
Hidayat adalah mahasiswa di salah satu universitas besar di Indonesia. Suatu hari, dosennya memberi tugas membuat makalah mengenai sejarah kota Mekah dan Yerusalem.
Saat menyelidiki, Hidayat sangat terkejut dengan temuannya. Fakta sejarah kota Mekah dan Yerusalem membuka pemikirannya.
Apa saja yang ia temukan? Mari kita lihat sejarah dari kota-kota besar ini. Kita juga akan melihat bukti kebesaran Allah di dalamnya.
Sejarah Kota Yerusalem
Pada awalnya Hidayat merasa tugas ini tidaklah sulit. Ia yakin menemukan banyak bukti sejarah dan arkeologis untuk kota-kota ini.
Hidayat memulai penelitiannya lewat internet. Ia mengawali dengan mencari sejarah kota Yerusalem.
Hidayat menemukan banyak informasi tentang Yerusalem. Ada bukti bahwa manusia sudah tinggal di sana dari ribuan tahun lalu. Ada sejarawan menemukan nama kota Yerusalem dalam dokumen-dokumen bahkan dari tahun 1900 sebelum Masehi.
Selain itu ada banyak bukti arkeologis seputar keadaan kota Yerusalem. Beberapa contohnya:
- Tembok besar kota Yerusalem.
- Tempat pemerintahan kerajaan Nabi Daud.
- Bait suci yang dibangun Nabi Salomo.
- Kehancuran kota Yerusalem kuno karena Kerajaan Babel.
- Pembangunan ulang kota Yerusalem saat Kerajaan Persia.
- Kolam Bethesda dimana Isa menyembuhkan orang sakit.
Hidayat melihat semua informasi ini sangat akurat. Serta didukung oleh berbagai bukti sejarah yang kuat.
Hal ini membuatnya sangat senang. Ia menjadi yakin akan dengan mudah mendapatkan juga sejarah kota Mekah.
Namun saat mempelajari sejarah kota Mekah, Hidayat sangat terkejut. Ia menemukan banyak pertanyaan yang menggelisahkan.
Sejarah Kota Mekah
Hidayat memulai penyelidikannya dengan melihat dari informasi yang selama ini ia ketahui. Yaitu informasi dari ajaran agama bahwa cikal bakal kota Mekah sudah ada dari zaman purbakala, yaitu dari zaman Nabi Ibrahim. Bahkan Nabi Ibrahim dan Ismail yang membangun Ka’bah di Mekah.
Namun saat mempelajarinya ia mendapatkan temuan berbeda. Berikut ini beberapa temuannya.
1. Sejarah Berdirinya Kota Mekah.
Hidayat pertama terkejut karena kota Mekah bukanlah kota kuno dari zaman purbakala. Tidak ada bukti sejarah dan arkeologis yang mendukung hal ini.
Ada bukti sejarah mengenai keberadaan orang Arab dari ribuan tahun lalu. Namun tidak ada catatan mengenai kota Mekah sama sekali.
Banyak kota lain yang lebih kecil ada dalam catatan sejarah. Misalnya kota Najran, kota Sana’a, dan Yathrib. Namun tidak demikian dengan Mekah.
Kota Mekah tidak berada di jalur perdagangan. Baik perdagangan darat maupun laut.
Lokasi kota Mekah sulit dilewati para pedagang. Hal ini karena terhalang bukit dan merupakan daerah yang kekurangan air.
Hidayat menjadi sangat gelisah. Jika kota Mekah adalah tempat sangat penting, mengapa tidak ada bukti sejarah dan arkeologis mengenainya?
Yang ia temukan adalah sejarah membuktikan suku Khuza’ah dari Yaman yang membangun kota Mekah. Abu Karib Assad adalah pembangun pertama. Ia berkuasa di Yaman pada tahun 410-435 M.
Selanjutnya suku Quraisy menguasai Mekah. Dan merekalah yang mengembangkan pembangunan kota itu pada awalnya.

Semua informasi ini meneguhkan fakta bahwa kota Mekah adalah kota yang tergolong baru dibentuk. Dan pada zaman purbalaka, di lokasi ini tidak ada bukti arkeologi peradaban apapun.
2. Sejarah Ka’bah di Mekah.
Informasi di atas membuat Hidayat berpikir. “Jika demikian, bagaimana dengan Ka’bah. Bukankah seharusnya bangunan ini sudah ada dari zaman Nabi Ibrahim dan Ismail (Qs 2:127)?”
Namun Hidayat sangat terkejut. Karena tidak ada bukti juga yang mendukung hal ini.
Catatan sejarah menyatakan bahwa pada awalnya saat zaman pra-Islam, mereka membangun banyak tempat penyembahan. Lalu suku Quraisy menata kembali tempat penyembahan di sana (Ka’bah) pada 608 M.
Suku ini pada awalnya menyembah banyak berhala. Ka’bah adalah tempat perlindungan dan penyembahan berhala di zaman pra-Islam.
Karena itu saat Nabi Islam masuk ke Mekah, ia menemukan ada banyak berhala di Ka’bah. “Nabi memasuki Makkah pada penaklukan Makkah yang ketika itu di sekitar Ka’bah ada tiga ratus enam puluh patung . . .” (Shahih Bukhari 3950).
Selanjutnya ada banyak bukti arkeologi bahwa kiblat awalnya bukan ke Mekah. Banyak Masjid memiliki kiblat ke arah Yerusalem atau Petra.
Banyak Mesjid ini tidak mengubah kiblatnya bahkan sampai tahun 706 Masehi. Yaitu sudah lewat puluhan tahun setelah Nabi Islam wafat.
Contohnya Mesjid Madina tahun 626 M, Mesjid Amman, di Jordan tahun 701 M dan Mesjid Grand Sana’a di Yemen, tahun 706 M. Semua tidak mengarah ke Mekah.
Hidayat melihat bahwa jelas Ka’bah adalah bangunan baru. Karena jika Ka’bah adalah tempat menegakkan tauhid (Qs 3:96), bagaimana mungkin ratusan tahun dibiarkan menjadi tempat penuh berhala?
Banyak sejarawan Islam meneguhkan hal ini. Contohnya, Taha Hussein menyatakan: “Kasus masalah ini sudah sangat jelas. Ka’bah adalah bangunan baru yang dibangun sebelum munculnya Islam . . .”
3. Sejarah Islam Menguasai Mekah.
Akhirnya Hidayat sampai pada pertanyaan penting lainnya. Bagaimana sejarah kota Mekah sehingga menjadi pusat agama Islam?
Rupanya pada tahun 628-630 Masehi Nabi Islam pergi ke Mekah. Ia ingin beribadah di Mekah.
Namun suku Quraisy yang menguasai Mekah saat itu menentangnya. Sehingga terjadilah negosiasi dan perjanjian Hudaibiyah. Hal ini tercatat lengkap dalam Shahih Bukhari 2529.
Perjanjian Hudaibiyah mengakibatkan umat Islam bisa masuk ke Mekah tanpa peperangan. Namun ada banyak toleransi dalam perjanjian ini.

- Mengapa ada toleransi untuk penulisan gelar nama Allah?
Dari “bismillahir rahmaanir rahim” (Nama Allah, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang). Menjadi “bismika Allahumma” (Dengan namu-Mu ya Allah).
- Mengapa ada toleransi penulisan gelar nabi?
Dari “Muhammad, Rasulullah” menjadi “Muhammad bin Abdullah.”
- Mengapa ada toleransi penundaan waktu?
Umat perlu menunggu tahun berikutnya untuk masuk Mekah.
Melihat semua hal ini membuat Umar merasa marah. Ia sampai bertanya kepada Nabi Islam: “. . . ‘Bukankah Anda ini benar-benar Nabi Allah? . . . Bukankah kita berada di atas kebenaran? . . . Lalu kenapa kita terima penghinaan ini kepada agama kita?’ . . .” (Shahih Bukhari 2529).
Mencari Kebenaran Sejati
Semua hal ini membuat Hidayat merasa gelisah. Ada perbedaan dari informasi yang selama ini ia ketahui dengan bukti sejarah. Hidayat menyimpan pertanyaan ini dalam hatinya. Ia pada awalnya tidak berani menanyakannya kepada orang lain.
Sampai satu saat ia melihat kutipan di sosial media. Tertulis: “Kamu akan mengenal kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu” (Injil, Yahya 8:32).
Saat itulah Hidayat mulai tertarik untuk mengetahui isi kitab Allah. Ia secara diam-diam membaca kitab Taurat, Zabur dan Injil di Internet.
Kebenaran Allah yang Menyelamatkan
Hidayat melihat bahwa banyak sejarah kota Yerusalem yang akurat. Yaitu data sejarah sesuai dengan kutipan kitab Taurat dan Injil.
Contohnya, ramalan Isa tentang kehancuran kota Yerusalem dan Bait Allah. “Sabda Isa kepada mereka, ‘Kamu lihat semua itu [Bait Allah]? Sesungguhnya, Aku berkata kepadamu, tidak satu batu pun yang akan tinggal tersusun di atas batu lainnya. Semuanya akan diruntuhkan’” (Injil, Matius 24:2).

Setelah melalui proses panjang, akhirnya Hidayat menjadi yakin. Ia menyadari Kitab Taurat, Zabur dan Injil berisi kebenaran Allah. Yang bahkan mampu memberikan selamat bagi manusia.
“. . . Injil adalah kemahakuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang mempercayainya . . . di dalamnya dinyatakan pembenaran dari Allah, yang dilandaskan pada iman [kepada Isa Al-Masih] . . .” (Injil, Rum 1:16-17).
Kebenaran Allah ini pada puncaknya dinyatakan melalui penjelmaan Kalimatullah. Inilah pribadi Isa Al-Masih.
Melalui Isa manusia bisa mendapatkan ampunan dosa karena Ia sudah wafat dan bangkit lagi. Juga kebenaran Allah yang akan menuntun kehidupan hingga masuk surga.
Mengimani Kebenaran-Nya
Hidayat telah menemukan kebenaran yang membawa damai bagi kehidupannya. Bahkan memberinya jaminan sampai ke surga.
Bagaimana dengan para Pembaca? Maukah Anda juga mendapatkan kebenaran Allah? Kita bisa mendapatkannya dengan mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih.
“Sabda Isa kepadanya, ‘Akulah jalan, kebenaran, dan hidup . . .’” (Injil, Yahya 14:6).
Mari mendapatkan kebenaran Allah yang menyelamatkan manusia.
Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Bagaimana pendapat Saudara akan fakta-fakta di atas tentang sejarah kota Yerusalem? Apakah buktinya cukup kuat?
- Bagaimana pendapat Saudara akan fakta-fakta di atas tentang sejarah kota Mekah? Apakah Saudara pernah melakukan riset sendiri tentang sejarah Mekah?
- Apa akibatnya jika semua fakta di atas benar? Apakah sejarah kota Mekah menurut Islam masih dapat dipercayai? Jelaskan!
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel “Hasil Penelitian Mahasiwa Islam Tentang Sejarah Kota Suci Mekah” Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:
- Fondasi Kiblat Islam Dan “Kiblat” Kristen
- Benarkah Ibrahim Membangun Ka’Bah?
- Sholat, Kiblat, Dan Konsep “Rumah Allah” Yang Membingungkan
- 5 Misteri Batu Hajar Aswad Yang Belum Terungkap
Video:
Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”
Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. Atau SMS ke: 0812-9530-4930


PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR
Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .