• Skip to main content
  • Skip to header right navigation
  • Skip to site footer
Isa Dan Al-Quran

Isa Dan Al-Quran

Dialog Agama - Isa dan Al-Quran

  • Maksud Situs Ini
    • Tentang Kami
    • 60 Ayat Tentang Isa dalam Al-Quran
    • Isa dan Al-Fatihah
  • Jalan ke Surga
    • Paspor Menuju Sorga
    • 6 Ayat Terpenting
  • Ayat Al-Quran
  • Artikel
    • Daftar Artikel
  • Kitab TZI
  • Hubungi Kami

Benarkah Hanya Bahasa Arab Bahasa Al-Quran Asli?

Isa Dan Al-Quran > Artikel-Artikel > Ulasan Berita Agama > Benarkah Hanya Bahasa Arab Bahasa Al-Quran Asli?
8 October 2025 | Tidak Ada Komentar

Ada kejadian sangat lucu dan menarik. Seorang Arab memberikan sambutan kegiatan sosial pengeboran sumur gratis. Namun masyarakat di sampingnya mengira ia sedang berdoa.

Video ini sempat viral di Sosial Media, karena perilaku kocak masyarakat yang salah sangka.

Memang bangsa dan bahasa Arab sangat ditinggikan umat Islam. Sebagai keturunan asli bangsa Arab, Dzakir sangat membanggakannya.

Ia berkata kepada kedua temannya bahwa bahasa Arab bahasa Al-Quran asli. Sehingga semua umat baik untuk mempelajari bahasa bangsanya.

Dzakir memiliki dua teman baik di kampus. Yaitu Hardjo dan Arya yang berasal dari Jawa Tengah.

Mereka bertiga sempat terlibat berdiskusi. Hardjo dan Arya, walaupun Muslim, tidak mengerti alasan mengapa bahasa Arab bahasa Al-Quran asli. Mereka juga merasa bahwa bahasa Jawa salah satu bahasa terbaik di dunia.

Memang ada perbedaan pendapat di kalangan umat Islam mengenai keistimewaan bahasa Arab. Mari kita mempelajari agar mendapatkan pemahaman utuh. Hingga akhirnya kita bisa beribadah kepada Allah dengan baik.

Keistimewaan Bangsa dan Bahasa Arab

Dzakir menceritakan kepada kedua temannya, dalil yang ia ketahui. Misalnya ia pernah membaca Hadist: “Cintailah Al Arab karena tiga hal. Karena aku terlahir di Arab, karena Al-Qur’an berbahasa Arab, dan karena bahasa ahli atau penduduk surga adalah bahasa Arab” (HR Thabrani).

Namun ia mengetahui bahwa derajat Hadist ini masih diperdebatkan. Ada ulama yang mengatakan shahih. Namun banyak juga yang menyatakan derajatnya lemah.

Selain itu ada banyak lagi dalil lainnya. Misalnya: “Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Qur’an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya” (Qs 12:2).

Atau juga dalam surah Asy-Syuura ayat 7 (Qs 42:7) yang menegaskan bahasa Arab bahasa Al-Quran asli. Tujuannya untuk memberi peringatan kepada penduduk Mekkah dan sekelilingnya.

Dengan demikian, Dzakir menyimpulkan bahwa seluruh isi Al-Quran memang dalam bahasa Arab. Hal ini menunjukan keistimewaan bahasa Arab dari bahasa bangsa lainnya.

Penjelasan Bahasa Arab Bahasa Al-Quran Asli

Hardjo dan Arya menyimak uraian Dzakir. Arya kemudian berkata: “Apakah kamu tahu apa alasannya bahasa Arab yang terpilih?”

Dzakir menjelaskan bahwa Al-Quran diturunkan di daerah Arab. Karena itu ia mengikuti bahasa lokal di sana.

Banyak ulama besar memang meyakini bahasa Arab bahasa Al-Quran asli. Salah satu contohnya Imam Asy-Syafi’i.

Beliau mengatakan: “Buku Allah dalam bahasa Arab yang murni. Tidak tercampur dengan bahasa lainnya.”

Ulama Indonesia juga menjelaskan bahwa hanya bahasa Arab yang memiliki kosakata terbanyak di dunia. Semakin variatif kosakatanya maka semakin baik dan bernilai pesan yang disampaikan. Inilah alasan bahasa Arab menjadi bahasa Al-Quran.

Hardjo dan Arya menerima penjelasan ini. Walaupun di dalam hati Hardjo, ia masih menyimpan pertanyaan.

Benarkah Ada Kosakata dari Bahasa Lain?

Satu saat Hardjo membaca artikel. Didalamnya menerangkan ada banyak kata-kata bahasa asing dalam Al-Quran.

Ia sangat gelisah dengan temuan ini. Sehingga Hardjo mengajak Dzakir dan Arya bertemu untuk membicarakannya.

Hardjo memaparkan bahwa ada banyak sekali kata-kata dari bahasa asing. Beberapa contohnya:

  • Al-Qistas (Qs 17:35), berasal dari bahasa Yunani.
  • Al-Ghasaq (Qs 78:25), berasal dari bahasa Turki.
  • At-Tur (Qs 2:63), berasal dari bahasa Suriah.
  • Al-Kifl (Qs 57:28), berasal dari bahasa Etiopia.

Selain ini masih ada banyak lagi kata-kata yang berasal dari bahasa asing. Misalnya kata al-qisthas, yang maknanya timbangan, berasal dari Romawi.  Atau kata sijjil yang bermakna batu dan tanah liat, dari Persia.

Awalnya Hardjo berpikir hal ini hanya kebetulan. Namun sulit menyimpulkan demikian karena ada sangat banyak kosakata dalam bahasa asing.

Berbagai Bukti Tambahan

Salah satu yang menarik adalah ada banyak sekali kata dari bahasa Suriah. Ini adalah penggunaan kosakata asing terbanyak. Contohnya: Allah, Kafir, Nafs (nafas/ jiwa), Jannah (surga).

Contoh lainnya kata syahadat, berasal dari kata Shed dalam bahasa Suriah. Yang berarti bersaksi. Atau kata shalat berasal dari kata Sla (Suriah, Aramik). Berarti tindakan untuk bersujud.

Bahkan banyak nama tokoh dalam Kitab Taurat dan Injil terambil dari bahasa Suriahnya. Contohnya: Sulaiman, Firaun, Ishaq, Ismail, Yakub, Nuh, Zakaria, Maryam.

Semua hal membuat Hardjo ingin tahu mengapa hal ini terjadi. Karena bukankah sudah ada dalil sangat jelas bahwa bahasa Arab bahasa Al-Quran asli?

Bijak Menyikapi Berbagai Bukti yang Ada

Dzakir menjawab dengan jujur. Ia menerangkan yang ia ketahui saja.

Pada zaman dahulu ada banyak perdagangan dan interaksi antar bangsa. Hal ini menyebabkan bisa ada banyak kata-kata yang mirip. Atau juga kata-kata serapan yang terambil dari berbagi bahasa asing.

Akhirnya mereka bertiga datang kepada saya untuk mendiskusikan mengenai semua hal ini. Karena mereka mengetahui saya belajar sejarah dan perbandingan agama.

Allah Atas Semua Bahasa

Saya menjelaskan dengan lugas sesuai yang saya ketahui. Memang, pada awalnya bahasa Suriah adalah bahasa yang paling populer di sekitar wilayah Arab.

Hal ini terjadi selama beberapa abad dari zaman pra Islam sampai ke zaman Islam. Nantinya barulah pada abad ke-7, berangsur-angsur bahasa Arab yang menjadi bahasa umum di sana.

Bukti sejarah dan arkeologi mencatat bahwa bahasa Arab relatif baru. Ini adalah bahasa yang umurnya tergolong muda dibandingkan banyak bahasa lainnya.

Selanjutnya saya sebagai pengikut Isa Al-Masih menjelaskan kepercayaan saya. Allah yang menciptakan semua bangsa dan bahasa. Ia mengasihi semua manusia. Hal ini berlaku untuk suku dan bahasa apapun, tanpa terkecuali.

“Dari satu orang saja Ia telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia . . . supaya mereka mencari Dia . . . walaupun Ia tidak jauh dari kita masing-masing” (Injil, Kisah Para Rasul 17:26-27).

Karena itu memang bisa saja ada konteks bahasa dari kitab suci agama saat diturunkan. Namun tetap semua bahasa dan bangsa berharga di hadapan Allah.

Bahasa Tertinggi Bahasa Kasih

Tiba-tiba Arya bertanya saat saya sedang menjelaskan. Ia berkata, “Bagaimana pandangan bapak terhadap bahasa asli dari kitab suci kepercayaan bapak?”

Saya menjawab bahwa saya mengimani Kitab Taurat, Zabur dan Injil. Bahasa aslinya berasal dari bahasa Ibrani, Aram dan Yunani.

Dalam keyakinan saya, memang baik jika mengetahui bahasa asli. Namun hal ini bukanlah sesuatu yang sakral atau menjadi kewajiban.

Justru sebaliknya, semua orang dari berbagai bahasa bisa membaca Kitab Taurat, Zabur dan Injil. Para pengikut Isa, melakukan penterjemahan kitab suci ke dalam semua bahasa.

Banyak umat yang tidak mengerti bahasa asli sama sekali. Tapi mereka bisa mendapatkan makna kebenaran dalam bahasa lokal masing-masing.

Dalam hal ini yang terutama, saya menjelaskan, ada satu bahasa utama. Bukan berasal dari bangsa tertentu. Bahasa ini adalah bahasa kasih.

Saya percaya bahwa Allah mengasihi semua manusia. Karena itu Ia ingin menyatakan keselamatan-Nya kepada semua bangsa.

Hal ini lebih utama dari bahasa bangsa manapun juga. Inilah kasih Allah yang menyelamatkan manusia.

Bahasa Kasih Allah Menyelamatkan

Allah menyatakan kasih-Nya terutama dengan Ia sendiri menjelma menjadi manusia. Inilah Isa Al-Masih yang lahir dari jelmaan Ruh Allah dalam perawan Maryam.

Isa datang mengajarkan kasih kepada manusia. Ia juga mati di kayu salib untuk menanggung hukuman dosa manusia.

“Allah begitu mengasihi dunia ini sehingga Ia menganugerahkan Sang Anak [Isa Al-Masih] . . . supaya setiap orang yang percaya kepada Sang Anak tidak binasa, melainkan memperoleh hidup yang kekal” (Injil, Yahya 3:16).

Melalui Isa, kita menerima pengampunan dosa dan keselamatan Allah. Caranya dengan mengimani dan menjadi pengikut Isa.

Inilah bahasa yang terutama. Yaitu bahasa kasih Allah.

Ketiga sahabat ini mendengarkan dengan baik semua uraian saya. Mereka menghormati informasi yang saya berikan walau ada perbedaan dari yang selama ini mereka percayai.

Dalam hal ini Dzakir berkata, ia ingin menggali lebih dalam. Ia ingin lebih paham kebenaran bahasa Arab bahasa Al-Quran asli. Sedangkan Arya tertarik dengan konsep bahasa kasih Allah yang menyelamatkan.

Kasih Allah untuk Semua Bangsa

Memang Allah dalam kasih-Nya menghargai semua bangsa dan bahasa. Adalah kerinduan-Nya agar semua bangsa bisa mendapatkan keselamatan-Nya.

“Mereka semua menyanyikan sebuah pujian, ‘Isa Al-Masih yang layak, karena telah menebus kami bagi Allah dari tiap suku, bahasa, kaum, dan bangsa’” (Injil, Wahyu 5:9, parafrasa).

Maukah Anda memahami bahasa kasih Allah? Kita bisa mulai mempelajarinya dengan membaca kitab Injil. Hal ini tersedia dalam bahasa Indonesia maupun dalam berbagai bahasa daerah yang ada. Maka Anda akan mendapatkan kasih-Nya dan jalan menuju kepastian surga.


Artikel Terkait

Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel di atas. Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:

  1. 3 Fakta Sejarah Kota Mekah Yang Sangat Mengejutkan
  2. Tela’ah Sejarah Kitab-Kitab Allah Menemukan Petunjuk & Cahaya
  3. Mencari Ketenangan Hati Melalui Al-Fatihah dan Kitab Zabur

Video:

  1. Benarkah Bahasa ‘Arab’ Bahasa Allah? – Gabungan

Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Menurut Anda mengapa umat Islam percaya bahasa Arab bahasa Al-Quran asli?
  2. Bagaimana pendapat Anda mengenai ada banyak sekali kosakata bahasa asing dalam al-Quran?
  3. Bagaimana pendapat Anda bahwa bahasa yang paling tinggi adalah bahasa kasih Allah yang menyelamatkan?

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, maaf bila terpaksa kami hapus.

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

 

Category: Artikel-Artikel, Ulasan Berita Agama

Bagikan Artikel Ini:

Share on Facebook Share on X (Twitter) Share on WhatsApp Share on Email Share on SMS

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .

Subscribe
Beritahulah

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
4. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Al-Quran

0 Komentar
Paling lama
Terbaru

Sidebar

Artikel Terbaru

  • Ayat Kursi Dan Manfaatnya Sangat Besar, Mau Tahu?
  • Bolehkah Merayakan Maulid Nabi? Dalil & Maknanya Bagi Mukmin
  • Taurat Injil Diubah? Cendekiawan Islam Berkata Lain!
  • Isa Hanya Seorang Nabi? Pandangan Islam Dan Nasrani
  • Awal Mula Qurban Menyatakan Ridha Allah? Ini Faktanya

Artikel Terpopuler Bulan Ini

  • Bolehkah Merayakan Maulid Nabi? Dalil & Maknanya Bagi Mukmin
  • Ayat Kursi Dan Manfaatnya Sangat Besar, Mau Tahu?
  • Taurat Injil Diubah? Cendekiawan Islam Berkata Lain!
  • Benarkah Hanya Bahasa Arab Bahasa Al-Quran Asli?
  • Dalil Tidak Ada Yang Mustahil Bagi Allah Untuk Manusia Berdosa

Hubungi Kami

Apabila Anda memiliki pertanyaan / komentar, silakan menghubungi kami dengan menekan tombol di bawah ini.

Hubungi Kami

Renungan Berkala Isa dan Al-Fatihah

Apabila Anda ingin menerima renungan singkat setiap minggu, silakan menekan tombol di bawah ini

Renungan Berkala Isa dan Al-Fatihah

Social Media

Facebook

Facebook

TikTok

TikTok

Instagram

Instagram

YouTube

YouTube

Hak Cipta © 2009–2026 Dialog Agama Isa dan Al-Quran. | Kebijakan Privasi | Kebijakan Dalam Membahas Email | Hubungi Kami

wpDiscuz