan mendapat ampunan dosa dan jaminan surga.
Kita memperolehnya dengan cara mengimani Isa sebagai Allah yang menjelma menjadi manusia. Kemudian kita menjadi pengikut-Nya. Dengan cara mempelajari dan mengamalkan ajaran-Nya.
“Al-Masih adalah wujud nyata dari Allah yang tidak dapat dilihat . . . segala keilahian-Nya yang sempurna terhimpun di dalam Sang Anak yang datang daripada-Nya . . . supaya melalui Dia, segala sesuatu . . . berdamai kembali dengan diri-Nya [beroleh keselamatan]. Perdamaian itu diadakan oleh Allah melalui pencurahan darah Sang Anak yang datang daripada-Nya di kayu salib” (Injil, Surat Kolose 1:15, 19-20).
Maukah Anda mendapat jalan selamat Allah? Mari mengimani Isa Al-Masih.
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel “Apakah Benar Isa Al-Masih Hanyalah Seorang Nabi?” Jika Anda berminat, silahkan klik pada link-link berikut:
- Kisah Nabi Isa Singkat Menurut Kitab Allah
- Ramalan Isa Seorang Nabi Membuktikan Dia Melebihi Para Nabi!
- Pandangan Orang Kristen Tentang Nabi Muhammad
- Nikmat Khusus Para Nabi Tidak Menjamin Keselamatan
Video:
Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Apa yang Al-Quran katakan tentang Isa? Apa yang Alkitab katakan tentang Dia?
- Apakah Saudara mengenal Isa? Apakah Saudara tahu apa yang Dia telah perbuat, ajar, dan akui?
- Apakah menurut Saudara Isa hanyalah seorang nabi? Mengapa? Mengapa tidak?
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.
Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”
Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. Atau SMS ke: 0812-9530-4930


PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR
Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .