• Skip to main content
  • Skip to header right navigation
  • Skip to site footer
Isa Dan Al-Quran

Isa Dan Al-Quran

Dialog Agama - Isa dan Al-Quran

  • Maksud Situs Ini
    • Tentang Kami
    • 60 Ayat Tentang Isa dalam Al-Quran
    • Isa dan Al-Fatihah
  • Jalan ke Surga
    • Paspor Menuju Sorga
    • 6 Ayat Terpenting
  • Ayat Al-Quran
  • Artikel
    • Daftar Artikel
  • Kitab TZI
  • Hubungi Kami

Bolehkah Merayakan Maulid Nabi? Dalil & Maknanya Bagi Mukmin

Isa Dan Al-Quran > Ayat-Ayat Al-Quran > Al-Imran 3:45 > Bolehkah Merayakan Maulid Nabi? Dalil & Maknanya Bagi Mukmin
13 August 2026 | 22 Komentar

Saya baru saja merayakan ulang tahun. Ada banyak teman, keluarga dan kerabat yang memberikan selamat dan doa.

Saya senang jika ada orang yang mengingat ulang tahun saya. Karena saya merasa dihargai.

Tentu semua orang akan merasa senang jika diingat dan dihargai. Banyak juga orang yang merayakan hari ulang tahunnya.

Dalam hal ini ada banyak pertanyaan mengenai “ulang tahun nabi.” Bolehkah merayakan Maulid Nabi?

Sebagian ulama mendukungnya. Namun banyak juga yang melarangnya.

Bagaimana seharusnya sikap kita mengenai hal ini? Dan apa maknanya bagi hidup kita? Mari kita lihat pembahasannya.

Bolehkah Merayakan Maulid Nabi?

Kita bisa bertanya pertanyaan itu kepada banyak umat Muslim. Kita akan mendapatkan berbagai jawaban bervariasi.

Perayaan Maulid Nabi Islam mulai berkembang di negara Timur Tengah. Di Indonesia sendiri, tidak semua umat merayakannya.

Contohnya, aliran Wahabi atau Salafi. Mereka tidak setuju dengan perayaan Maulid Nabi.

Mari kita lihat dalil dan pendapat dari kedua belah pihak. Untuk menjawab permasalahan bolehkah merayakan Maulid Nabi.

Bolehkah Merayakan Maulid Nabi: Ya, Perlu!

Bagi pihak yang merayakan, para ulama memiliki pandangan tersendiri. Bahwa Nabi Islam adalah nabi yang mulia. Ada ajakan untuk umat menghargainya.

“Tiga (perkara) yang apabila ada pada diri seseorang, ia akan mendapatkan manisnya iman: (terutama) Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya dari selain kedua lainnya . . .” (Shahih Bukhari 20).

Sehingga hari kelahirannya patut untuk dirayakan dan peringati. Hal ini adalah ekspresi penghargaan terhadapnya.

Ulama yang memperbolehkan juga mengambil dalil karena ada banyak tujuan baik. Sehingga banyak faedah dalam melakukannya. Semua tujuan ini tidak bertentangan dengan syariat.

Beberapa contoh tujuan baiknya adalah:

  1. Mengingat teladan Nabi Islam.
    Sebagai kesempatan refleksi diri. Melihat teladan baik dan berusaha memperbaiki diri.
  2. Memotivasi orang beribadah.
    Saat Maulid Nabi juga menjadi saat umat untuk bershalawat.
  3. Momen memperdalam agama.
    Perayaan Maulid nabi disertai ibadah. Hal ini bisa menambah pengetahuan agama.

Bolehkah Merayakan Maulid Nabi: Tidak Boleh!

Pada pihak lain, ada banyak ulama yang tidak setuju. Mereka berpendapat bahwa perayaan Maulid nabi adalah bid’ah.

Hal ini karena tidak ada perintah langsung dari Nabi Islam untuk merayakannya. Juga tidak ada contoh dari teman atau para ulama awal yang merayakannya.

Pendapat ini mengambil dalil dari Al-Quran. Bahwa sebenarnya agama Allah sudah cukup. Sehingga tidak perlu ada penambahan apapun.

“. . . Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, . . .” (Qs 5:3).

Apabila perayaan Maulid Nabi ini tergolong ke dalam kesempurnaan agama, pasti akan ada perintahnya. Namun kita tidak dapat menemukannya.

“Siapa yang membuat perkara baru dalam urusan kami ini yang tidak ada perintahnya maka perkara itu tertolak” (Shahih Bukhari 2499).

Karena itu pandangan ini melarang umat untuk merayakan Maulid Nabi.

Bolehkah Merayakan Maulid Nabi: Telaah Lebih Lanjut

Kita melihat bahwa kedua pandangan di atas sangat berbeda. Sehingga bisa menimbulkan kebingungan bagi umat Islam.

Memang sampai sekarang hal ini masih menjadi perdebatan. Tidak ada jawaban tunggal yang disepakati oleh seluruh ulama.

Ulama yang bijak akan membebaskan umat untuk mengikuti ajaran imam mereka. Entah itu untuk merayakan ataupun tidak.

Pertimbangannya karena memang ada niat baik. Namun tidak ada dalil kuat yang mendukung atau melarangnya.

Merayakan Maulid nabi dikembalikan pada masing-masing pribadi karena tidak berarti sesat. Tetapi juga tidak ada janji kesejahteraan dan berkah bagi yang memperingatinya.

Dalam hal ini, ada satu Maulid nabi yang istimewa. Ada janji kesejahteraan Allah.

Maulid Nabi yang Membawa Kesejahteraan

Ada satu Nabi Allah yang kelahiran-Nya istimewa. Nabi ini adalah Isa Al-Masih.

Hanya Isa Al-Masih yang lahir dari seorang perawan. Al-Quran menyatakan Dia adalah anak suci (Qs 19:19). Menurut Hadis, hanya Isa Al-Masih yang tidak tersentuh setan saat lahir (Shahih Bukhari 3177).

Maulid Isa Al-Masih sangat spesial. Karena ada kesejahteraan Allah. “Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, . . .” (Qs 19:33).

Terlebih lagi, Maulid Nabi Isa menjadi tanda rahmat Allah bagi manusia. Dalilnya langsung terdapat dalam Al-Quran.

“Kami hendak menjadikan [Isa Al-Masih] sebagai tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami” (Qs 19:21).

Menariknya lagi Isa Al-Masih adalah Pribadi berbeda. Karena Ia terkemuka bahkan sampai akhirat.

“Ingatlah, ketika Malaikat berkata: ‘Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat daripada-Nya, . . . seorang terkemuka di dunia dan di akhirat . . .’” (Qs 3:45).

Mengapa ada begitu banyak dalil kuat mengenai Isa Al-Masih? Mari kita lanjutkan pembahasannya.

Maulid Nabi yang Menyelamatkan Manusia

Kitab Injil memberitahu jati diri Isa Al-Masih. Menjelaskan mengapa kelahiran-Nya begitu berbeda.

Isa Al-Masih adalah penjelmaan dari Allah sendiri. Allah yang menjadi manusia. Jadi Isa adalah perwujudan Firman Allah (Kalimatullah) dan Ruh-Nya.

Allah menjadi manusia untuk menolong manusia berdosa. Agar kita memperoleh ampunan-Nya sehingga kita bisa mencapai surga-Nya.

Memang setiap manusia pasti berdosa. Sedangkan Allah Maha Suci. Semua amal ibadah kita tidak mungkin cukup baik untuk mencapai-Nya.

Melalui Isa, Allah menyediakan terang manusia. Menunjukkan jalan keselamatan dalam dunia yang gelap ini.

Dan melalui Isa, Allah mau mengampuni dosa manusia. Ia juga akan membimbing kita dalam terang kebenaran-Nya sampai kita mendapat surga.

“Sebab di dalam Al-Masih secara jasmani berdiam keilahian yang sempurna . . . Kamu juga dahulu mati karena dosa-dosamu . . . Namun, kamu dihidupkan kembali oleh Allah bersama-sama dengan Dia [Isa Al-Masih]. Allah mengampuni dosa-dosa kita” (Injil, Surat Kolose 2:9, 13).

Karena ini juga, Kitab Injil menekankan ada kesejahteraan Allah. Yaitu kelahiran Isa Al-Masih membawa damai bagi manusia.

“Lalu kata malaikat itu . . . ‘Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat [Al-Masih], yaitu Kristus [Isa], Tuhan, . . . damai sejahtera di bumi di antara manusia . . .’” (Injil, Lukas 2:10-11,14 TB).

Maulid Nabi Isa Sebagai Ungkapan Syukur

Bagi orang yang merayakan Maulid nabi, memperingati untuk berbagai alasan baik. Misalnya mengambil teladan dan hikmahnya dalam hidup kita.

Mengenai bolehkah merayakan Maulid Nabi Islam, masih banyak perdebatan. Tidak ada dalil pasti dalam Al-Quran maupun Hadis.

Namun banyak dalil kuat mengenai Maulid Isa Al-Masih. Hal ini karena Ia membawa terang Allah. Yaitu terang kebenaran yang menyelamatkan kita.

“. . . Akulah [Isa Al-Masih] terang dunia. Orang yang mengikut Aku tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan akan mempunyai terang hidup [keselamatan]” (Injil, Yahya 8:12).

Kita bisa menerima terang Allah ini. Caranya dengan mengimani dan menjadi pengikut Isa.

Kita bisa merayakan dan memaknai Maulid Isa Al-Masih. Karena melalui-Nya kita mendapatkan terang jalan ke surga.

Mari mengimani dan menjadi pengikut Isa. Kemudian kita bisa bersyukur karena terang rahmat-Nya yang menyelamatkan.


Artikel Terkait

Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel “Bolehkah Umat Islam Merayakan Maulid Nabi Isa?” Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:

  1. Salah Satu Mukjizat Isa: Memulihkan Hubungan Kita Dengan Allah
  2. “Natal” Perayaan Kelahiran Isa Al-Masih Yang Hidup
  3. Apakah Kelahiran Isa Malam Teristimewa Bagi Muslim Dan Nasrani?

Video:

  1. Natal Bagi Mukmin Dan Nasrani: Kelahiran Raja Damai
  2. Ayat Al-Quran Yang Menjelaskan Tentang Natal

 

Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Mengapa orang di seluruh dunia senang merayakan hari ulang tahun kelahirannya?  Tujuannya apa?
  2. Menurut Saudara, bolehkah kita umat beragama merayakan Maulid Nabi Isa, Sang Kalimat Allah yang telah datang ke dunia? Jelaskan!
  3. Apakah Saudara masih berpikir bahwa pengikut Isa Al-Masih salah dalam merayakan kelahiran-Nya, walaupun Ia membawa keselamatan dan hidup kekal bagi mereka? Mengapa?

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel “Bolehkah Merayakan Maulid Nabi Islam dan Isa Al-Masih?”, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. Atau SMS/WA ke: 0812-9530-4930. 

Category: Al-Imran 3:45Tag: Islam Terhadap Isa

Bagikan Artikel Ini:

Share on Facebook Share on X (Twitter) Share on WhatsApp Share on Email Share on SMS

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .

Subscribe
Beritahulah

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
4. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Al-Quran

22 Komentar
Paling lama
Terbaru
era
13 July 2013 4:20 am

~
Saya tidak mengetahui ulang tahunnya Allah. Bagaimana merayakannya?

Balas
staff
17 July 2013 8:34 am
Balasan ke  era

~
Saudara Era,

Allah tidak dilahirkan karena Dia adalah kekal. Namun, tahun kedatangan Kalimat Allah yang telah menjadi manusia itulah yang diperingati sebagai perayaan Natal. Perayaan natal bukanlah sekedar rutinitas perayaan keagamaan yang harus dijalani setiap tahunnya. Namun, inti natal adalah memperingati dan merenungkan kembali makna kedatangan Isa Al-Masih sebagai Juruselamat di dunia ini.

“Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud….” (Injil, Rasul Lukas 2:11). Jadi, kedatangan Isa Al-Masih ke dunia ini adalah sebuah misi untuk membereskan persoalan terbesar manusia yaitu dosa.

Dosa memisahkan manusia dari Allah. Dosa merusak hubungan antara manusia dan Allah, dan penyebab konflik antara manusia dengan manusia. Isa Al-Masih datang untuk memulihkan hubungan tersebut. Untuk menyambut kedatangan-Nya, kiranya saudara berkenan membuka hati dan menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi.
~
SL

Balas
THA, MPA
14 September 2013 8:23 pm

~
Dengan nama Allah yang maha pemurah lagi penyayang. Saudara, kenapa dipertikaikan perbedaan sikap mereka yang merayakan hari kelahiran Rasul Muhammad? Apabila seseorang yang kita cintai dan banyak berkorban untuk kita, maka tidak salah kalau kita mengingatinya. Cuma jangan berlebihan.

Balas
staff
27 September 2013 12:14 pm
Balasan ke  THA, MPA

~
Saudara THA,

Sebagian umat Muslim tidak merayakan maulid Nabi Muhammad karena maulid dikategorikan sebagai bid’ah. Maulid adalah perkara baru dalam agama yang tidak ada dasarnya sama sekali. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Waspadalah kalian dari perkara-perkara baru (dalam agama) karena sesungguhnya semua bid’ah itu sesat” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).

Bagaimana dengan Natal? Walaupun tidak ada perintah dalam Alkitab, namun merayakan Natal adalah baik dan perlu. Kita wajib bersyukur mengenang kelahiran Isa Al-Masih, sang Juruselamat dunia yang telah lahir 20 abad silam. Dan kita juga dapat ‘memuji dan memuliakan Allah’ yang telah mendatangkan ‘kesukaan besar bagi seluruh bangsa’ dan ‘damai sejahtera di bumi’.

Bahkan ketika berita Natal pertama kali disampaikan, bukan hanya para gembala di padang Efrata yang bersukacita. Tetapi para malaikat di sorga juga menyambutnya dengan sukacita.

“Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya: Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya” (Injil, Rasul Lukas 11:13-14).
~
SL

Balas
ella
11 October 2013 12:33 pm

~
[quote]kalau mampu ya dirayakan kalau tidak ya tidak memaksa,natal juga banyak yang tidak merayakan,sama saja.[/quote]
Kalau Maulud dirayakan secara besar-besaran nanti iri lagi. Merayakan sederhana saja acara Maulud Nabi Muhammad Saw sampai 1 bulan, apalagi besar-besaran. Maulud Nabi Muhammad dirayakan sampai 1 bulan sedangkan Natal hanya 1 hari.

Balas
staff
25 October 2013 2:26 am
Balasan ke  ella

~
Saudara Ella,

Sekalipun umat Muslim merayakan Maulud Nabi Muhammad secara besar-besaran, kami yakin umat Kristen tidak akan ada yang iri. Karena hal ini tidak mempunyai makna apa-apa bagi keselamatan manusia, kecuali hanya pemborosan.

Bagaimana dengan Natal? Walaupun Alkitab tidak memberikan pernyataan yang gamblang tentang perintah langsung untuk merayakan Natal. Tetapi umat Kristen dapat melihat bahwa Alkitab memberi perintah agar mereka selalu mengingat kasih dan anugerah Allah melalui Natal.

“Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud”
(Injil, Rasul Lukas 2:11). Natal adalah anugerah Allah yang sangat besar bagi manusia. Karena melalui peristiwa kelahiran Isa Al-masih (inkarnasi) ke dalam dunia kita dapat melihat penggenapan rencana keselamatan dari Allah. Di mana Allah telah merencanakan keselamatan itu sejak manusia jatuh ke dalam dosa.

Tidak ada satu manusia pun yang mampu menjalankan dan memenuhi rencana keselamatan Allah, selain dari pada Allah sendiri yang harus turun menjadi manusia kemudian mati di kayu salib. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16).
~
SL

Balas
Wayunendra
15 December 2013 5:38 am

~
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.

Bagaimana dengan kelahiran Isa Al-Masih itu sendiri yang diperingati tanggal 25 Desember? Apakah di Perjanjian Lama atau Perjanjian Baru menerangkan demikian, yaitu Isa Al-Masih lahir pada tanggal 25 Desember? Bagaimana jika Isa Al-Masih tidak dilahirkan pada tanggal 25 Desember, yang artinya Natal atau perayaan atas kelahiran Isa Al-Masih ternyata tidak sesuai atau tidak tepat waktunya?

Balas
staff
23 December 2013 7:48 am
Balasan ke  Wayunendra

~
Saudara Wayunendra,

Alkitab baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, bahkan Al-Quran tidak pernah mencatat tanggal berapa pastinya Isa Al-Masih lahir. Allah juga tidak pernah memerintahkan umat Kristen untuk merayakan Natal. Walaupun demikian, kenyataanya mereka selalu merayakan Natal setiap 25 Desember.

Natal yang dirayakan oleh orang Kristen setiap 25 Desember bukanlah lahirnya Isa Al-Masih secara jasmani. Melainkan “lahirnya” Isa Al-Masih di dalam kehidupan rohani mereka. Dengan kelahiran Isa dalam hidup mereka, maka akan mempunyai “Cahaya Terang”. Sebab kedatangan Isa Al-Masih ke dunia untuk membawa Cahaya Terang. 

“Akulah [Isa Al-Masih] terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup” (Injil, Rasul Besar Yohanes 8:12).
~
Slamet

Balas
kabayan
21 January 2014 7:01 pm

~
Kita tahu setiap tahun baru Cina setiap perayaannya berbeda tanggalnya setiap tahun karena mereka punya tanggal tersendiri (tanggal versi Cina). Sama halnya perayaan kelahiran nabi Muhammad setiap tahun berbeda tanggal bahkan bulannya.

Bagaimana dengan umat Israel (orang pilihan) apa tidak punya kalender sendiri selalu 25 Desember. Atau ini pekerjaan gereja Vatikan dalam penyesatan umat nabi Isa?

Balas
staff
4 February 2014 6:03 am
Balasan ke  kabayan

~
Saudara Kabayan,

Betapa kacau nya apabila tanggal kelahiran kita yang tertulis di KTP berubah setiap tahunnya. Oleh sebab itu, penanggalan Arab maupun Cina tidak digunakan secara internasional. Dunia internasional justru menggunakan penanggalan Masehi. Tahukah saudara?

“Masehi” berasal dari kata “Mesias” atau “Al-Masih” yang artinya “diurapi” yaitu gelar dari Isa Al-Masih. Percaya atau tidak, hal ini merupakan bukti bahwa penjelmaan Isa Al-Masih ke dalam dunia secara tidak langsung diakui oleh dunia internasional.

Sebelum kedatangan-Nya ke dunia, penanggalan menggunakan istilah B.C. (Before Christ), yang artinya “Sebelum Masehi”. Setelah Isa Al-Masih berada di dunia digunakan istilah Tahun Masehi, yang artinya “Tahun Juruselamat kita”, yang dalam dunia internasional disebut A.D (Anno Domini) yang berarti “Tahun Tuhan kita”.
~
Slamet

Balas
Ifan
22 June 2015 2:32 am

~
Staf IDA Ysh,

Injil Rasul Besar Yohanes 8:12, “Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.”

Mengikuti seperti apa yang dimaksud, karena 10 perintah Allah sudah saya ikuti.
1.Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.
2.Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun.
3.Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan.
4.Hormatilah ayah & ibumu
5.Jangan membunuh
6.Jangan berzina
7.Jangan Mencuri
8.Jangan mengucapkan saksi dusta..
9.Jangan mengingini rumah sesamamu
10.Jangan mengingini milik sesamamu

Jika Kristen adalah mengikuti perintah Isa, maka saya lebih kristen dari yang mengaku Kristen.

Balas
staff
3 March 2017 8:48 pm
Balasan ke  Ifan

~
Saudara Ifan,

Saudara mengaku lebih Kristen karena merasa telah melakukan 10 perintah Allah dalam Kitab Taurat. Namun itu semua belum memenuhi syarat untuk disebut Kristen. Mengapa?

Orang Kristen adalah orang yang mempunyai hidup baru dalam Isa Al-Masih. Orang yang mempunyai tabiat ilahi karena beriman dan bersandar kepada Isa Al-Masih.
“Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku” (Injil, Surat Galatia 2:20).
~
Slamet

Balas
@Kamelia
5 February 2017 2:10 am

~
Buat : Sdr Ifan

Saya setuju dengan apa yang anda katakan. Permasalahannya adalah adakah Injil mengatakan bahwa Muhammad adalah Nabi Allah? Malahan Muhammad berkata: “Imanilah Injil, di dalamnya ada cahaya, terang dan orang bertaqwa kepada Allah” (Qs 5:46).

Iman Muhammad menyembah Allah, Allah yang mana, anda mengatakan dia nabi, Lihat Ellia adalah Nabi Allah, setelah usai pekerjaan Allah melalui Nabi Ellia hak mendapat sorga, Bagai mana Muhammad? adakah haknya sorga?

Saudaraku anda berkata anda lebih Kristen dari pada saya, masih saya ragukan, karena anda tidak Mengenal siapa Allah, Yesus adalah perwujudan Allah di bumi. Ketika Yesus membangkitkan Lazarus yang wafat, Yesus tidak berdoa tetapi hanya berkata bangkitlah, maka Lazarus bangkit. Sadarlah

Balas
staff
3 March 2017 9:00 pm
Balasan ke  @Kamelia

~
Saudara Kamelia,

Saudara benar, orang Kristen atau Nasrani adalah orang yang mempercayai bahwa Isa Al-Masih dari Nazaret itu merupakan perwujudan Kalimat Allah menjadi manusia. Mereka percaya bahwa Isa adalah Wahyu Allah yang menciptakan segala sesuatu.

Al-Quran sendiri mengatakan Isa Al-Masih itu Kalimat Allah. “(Ingatlah), ketika Malaikat berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al- Masih ‘Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah) ” (Qs 3:45).
~
Slamet

Balas
hakkullah
31 December 2018 1:51 pm

~
Alasannya: Karena tidak ada perintah dari Muhammad. Juga perayaan maulid tidak terdapat dalam Al-Quran.

Respon: Begini saja tanggapan Anda sudah salah, bukan tidak ada perintah tapi tidak ada contohnya. Ibadah itu harus ada contohnya, kalau perintah mah ada, kata siapa tidak ada? Saya sendiri tidak mengerjakan maulid, alasan saya tidak ada contohnya. Sedang mereka mengerjakan maulid, karena ada pertimbangan. Kita tidak mencela perbuatan mereka, asalkan jangan masalah aqidah. Sedang, kelahiran tgl 25 pada nabi Isa as tidak jelas. Kalau kelahiran nabi Isa as, berarti Isa as bukan Tuhan atau bukan Isa itu Allah. Ajaran Anda abu-abu “perbedaan pendapat dikalangan ulama boleh, asal bukan aqidah”

Balas
Admin
Staff Isa dan Al-Quran
4 January 2019 4:24 pm
Balasan ke  hakkullah

~
Saudara Hakkullah,

Terima kasih untuk tanggapannya. Menarik, membaca apa yang sdr sampaikan maka timbul pertanyaan kami. Jika aqidah sdr jelas, di mana tertulis dalam Al-Quran perintah untuk merayakan maulid nabi Islam? Kami menunggu jawaban sdr. Terima kasih.

Adapun kelahiran Isa Al-Masih tertulis jelas dalam Alkitab, “Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud” (Injil, Rasul Lukas 2:10-11). Bahkan kisa kelahiran Isa tertulis jelas dalam kitab yang sdr imani yaitu Al-Quran (Qs 19:17-21, 3:45). Berharap sdr dapat membaca fakta tersebut. Terima kasih.
~
Purnama

Balas
hakkullah
31 December 2018 2:05 pm

~
Yang harus ditanya, pak admin. Benarkan Rasulullah saw tgl 12 rabiul awal? Bukan ditanyakan perbedaan pendapat tentang boleh mengerjakan atau tidak mengerjakan? Kita tidak boleh mengambil keputusan sendiri. Kita harus mengikuti generasi pertama, bukan mengikuti generasi sekarang ini. Ketika saya tanya antum, adakah contohnya? Anda tidak bisa jawab, yang ada jawaban anda ngawur dengan alasan ini ada perintah dari Al-Quran. Saya tidak tanya itu. Atau ini ada perintah dari Alkitab. Isi Alkitab itu tidak ada penjelasan dari para shahabat atau generasi berikut dan itu tidak ada juga. Dari Anda, tidak bisa juga. Anda generasi terakhir. Masa saya percaya sama generasi terakhir? Kira-kira begitulah.

Balas
Admin
Staff Isa dan Al-Quran
4 January 2019 4:39 pm
Balasan ke  hakkullah

~
Saudara Hakkullah,

Benar yang sdr sampaikan bahwa kita tidak boleh mengambil keputusan sendiri. Nah, sebenarnya kita tidak mengikuti pendapat manusia ataupun generasi pertama, patokan kita adalah firman Allah. Lagi, merayakan hari kelahiran tidak salah, semua orang patut merayakannya. Pertanyaannya apakah salah bila kita merayakan kelahiran Kalimat Allah Isa Al-Masih yang menyelamatkan manusia berdosa? Tentu tidak salah, bukan? Karena kedatangan Isa tertulis jelas dalam Kitab Suci Allah.

Oh ya, pertanyaan kami yang perlu sdr jawab adalah, jika aqidah sdr jelas, di mana tertulis dalam Al-Quran perintah untuk merayakan maulid nabi Islam? Karena sdr menyatakan ada perintahnya. Kami menunggu jawaban sdr. Terima kasih.
~
Purnama

Balas
hakkullah
4 January 2019 5:08 pm

~
Contoh surat Yunus: 58. Jika ayat ini menjadi pedoman, maka hari ulang tahunpun kita dirayakan. Misalkan: tgl 15 juni. Tanggal itulah kita merayakan, apalagi merayakan maulid Nabi. Ditanyakan: ada contohnya? Tidak ada contohnya. Lalu kenapa kita melakukannya? Tidak ada keharusan, yang Allah muliakan itu bukan acaranya itu, tapi siapa yang paling bertakwa di antara kita. Contoh: ada tetangga saya, merayakan acara maulid, lalu saya bilang, ibidah sampil mengucapkan yang tidak mengenakkan. Kalau begitu, apa bedanya merakayakan dengan tidak? Kalau yang namanya mein kata dengan ayat Alquran, semuanya bisa jadi halal yang haram itu bisa dibikin halal. Dapat dipahami?

Balas
Admin
Staff Isa dan Al-Quran
14 January 2019 4:39 pm
Balasan ke  hakkullah

~
Saudara Hakkullah,

Kami masih tidak memahami yang saudara sampaikan. Sdr mengatakan merayakan Maulid nabi Islam ada perintahnya, tapi sdr tidak memberikan dalilnya. Hanya berdasarkan jika ada contohnya. Namun saudara juga mengatakan bukan acaranya yang Allah muliakan, tapi siapa yang paling bertakwa. Jadi, kami menyimpulkan bahwa sdr setuju merayakan kelahiran nabi Islam walaupun tidak ada perintahnya, bukan? Nah, pengikut Isa pun demikian. Mereka merayakan kelahiran Isa yang adalah Kalimat Allah sebagai Juru selamat dunia. Patutlah disyukuri karena keselamatan dari Allah, manusia berdosa dapat berdamai dengan Allah melalui Isa Al-Masih. “Dan Ia (Isa Al-Masih) adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia” (Injil, Surat 1 Yohanes 2:2).
~
Purnama

Balas
hakkullah
14 January 2019 5:45 pm

~
Perintahnya ada secara umum bukan dibilang maulid. Tidak ada dalam ayat Al-Quran bilang, lakukanlah maulid nabi, tidak begitu. Kelahiran seorang bayi adalah karunia Allah, islamnya saya ini adalah rahmat Allah. Jadi, dalam ayat itu, bisa merayakan kelahiran Nabi, atau kelahiran kita ataupun merayakan kemenangan kita dalam membela tanah air kita. Atau apa saja yang diberikan karunia dan rahmat kepada kita. Tapi contoh dari para sahabat tidak ada. Orang tuanya contohnya kok perintah. Contoh dalam agama Kristen, contohnya nyanyi di Gereja tidak ada, kalau ditanya perintah, pasti ada. Makanya kita beda dengan Anda. Masalahnya Anda ibadah dan aqidah, sedang kita tidak menyangkut itu.

Balas
Admin
Staff Isa dan Al-Quran
16 January 2019 6:14 pm
Balasan ke  hakkullah

~
Saudara Hakkullah,

Kami setuju dengan Anda dalam hal antusiasme di dalam mensyukuri sesuatu hal dalam bentuk seremonial atau perayaan terutama berkaitan dengan keimanan. Namun merayakan kedatangan Kalimat Allah itu pun patut kita syukuri bersama sebab Islam dan Kristen sama-sama mengimani peristiwa tersebut. Mari mensyukuri hal itu.
~
Noni

Balas

Sidebar

Artikel Terbaru

  • Ayat Kursi Dan Manfaatnya Sangat Besar, Mau Tahu?
  • Bolehkah Merayakan Maulid Nabi? Dalil & Maknanya Bagi Mukmin
  • Taurat Injil Diubah? Cendekiawan Islam Berkata Lain!
  • Isa Hanya Seorang Nabi? Pandangan Islam Dan Nasrani
  • Awal Mula Qurban Menyatakan Ridha Allah? Ini Faktanya

Artikel Terpopuler Bulan Ini

  • Bolehkah Merayakan Maulid Nabi? Dalil & Maknanya Bagi Mukmin
  • Ayat Kursi Dan Manfaatnya Sangat Besar, Mau Tahu?
  • Taurat Injil Diubah? Cendekiawan Islam Berkata Lain!
  • Benarkah Hanya Bahasa Arab Bahasa Al-Quran Asli?
  • Dalil Tidak Ada Yang Mustahil Bagi Allah Untuk Manusia Berdosa

Artikel Yang Terhubung

  • Bukti Tidak Ada Yang Mustahil Bagi Allah: Allah Bisa…
  • Mukmin Wajib Tahu! Ini Arti Kalimat Allah
  • Asal-Usul Nabi Isa, Hanya Satu Nabi Yang Bukan Ciptaan Allah
  • Isa Hanya Seorang Nabi? Pandangan Islam Dan Nasrani
  • Peristiwa Penting Sebelum Kiamat: Kedatangan Nabi Besar Isa!

Hubungi Kami

Apabila Anda memiliki pertanyaan / komentar, silakan menghubungi kami dengan menekan tombol di bawah ini.

Hubungi Kami

Renungan Berkala Isa dan Al-Fatihah

Apabila Anda ingin menerima renungan singkat setiap minggu, silakan menekan tombol di bawah ini

Renungan Berkala Isa dan Al-Fatihah

Social Media

Facebook

Facebook

TikTok

TikTok

Instagram

Instagram

YouTube

YouTube

Hak Cipta © 2009–2026 Dialog Agama Isa dan Al-Quran. | Kebijakan Privasi | Kebijakan Dalam Membahas Email | Hubungi Kami

wpDiscuz