“Nabi Isa disalib adalah kepercayaan Nasrani. Namun kepercayaan kami jelas. Ia tidak disalib. Melainkan orang lain yang diserupakan dengan-Nya.”
Pendapat teman saya sangat tegas mengenai hal ini. Saat itu kami berdiskusi santai sambil minum kopi.
Saya kemudian bertanya: “pernahkah kamu cek fakta dari sejarah?” Teman saya menjawab selama ini ia tidak terpikir mengenai hal itu. Namun ia yakin sejarah mendukung yang ia yakini.
“Jika demikian bagaimana bila kita mempelajarinya?” Tanya saya. Kemudian kami diskusi mengenai apakah benar Nabi Isa disalib. Kami berbicara sambil cek informasi internet dari telepon genggam kami.
Mari kita lihat apa kata sejarawan mengenai peristiwa Nabi Isa disalib. Agar kita memahami dengan benar apa yang terjadi. Sehingga mendapat maknanya bagi kehidupan.
Nabi Isa Disalib: Fakta Sejarah?
Pertama-tama saya jelaskan bahwa para Sejarawan meneliti dengan objektif. Mereka tidak bias dengan pandangan agama manapun. Mereka hanya mencari bukti yang ada.
Kemudian kami cek internet. Teman saya terkejut saat menemukan berbagai pandangan para Sejarawan.
Semua Sejarawan umum meyakini Nabi Isa disalib. Hal ini bisa dari para Sejarawan Kuno. Maupun Sejarawan Modern.
Informasi ini menarik teman saya. Karena ia melihat hal ini bukan dari sumber Nasrani. Bahkan ada berbagai sumber dari “musuh Nasrani” saat itu. Misalnya Pemerintahan Romawi.
Nabi Isa Disalib: Dalil Agama
Namun sebelum lebih dalam melihat sejarah, teman saya memiliki keraguan. Karena ia yakin ajaran agamanya bahwa Nabi Isa disalib adalah salah. Ada orang lain yang menggantikan-Nya (Qs 4:157).
Kebetulan saya pernah membaca artikel yang menjelaskan ada dalil sebaliknya. Kemudian membiarkan teman saya membacanya sendiri.
Ada dua dalil menarik menyatakan Isa memang mengalami kematian. Setelah itu baru Allah mengangkat-Nya.
- “Ketika Allah berfirman: ‘Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku . . .’” (Qs 3:55).
- “. . . Dajjal akan muncul di tengah-tengah umatku . . . Lalu Allah membangkitkan Isa bin Maryam . . . Ia akan muncul dan membinasakan Dajjal . . .” (Musnad Ahmad 6268).
Kemudiaan artikel itu menjelaskan tafsiran Ulama. Bisa saja yang keliru adalah klaim orang Yahudi. Memang bukan mereka yang menyalibkan Nabi Isa. Namun orang Romawi.
Nabi Isa Disalib: Bukti Sejarah
Informasi ini membuat teman saya sangat penasaran. “Jika demikian, saya memang ingin tahu. Apa saja pandangan para peneliti, sehingga yakin Nabi Isa disalib.”
Kemudian kami mencari berbagai pendapat Ilmuwan. Berikut ini adalah berbagai ringkasan buktinya.
- Argumen historis yang sah.
Fakta sejarah menyatakan penyaliban adalah hal umum pada zaman itu. Bangsa Romawi memang melakukan hukuman mengerikan tersebut.
Tujuannya untuk menghukum pemberontak. Juga untuk mengintimidasi rakyat di wilayah yang bergejolak. Dan terutama menghabisi tokoh yang dianggap ancaman politis.
Menariknya, Nabi Isa sesuai dengan semua kriteria ini. Ia banyak beraktifitas di sekitar Yudea. Yang pada masa itu mengalami ketegangan politik tinggi.
Nabi Isa memiliki banyak pengikut. Sehingga bisa ditakutkan memiliki potensi melakukan pemberontakan.
Ia juga dieksekusi oleh Pilatus. Seorang gubernur yang terkenal keras dan represif pada zaman itu.
Semua fakta ini menyatakan bahwa Nabi Isa disalib adalah benar. Sama sekali tidak ada keraguan sejarah.
- Bukti tertulis Awal.
Peristiwa Nabi Isa disalib terjadi sekitar tahun 33 Masehi. Menariknya saat itu berbagai bangsa sudah bisa membaca dan menulis. Sehingga banyak catatan mengenai berbagai kejadian penting.
Catatan Nabi Isa disalib, ada dari para saksi mata awal. Misalnya salah satu catatan paling awal adalah dari pengikut Isa Al-Masih. Yaitu kurang dari 25 tahun setelah penyaliban. Selain itu ada banyak sekali catatan lainnya menceritakan yang sama.
Semua bukti ini masih berdekatan dengan peristiwa Nabi Isa disalib. Sehingga masih bisa diverifikasi atau disangkal oleh saksi hidup. Namun mereka semua menyetujuinya.
Tidak ada satu bukti pun dari sejarah awal yang menentang Nabi Isa disalib. Informasi lain yang menyatakan sebaliknya baru ada sekitar 600 tahun setelah kejadian. Jelas hal ini dikatakan bukan oleh saksi mata aslinya.
- Karakteristik Bukti Awal.
Berhubungan dengan poin nomor dua, ada keunikan bukti. Menjadi peneguhan fakta Nabi Isa disalib adalah benar.
-
- Bagi para pengikut Nabi Isa: Hal memalukan!
Penyaliban adalah cara kematian paling memalukan menurut budaya Yahudi dan Romawi. Dengan demikian fakta memalukan ini lebih mungkin benar daripada diciptakan.
Jika kejadian ini fiktif, para pengikut Isa tidak akan mengakuinya. Mereka akan menolak kematian seperti itu untuk pribadi yang mereka nyatakan sebagai “Mesias.” - Bagi para musuh Nabi Isa: Pasti terjadi.
Banyak sekali catatan dari para pembenci Isa Al-Masih. Mereka menyatakan dan menuliskan sebagai bahan ejekan. Namun semuanya setuju bahwa memang Nabi Isa disalib.
Contohnya Tacticus, sejarawan Romawi (56-120 Masehi). Ia menyatakan: “Kristus (Isa Al-Masih), menderita hukuman mati. Pada masa pemerintahan Tiberius di tangan salah satu prokurator kita, Pontius Pilatus. Kemudian “takhayul yang jahat” (ajaran Nabi Isa) dimulai di Yudea dan menyebar ke Roma.”
Contoh lainnya Lucian, Satiris Yunani (125-180 Masehi). Ia mengejek orang Nasrani karena menyembah “pribadi yang disalibkan.”
- Bagi para pengikut Nabi Isa: Hal memalukan!
- Para saksi mata awal.
Kesaksian saksi mata awal sangatlah penting. Peristiwa Nabi Isa disalib disaksikan oleh banyak orang.
Hal ini terutama menjadi bukti kuat karena sikap para pengikut Isa. Pada awalnya mereka sangat takut pemerintahan Romawi. Namun kemudian berubah.
Para pengikut Isa Al-Masih secara konsisten menjadi berani. Mereka memberitakan Nabi Isa memang mati disalib. Namun Ia juga bangkit dari kematian.
Mereka adalah para saksi mata awal. Orang-orang yang paling dekat secara kronologis waktu. Sehingga memiliki kesempatan untuk tahu apakah Nabi Isa disalib atau tidak.
Pada kenyataannya mereka malah rela berkorban. Banyak sekali yang dianiaya, dipenjara dan dieksekusi.
Orang mungkin mati demi keyakinan yang salah. Tetapi mustahil orang mau mati demi sesuatu yang mereka tahu palsu.
Nabi Isa Disalib: Tujuannya
Jadi akhirnya diskusi saya dan teman sampai pada kesimpulan menarik. Pasti Nabi Isa disalib.
Teman saya kemudian berkata: “Dari pemahaman kamu apa tujuannya? Mengapa Nabi Isa disalib?”
Saya kemudian membacakan keterangan dari Kitab Injil. Meneguhkan bahwa memang ada banyak saksi mata awal. Sekaligus menyatakan tujuan Nabi Isa disalib.
“Sekarang aku memberitahukan kepadamu, mengenai Injil. Melalui Injil itu kamu memperoleh keselamatan. Isi Injil adalah Al-Masih telah mati karena dosa kita. Ia telah dikuburkan dan telah dibangkitkan pada hari yang ketiga . . . Ia telah memperlihatkan diri-Nya kepada Kefas, kemudian kepada kedua belas pengikut lainnya. Setelah itu, Ia memperlihatkan diri-Nya kepada saudara-saudara kita, lebih dari lima ratus orang sekaligus. Banyak dari antara mereka yang masih hidup sampai sekarang” (Injil, Surat 1 Korintus 15:1-6, parafrasa).
Saya menyatakan bahwa Allah mengasihi manusia. Namun manusia penuh dosa. Sehingga pasti akan menerima hukuman Allah.

Nabi Isa disalib untuk menyatakan bahwa upah dosa adalah maut. Hukuman berat menanti kita di akhirat.
Namun Rahmat Allah menyelamatkan. Ia mau mengampuni dosa manusia. Inilah tujuan penyaliban Isa. Yaitu menebus manusia dari hukuman dosa.
Nabi Isa Disalib: Keselamatan Manusia
Kita akan menerima ampunan Allah. Kita juga akan menerima bimbingan-Nya. Sehingga kita pasti mendapatkan surga.
Jalannya adalah dengan mengimani Isa Al-Masih. Kemudian belajar dan mengikuti ajaran-Nya.
Inilah tujuan Nabi Isa disalib. Untuk keselamatan manusia. “Al-Masih yang tidak mengenal dosa telah dijadikan Allah penanggung dosa kita supaya di dalam Dia, kita menjadi benar di hadapan Allah” (Injil, Surat 2 Korintus 5:21).
Teman saya tertarik dengan semua penjelasan ini. Ia lalu berkata ia masih mengimani Isa Al-Masih sebagai nabi. Namun semua ini akan menjadi perenungannya.
Bagaimana dengan Anda? Nabi Isa disalib adalah kepastian sejarah. Tujuannya untuk keselamatan manusia.
Maukah Anda mendapatkan jalan selamat Allah? Mari mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih.
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel “Apakah Al-Quran Mengatakan Nabi Isa Wafat di Salib?”. Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:
- Apakah Isa Al-Masih Benar-Benar Disalibkan?
- Bukti-Bukti Kematian Isa Al-Masih
- Fakta Kematian Isa Al-Masih
- Bulan Sabit Lambang Islam! Bagaimana Dengan Salib?
Video:
Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Setelah semua bukti dipertimbangkan, apakah Saudara setuju bahwa nabi Isa wafat di salib? Mengapa?
- Apakah alasannya mengapa nabi Isa harus wafat di salib? Bagaimana pendapat Saudara akan ini?
- Apakah Allah sudah menyediakan cara lain untuk menjamin sorga selain Isa Al-Masih? Jelaskan!
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.
Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”
Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.


Nabi Isa Disalib: Bukti Sejarah
Berhubungan dengan poin nomor dua, ada keunikan bukti. Menjadi peneguhan fakta Nabi Isa disalib adalah benar.
PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR
Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .