
Konsep Allah dalam Agama Kristen adalah Allah Maha Esa. Dia sang Pencipta, Mahakuasa, Mahatahu dan Mahakasih. Sayangnya, banyak teman Muslim yang tidak paham tentang Allah yang diajarkan dalam Taurat, Zabur dan Injil.
Contohnya dari ayat Al-Quran ini, “. . . Janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu).” (Qs 4:171). Al-Quran dan umat Muslim mengira bahwa orang Kristen menyembah tiga Tuhan, sebab mereka mengartikan demikian ayat tersebut.
Pernah saya mendengar beberapa teman Muslim bertanya “Berapa Allah dalam agama Kristen? Apakah orang Kristen menyembah Tuhan yang Esa?” Agar tidak keliru, maka perhatikan penjelasan di bawah ini.
Umat Kristen Menyembah Satu Allah
Berdasarkan pernyataan Kitab Allah, Allah dalam agama Kristen hanya satu! Injil, Rasul Markus 12:29, berkata, “Jawab Isa Al-Masih: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.” Maka, tidak benar orang Kristen menyembah tiga Allah!
Sayangnya umat Muslim salah mengartikan Tritunggal. Sehingga, secara sepihak mereka menyimpulkan bahwa Tritunggal berarti “menyembah tiga Allah”. Mereka mencoba menyimpulkan tentang ke-Tritunggal-an Allah dengan kemampuan mereka sendiri.
Allah Dalam Agama Kristen: Tritunggal Satu Pribadi
Memang tidak mudah untuk mengerti secara penuh konsep Tritunggal dengan keterbatasan manusia. Namun perlu mengetahui dengan baik, apa yang dimaksud dengan Tritunggal. Yaitu Allah yang esa hadir dalam tiga Pribadi: Allah Bapa, Kalimat Allah, dan Roh Allah. Dan ketiga Pribadi ini mempunyai esensi, kedudukan, kuasa, dan kemuliaan yang sama. Sehingga ketiganya tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain.
“Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita . . .” (Taurat, Kitab Kejadian 1:26). “Kita” merupakan subyek pada ayat di atas, menunjuk ‘jamak’, bukan ‘tunggal’.
“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus” (Injil, Rasul Besar Matius 28:19).
Kedua ayat di atas merupakan bukti nyata, bahwa Tritunggal merupakan ajaran Alkitab.
Allah Bapa
Allah Bapa merupakan Sumber Utama terjadinya alam semesta. Pewahyuan ilahi dan keselamatan adalah Allah Bapa yang memulai. Namun, Allah Bapa tidaklah lebih tinggi daripada Kalimat Allah dan Roh Allah.
Allah Bapa juga sumber dari kasih. Ia juga meneladani kasih itu sendiri. Itulah sebabnya Allah merendahkan diri-Nya dalam rupa manusia (Isa Al-Masih), dan datang ke dunia. Allah mengasihi manusia.
Kalimat Allah
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya [Kalimat Allah] yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16).
Kalimat Allah dalam diri Isa Al-Masih, datang ke dunia untuk melakukan karya besar Allah Bapa bagi manusia. Yaitu memberi keselamatan. Mati di salib, dikuburkan, dan bangkit dari antara orang mati, merupakan hukum yang telah Allah tetapkan. Sebab, hanya dengan kematian-Nya maka karya penyelamatan Allah dapat tergenapi.
Sekali lagi, dalam hal ini, Kalimat Allah tidaklah lebih rendah daripada Allah Bapa
Roh Allah
Pribadi ketiga dalam Tritunggal adalah Roh Allah. Disebut juga sebagai Penolong atau Penghibur yang tidak terlihat. Namun Dia ada di hati setiap manusia yang telah menerima keselamatan dan hidup kekal dari Kalimat Allah, yaitu Isa Al-Masih. Lagi kepribadian Roh Kudus tidak pernah lebih rendah daripada Allah Bapa maupun Kalimat Allah.
Kristen dan Keimanannya
Sesungguhnya, orang Kristen menyembah satu Allah. Jadi, pandangan kaum Muslim selama ini tidak berdasarkan ajaran Alkitab. Memang tidak ada ilustrasi yang sesuai untuk menggambarkan ke-Tritunggal-an Allah. Sebab Allah Maha Besar. Dia jauh lebih Agung daripada manusia.
Seorang Kristen yang telah menerima keselamatan dan hidup kekal dari Isa Al-Masih, dengan iman mereka, mereka dapat mengerti bahwa Allah Yang Esa adalah Allah yang terdiri dari tiga Oknum tapi satu Pribadi. “. . . Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya” (Injil, Rasul Yohanes 20:29).
[Staff Isa dan Islam – Langkah pertama untuk mengerti Tritunggal ialah menerima Anugerah Keselamatan dalam Isa Al-Masih. Mungkin artikel: Membandingkan Ketauhidan Dan Konsep Tritunggal menarik perhatian Pembaca].
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel “Berapakah Allah Dalam Agama Kristen: Tiga atau Satu?” Jika Anda berminat, silahkan klik pada link-link berikut:
- Benarkah Bagian Tauhid Dalam Islam Ini Mendukung Tritunggal Nasrani?
- Sikap Al-Quran Terhadap Allah Tritunggal
- Muhammad Mengartikan Allah Yang Esa
- Meluruskan Kesalahpahaman Tentang Pengertian Tritunggal Kristen
Video:
Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI mengharapkan komentar dari para pembaca. Kiranya komentar yang diberikan hanya menanggapi salah satu pertanyaan berikut ini:
- Sebelum membaca artikel ini, bagaimana pendangan saudara selama ini tentang Allah dalam agama Kristen?
- Bagaimana menurut Suadara, setelah membaca penjelasan dalam artikel ini, bahwa orang Kristen menyembah kepada Allah yang Esa? Silakan jelaskan!
- Allah dalam agama Kristen disebut sebagai Allah Tritunggal, yang berarti tiga oknum satu Pribadi. Allah, Kalimat Allah dan Roh Allah. Bagaimana pandangan Saudara tentang ini?
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus. Untuk komentar atau pertanyaan yang berbeda, silakan kirim lewat email ke staf kami di:. Demikian, kami harap diskusi kita akan menjadi semakin terarah dan tidak keluar dari topik artikel.
Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”
Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. atau SMS ke: 0812-9530-4930


PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR
Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .