
Saya senang jika ada orang yang mengingat ulang tahun saya. Karena saya merasa dihargai.
Tentu semua orang akan merasa senang jika diingat dan dihargai. Banyak juga orang yang merayakan hari ulang tahunnya.
Dalam hal ini ada banyak pertanyaan mengenai “ulang tahun nabi.” Bolehkah merayakan Maulid Nabi?
Sebagian ulama mendukungnya. Namun banyak juga yang melarangnya.
Bagaimana seharusnya sikap kita mengenai hal ini? Dan apa maknanya bagi hidup kita? Mari kita lihat pembahasannya.
Bolehkah Merayakan Maulid Nabi?
Kita bisa bertanya pertanyaan itu kepada banyak umat Muslim. Kita akan mendapatkan berbagai jawaban bervariasi.
Perayaan Maulid Nabi Islam mulai berkembang di negara Timur Tengah. Di Indonesia sendiri, tidak semua umat merayakannya.
Contohnya, aliran Wahabi atau Salafi. Mereka tidak setuju dengan perayaan Maulid Nabi.
Mari kita lihat dalil dan pendapat dari kedua belah pihak. Untuk menjawab permasalahan bolehkah merayakan Maulid Nabi.
Bolehkah Merayakan Maulid Nabi: Ya, Perlu!
Bagi pihak yang merayakan, para ulama memiliki pandangan tersendiri. Bahwa Nabi Islam adalah nabi yang mulia. Ada ajakan untuk umat menghargainya.
“Tiga (perkara) yang apabila ada pada diri seseorang, ia akan mendapatkan manisnya iman: (terutama) Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya dari selain kedua lainnya . . .” (Shahih Bukhari 20).
Sehingga hari kelahirannya patut untuk dirayakan dan peringati. Hal ini adalah ekspresi penghargaan terhadapnya.

Beberapa contoh tujuan baiknya adalah:
- Mengingat teladan Nabi Islam.
Sebagai kesempatan refleksi diri. Melihat teladan baik dan berusaha memperbaiki diri. - Memotivasi orang beribadah.
Saat Maulid Nabi juga menjadi saat umat untuk bershalawat. - Momen memperdalam agama.
Perayaan Maulid nabi disertai ibadah. Hal ini bisa menambah pengetahuan agama.
Bolehkah Merayakan Maulid Nabi: Tidak Boleh!
Pada pihak lain, ada banyak ulama yang tidak setuju. Mereka berpendapat bahwa perayaan Maulid nabi adalah bid’ah.
Hal ini karena tidak ada perintah langsung dari Nabi Islam untuk merayakannya. Juga tidak ada contoh dari teman atau para ulama awal yang merayakannya.
Pendapat ini mengambil dalil dari Al-Quran. Bahwa sebenarnya agama Allah sudah cukup. Sehingga tidak perlu ada penambahan apapun.
“. . . Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, . . .” (Qs 5:3).
Apabila perayaan Maulid Nabi ini tergolong ke dalam kesempurnaan agama, pasti akan ada perintahnya. Namun kita tidak dapat menemukannya.
“Siapa yang membuat perkara baru dalam urusan kami ini yang tidak ada perintahnya maka perkara itu tertolak” (Shahih Bukhari 2499).
Karena itu pandangan ini melarang umat untuk merayakan Maulid Nabi.
Bolehkah Merayakan Maulid Nabi: Telaah Lebih Lanjut
Kita melihat bahwa kedua pandangan di atas sangat berbeda. Sehingga bisa menimbulkan kebingungan bagi umat Islam.
Memang sampai sekarang hal ini masih menjadi perdebatan. Tidak ada jawaban tunggal yang disepakati oleh seluruh ulama.
Ulama yang bijak akan membebaskan umat untuk mengikuti ajaran imam mereka. Entah itu untuk merayakan ataupun tidak.
Pertimbangannya karena memang ada niat baik. Namun tidak ada dalil kuat yang mendukung atau melarangnya.
Merayakan Maulid nabi dikembalikan pada masing-masing pribadi karena tidak berarti sesat. Tetapi juga tidak ada janji kesejahteraan dan berkah bagi yang memperingatinya.
Dalam hal ini, ada satu Maulid nabi yang istimewa. Ada janji kesejahteraan Allah.
Maulid Nabi yang Membawa Kesejahteraan

Hanya Isa Al-Masih yang lahir dari seorang perawan. Al-Quran menyatakan Dia adalah anak suci (Qs 19:19). Menurut Hadis, hanya Isa Al-Masih yang tidak tersentuh setan saat lahir (Shahih Bukhari 3177).
Maulid Isa Al-Masih sangat spesial. Karena ada kesejahteraan Allah. “Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, . . .” (Qs 19:33).
Terlebih lagi, Maulid Nabi Isa menjadi tanda rahmat Allah bagi manusia. Dalilnya langsung terdapat dalam Al-Quran.
“Kami hendak menjadikan [Isa Al-Masih] sebagai tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami” (Qs 19:21).
Menariknya lagi Isa Al-Masih adalah Pribadi berbeda. Karena Ia terkemuka bahkan sampai akhirat.
“Ingatlah, ketika Malaikat berkata: ‘Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat daripada-Nya, . . . seorang terkemuka di dunia dan di akhirat . . .’” (Qs 3:45).
Mengapa ada begitu banyak dalil kuat mengenai Isa Al-Masih? Mari kita lanjutkan pembahasannya.
Maulid Nabi yang Menyelamatkan Manusia
Kitab Injil memberitahu jati diri Isa Al-Masih. Menjelaskan mengapa kelahiran-Nya begitu berbeda.
Isa Al-Masih adalah penjelmaan dari Allah sendiri. Allah yang menjadi manusia. Jadi Isa adalah perwujudan Firman Allah (Kalimatullah) dan Ruh-Nya.
Allah menjadi manusia untuk menolong manusia berdosa. Agar kita memperoleh ampunan-Nya sehingga kita bisa mencapai surga-Nya.
Memang setiap manusia pasti berdosa. Sedangkan Allah Maha Suci. Semua amal ibadah kita tidak mungkin cukup baik untuk mencapai-Nya.
Melalui Isa, Allah menyediakan terang manusia. Menunjukkan jalan keselamatan dalam dunia yang gelap ini.
Dan melalui Isa, Allah mau mengampuni dosa manusia. Ia juga akan membimbing kita dalam terang kebenaran-Nya sampai kita mendapat surga.
“Sebab di dalam Al-Masih secara jasmani berdiam keilahian yang sempurna . . . Kamu juga dahulu mati karena dosa-dosamu . . . Namun, kamu dihidupkan kembali oleh Allah bersama-sama dengan Dia [Isa Al-Masih]. Allah mengampuni dosa-dosa kita” (Injil, Surat Kolose 2:9, 13).
Karena ini juga, Kitab Injil menekankan ada kesejahteraan Allah. Yaitu kelahiran Isa Al-Masih membawa damai bagi manusia.
“Lalu kata malaikat itu . . . ‘Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat [Al-Masih], yaitu Kristus [Isa], Tuhan, . . . damai sejahtera di bumi di antara manusia . . .’” (Injil, Lukas 2:10-11,14 TB).
Maulid Nabi Isa Sebagai Ungkapan Syukur
Bagi orang yang merayakan Maulid nabi, memperingati untuk berbagai alasan baik. Misalnya mengambil teladan dan hikmahnya dalam hidup kita.
Mengenai bolehkah merayakan Maulid Nabi Islam, masih banyak perdebatan. Tidak ada dalil pasti dalam Al-Quran maupun Hadis.

“. . . Akulah [Isa Al-Masih] terang dunia. Orang yang mengikut Aku tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan akan mempunyai terang hidup [keselamatan]” (Injil, Yahya 8:12).
Kita bisa menerima terang Allah ini. Caranya dengan mengimani dan menjadi pengikut Isa.
Kita bisa merayakan dan memaknai Maulid Isa Al-Masih. Karena melalui-Nya kita mendapatkan terang jalan ke surga.
Mari mengimani dan menjadi pengikut Isa. Kemudian kita bisa bersyukur karena terang rahmat-Nya yang menyelamatkan.
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel “Bolehkah Umat Islam Merayakan Maulid Nabi Isa?” Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:
- Salah Satu Mukjizat Isa: Memulihkan Hubungan Kita Dengan Allah
- “Natal” Perayaan Kelahiran Isa Al-Masih Yang Hidup
- Apakah Kelahiran Isa Malam Teristimewa Bagi Muslim Dan Nasrani?
Video:
Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Mengapa orang di seluruh dunia senang merayakan hari ulang tahun kelahirannya? Tujuannya apa?
- Menurut Saudara, bolehkah kita umat beragama merayakan Maulid Nabi Isa, Sang Kalimat Allah yang telah datang ke dunia? Jelaskan!
- Apakah Saudara masih berpikir bahwa pengikut Isa Al-Masih salah dalam merayakan kelahiran-Nya, walaupun Ia membawa keselamatan dan hidup kekal bagi mereka? Mengapa?
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.
Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”
Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel “Bolehkah Merayakan Maulid Nabi Islam dan Isa Al-Masih?”, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. Atau SMS/WA ke: 0812-9530-4930.


PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR
Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .