Depresi telah menjadi penyakit semakin besar di seluruh dunia.
Ada banyak penyebabnya. Mungkin karena masalah ekonomi, keluarga, dosa, dan sebagainya. Bahkan depresi juga banyak terjadi pada anak muda. Kita membutuhkan pertolongan agar bisa terlepas dari tekanan jiwa.
Banyak yang mencari cara mengatasi depresi dalam Islam. Karena percaya bahwa agama bisa memberikan jalan keluar.
“Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami . . .” (Qs 35:34).
Mari kita lihat cara mengatasi depresi dalam Islam dan Kitab Allah. Sehingga dapat mengalami ketenangan jiwa dan hidup bahagia.
Pengertian dan Penyebab Depresi
Depresi adalah gangguan suasana hati (mood) mendalam. Hal ini bisa berupa perasaan sedih yang kuat maupun rasa kehilangan harapan.
Penderita depresi kerap mengalami kesepian, kekecewaan, kemarahan, dan merasa tidak berguna. Ujungnya bisa membawa pada rasa putus-asa dan ingin mengakhiri hidup.
Ada berbagai penyebab depresi. Beberapa contohnya adalah:
Faktor genetik hormon.
Peristiwa traumatis.
Masalah hubungan dengan pasangan.
Masalah keuangan.
Masalah keluarga (orang tua, saudara).
Masalah rendah diri dan tertolak.
Makin lama makin banyak orang mengalami depresi. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menyatakan lebih dari 19 juta penduduk mengalaminya.
Dalam kondisi seperti ini banyak orang mencari jalan keluarnya. Adakah cara mengatasi depresi dalam Islam?
Cara Mengatasi Depresi Dalam Islam
Ajaran agama memberikan beberapa jalan mengatasi depresi. Melaluinya diharapkan umat bisa terhibur dan menjadi kuat.
Sholat dan berdzikir. Harapannya dengan mengingat Allah, maka hati umat akan terhiburkan. “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram” (Qs 13:28).
Mentaati petunjuk Al-Quran. Dalilnya karena ada ayat menyatakan peraturan Al-Quran menjadi penyembuh penyakit dalam dada (Qs 10:57).
Berusaha sabar dan berserah diri. Umat Islam berharap dengan tabah dan kesabaran, Allah akan memperhatikan. Sehingga akhirnya ada pertolongan-Nya. “Bersabarlah dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah . . .” (Qs 16:127). Selain itu memang umat diharapkan untuk berserah diri. Karena semua sudah ada suratannya (takdir).
Berusaha hidup takwa dan beramal baik. Jika umat Islam bisa belajar takwa di tengah penderitaan, maka akan ada upahnya. Terlebih lagi jika bisa giat beramal. Hal ini karena dipercaya takwa dan amal bisa melindungi dari hal buruk. “Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudaratan kecuali yang dikehendaki Allah . . . aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudaratan . . .” (Qs 7:188).
Kisah Penderita Depresi
Depresi bisa terjadi kepada siapa saja, termasuk Laksmi. Ia berasal dari keluarga sederhana. Ia mengalami banyak tekanan.
Pertama, kedua orang tuanya sering bertengkar. Laksmi juga sering dimarahi ayahnya. Ia sering dibandingkan dengan saudara lainnya.
Dalam pergaulan, Laksmi juga mendapat perundungan. Karena teman-temanya melihatnya kurang bisa bergaul. Semua hal ini membuat Laksmi merasa tertolak dan kesepian.
Hal ini berlanjut sampai Ia dewasa. Laksmi tidak memiliki banyak teman. Keadaan frustrasinya juga membuat nilai kuliah dan pekerjaannya menjadi buruk.
Puncaknya, saat Laksmi putus dengan pacar dan kehilangan pekerjaan. Keduanya terjadi dalam waktu berdekatan. Inilah yang membuatnya depresi berat.
Halangan Laksmi Mendapatkan Penghiburan Allah
Laksmi mendapat nasehat cara mengatasi depresi dalam Islam. Namun ia malah merasa makin tertekan. Alasannya karena ia merasa tidak mampu menjalankannya.
Saat depresi Laksmi merasa sulit untuk berdoa dan beribadah. Ia mencoba berdzikir namun tidak mengerti maknanya. Dalam tekanan ia juga tidak berniat beramal atau bersyukur.
Laksmi merasa Allah sangat jauh. Jika kita berbuat baik saja, belum tentu akan Allah terima. Terlebih lagi jika kita lalai beribadah. Akan sulit rasanya bisa mendapat pertolongan-Nya.
Masalah yang Laksmi alami adalah karena semua berawal pada diri kita sendiri. Bermula dari usaha kita mendekatkan diri pada Allah.
Sedangkan saat depresi kita menjadi sangat terbatas. Emosi dan pikiran kita tidak stabil. Bagaimana jika tidak mampu melakukan tuntutan Allah? Akankah tetap ada pertolongan-Nya?
Allah Pasti Menerima dan Menghibur Umat-Nya
Suatu hari, Laksmi mulai berbicara dengan temannya. Ia mendapat berbagai saran dari Kitab Taurat, Zabur dan Injil.
Laksmi menemukan ada pandangan yang berbeda. Yaitu cara mengatasi depresi dengan melihat bahwa Allah yang berinisiatif mau menolong umat-Nya. Hal ini bukan karena usaha manusia, melainkan karena rahmat dan kasih Allah.
Beberapa poin menarik yang Laksmi temukan adalah:
Berawal dari Allah yang mengundang melalui Isa Al-Masih. “Marilah kepada-Ku [Isa Al-Masih], hai kamu semua yang lelah dan menanggung beban berat, Aku akan memberikan kelegaan bagimu” (Injil, Matius 11:28). Laksmi menemukan bahwa hal ini sangat menarik. Karena Allah memperhatikan umat-Nya. Ia yang peduli dan mau menolong.
Ada jaminan penerimaan Allah. Kitab Allah menyatakan bahwa kita berharga di hadapan Allah. “Karena engkau berharga dan mulia dalam pandangan-Ku, dan Aku ini mengasihi engkau . . .” (Taurat, Yesaya 43:4 BIS). Hal ini menghibur bagi Laksmi. Karena memberi jaminan bahwa Allah akan menerimanya. Laksmi tidak menemukan prasyarat amal atau ibadah tertentu untuk diterima Allah.
Allah melalui Isa bisa mengerti keadaan manusia. Ini adalah poin yang paling menarik perhatian Laksmi. Bahwa Allah rupanya bisa mengerti dan memahami keadaan kita. “. . . bukanlah Imam Besar [Isa Al-Masih] yang tidak dapat merasakan kelemahan kita . . . Ia telah dihadapkan pada cobaan, sama seperti kita, tetapi Ia tidak berbuat dosa” (Injil, Surat Ibrani 4:15).
Harapan Laksmi untuk Masalahnya
Semua inilah yang membuat Laksmi mau mengetahui lebih dalam. Ia tertarik karena merasa diri sangat lemah. Sehingga ia memang merasa perlu ada pihak lain yang berinisiatif menolongnya.
Seperti seseorang jatuh ke sumur yang dalam. Ia mengalami luka dan bahkan patah tulang.
Ia memang berteriak minta tolong. Namun ia sendiri tidak akan mampu berusaha keluar dari sumur tersebut. Perlu ada orang lain yang aktif menolongnya.
Demikianlah manusia depresi sulit menolong dirinya sendiri. Allah dalam kasih-Nya yang berinisiatif mau menerima dan menghibur umat-Nya. Inilah perbedaan cara mengatasi depresi dalam Islam dan Kitab Allah.
Penghiburan Sejati Allah
Jalan pertolongan Allah adalah dengan mengirimkan firman yang menguatkan. Terdapat dalam kitab Taurat, Zabur, dan Injil.
Selain itu ia juga mengirimkan Isa Al-Masih sebagai perwujudan utama kasih.
Berikut ini beberapa contoh janji Allah yang luar biasa. Sangat berbeda dengan cara mengatasi depresi dalam Islam. Semuanya bukan karena amal ibadah, melainkan hanya karena kebaikan-Nya.
Allah pasti beserta umat-Nya (Taurat, Yesaya 41:10).
Allah menolong dan melepaskan umat-Nya (Zabur 34:20).
Allah memberi kekuatan dalam masalah yang kita hadapi (Injil, Surat 1 Korintus 10:13).
Allah mendatangkan kebaikan di tengah masalah (Injil, Surat Roma 8:28).
Inilah yang menjadi awal Laksmi mau mengenal Isa Al-Masih. Ia ingin mengerti dan mendapatkan lebih lagi penghiburan Allah bagi hidupnya.
Mari Mendapatkan Penghiburan Allah!
Jadi inilah cara kita menerima penghiburan Allah. Yaitu dengan mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih.
Allah pasti akan menghibur umat-Nya. Ia juga akan memberikan ketenangan batin. Inilah perbedaan cara mengatasi depresi dalam Islam dan Kitab Allah.
“. . . Allah sumber segala penghiburan. Ia menghibur kami dalam berbagai kesusahan . . . dengan penghiburan yang kami terima dari Allah [melalui Isa Al-Masih] . . .” (Injil, Surat 2 Korintus 1:3-4).
Mari mengimani dan menjadi pengikut Isa agar menerima penghiburan dan pertolongan-Nya sekarang!
Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
Apakah Saudara pernah mengalami depresi? Bagaimana depresinya diatasi?
Menurut Saudara, dalam agama Islam, bisa Allah benar-benar merasa empati dengan depresi dan penderitaan? Kalau tidak, implikasinya apa?
Menurut Saudara, selain Isa Al-Masih siapa yang bisa benar-benar merasa empati dengan kita dan juga bisa memperbarui kita? Bagaimana?
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel “Bagaimana Cara Mengatasi Depresi Dalam Islam dan Kitab Allah?”. Jika Anda berminat, silahkan klik pada link-link berikut:
Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”
Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel “Bagaimana Cara Mengatasi Depresi Dalam Islam Dan Kristen?”, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. Atau SMS/WA ke: 0812-9530-4930
Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .
Subscribe
16 Komentar
Paling lama
Terbaru
@Jhon Lukas
22 April 2017 1:19 pm
~ 1. Saya pernah mengalami depresi berat, dikarenakan banyak hal dalam pikiran, akhirnya sama berdoa kepada Yesus Kristus, dan Dia memulihkan keadaan saya sekarang, dengan Menyerahkan segala masalah kepada Yesus Kristus, dan saya ingat ayatnya dalam Injil, Surat Filipi 4:6, “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala halkeinginanmu kepada Alloh dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” Amin.
2. Dalam ajaran Islam, Alloh yang dikenalkan Muhammad tidak nyata, kosong dan hampa, tidak dapat memberikan pertolongan apapun, terbukti dalam Qs 46:9, “Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak pula terhadapmu.”
3. Benar, hanya melalui Yesus Kristuslah kita dapat mengatasi percobaan-percobaan yang kita alami sesuai dengan Kalam-Nya, “Percobaan-percobaan yang kamu alami ialah percobaan-percobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia, Sebab Alloh setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar sehinggah kamu dapat menanggungnya.” (Injil, Surat 1 Korintus 10:13).
Inilah bukti nyata bahwa Alloh senantiasa memberi kita jalan keluar untuk menghadapi segala hal percobaan dan senantiasalah kita berdoa, hai umat marilah kita berdoa kepada Yesus Kristus bila kita mengalami defresi berat, sakit jiwa, mental dan fisik kita akan dipulihkanNya, Amin.
Kami sependapat dengan pandangan saudara bahwa Alkitab menyatakan bahwa Allah tidak pernah mengijinkan datangnya pencobaan yang melebihi kemampuan kita untuk menanggungnya (Injil, Surat 1 Korintus 10:13).
