“Bagaimana jika pandangan Taurat dan Injil diubah, bukan pendapat para cendekiawan Islam awal?”
Pertanyaan teman saya ini sangat menggelitik hati. Ia mengklaim mendapat informasi sesuai fakta sejarah.
Tentu saya tidak percaya. Dengan rasa penasaran yang tinggi, saya mau belajar dan berdiskusi dengannya.
Mari kita lihat benarkah pandangan mengenai Taurat dan Injil diubah? Agar kita mendapatkan kebenaran Allah.
Keyakinan Kitab Taurat dan Injil Diubah
Selama ini saya percaya pandangan agama. Misalnya, isi Kitab Taurat dan Injil diubah. Sehingga tidak terpercaya lagi.
Umat Islam juga tidak dianjurkan untuk membacanya. Karena sudah ada Al-Quran sebagai kitab terakhir.
Walau memang dalam hati kecil saya selalu ada pertanyaan. Jika benar Taurat dan Injil diubah, kapan terjadinya dan siapa pelakunya? Juga adakah versi aslinya yang dapat kita ketahui? Supaya dapat membandingkan perbedaannya.
Karena itu pertanyaan teman saya sangat mengusik hati. Saya menyempatkan waktu berdiskusi dengannya.
3 Bukti Kuat
Ia langsung memberikan tiga bukti konkret. Ia menyatakan ini adalah bukti yang tidak terbantahkan.
Teman saya berkata: “Saya akan memberi kamu satu singkatan yang melambangkan tiga bukti. Ingat hal ini ‘A-C-A.’”
- At-Tabari
- Codeks
- Al-Quran
Lalu ia mulai menguraikan temuannya. Mari kita simak ketiga bukti tersebut.
-
At-Tabari: Cendekiawan Islam.
At-Tabari menggambarkan pendapat para cendekiawan Islam awal. Mereka sepakat isi Kitab Taurat dan Injil terpelihara. Tidak ada perubahan sama sekali.
Untuk lebih jelasnya, berikut ini beberapa contohnya.-
Ibnu Rabban (lahir 810 M): mustahil ada pemalsuan.
Ia berpendapat mustahil isi Kitab Taurat dan Injil diubah. Karena jika demikian akan merampas dalil dari Al-Quran sendiri.
Ia percaya yang ada adalah penyesatan dalam tafsiran kitab suci. Namun bukan pada perubahan teksnya.- Ibnu Qutaybah (lahir 828 M): justru kitab yang berharga!
Ibnu Qutayba menggunakan Taurat sebagai kitab sangat penting. Ia menyatakan Taurat sebagai kitab yang meramalkan kedatangan Nabi besar. Dan juga sebagai kitab yang menjadi sumber informasi data sejarah. - Al-Tabari (lahir 839 M): distorsi lisan dan bukan teks.
Al-Tabari mengakui ada beberapa pihak yang ingin melakukan perubahan terhadap Kitab-kitab Allah. Namun ia berulangkali menegaskan bahwa perubahan ini hanya distorsi lisan dan bukan teks.
-
-
Codeks: Salinan Kitab.
Ilmu sejarah dan arkeologi menyatakan tidak ada perubahan isi teks. Jadi Kitab Taurat dan Injil isinya terpelihara.
Bukti-bukti ini berasal dari ada banyak salinan kitab atau codeks kuno yang ditemukan. Beberapa contohnya:- Bukti Kitab Taurat dan Zabur.
Ada banyak salinan teks kuno dari kitab-kitab ini. Beberapa contoh adalah naskah laut mati (± abad ke-3 SM – 1 M) dan Codex Leningradensis (1008 M).
Berbagai salinan ini memberi peneguhan. Menegaskan isi kitab yang sekarang ada adalah sama dengan isi kitab ribuan tahun lalu. - Bukti Kitab Injil.
Ada banyak sekali manuskrip Injil. lebih dari 5.000 salinan dalam bahasa Yunani. Contohnya Papyrus 52 (± 125 M, fragmen Injil Yohanes) dan Codex Sinaiticus (± 330–360 M).
Para ahli kritik teks meneliti dengan seksama. Mereka menemukan bahwa ribuan manuskrip ini 99% isinya stabil. Sehingga bisa untuk merekonstruksi teks awal.
- Bukti Kitab Taurat dan Zabur.
-
Al-Quran: Dalil-Dalil.
Terlebih lagi, sebenarnya Al-Quran memberi dalil kuat. Meneguhkan mustahil isi Kitab Taurat dan Injil diubah.- Ada petunjuk dan cahaya dalam kitab Taurat dan Injil (Qs 5:44-46).
- Al-Quran membenarkan kitab sebelumnya (Qs 3:3).
- Hanya segolongan orang yang berniat mengubah Kitab Allah.
“Sesungguhnya di antara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al Kitab, padahal ia bukan dari Al Kitab . . .” (Qs 3:78).
Ayat ini menjelaskan bahwa hanya ada sekelompok orang saja yang sesat. Dan mereka mengubah secara penafsiran lisan. Namun bukan mengubah isi teks kitabnya. Allah pasti mampu menjaga firman-Nya.
Tentu saja segolongan orang jahat itu tidak berhasil. Karena, “Tidak ada yang dapat merubah-rubah kalimat-kalimat-Nya dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (Qs 6:115).
Pendapat Taurat Injil Diubah
Bukti-bukti ini sangat mengejutkan saya. Sulit juga membantah fakta yang ada.
Dengan penasaran saya kemudian bertanya. “Jika demikian, darimana pandangan isi Taurat dan Injil sudah diubah?”
Teman saya menjelaskan bahwa pendapat ini bermula dari cendekiawan Islam bernama Ibnu Hazm. Ia lahir tahun 994 M, di kota Cordoba. Yang saat itu merupakan pusat intelektual dan kekhalifahan Islam di Andalusia.
Ibnu Hazm terkenal dengan pendekatan logika. Ia membaca Kitab Taurat dan Injil. Kemudian menemukan bahwa isinya berbeda dari Al-Quran.
Ibnu Hazm merasa ada berbagai hal yang ia tidak mengerti. Ada banyak informasi yang tidak sesuai dengan pemahaman logikanya.
Ia tidak paham siapa Isa Al-Masih dalam Injil. Ia tidak mengerti mengapa Allah perlu inkarnasi menjadi manusia. Ia menduga hal ini mempengaruhi konsep Tauhid.
Juga ia tidak mengerti mengapa perlu ada penebusan. Bukankah Allah dapat langsung mengampuni dosa?
Karena semua inilah ia membuat kesimpulan: Pasti Kitab Taurat dan Injil diubah. Ibnu Hazm menyampaikan kritik ini dalam karyanya, “Al-Fasl fi Al-Milal wa Al-Ahwa wa Al-Nihal.”
Jadi hal ini bukan dari fakta sejarah. Bukan juga dari temuan bukti. Melainkan berawal dari kesimpulan pemahaman satu orang.
Kesimpulan dan Dilema yang Terjadi
Teman saya menyimpulkan bahwa dengan demikian hal ini menjadi jelas. Tidak terbantahkan isi Kitab Taurat dan Injil terpelihara.
Mustahil ada yang mampu mengubahnya. Tidak ada bukti sejarah juga tentang hal tersebut.
Karena itu, inilah dilema para cendekiawan Islam:
“Jika mengatakan isi Taurat dan Injil telah diubah,
maka tidak ada bukti, dan dalil Al-Quran juga tidak bisa dipercaya.
Namun jika menyatakan isi Taurat dan Injil terpelihara,
mengapa ada banyak perbedaan dari Al-Quran?”
Semua informasi ini mengusik hati saya. Sempat saya ambil waktu untuk melakukan riset di internet. Dan secara mengejutkan hasilnya sesuai dengan yang teman saya ungkapkan.
Di dalam hati timbul kerinduan. Jika hal ini salah, saya perlu menemukan buktinya. Namun jika benar, saya rindu mendapat petunjuk dan cahaya Allah.
Mencari Petunjuk dan Cahaya Allah
Pada akhirnya saya memberanikan diri untuk membaca Kitab-kitab Allah. Yaitu Kitab Taurat, Zabur dan Injil.
Memerlukan waktu yang cukup lama untuk saya belajar. Akhirnya saya mendapat kebenaran-Nya. Hal ini juga menjawab pertanyaan dari Ibnu Hazm.
Allah memang Maha Kuasa. Namun Ia juga Maha Adil dan Maha Kasih.
Dalam keadilan-Nya semua dosa perlu mendapat hukuman. Tidak bisa terampuni begitu saja.
Namun dalam kasih-Nya, Ia tahu manusia tidak mampu menanggung hukuman. Manusia juga tidak akan mampu selamat dari usahanya sendiri.

Allah menjelma bukan berarti Allah ada dua. Ia tetap Esa. Dalam kemahakuasaan-Nya Ia melakukan hal ini.
Dalam rupa manusia, Isa menanggung hukuman dosa di kayu salib. Untuk menebus orang dari dosa dan menyelamatkan.
“Semua yang telah tertulis mengenai Isa Al-Masih harus digenapi. Baik yang ada dalam Kitab Suci Taurat, dalam kitab nabi-nabi, dan dalam Kitab Zabur. Melalui Isa ada pengampunan dosa untuk semua manusia” (Injil, Lukas 24:44,47, parafrasa).
Temukan Sendiri Kebenaran-Nya!
Jadi keaslian isi Kitab Taurat dan Injil terpercaya. Tidak ada perubahan sama sekali sepanjang sejarah. Inilah juga yang dipercaya para cendekiawan Islam awal.
Jika kita mempelajarinya, maka kita akan menemukan petunjuk dan cahaya Allah. Yaitu tentang berita “Injil,” yang berarti Kabar Baik.
Bahwa Isa Al-Masih menanggung hukuman Allah karena dosa manusia di kayu salib. Kemudian sesudah tiga hari bangkit dari antara orang mati! Sehingga melalui-Nya kita memperoleh ampunan dosa dan jalan selamat.
“. . . Injil ‘ini’ adalah kemahakuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang mempercayainya, . . . Karena di dalamnya dinyatakan pembenaran dari Allah, yang dilandaskan pada iman [kepada Isa Al-Masih] . . .” (Injil, Surat Rum 1:16-17).
Maukah Anda mendapatkan petunjuk dan cahaya Allah? Kami mengajak Anda menemukannya sendiri. Mari baca Kitab Taurat, Zabur dan Injil.
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel di atas. Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:
- Tela’ah Sejarah Kitab-Kitab Allah Menemukan Petunjuk & Cahaya
- Benarkah Hanya Bahasa Arab Bahasa Al-Quran Asli?
- Apa Kaitan Surah Pertama Al-Quran dan Ayat Pembuka Taurat dan Injil?
Video:
Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Bagaimana pendapat Saudara bahwa para cendekiawan Islam awal meyakini keaslian isi Kitab Taurat dan Injil?
- Bagaimana pendapat Saudara bahwa dalil Kitab Taurat dan Injil diubah berdasarkan pemahaman satu orang, yaitu Ibnu Hazm?
- Bagaimana pendapat Saudara bahwa ada petunjuk dan cahaya Allah dalam kitab Taurat dan Injil?
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, maaf bila terpaksa kami hapus.


Ibnu Rabban (lahir 810 M): mustahil ada pemalsuan.
Allah pasti mampu menjaga firman-Nya.
PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR
Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .