• Skip to main content
  • Skip to header right navigation
  • Skip to site footer
Isa Dan Al-Quran

Isa Dan Al-Quran

Dialog Agama - Isa dan Al-Quran

  • Maksud Situs Ini
    • Tentang Kami
    • 60 Ayat Tentang Isa dalam Al-Quran
    • Isa dan Al-Fatihah
  • Jalan ke Surga
    • Paspor Menuju Sorga
    • 6 Ayat Terpenting
  • Ayat Al-Quran
  • Artikel
    • Daftar Artikel
  • Kitab TZI
  • Hubungi Kami

Mengubah Kalender Masehi ke Hijriyah: 6 Perbedaan Utama

Isa Dan Al-Quran > Artikel-Artikel > Ulasan Berita Agama > Mengubah Kalender Masehi ke Hijriyah: 6 Perbedaan Utama
10 January 2024 | 16 Komentar
Gambar-kalender-sebagai-simbol-alasan-Arab-Saudi-beralih-dari-kalender-Hijriyah-ke-Masehi

Ada banyak cara penanggalan di dunia. Contoh yang populer adalah kalender Masehi dan Hijriyah.

Mengetahui kalender sangat penting karena membantu mengatur jadwal kehidupan kita. Dari waktu sekolah, merencanakan hari libur, janji rapat kantor dan sebagainya.

Secara umum memang kita banyak mengunakan kalender Masehi. Jenis penanggalan ini paling banyak digunakan di seluruh dunia.

Selain itu umat Islam di seluruh dunia juga menggunakan kalender Hijriyah. Memang menarik, beberapa waktu lalu Arab Saudi malah mengubah penggunaan kalender Hijriyah ke Masehi. Manakah sebenarnya yang lebih tepat?

Mari kita simak pembahasan mengenai kalender Masehi dan Hijriyah. Agar bisa mendapatkan panduan waktu kehidupan terbaik.

Sejarah Kalender Masehi dan Hijriyah

caravan in tar desert

Pertama-tama mari kita lihat terlebih dahului sejarah kedua kalender ini untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik.

  • Sejarah Kalender Masehi
    Kalender Masehi menghitung berdasarkan matahari. Yaitu waktu yang diperlukan untuk bumi mengelilingi matahari.

    Perhitungan ini telah ada dari zaman dahulu. Julius Caesar mereformasi kalender pada tahun 46 SM. Yaitu kalender matahari dengan panjang tahun normal 365 hari. Dan tahun kabisat setiap tahun keempat sebanyak 366 hari.

    Pada tahun 1570an Paus Gregorius XIII menyempurnakan kalender. Kemudian ia menetapkan 1 Januari sebagai tahun pertama. Melalui sejarah panjang sistem kalender inilah yang terpakai di banyak negara sampai sekarang.
  • Sejarah Kalender Hijriyah
    Pada awalnya umat Islam menggunakan kalender peradaban Arab pra-Islam. Yaitu dengan perhitungan bulan mengitari bumi. Namun dalam penanggalannya hanya sebatas bulan dan tanggal tanpa tahun.

    Satu saat Gubernur Abu Musa Al-Asyari mengirimkan surat kepada Khalifah Umar Bin Khattab. Menyatakan kebingungannya perihal surat yang tidak memiliki tahun.

    Akhirnya Khalifah Umar Bin Khattab menugaskan panitia penentuan kalender. Panitia ini yang menentukan hari Jumat, 16 Juli 622 M sebagai awal penanggalan. Yaitu hari Nabi Islam hijrah dari Mekkah ke Madinah. Oleh karena itu, kalender Islam bernama kalender Hijriyah.

Tepatkah cara pendekatan mengubah penggunaan kalender Masehi ke Hijriyah bagi kehidupan umat Muslim?

6 Perbedaan Kalender Masehi dan Hijriyah

Kita telah melihat sejarah kalender Masehi dan Hijriyah. Sekarang mari kita simak berbagai perbedaan mendasarnya.

  1. Sistem perhitungan tanggal.
    Kalender Masehi berdasar pada peredaran bumi mengitari matahari. Sementara kalender Hijriyah berdasar pada peredaran bulan mengitari bumi.
  2. Jumlah hari dalam setahun.
    Dalam kalender Masehi total ada 365 hari dalam setahun. Atau ada 366 hari dalam tahun kabisat. Sedangkan kalender Hijriyah ada sebanyak 354-355 hari.
  3. Jumah hari dalam sebulan.
    Jumlah hari dalam satu bulan untuk kalender Masehi adalah 28-31 hari. Sedangkan kalender Hijriyah ada 29-30 hari.
  4. Nama-nama hari dan bulan.
    Tentu saja berbagai sebutan untuk hari dan bulan berbeda. Contoh bulan dalam Kalender Masehi adalah Januari, Februari, Maret, April dan seterusnya. Sedangkan bulan dalam kalender Hijriyah adalah Muharam, Safar, Rabiul awal, Rabiul akhir, dan seterusnya.
  5. Penentuan tahun.
    Awal tahun kalender Masehi bertepatan pada 1 Januari dan berakhir pada 31 Desember. Sedangkan kalender Hijriyah awal tahun pada 1 Muharam dan akhir tahun pada akhir bulan Zulhijah.
  6. Penentuan awal hari.
    Pada kalender Masehi berdasarkan pukul 00.00 waktu setempat. Sedangkan kalender Hijriyah berdasar waktu terbenam dan terbitnya matahari.

Pro dan Kontra Menggunakan Kalender Hijriyah

Dalam semua keadaan ini, banyak umat Islam tetap memilih menggunakan kalender Hijriyah. Namun apakah benar ini merupakan sistem penanggalan paling tepat? Mari kita lihat berbagai pro dan kontranya.

1. Kegunaan kalender Hijriyah.

  • Sesuai petunjuk Al-Quran.
    Sebagian orang mengatakan kalender Hijriyah terbaik. Karena ada dalil dalam agama untuk menggunakan bulan sebagai cara perhitungan waktu.
    “Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadah) haji . . .” (Qs 2:189).
  • Menjadi penentu waktu ibadah puasa dan Haji.
  • Menjadi pemersatu umat Islam.
    Khususnya dahulu saat kerajaan Islam berkembang.
  • Menjadi pembeda dengan budaya atau agama lainnya.

2. Pertanyaan dan kelemahan kalender Hijriyah.

Walau banyak hal baik, namun ada juga banyak keraguan. Mari kita lihat berbagai sisi lainnya dari kalender Hijriyah.

  • Perbedaan musim pertahun.
    Menggunakan perhitungan bulan membuat waktu per tahun lebih cepat. Hal ini membuat tiap tahun ada pergeseran waktu. Misalnya masa puasa, masa menanam akan jatuh pada tanggal atau bulan yang berbeda.
  • Penyesuaian waktu di tiap negara.
    Tiap negara menentukan waktu sesuai keadaan di sana. Sangat tergantung terbenam dan terbitnya matahari.
    Sehingga ada perbedaan lamanya waktu. Misalnya ada beberapa negara yang waktu puasanya menjadi lebih lama.
  • Kepentingan komunikasi dan bisnis internasional.
    Banyak orang masih berpendapat kalender Masehi paling efektif. Berguna untuk bisnis dan komunikasi internasional karena mayoritas negara menggunakan kalender ini.
    Hal inilah juga yang menyebabkan negara Arab Saudi mengganti penanggalan kerja ke kalender Masehi. Selain juga untuk penghematan, karena kalender Hijriyah menghitung 11 hari kerja lebih banyak per tahunnya. Atau menyebabkan biaya satu bulan gaji per tiga tahun.
  • Benarkah serupa perhitungan waktu pagan?
    Ada pendapat yang mengatakan bahwa kalender Hijriyah berasal dari budaya pagan pra-Islam. Karena ada banyak sekali kesamaannya.
    Beberapa contoh adalah sama-sama menghitung dari pergerakan bulan. Ada berbagi nama bulan yang sama atau mirip. Kaum pagan juga memiliki empat bulan suci. Mereka juga mempunyai ritual haji pada bulan Dzulhijjah.

Bagaimana kalender kuno, jauh sebelum pra-Islam?

Melihat berbagai pertanyaan di atas, sebagian orang ingin tahu kalender lainnya. Yaitu yang berasal dari berbagai peradaban kuno.

Rupanya banyak peradaban kuno, termasuk orang Yahudi memakai kalender Luni-solar. Yaitu perpaduan penghitungan matahari dan bulan.

Hal ini telah ada dalam Kitab Taurat yang tertulis lebih dari 1000 tahun sebelum Masehi.

“Berfirmanlah Allah, ‘Jadilah penerang-penerang di langit untuk memisahkan siang dari malam. Hendaklah semua itu menjadi tanda yang menentukan musim, hari, serta tahun’” (Taurat, Kejadian 1:14).

Perhitungan kalender ini melihat satu bulan dari pergerakan bulan. Namun jumlah akhir pertahunnya tetap menggunakan perhitungan matahari. Mereka memakai waktu sisipan untuk menyesuaikan perhitungannya.

Hal Terpenting Mengenai Waktu

Memang benar ada perbedaan antara kalender Masehi dan Hijriyah. Kita juga boleh mengubah penggunaan kalender Masehi ke Hijriyah dan sebaliknya, sesuai dengan kehidupan kita.

Namun yang penting, waktu perlu digunakan secara bijak. Jangan ada waktu yang terbuang percuma.

Setiap saat kita perlu mengambil pilihan yang tepat. Karena waktu kita hidup ada batasannya. Nantinya kita perlu menghadap pengadilan Allah di akhirat.

Ada kisah menarik dari Kitab Injil mengenai seseorang yang banyak merencanakan dalam hidupnya. Namun tentu ia tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

“Sekarang bagi kamu, hai orang-orang yang berkata, ‘. . . kami akan pergi ke kota anu; kemudian kami akan menetap . . . dan akan berdagang serta memperoleh keuntungan,’ padahal kamu tidak mengetahui apa yang akan terjadi pada hari esok. Apakah arti hidupmu? Kamu sama seperti uap, kelihatan seketika saja lamanya, kemudian lenyap” (Injil, Yakub 4:13-14).

Inilah rupanya hal terpenting dalam kehidupan. Yaitu kepastian selamat di akhirat. Bukan lagi tentang mengubah penggunaan kalender Masehi ke Hijriyah.

Banyak orang tidak yakin bahwa amal dan ibadahnya cukup. Sehingga nantinya pasti menerima azab Allah. Bagaimana solusinya?

Waktu Solusi dari Allah

Ada hal yang jauh lebih penting dari sekadar mengubah penggunaan kalender Masehi ke Hijriyah. Yaitu waktu untuk kita menerima rahmat Allah.

“Tetapi, ketika sudah genap waktunya, Allah mengutus Sang Anak yang datang daripada-Nya [Isa Al-Masih, Kalimatullah] . . . Maksudnya ialah supaya Ia dapat menebus setiap orang [dari dosa] . . .” (Injil, Galatia 4:4-5).

Waktu kita di dunia sangat terbatas dan tidak tahu kapan akan meninggal. Sehingga kita memerlukan Rahmat Allah secepatnya.

Allah tahu setiap manusia berdosa. Tidak akan ada yang mampu selamat dari perbuatan baiknya sendiri. Bahkan dengan mengubah kalender Masehi ke Hijriyah sekalipun.

Karena itu Isa Al-Masih menjelma menjadi manusia. Tujuannya untuk menyatakan rahmat Allah berupa ampunan dosa.

Jika kita mengimani dan menjadi pengikut Isa, kita menerima rahmat Allah. Inilah solusi untuk keselamatan akhirat.

Inilah Waktu Keselamatan!

Caranya bukan dengan mengubah kalender Masehi ke Hijriyah. Tetapi, maukah Anda mendapatkan rahmat Allah untuk keselamatan di akhirat sebelum terlambat? Mari mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih!

Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca:

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Mengapa dasar kelender Masehi lebih baik daripada dasar kalender Islam Hijriyah?
  2. Mengapa hijrah yang dilakukan Isa lebih baik daripada hijrah Muhammad?
  3. Isa Al-Masih berkuasa mengampuni dosa dan menjamin hidup kekal. Apakah itu membuktikan bahwa Dia adalah Allah? Alasannya!

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.


Artikel Terkait

Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel “Mengubah Kalender Masehi ke Hijriyah: 6 Perbedaan Utama” Jika Anda berminat, silahkan klik pada link-link berikut:

  1. Umat Islam: Cara Hijrah Yang Benar
  2. Mengapa Terdapat “Dua Bagian” Al-Quran?
  3. Makna Kembali Fitrah Dalam Islam Dan Kristen
  4. Manfaat Zakat Fitrah: Semua Dosa Dapat Dihapus! Benarkah?

Video:

  1. Bagaimana Cara Menjadi Fitrah?

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.  Atau SMS/WA ke: 0812-9530-4930.

Category: Ulasan Berita AgamaTag: Nabi Islam dan Isa

Bagikan Artikel Ini:

Share on Facebook Share on X (Twitter) Share on WhatsApp Share on Email Share on SMS

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .

Subscribe
Beritahulah

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
4. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Al-Quran

16 Komentar
Paling lama
Terbaru
*Jhon Lukas
13 March 2017 3:33 am

~
Buat Umat Muslim,

Saudaraku, khusus umat Muslim, sejarah telah mencatat sebelum Yesus lahir ke dunia ribuan tahun yang lalu oleh Nabi Yesaya. “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita, lambang pemerintahan ada diatas bahunya, dan namanya disebut orang : Penasehat Ajaib, Allah yang perkasa, Bapa yang kekal, Raja damai” (Kitab,Nabi Yesaya 9:5).

Saudaraku umat Muslim adakah nabi-nabi terdahulu mencatat akan datang seorang rasul Allah bernama Muhammad? Mohon pencerahan.

Saudaraku inilah membuktikan bahwa zaman batupun Yesus Kristus sudah ditakdirkan akan datang sebagai Juruselamat, Kitab Nabi Hosea 13:4 juga mencatatnya, “Dan tidak ada Juruselamat selain dari Aku (Yesus Kristus).”

Balas
staff
21 May 2017 12:23 pm
Balasan ke  *Jhon Lukas

~
Saudara John,

Memang benar, sekitar 700 tahun sebelum Isa Al-Masih lahir, nabi Yesaya telah mengumumkan dalam Kitab Suci Allah. Oleh karena itu apabila kelahiran Isa Al-Masih merupakan awal perhitungan Kalender Masehi sangatlah tepat. Mengapa?

Perhitungan Kalender Masehi sudah dipakai selama bertahun-tahun (ribuan tahun) oleh umat manusia di dunia bukan hanya umat Kristen saja. Sebagian umat manusia di dunia, menganggap bahwa Tahun Masehi sebagai tahun kemenangan bagi umat manusia karena Kelahiran Sang juru selamat manusia.

“Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka” (Injil, Rasul Besar Matius 1:21).
~
Slamet

Balas
Zakir Naik
25 March 2017 11:43 pm

~
Saudaraku. Apa yang kalian perkenalkan itu adalah keberadaan Tuhan kalian, yang mau kalian perkenalkan melalui cerita di dalam Alkitab. Bukti Yesus itu bukan Tuhan karena eksistensinya untuk dikenal tergantung kepada Alkitab.

Tuhan itu berdiri sendiri, tidak tergantung kepada apa pun yang ada di alam semesta ini termasuk Alkitab. Berserah diri lah kalian kepada Tuhan Pencipta alam semesta, sebagai seorang Muslim. Itulah jalan yang lurus.

Balas
staff
21 May 2017 12:43 pm
Balasan ke  Zakir Naik

~
Saudara Zakir,

Isa Al-Masih adalah Sang Firman, “Aku-nya Firman” Oleh karena itu kita melihat bahwa setiap firman/ ucapan Isa Al-Masih adalah wahyu Allah. Dia bukan seperti nabi lainnya yang sesekali saja menerima wahyu Allah sementara ada saat-saat lain ia tidak mendapat wahyu Allah.

Sang Firman selalu mengalirkan setiap kalimat Allah dari diri-Nya. Itulah sebabnya tidak ada orang yang mampu menunjukkan kapan dan bagaimana wahyu Allah itu diturunkan Allah kepada Isa Al-Masih.

Isa Al-Masih juga bukan sebagai akibat (produk) dari sebuah kata-suara “Jadilah!”, Yaitu sebuah kata khusus dari mulut Allah ketika ingin menciptakan sesuatu. Justru “Jadilah” itu adalah bagian dari yang selalu melekat dan aktif dalam diri Isa Al-Masih sebagai Sang Firman.

Semoga bermanfaat bagi saudara.
~
Slamet

Balas
Zakir Naik
25 March 2017 11:51 pm

~
Dasar kalender Masehi ialah hijrahnya Isa Al-Masih, Kalimatullah dari sorga ke dunia.Tujuannya untuk “. . .menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka” (Injil, Rasul Besar Matius 1:21).

Respons: Apa yang kalian kutip itu adalah tulisan Matius (manusia) di dalam Alkitab. Iman kalian bukanlah kepada Tuhan, tetapi kepada apa yang ditulis Matius di dalam Alkitab.Kalian adalah pengikut manusia (Matius)!

Balas
staff
21 May 2017 12:56 pm
Balasan ke  Zakir Naik

~
Saudara Zakir,

Memang tidak semua orang dapat mengenal Isa Al-Masih secara utuh dan benar, apabila ia tidak menerima anugerah Allah.

Jelas Isa Al-Masih adalah Juruselamat setiap manusia. Dia telah membuka jalan bagi manusia untuk datang kepada Allah! Dan Allah telah melaksanakan semuanya, dan tanggung jawab kita ialah menerima kenyataan itu.

Jikalau umat manusia dapat mencapai Allah melaiui suatu jalan lain, maka Isa Al-Masih tidak harus mati. Kematian-Nya menunjukkan fakta bahwa tidak ada jalan lain. Oleh sebab itu, tidak ada agama atau pemimpin agama lain yang dapat membawa orang kepada pengenalan akan Allah yang esa dan benar itu, apabila tidak melalui Isa Al-Masih.
~
Slamet

Balas
Usil
27 March 2017 12:37 am

~
Kalender Masehi itu dihitung semenjak Yesus lahir ke dunia melalui rahim Maria. Tuhan dilahirkan?

Balas
staff
21 May 2017 1:01 pm
Balasan ke  Usil

~
Saudara Usil,

Memang akal sehat manusia menyatakan bahwa tidak mungkin Tuhan dilahirkan oleh seorang manusia. Tetapi bagi Tuhan tidak ada yang tidak mungkinl karena Tuhan itu mahakuasa. Tuhan bisa datang ke dunia dengan cara apa saja sesuai yang Dia inginkan.

Sebenarnya pada awalnya, Maria ibu Isa Al-Masih juga memiliki pikiran seperti manusia pada umumnya. Ketika malaikat berkata kepada Maria,”Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?” Jawab Malaikat iru kepadanya:” Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil” (Injil, Rasul Lukas 1:30-37).

Jadi walaupun Isa Al-Masih dilahirkan melalui Maria, itu tidak berarti Dia bukan Tuhan. Karena malaikat Tuhan juga menegaskan kepada para gembala. “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud” (Injil, Rasul Lukas 2 :11).
~
Slamet

Balas
@Jhon Lukas
28 March 2017 1:38 pm

~
Buat Zakir Naik

Saudaraku, Yesus Kristus berkata kepada seorang wanita yang ketahuan melakukan zinah, lalu apa kata yesus kepada wanita tersebut, “Dosamu telah diampuni” (Injil Rasul Besar Lukas 7:36-50).

Saudaraku, bila kita mendengar ucapanya, siapakah yang mampu berkata ‘Dosamu Telah Diampuni?’ Inilah dia bukti adalah Allah.

Saudaraku, seandainya dia adalah nabi maka di pastilah dihukum Allah, ternyata Yesus Kristus naik kesorga oleh kuasanya sendiri, “Dan ketika ia sedang memberkati mereka, ia berpisah dari mereka dan terangkat kesorga” (Injil Rasul Besar Lukas 24:50-53). Adakah nabi mampu berkata demikian?

Balas
staff
21 May 2017 1:19 pm
Balasan ke  @Jhon Lukas

~
Saudara Jhon,

Jelas wanita yang dituduh sebagai orang berdosa dapat mengenal Isa Al-Masih sehingga dosanya diampuni oleh Isa Al-Masih. Sementara para pemimpin umat beragama menjadi buta (secara rohani) sehingga tidak mampu melihat siapa sebenarnya Isa Al-Masih?

Jawabnya terletak pada iman mereka. Ketidak-percayaan telah membutakan mata hati para pemuka agama. Para pemuka agama itu tidak mau mengubah mindset mereka, juga tidak mempunyai keberanian untuk keluar dari comfort zone mereka.
~
Slamet

Balas
Farizal
4 April 2017 2:09 pm

~
Topik: 1.Mengapa dasar kelender Masehi lebih baik daripada dasar kalender Islam Hijriyah?

Dasar anda mengatakan ini adalah karena dengan ini Arab Saudi bisa memotong anggaran mereka. Ini dikarenakan sistem pembayaran gajinya per bulan sehingga berpengaruh jika berganti antara kalender hijriyah dan gregorian. Jika sistem pembayarannya per minggu atau per hari situasi ini tidak akan muncul.
Tidak masalah menggunakan kalender lain asal tidak meninggalkan kalender hijriah.

Kalau bicara masalah pemulaian tahun pertama, hijriah merupakan hasil musyawarah, dan disepakati demikian.

Sedangkan kalender masehi (gregorian) diresmikan oleh Paus Gregory XIII tahun 1582. Sedangkan kesepakatan pemulaan tahun pertama masehi adalah lahirnya Isa AS.

Balas
staff
21 May 2017 1:30 pm
Balasan ke  Farizal

~
Saudara Farizal,

Apabila tidak ada hal yang menguntungkan bagi kerajaan Arab Saudi tentunya pemerintah Arab tidak akan mengganti kalender Hijriah dengan kalender Masehi bukan?

Faktanya pemerintah Arab Saudi secara resmi, terhitung mulai Sabtu (1/10/2016), menggunakan kalender Masehi untuk menggantikan kalender Hijriah yang sudah digunakan sejak negeri itu berdiri pada 1932.
~
Slamet

Balas
echol
5 October 2017 3:50 pm

~
Saudara usil
tahun masehi terhitung mulai yesus lahir. berarti salah kalau natal tanggal 25 desember. tolong penjelasannya

Balas
echol
18 October 2017 5:32 pm

Kok tdk ada respon?

Balas
echol
23 October 2017 4:30 pm

setelah menyimak artikel2 anda seolah – olah anda ini tau semua, tapi kok pertanyaan saya tidak pernah di jawab

Balas
echol
29 October 2017 8:12 am

kok pertanyaan saya tidak pernah dijawab??

Balas

Sidebar

Artikel Terbaru

  • Bolehkah Merayakan Maulid Nabi? Dalil & Maknanya Bagi Mukmin
  • Taurat Injil Diubah? Cendekiawan Islam Berkata Lain!
  • Isa Hanya Seorang Nabi? Pandangan Islam Dan Nasrani
  • Awal Mula Qurban Menyatakan Ridha Allah? Ini Faktanya
  • Nabi Isa Disalib Atau Tidak? Ini Fakta Sejarahnya

Artikel Terpopuler Bulan Ini

  • Isa Hanya Seorang Nabi? Pandangan Islam Dan Nasrani
  • Taurat Injil Diubah? Cendekiawan Islam Berkata Lain!
  • Bolehkah Merayakan Maulid Nabi? Dalil & Maknanya Bagi Mukmin
  • Benarkah Hanya Bahasa Arab Bahasa Al-Quran Asli?
  • Dalil Tidak Ada Yang Mustahil Bagi Allah Untuk Manusia Berdosa

Hubungi Kami

Apabila Anda memiliki pertanyaan / komentar, silakan menghubungi kami dengan menekan tombol di bawah ini.

Hubungi Kami

Renungan Berkala Isa dan Al-Fatihah

Apabila Anda ingin menerima renungan singkat setiap minggu, silakan menekan tombol di bawah ini

Renungan Berkala Isa dan Al-Fatihah

Social Media

Facebook
TikTok
Instagram
YouTube

Hak Cipta © 2009 – 2023 Dialog Agama Isa dan Al-Quran. | Kebijakan Privasi | Kebijakan Dalam Membahas Email | Hubungi Kami

wpDiscuz