Oleh karena itu sekalipun depresi itu bukanlah dosa, kita harus bertanggung jawab dalam memberi respon terhadap kesulitan kita, termasuk mencari pertolongan yang dibutuhkan. “Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya” (Injil, Surat Ibrani 13:15). ~ Slamet
Yesus hanya manusia
6 May 2017 3:56 am
~ [quote name=”@Jhon Lukas”]~ 2. Dalam ajaran Islam, Alloh yang dikenalkan Muhammad tidak nyata, kosong dan hampa, tidak dapat memberikan pertolongan apapun, terbukti dalam Qs 46:9, “Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak pula terhadapmu.” [/quote] Jangan bertingkah seperti orang bodoh, Kau hanya mengutip sedikit dalam ayat itu. Allah menyuruh nabi Muhammad SAW untuk mengatakan kalau dia bukan rasul pertama. Bukan Allah yang mengatakan hal itu.
Dan satu lagi kau telah menista agama kamu dengan mengatakan Allah kami tidak nyata. Jika kami umat Islam marah kalian hanya seperti semut yang diinjak gajah.
~ Kami menyediakan forum untuk berdiskusi, bukan untuk melampiaskan kemarahan. Ketika marah, sebenarnya kita tengah memperlihatkan kelemahan.
Nabi saudara dalam sebuah hadis menekankan bahwa umatnya dapat mengendalikan kemarahan. “Bukanlah kekuatan itu terletak pada pegulat, namun kekuatan itu diukur dalam mengekang nafsu disaat memuncaknya emosi/ marah seseorang” (HR. Bukhari dan Muslim ). ~ Slamet
@Jhon Lukas
7 May 2017 12:35 pm
~ Buat Sdr. Yesus Hanya Manusia,
Allah menyuruh nabi Muhammad SAW Respon : Saudaraku, siapa bilang Muhammad nabi Alloh? Sudahkah anda membaca Qs 29:50 ? Muhammad bukan rasul, tetapi pemberi peringatan nyata. Sadarlah.
Bukan Allah yang mengatakan itu. Respon : Jadi siapakah yang mengatakan itu saudaraku? Berarti Al-Quran ucapan Muhammad, bukan Alloh?
Jika kami umat Islam marah kalian hanya seperti semut yang diinjak gajah. Respon : Dapatkah gajah memijak semut? Gajah akan mati bila semut masuk keselah kaki gajah dan ketelinggahsaudaraku, perlu anda ketahui bahwa anda tidak perlu emosional seperti itu. Saya juga mempelajari Al-Quran untuk membandingkan kebenaran Alloh.
Memang sulit untuk mengetahui siapakah yang berbicara dalam Al-Quran. Misalnya sebuah ayat Al-Quran dalam Qs 27:91. “Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini (Mekah) Yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nya-lah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.”
Siapakah “Aku“ ayat ini? Jelas ini bukan Allah tetapi seorang manusia? Bagaimana Allah dapat berkata, “Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini?”
Artikel yang kami sampaikan melalui situs ini didasarkan atas kebenaran firman Allah. Oleh karena itu dalam menjawab pertanyaan/komentar tidak perlu kita sampaikan secara emosional. Karena kemarahan kita tidak mendatangkan manfaat bagi siapapun. ~ Slamet
@Jhon Lukas
12 May 2017 2:04 am
~ Buat Sdr. Anon,
Bertingkah seperti orang bodoh yaItu hanya perumpamaan sangat sangat bodoh kau itu.
Respon: Saudaraku, Qs 46:9, “Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapmu dan tidak pula terhadapku.”
Saudaraku, bagaimana ini “Perumpamaan”? Mohon diluruskan dan diterjemahkan arti ayat ini, dengan jelas. Tetapi, bila saya artikan, benar adanya bahwa Muhammad tidak mengenal Alloh. Apakah itu nyata atau tidak nyata, sepertinya dia ragu akan keberadaan Alloh.
Nabi Muslim memang mengaku bahwa ia mengenal Allah SWT. Ia mengatakan, “Allah lebih dekat kepadanya (manusia) daripada urat lehernya” (Qs 50:16).
Namun sebenarnya Allah SWT tidak dapat dikenal oleh manusia. Karena Allah terpisah jauh dari manusia. “Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy ” (Qs 7:54).
Sebaliknya Alkitab mengatakan bahwa Isa Al-masih yang adalah Sang Kalimat Allah itu tinggal di tengah-tengah manusia. “Firman itu adalah Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1,14). ~ Slamet
Anon
12 May 2017 10:35 am
~ Begini, rasul itu artinya seorang yang memberi peringatan dan meluruskan yang salah. Kau tidak tahu apa itu rasul jadi lebih baik diam. Yesus memang juru selamat karena Dia itu mengingatkan tentang jalan yang lurus begitu saja. Bukan artinya Dia adalah Tuhan.
Namun perlu saudara ketahui bahwa Isa Al-Masih adalah bukan mengingatkan kita tentang jalan lurus melainkan Dia sendiri adalah jalan.
“Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).
Sebenarnya Isa Al-Masih adalah jalan yang diseruhkan oleh setiap umat Muslim ketika ia sholat. “Tunjukilah kami jalan yang lurus” (Qs 1:6). ~ Slamet
@Jhon Lukas
13 May 2017 7:26 am
~ Buat Sdr. Anon,
Saudaraku, apa yang mau diluruskan? Saya jadi bigung. Qs 46:9 itu bukan perumpamaan saudaraku, Anda kurang paham, Peremumpamaan. Contoh : Buah simalakama. Dimakan mati ibu, tidak dimakan mati ayah. Belajarlah.
Jelas Yesus adalah Tuhan. Dengarlah sabda-Nya: “Aku adalah Tuhan Allohmu, sejak di tanah Mesir engkau tidak mengenal Alloh, dan tidak ada juruselamat selain dari Aku” (Kitab Nabi Hosea 13:4). Jelas sudah saudaraku!
Kalau kita tulis selengkapnya Qs 46:9 tertulis, Katakanlah: “Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan.”
Jelas tanpa harus ditafsirkan kita mengetahui bahwa yang berbicara menggunakan kata “Aku” adalah nabi Islam. Bukan Allah yang mengatakan ayat tersebut. Jelas hal ini membingungkan Al-Quran dari Allah ataukah manusia. ~ Slamet
Anon
14 May 2017 2:21 am
~ Dalam Injil belum tentu seluruhnya perkataan Yesus. Perkataan Yesus di Injil ditulis dengan berwarna merah. Begini saja kau tidak tahu agamaku dan begitupun aku. Jika ingin berdebat jangan dibalik layar. Kau dan aku secara langsung bahkan siarkan di tv kalau bisa. Aku dengan yakin agamaku paling benar.
Jelas setiap ayat dalam Kitab Suci Injil itu diwahyukan Allah, sekalipun ada tulisan yang diberi warna merah dan hitam. Dan sebagai wahyu Allah, Injil tidak bertentangan dengan kitab pendahulunya yaitu Taurat dan Zabur.
Nabi Muslim juga mengakui bahwa Kitab Taurat, Zabur, dan Injil adalah kitab Suci berdasarkan wahyu Allah. Dan Allah juga berjanji bahwa tidak ada seorangpun dapat mengubah kalimat-Nya.
“Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) rasul-rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka. tak ada seorang pun yang dapat merubah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Dan sesungguhnya telah datang kepadamu sebahagian dari berita rasul-rasul itu” (Qs 6:34). ~ Slamet
@Jhon Lukas
14 May 2017 4:51 pm
~ Buat Sdr Anon,
Saudaraku, Muhammad sudah mengatakan “Imanilah Injil, di dalamnya terdapat cahaya terang dan orang bertaqwa kepada Alloh (Qs 5:46). Mengapa anda tidak beriman kepada Injil?
Saudaraku, untuk itu saudara harus sadarlah, bahwa ajaran Islam tidak ada bukti nyata masuk sorga.
Jelas Al-Quran menuliskan bahwa dalam Kitab Suci Injil dan Taurat terdapat Terang dan Cahaya Allah. Siapakah yang dimaksud dengan Terang yang memberikan Cahaya itu?
Kitab Suci Injil memberitahu dengan jelas tentang Terang itu. Mari kita perhatikan dalam Injil, Rasul Besar Yohanes 8:12, “Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.” ~ Slamet
PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR
Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .