• Skip to main content
  • Skip to header right navigation
  • Skip to site footer
Isa Dan Al-Quran

Isa Dan Al-Quran

Dialog Agama - Isa dan Al-Quran

  • Maksud Situs Ini
    • Tentang Kami
    • 60 Ayat Tentang Isa dalam Al-Quran
    • Isa dan Al-Fatihah
  • Jalan ke Surga
    • Paspor Menuju Sorga
    • 6 Ayat Terpenting
  • Ayat Al-Quran
  • Artikel
    • Daftar Artikel
  • Kitab TZI
  • Hubungi Kami

3 Fakta Sejarah Kota Mekah Yang Sangat Mengejutkan

Isa Dan Al-Quran > Artikel-Artikel > Kesaksian > Membaca Kitab > 3 Fakta Sejarah Kota Mekah Yang Sangat Mengejutkan
13 November 2024 | 69 Komentar

Ada satu ungkapan yang sangat penting untuk diketahui. “Jas merah,” jangan sekali-kali melupakan sejarah. Dengan mengetahui sejarah, kita bisa lebih mengenal kepercayaan kita.

Hidayat adalah mahasiswa di salah satu universitas besar di Indonesia. Suatu hari, dosennya memberi tugas membuat makalah mengenai sejarah kota Mekah dan Yerusalem.

Saat menyelidiki, Hidayat sangat terkejut dengan temuannya. Fakta sejarah kota Mekah dan Yerusalem membuka pemikirannya.

Apa saja yang ia temukan? Mari kita lihat sejarah dari kota-kota besar ini. Kita juga akan melihat bukti kebesaran Allah di dalamnya.

Sejarah Kota Yerusalem

Pada awalnya Hidayat merasa tugas ini tidaklah sulit. Ia yakin menemukan banyak bukti sejarah dan arkeologis untuk kota-kota ini.

Hidayat memulai penelitiannya lewat internet. Ia mengawali dengan mencari sejarah kota Yerusalem.

Hidayat menemukan banyak informasi tentang Yerusalem. Ada bukti bahwa manusia sudah tinggal di sana dari ribuan tahun lalu. Ada sejarawan menemukan nama kota Yerusalem dalam dokumen-dokumen bahkan dari tahun 1900 sebelum Masehi.

Selain itu ada banyak bukti arkeologis seputar keadaan kota Yerusalem. Beberapa contohnya:

  • Tembok besar kota Yerusalem.
  • Tempat pemerintahan kerajaan Nabi Daud.
  • Bait suci yang dibangun Nabi Salomo.
  • Kehancuran kota Yerusalem kuno karena Kerajaan Babel.
  • Pembangunan ulang kota Yerusalem saat Kerajaan Persia.
  • Kolam Bethesda dimana Isa menyembuhkan orang sakit.

Hidayat melihat semua informasi ini sangat akurat. Serta didukung oleh berbagai bukti sejarah yang kuat.

Hal ini membuatnya sangat senang. Ia menjadi yakin akan dengan mudah mendapatkan juga sejarah kota Mekah.

Namun saat mempelajari sejarah kota Mekah, Hidayat sangat terkejut. Ia menemukan banyak pertanyaan yang menggelisahkan.

Sejarah Kota Mekah

Hidayat memulai penyelidikannya dengan melihat dari informasi yang selama ini ia ketahui. Yaitu informasi dari ajaran agama bahwa cikal bakal kota Mekah sudah ada dari zaman purbakala, yaitu dari zaman Nabi Ibrahim. Bahkan Nabi Ibrahim dan Ismail yang membangun Ka’bah di Mekah.

Namun saat mempelajarinya ia mendapatkan temuan berbeda. Berikut ini beberapa temuannya.

1. Sejarah Berdirinya Kota Mekah.

Hidayat pertama terkejut karena kota Mekah bukanlah kota kuno dari zaman purbakala. Tidak ada bukti sejarah dan arkeologis yang mendukung hal ini.

Ada bukti sejarah mengenai keberadaan orang Arab dari ribuan tahun lalu. Namun tidak ada catatan mengenai kota Mekah sama sekali.

Banyak kota lain yang lebih kecil ada dalam catatan sejarah. Misalnya kota Najran, kota Sana’a, dan Yathrib. Namun tidak demikian dengan Mekah.

Kota Mekah tidak berada di jalur perdagangan. Baik perdagangan darat maupun laut.

Lokasi kota Mekah sulit dilewati para pedagang. Hal ini karena terhalang bukit dan merupakan daerah yang kekurangan air.

Hidayat menjadi sangat gelisah. Jika kota Mekah adalah tempat sangat penting, mengapa tidak ada bukti sejarah dan arkeologis mengenainya?

Yang ia temukan adalah sejarah membuktikan suku Khuza’ah dari Yaman yang membangun kota Mekah. Abu Karib Assad adalah pembangun pertama. Ia berkuasa di Yaman pada tahun 410-435 M.

Selanjutnya suku Quraisy menguasai Mekah. Dan merekalah yang mengembangkan pembangunan kota itu pada awalnya.

Kota Mekah juga bukan pusat penyembahan agama. Pada awalnya suku Quraisy memiliki kiblat yang lain (Qs 106:1-2).

Semua informasi ini meneguhkan fakta bahwa kota Mekah adalah kota yang tergolong baru dibentuk. Dan pada zaman purbalaka, di lokasi ini tidak ada bukti arkeologi peradaban apapun.

2. Sejarah Ka’bah di Mekah.

Informasi di atas membuat Hidayat berpikir. “Jika demikian, bagaimana dengan Ka’bah. Bukankah seharusnya bangunan ini sudah ada dari zaman Nabi Ibrahim dan Ismail (Qs 2:127)?”

Namun Hidayat sangat terkejut. Karena tidak ada bukti juga yang mendukung hal ini.

Catatan sejarah menyatakan bahwa pada awalnya saat zaman pra-Islam, mereka membangun banyak tempat penyembahan. Lalu suku Quraisy menata kembali tempat penyembahan di sana (Ka’bah) pada 608 M.

Suku ini pada awalnya menyembah banyak berhala. Ka’bah adalah tempat perlindungan dan penyembahan berhala di zaman pra-Islam.

Karena itu saat Nabi Islam masuk ke Mekah, ia menemukan ada banyak berhala di Ka’bah. “Nabi memasuki Makkah pada penaklukan Makkah yang ketika itu di sekitar Ka’bah ada tiga ratus enam puluh patung . . .” (Shahih Bukhari 3950).

Selanjutnya ada banyak bukti arkeologi bahwa kiblat awalnya bukan ke Mekah. Banyak Masjid memiliki kiblat ke arah Yerusalem atau Petra.

Banyak Mesjid ini tidak mengubah kiblatnya bahkan sampai tahun 706 Masehi. Yaitu sudah lewat puluhan tahun setelah Nabi Islam wafat.

Contohnya Mesjid Madina tahun 626 M, Mesjid Amman, di Jordan tahun 701 M dan Mesjid Grand Sana’a di Yemen, tahun 706 M.  Semua tidak mengarah ke Mekah.

Hidayat melihat bahwa jelas Ka’bah adalah bangunan baru. Karena jika Ka’bah adalah tempat menegakkan tauhid (Qs 3:96), bagaimana mungkin ratusan tahun dibiarkan menjadi tempat penuh berhala?

Banyak sejarawan Islam meneguhkan hal ini. Contohnya, Taha Hussein menyatakan: “Kasus masalah ini sudah sangat jelas. Ka’bah adalah bangunan baru yang dibangun sebelum munculnya Islam . . .”

3. Sejarah Islam Menguasai Mekah.

Akhirnya Hidayat sampai pada pertanyaan penting lainnya. Bagaimana sejarah kota Mekah sehingga menjadi pusat agama Islam?

Rupanya pada tahun 628-630 Masehi Nabi Islam pergi ke Mekah. Ia ingin beribadah di Mekah.

Namun suku Quraisy yang menguasai Mekah saat itu menentangnya. Sehingga terjadilah negosiasi dan perjanjian Hudaibiyah. Hal ini tercatat lengkap dalam Shahih Bukhari 2529.

Perjanjian Hudaibiyah mengakibatkan umat Islam bisa masuk ke Mekah tanpa peperangan. Namun ada banyak toleransi dalam perjanjian ini.

Berikut ini beberapa pertanyaan seputar perjanjian Hudaibiyah.

  • Mengapa ada toleransi untuk penulisan gelar nama Allah?
    Dari “bismillahir rahmaanir rahim” (Nama Allah, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang). Menjadi “bismika Allahumma” (Dengan namu-Mu ya Allah).
  • Mengapa ada toleransi penulisan gelar nabi?
    Dari “Muhammad, Rasulullah” menjadi “Muhammad bin Abdullah.”
  • Mengapa ada toleransi penundaan waktu?
    Umat perlu menunggu tahun berikutnya untuk masuk Mekah.

Melihat semua hal ini membuat Umar merasa marah. Ia sampai bertanya kepada Nabi Islam: “. . . ‘Bukankah Anda ini benar-benar Nabi Allah? . . . Bukankah kita berada di atas kebenaran? . . . Lalu kenapa kita terima penghinaan ini kepada agama kita?’ . . .” (Shahih Bukhari 2529).

Mencari Kebenaran Sejati

Semua hal ini membuat Hidayat merasa gelisah. Ada perbedaan dari informasi yang selama ini ia ketahui dengan bukti sejarah. Hidayat menyimpan pertanyaan ini dalam hatinya. Ia pada awalnya tidak berani menanyakannya kepada orang lain.

Sampai satu saat ia melihat kutipan di sosial media. Tertulis: “Kamu akan mengenal kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu” (Injil, Yahya 8:32).

Saat itulah Hidayat mulai tertarik untuk mengetahui isi kitab Allah. Ia secara diam-diam membaca kitab Taurat, Zabur dan Injil di Internet.

Kebenaran Allah yang Menyelamatkan

Hidayat melihat bahwa banyak sejarah kota Yerusalem yang akurat. Yaitu data sejarah sesuai dengan kutipan kitab Taurat dan Injil.

Contohnya, ramalan Isa tentang kehancuran kota Yerusalem dan Bait Allah. “Sabda Isa kepada mereka, ‘Kamu lihat semua itu [Bait Allah]? Sesungguhnya, Aku berkata kepadamu, tidak satu batu pun yang akan tinggal tersusun di atas batu lainnya. Semuanya akan diruntuhkan’” (Injil, Matius 24:2).

Hal ini tergenapi dalam sejarah. Yaitu pada 70 Masehi saat Jendral Titus dari Romawi menghancurkan kota Yerusalem.

Setelah melalui proses panjang, akhirnya Hidayat menjadi yakin. Ia menyadari Kitab Taurat, Zabur dan Injil berisi kebenaran Allah. Yang bahkan mampu memberikan selamat bagi manusia.

“. . . Injil adalah kemahakuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang mempercayainya . . . di dalamnya dinyatakan pembenaran dari Allah, yang dilandaskan pada iman [kepada Isa Al-Masih] . . .” (Injil, Rum 1:16-17).

Kebenaran Allah ini pada puncaknya dinyatakan melalui penjelmaan Kalimatullah. Inilah pribadi Isa Al-Masih.

Melalui Isa manusia bisa mendapatkan ampunan dosa karena Ia sudah wafat dan bangkit lagi. Juga kebenaran Allah yang akan menuntun kehidupan hingga masuk surga.

Mengimani Kebenaran-Nya

Hidayat telah menemukan kebenaran yang membawa damai bagi kehidupannya. Bahkan memberinya jaminan sampai ke surga.

Bagaimana dengan para Pembaca? Maukah Anda juga mendapatkan kebenaran Allah? Kita bisa mendapatkannya dengan mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih.

“Sabda Isa kepadanya, ‘Akulah jalan, kebenaran, dan hidup . . .’” (Injil, Yahya 14:6).

Mari mendapatkan kebenaran Allah yang menyelamatkan manusia.


Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Bagaimana pendapat Saudara akan fakta-fakta di atas tentang sejarah kota Yerusalem? Apakah buktinya cukup kuat?
  2. Bagaimana pendapat Saudara akan fakta-fakta di atas tentang sejarah kota Mekah? Apakah Saudara pernah melakukan riset sendiri tentang sejarah Mekah?
  3. Apa akibatnya jika semua fakta di atas benar? Apakah sejarah kota Mekah menurut Islam masih dapat dipercayai? Jelaskan!

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.

Artikel Terkait

Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel “Hasil Penelitian Mahasiwa Islam Tentang Sejarah Kota Suci Mekah” Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:

  1. Fondasi Kiblat Islam Dan “Kiblat” Kristen
  2. Benarkah Ibrahim Membangun Ka’Bah?
  3. Sholat, Kiblat, Dan Konsep “Rumah Allah” Yang Membingungkan
  4. 5 Misteri Batu Hajar Aswad Yang Belum Terungkap

Video:

  1. Kiblat Islam Dan Sejarah Awal Penetapan Kiblat 

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. Atau SMS ke: 0812-9530-4930 

Category: Kesaksian, Membaca KitabTag: Keaslian Kitab Suci

Bagikan Artikel Ini:

Share on Facebook Share on X (Twitter) Share on WhatsApp Share on Email Share on SMS

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .

Subscribe
Beritahulah

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
4. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Al-Quran

69 Komentar
Paling lama
Terbaru
Raditya
9 April 2018 2:16 pm

~
Cari topik yang lain saja. Anda katakan Kota Mekkah kota yang kering, kenapa ada air zam-zam yang tidak pernah kering, anda lihat ayat berikut “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai” (Kitab Nabi Yesaya 9:5). Ayat ini berdusta. Ayat tsb bilang Allah perkasa, tetapi dia mati di tiang salib.

Balas
Admin
Staff Isa dan Al-Quran
30 April 2018 9:17 am
Balasan ke  Raditya

~
Saudara Raditya,

Kami kira, air zam-zam sama sekali tidak dapat menjadi bukti untuk menguatkan sejarah kota Mekah. Salah satu fakta yang ditemukan oleh saudara Hidayat, bahwa kota Mekah tidak seperti yang dideskripsikan oleh sejarawan Islam ‘banyak pohon, rumput, buah anggur.’ Faktanya, iklim di sana terlalu kering, juga tidak ada bukti secara biologis terdapat pohon atau rumput. Ini membuktikan bahwa kota Mekah sejarahnya tidaklah kuat, berbeda dengan Yerusalam. Berharap fakta ini dapat mendorong sdr untuk mendalami Al-Quran dan Alkitab.

Ayat yang sdr lampirkan bukan berbicara dusta, hal itu adalah kebenaran Allah perkasa, mahakuasa. Silakan sdr melanjutkan diskusinya pada link ini https://tinyurl.com/y6w2wkvs.
~
Purnama

Balas
hakkullah
10 April 2018 5:13 pm

~
Kan, sudah sepakat bahwa tidak semua kita percaya apa yang diberitakan sejarawan. Sejarawan itu adalah manusia, bapak bukan tuhan, saya sudah katakan, Al-Quran ini adalah buatan Allah. Mana mungkin bisa salah? Kalau kagak percaya, kenapa bapak tidak cek saja sendiri? Yang ahli sejarah itu adalah Allah Tuhan kami bukan manusia. Nabi Muhammad saw dilahirkan di mana? Aqidah kita jelas, Allah Tuhan kami, Nabi Muhammad adalah utusan-Nya dan Yesus adalah utusan-Nya. Aqidah Kristen samar dan tidak jelas alias abu-abu. Saya katakan lagi, yang namanya sejarah buatan manusia pasti berbeda pendapat. Bukan Al-Quran yang salah, begitu? Bapak, Al-Quran adalah kepastian tanpa ragu bagi orang beriman.

Balas
Admin
Staff Isa dan Al-Quran
30 April 2018 9:45 am
Balasan ke  hakkullah

~
Saudara Hakkulah,

Kami setuju, Allah adalah ahli sejarah semua yang terjadi tidak pernah lepas dari pandangan-Nya. Tetapi bukan berarti manusia tidak dapat mencatat dan mempelajari sebuah pristiwa yang sudah terjadi, baik saat ini maupun masa lampau. Nah, sejarah adalah kejadian yang terjadi pada masa lampau yang disusun berdasarkan peninggalan-peninggalan berbagai peristiwa. Peninggalan-peninggalan itu disebut sumber sejarah. Tentunya tidak ada yang dapat menyangkal hal itu bila ada bukti, benar bukan? Kota Mekah memiliki sejarah yang tidak kuat, bahkan pernyataan sejarawan Islam banyak yang tidak sesuai dengan fakta. Seperti yang sduah dipaparkan artikel di atas.

Pertanyaannya adalah dalam hal apa Al-Quran memberi kepastian tanpa ragu bagi orang beriman? Mohon pencerahan sdr? Terimakasih.
~
Purnama

Balas
subair
10 April 2018 6:55 pm

~
Terbentuknya kota Mekkah tidak lepas dari dibangunnya kabah sebagai pusat tempat ibadah menyembah pada Allah. Kota Mekkah hanyalah padang tandus yang kering, setelah dibangunnya kabah oleh Nabi Ibrahim dan didukung oleh mata air yang tidak pernah kering yang sebelumnya Allah anugerahkan kepada keluarga Nabi Ibrahim maka lambat lau menjadi kota yang ramai dan fakta ini dibuktikan dengan keberadaan pijakan kaki Nabi Ibrahim pada batu sebagai tempat berpijak dan sampai sekarang masih dapat dilihat . Jadi tidak benarlah yang mengatakan orang-orang yamanlah yang membangun kota Mekkah, justru raja yamanlah yang ingin menghancurkan kabah karena merasa tersaingi akan keramaian kota Mekkah.

Balas
Admin
Staff Isa dan Al-Quran
30 April 2018 9:56 am
Balasan ke  subair

~
Saudara Subair,

Menarik sekali komentar sdr. Kami berharap sdr dapat menyertakan pernyataan sdr dengan dalil yang benar. Berpendapat bisa, tapi alangkah baiknya sdr dapat membuktikannya sebagaimana pernyataan fakta yang tertulis sebelumnya.

Kitab Taurat yang ditulis 2000 tahun lebih dulu dari Al-Quran, menegaskan bahwa Ibrahim tidak pernah bepergian ke Arab. Allah memerintahkannya pergi dari negerinya, Ur Kasdim (di Irak) menuju ke tanah Kanaan (di Israel/Palestina). Ia tinggal di kota Bersyeba hingga wafat. Lalu dia dikuburkan di gua Makhpela di kota Hebron (di srael/Palestina). Jarak kota Hebron dengan Mekah sekitar 1400km, (Taurat, Kitab Kejadian 22). Ismail pun tidak pernah pergi ke tanah Arab. Kitab Allah menyaksikan, bahwa setelah Ibrahim mengusirnya, “Maka pergilah Hagar mengembara di Bersyeba” (Taurat, Kitab Kejadian 21:14). Lalu “. . . tinggallah ia [Ismail] di padang gurun Paran [timur Mesir], dan ibunya mengambil seorang istri baginya dari tanah Mesir” (Taurat, Kitab Kejadian 21:21). Jadi, fakta ini membuktikan bahwa Nabi Ibrahim tidak pernah ke Arab, apa lagi membangun kabah. Silakan sdr klik link ini https://tinyurl.com/ycwzpbzf. Berharap penjelasan dalam artikel tersebut dapat memberikan pencerahan bagi sdr.
~
Purnama

Balas
brein
13 April 2018 1:00 pm

~
Banyak di dunia yang membenci Israel salah satunya Arab. Saya mau menjadi staff Isa dan Islam, bagaimana caranya?

Balas
Admin
Staff Isa dan Al-Quran
30 April 2018 10:04 am
Balasan ke  brein

~
Saudara Brein,

Terimakasih untuk komentarnya. Kami bertanya kepada sdr. Bagaimana pandangan sdr setalah membaca penjelasan artikel di atas? Karena artikel di atas tidak menjelaskan tentang kebencian melainkan tentang seorang mahasiwa yang meneliti fakta sejarah kota Mekah dan Yerusalam. Berharap sdr dapat menanggapi hal itu. Terimakasih.

Oh ya, mengenai pertanyaan sdr, saran kami sdr dapat mengemail kami di .
~
Purnama

Balas
Ijtihad
21 April 2018 5:36 pm

~
Ada 2 syarat untuk masuk ke rumah Bapa: 1. Percaya Yesus (Yohanes 14:6) 2. Miskin (matius 19:24). 12 pengikut Yesus sudah meninggalkan kekayaannya. Sesuai ajaran Yesus. Tapi banyak orang Kristen yang masih mencari kekayaan. Sebenarnya surga mana yang akan dimasuki orang Kristen? Taman Edennya Adam atau ada surga yang lain?

Balas
Admin
Staff Isa dan Al-Quran
30 April 2018 10:19 am
Balasan ke  Ijtihad

~
Saudara Ijtihad,

Syarat satu-satunya untuk manusia memperoleh keselamatan, surga yang kekal adalah percaya kepada Isa Al-Masih, hanya melalui Dia manusia dapat mengetahui kebenaran (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).  “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan” (Injil, Surat Roma 10:9-10). Kami berharap bila sdr berkenan untuk mendiskusikan hal itu lebih lanjut, maka silakan sdr mengirim email kapada kami di . Terimakasih untuk pengertian sdr.

Kami bertanya kepada sdr. Apakah sdr sudah membaca penjelasan artikel di atas, mengenai fakta kota Mekah dan Yerusalam? Bagaimana tanggapan sdr? Mohon pencerahannya.
~
Purnama

Balas
Wahyunata
23 April 2018 11:52 pm

~
To Raditya,

Yesus mati dan pada hari ketiga bangkit ke sorga. Yang mati adalah Anak Manusia, bangkit menjadi Anak Allah yang hidup kembali ke asalnya sebagai Bapa Yang Kekal. Yesus bangkit berarti telah mengalahkan maut. Itulah keperkasaan yang membawa keselamatan sorgawi.

Muhammad mati sesuai Firman Allah kepada Musa: Ulangan 18:20 Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus mati.

To Hakullah,
SWT bukan Allah Sejati, tapi illah sesembahan bangsa Arab. Baca saja Ulangan 18:20. Jelas bagi kami tidak mungkin untuk percaya sebab Allah Sejati adalah kasih. Tidak perlu dicek, kalian sendiri sudah menjadi bukti buah karya SWT. 1 Yoh. 4:8 Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.

Balas
Rico
25 April 2018 10:26 am

~
Isi Alkitab bisa dibuktikan melalui arkeologis, hanya Alkitab satu-satunya kitab suci yang bisa ditelusuri bukti arkeologisnya, Alkitab terbukti benar, sementara Al-Qur’an tidak memiliki bukti arkeologis, sama sekali tidak ada bukti bahwa Abraham mendirikan Ka’bah, lagipula tujuan Abraham mendirikan Ka’bah tidak jelas, buktinya bait kudus umat Israel adalah bait Yerusalem, tidak ada para Nabi Israel yang mengenal Ka’bah, padahal konon usia Ka’bah lebih tua daripada bait Yerusalem, klaim Al-Qur’an tidak bisa dipercaya.

Balas
Admin
Staff Isa dan Al-Quran
30 April 2018 10:26 am
Balasan ke  Rico

~
Saudara Rico,

Terimakasih untuk komentar sdr. Berharap penjelasan sdr dapat dicermati serta memberikan pencerahan bagi pengunjung yang ada di forum ini.
~
Purnama

Balas
Hendy Gunawan
25 April 2018 11:06 am

~
To Hakkulah,

Monggo jawab kenapa kiblat itu dinpindah dari Yerusalem ke Mekah? Berikan dalil-dalilnya jangan ngarang dan ngayal melulu.

Balas
Admin
Staff Isa dan Al-Quran
30 April 2018 10:28 am
Balasan ke  Hendy Gunawan

~
Saudara Hendy,

Pertanyaan yang sdr sampaikan sangat baik sekali. Kami berharap saudara Hakkullah dapat membaca dan menjawabnya, tentunya menyertakan dalil-dalil yang benar. Terimakasih saudara Hendy.
~
Purnama

Balas
Ridho
3 May 2018 10:26 pm

~
To Hendy G,

Dalil pemindahan kiblat dari Yerusalem (masjid Aqsa) ke Mekkah, Qs Al baqarah 143-144, Yohanes 4:21 (percayalah padaku wahai perempuan saatnya akan tiba bahwa kamu menyembah bapa bukan digunung ini dan juga bukan Yerusalem), ini berarti Isa Al-Masih mengabarkan bahwa arah kiblat suatu saat akan terjadi pemindahan.

Balas
Admin
Staff Isa dan Al-Quran
11 May 2018 8:25 pm
Balasan ke  Ridho

~
Saudara Ridho,

Pernyataan Isa Al-Masih dalam Injil, Rasul Besar Yohanes 4:21,23. “Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem…penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran…” Ini bukan berarti pemindahan kiblat, tetapi penegasan bahwa kiblat orang bukan pada arah tertentu atau bangunan melainkan mengarah kepada Allah. Mengapa? Karena Allah Mahahadir, dan dari pada-Nya sumber keselamatan, bukan bergantung arah kiblat ataupun bangunan. Kami harap sdr membaca lebih teliti dan merenungkan hal itu.
~
Purnama

Balas
hakkullah
4 May 2018 7:54 pm

~
Gunawan dan Admin, sudah dijawab (baca surat Albaqorah ayat 145).

Saya mau bertanya, kenapa yang melahirkan itu wanita bukan laki-laki? Lalu jawaban anda apa? Tolong berikan jawaban anda berdasarkan Alkitab! Silahkan dijawab!

Balas
Admin
Staff Isa dan Al-Quran
11 May 2018 8:30 pm
Balasan ke  hakkullah

~
Saudara Hakkullah,

Memang dalil pemindahan arah kiblat alasannya hanya karena Allah SWT mau mengetahui orang-orang yang mengikuti Nabi Muhammad (Qs 2:143). Artinya Allah SWT tidak akan mengetahui bila kiblat tidak dipindahkan. Bagaimana menurut sdr?

Kami sangat senang dengan pertanyaan saudara, tetapi kalau boleh tahu, apakah pertanyaan sdr berkaitan dengan artikel di atas? Jika tidak, maka saran kami untuk mendiskusikannya silakan sdr mengirimkan pertanyaan sdr melalui email kepada kami di . Terimakasih untuk pengertian sdr.
~
Purnama

Balas
Rico
11 May 2018 9:07 am

~
Yohanes 4:21 bukan berbicara tentang pemindahan kiblat, Yohanes 4:21-24 berbicara tentang orang Kristen sudah tidak perlu beribadah di Bait Yerusalem lagi seperti yang dilakukan oleh orang Yahudi, melainkan beribadah secara rohani (Yohanes 4:24 “Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”)

Balas
Admin
Staff Isa dan Al-Quran
11 May 2018 8:31 pm
Balasan ke  Rico

~
Saudara Rico,

Terimakasih untuk penjelasan sdr. Kami berharap hal itu dapat memberikan pencerahan bagi pembaca yang ada di forum ini. Isa Al-Masih menegaskan bahwa pusat penyembahan bukan pada bangunan atau tempat maupun mengikuti arah, melainkan mengarah kepada Allah yang maha hadir.
~
Purnama

Balas
Hendy Gunawan
11 May 2018 9:25 am

~
To Ridho,

Baca ya, Yohanes 4:23 (TB) “Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.”

Res: Jadi pada waktu Yesus berbicara pada perempuan Samaria itu, Yesus menjelaskan, bahwa pada saatnya penyembah yang betul itu bukan masalah tempat atau arah kiblat ke mana, tetapi masalah hati dan cara hidup manusia yang akan menyembah Allah dalam roh dan kebenaran. Allah sejati itu bukan Allah yang seperti Alloh SWT, yang katanya mahatahu, tapi yang ngikut Muhamad saja nggak tahu, sampai-sampai harus pindahin kiblat.

Makanya kalau jawab itu logikanya jalan dan kali bodoh itu jangan merasa pintar. Baca Qur’annya pelan-pelan ya. “Orang-orang yang kurang akalnya di antara manusia, akan berkata: ‘Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis), yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?’. Katakanlah: ‘Kepunyaan Allah-lah Timur dan Barat; Dia memberi petunjuk, kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus’.” – (QS.2:142).

Res: Katanya Alloh SWT yang punya barat dan timur (kalau utara dan selatan punya siapa ya?). Terus apa pentingnya sampai pindah kiblat? Kan timur dan barat Alloh SWT yang punya, apa kontrakan di Yerusalem sudah abis atau gimana?

Balas
Admin
Staff Isa dan Al-Quran
11 May 2018 8:33 pm
Balasan ke  Hendy Gunawan

~
Saudara Handy,

Kami kira perlu untuk berhati-hati dalam berucap, dan sabar untuk memberikan penjelasan. Penting untuk memberikan kesempatan dan waktu bagi saudara-saudara Muslim untuk memahami penyampaian Isa Al-Masih, asalkan penjelasan kita berdasarkan dalil yang benar. Terimakasih untuk tanggapannya dan pengertian sdr.
~
Purnama

Balas
Hendy Gunawan
11 May 2018 9:32 am

~
To Hakkulah,

“Sesungguhnya, jika kamu mendatangkan kepada orang-orang (Yahudi dan Nasrani), yang diberi Al-Kitab (Taurat dan Injil), semua ayat (keterangan), mereka tidak akan mengikuti kiblatmu, dan kamu pun tidak akan mengikuti kiblat mereka, dan sebagian dari mereka pun, tidak mengikuti kiblat sebagian yang lain. Dan sesungguhnya, jika kamu mengikuti keinginan mereka, setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu kalau begitu, termasuk golongan orang-orang yang zalim.” – (QS.2:145)

Res: Mana jawaban Anda itu? Coba jelaskan kenapa Alloh SWT memindahkan kiblat itu, dari ayat yang anda tunjukan nggak jelas tuh jawaban Anda. Silakan jawab yang betul.

Balas
hakkullah
15 May 2018 8:14 pm

~
Admin,

Sumber tafsirnya mana? Allah Maha Mengetahui, siapa yang tidak mau mengikuti Rasul-Nya, bukan Allah tidak mengetahuinya, karena mereka mengira beliau saw tidak istiqomah dan Allah Maha tahu ada segolongan manusia yang murtad disebabkan ini. Begitu, bapak. Boleh saya tafsir kai gitu? Anda tafsir Alkitab saja sembarangan, apalagi mau menafsirkan Al-Quran, lebih sembarangan lagi memang ajaran anda abu-abu.

Kenapa shalat menghadap kiblat? Jawabannya karena perintah Allah, bukan jawaban yang anda jawab itu. Kenapa Yuresalam pindah ke kiblat ka’bah?. Karena perintah Allah, kecuali kenapa Allah memindahkan ke arah ka’bah? Ke saya, beda jawabannya. Objeknya harus jelas.

Balas
Admin
Staff Isa dan Al-Quran
17 May 2018 5:25 pm
Balasan ke  hakkullah

~
Saudara Hakkulah,

Kami tidak menafsirkan ayat Al-Quran melainkan ayat tersebut sudah menyatakan demikian, bahwa supaya Allah SWT akan mengetahui siapa yang mengikuti nabi sdr. Silakan sdr membaca dengan baik Qs 2:143. Berarti jika tidak dipindahkan kilbatnya maka Allah SWT tidak akan mengetahui yang mengikuti Nabi Muhammad. Benar, bukan?

Bila benar hal itu adalah perintah Allah, maka pertanyaannya mengapa arah kiblat sdr harus menghadap ka’abah? Apakah kiblat ke arah ka’abah menjadi jaminan bahwa ibadah saudara diterima Allah? Apakah dengan demikian, maka saudara pasti masuk sorga? Mengapa? Bagaimana saudara?
~
Purnama

Balas
hakkullah
18 May 2018 10:06 am

~
Bapak admin ini tidak paham,
Kalau ada bahasa kayak begitu, biasanya diuji keimanan yang mengakui dirinya beriman agar kita mengetahui kedoknya. Bagaimana cara Allah membongkar kedoknya? Iya itu, diuji.
Allah tahu ditengah kita ada yang mengaku dirinya beriman padahal tidak beriman. Selama ini kita lihat hanya zhahir saja. Sahabat yang menganggap mereka beriman, ternyata tidak beriman. Kalau tidak diuji. Bagaimana sahabat bisa tahu kalau mereka itu tidak beriman? Allah sendiri mengajarkan kita untuk tidak buruk-sangka kepada orang yang mengaku dirinya beriman. Biar Allah saja yang membongkarnya dengan caranya Dia, tidak percaya? Lihat saja asbabunnuzulnya beda dengan ajaranmu pak.

Balas
Admin
Staff Isa dan Al-Quran
22 May 2018 8:44 pm
Balasan ke  hakkullah

~
Saudara Hakkullah,

Sebenarnya arah atau kiblat tidak menentukan ibadah seseorang diterima Allah. Itu sebabnya Isa Al-Masih tidak pernah menekankan kiblat dalam peribadatan manusia. Sebab Allah mahakuasa dan mahahadir. Allah tidak dibatasi oleh arah atau kiblat. Justru, Isa Al-Masih menekankan bahwa penyembah Allah harus menyembah dalam roh dan kebenaran.

“Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran”(Injil, Rasul Besar Yohanes 4:23-24).
Inilah ajaran yang benar-benar dari Allah.
~
Slamet

Balas
Ridho
21 May 2018 12:42 pm

~
To Staff dan Hendy,
Tentang pemindahan kiblat dari baitul Naqdis ke Ka’ba di Kota Mekkah merupakan perintah Allah swt yang wajib ditaati. Jadi jangan ditanya mengapa, namun hikmahnya agar ada kesatuan arah dalam shalat. Dan tentang kiblat dalam shalat merupakan syarat sahnya shalat dan diterima oleh Allah swt. Jika telah dilakukan dengan benar ikhlas, maka sesuai janji Allah swt bagi hamba-Nya yaitu surga.

Balas
hakkullah
23 May 2018 11:16 am

~
Gunawan, baca juga sebelumnya. Jawaban secara ringkasnya, sebagai ujian. Allah menguji hambah-hamba-Nya. Boleh saja saya jawab secara umum, baca surat Al ankabut ayat 2-3. Setelah itu, apa yang terjadi? Agama kita jelas. Ada yang mengikuti Rasul dan ada yang keluar setelah itu. Kenapa ada golongan yang tidak mengikuti Rasul? Admin bilang, Allah tidak tahu. kenapa dia menganggap seperti itu? karena dia tidak tahu problemnya. Kenapa anda beribadah di gereja? Kenapa Yesus memerintahkannya? Perhatikan mana dalilnya, mana contohnya, mana riwayatnya. Yesus tidak pernah memerintahkannya dan juga tidak ada contohnya, serta riwayat yang jelas. Agama ini benar-benar ajaran abu-abu alias tidak jelas.

Balas
Admin
Staff Isa dan Al-Quran
30 May 2018 4:11 pm
Balasan ke  hakkullah

~
Saudara Hakullah,

Sebenarnya ketidakmahatahuan adalah sifat manusia, sedangkan Allah Mahamengetahui segalanya bahkan sebelum segala sesuatu terjadi. Benar, bukan? Dari uraian sdr terlihat jelas itu adalah rencana dan kehendak manusia, sehingga akan tahu mana yang mengikuti nabi sdr dan tidak. Logis, karena manusia tidak mahatahu, dengan cara demikian maka akan tahu mana yang mengikuti dan mana yang tidak. Bila membaca penelitian mahasiswa di atas, jelas arah kiblat Muslim mengarah ke petra, artinya Iman Muslim dimulai dari tempat tersebut. Lepas dari hal itu, arah kiblat serta pusat penyembahan saudara sama sekali tidak menjamin bahwa ibadah atau doa sdr diterima. Bagaimana sdr?

Ajaran Isa, menegaskan pusat penyembahan bukan diarahkan pada bangunan, batu atau sebagainya melainkan kepada Allah Mahahadir. Allah mahamendengar dan mengetahui, semua orang dapat membangun hubungan dengan Allah tanpa ditentukan waktu ataupun batas-batas tertentu.
~
Purnama

Balas
Hendy Gunawan
26 May 2018 10:55 am

~
To Ridho,

Makanya anda itu harus kritis dan skeptis terhadap Qur’an, sama kritis dan skeptisnya terhadap AlKitab, jangan iman buta. Coba masuk akal tidak perintah Alloh SWT itu sampai mindahin kiblat supaya dia tahu mana yang ikut Muhammad atau tidak, katanya dia mahatahu dan yang punya barat dan timur (walaupun utara dan selatan bukan dia yang punya ya), terus apa makna kesatuan arah kiblat, apakah dengan sholat ke kiblat memberikan hidup kekal dan keselamatan kekal anda? Berikan dalil-dalilnya. Masa sholat yang diterima harus arah kiblat, kalau tidak kekiblat tidak diterima? Itu menandakan bahwa Alloh SWT itu adalah Alloh yang terbatas. Jadi kesimpulanya Alloh SWT itu bukan Allah sejati.

Balas
Admin
Staff Isa dan Al-Quran
30 May 2018 4:18 pm
Balasan ke  Hendy Gunawan

~
Saudara Hendy,

Terimakasih untuk komentar dan pertanyaan sdr. Kami berharap saudara Ridho dapat membaca dan menjawab pertanyaan sdr. Memang Iman harus dibangun berdasarkan kebenaran Allah, kami tidak mau bila pengunjung forum ini membangun imannya berdasarkan pernyataan manusia atau pun asumsi.
~
Purnama

Balas
Ridho
3 June 2018 3:05 pm

~
To Hendy,
Al-Quran adalah wahyu Allah swt maka wajib diikuti, diyakini, difahami dan diamalkan bukan dikritisi. Seperti Alkitab anda yang sekarang ini yang terdapat kontradiksi ayat satu dengan lainnya, banyak versi dan tidak ada kitab rujukan Injil yang asli hingga tidak ada satupun yang menghafalnya karena sudah tidak murni sebagai kitab suci. Apakah anda tidak berpikir tentang hal tersebut? Apakah anda selama ini ikut saja tanpa merenungkan status keaslian dan kebenarannya?

Tentang pemindahan kiblat ke arah ka’bah itu adalah perintah Allah swt (Qs albaqarah 144). Ini bukan berarti kebaktian tersebut bukan mengarah timur, barat atau kearah lainnya yang lebih baik namun merupakan perintah yang wajib ditaati.

Balas
Admin
Staff Isa dan Al-Quran
3 June 2018 7:26 pm
Balasan ke  Ridho

~
Saudara Ridho,

Jelas kita semua mengetahui bahwa Injil itu adalah wahyu Allah. Dan tentang wahyu Allah ini Al-Quran mengatakan bahwa tidak ada seorangpun yang dapat mengubah Kalimat Allah , “Dan bacakanlah apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu kitab Tuhanmu (Al Quran). Tidak ada (seorangpun) yang dapat merobah kalimat-kalimat-Nya” (Qs 18:27).

Dengan kata lain kalau Allah dapat menjaga Al-Quran tentunya Dia juga berkuasa menjaga Injil, bukan?
Siapakah saudara sehingga dengan berani melemparkan tuduhan kalau KItab Suci Injil sudah tidak murni?
~
Slamet

Balas
Hendy Gunawan
5 June 2018 12:44 pm

~
To Ridho,

Makanya kalau comment itu jangan asal, memangnya Qur’an tak ada yang kontradiksi? Banyak, bahkan Qur’an itu banyak ayat-ayat yang tidak masuk akal, juga anda tahu di antara ke 4 trnaskrip tertua Qur’an tidak ada yang sama satu sama lain, apalagi sama dengan Qur’an yang modern sekarang ini, pelajari dong sejarah Qur’an. Sedangkan Al Kitab itu yang versinya berubah itu terjemahanya, sedangkan bahasa aslinya tidak pernah berubah. Karena bahasa itu berkembang seperti teckhnology.

Makanya saya memberi anda saran, jangan tertipu oleh si Jin bin satan bin iblis, carilah kebenaran bukan keyakinan, jangan asal terima saja tapi anda itu harus berpikir kritis dan skeptis terhadap semua kitab termasuk Taurat, Al Kirtab dan Qur’an, selidiki sungguh-sungguh dan simpulkan apakah Qur’an itu kitab yang betul dari Allah sejati?

Balas
Admin
Staff Isa dan Al-Quran
6 June 2018 10:57 pm
Balasan ke  Hendy Gunawan

~
Saudara Hendy,

Memang tidak ada salahnya bila manusia mempelajari atau bersikap skeptis terhadap Wahyu Allah, baik yang ada dalam Alkitab maupun Al-Quran. Dengan demikian, maka manusia akan tahu mana Kitab Suci Allah yang benar ataupun yang tidak. Kebenaran Allah tidak dapat dikaburkan ataupun diselewengkan, hal itu akan terbukti karena Allah mahakuasa yang menjaganya. Nah, Al-Quran sudah memiliki kemajuan yang cukup baik mengakui bahwa Taurat dan Injil adalah Firman Allah, Wahyu Allah yang harus dipelajari dan diimani oleh semua orang (Qs 2:136, 3:3-4, 5:46). Berharap pengunjung forum ini dapat memahami hal ini dan mempelajarinya, di dalam Taurat dan Injil terdapat petunjuk dan cahaya serta pengajaran bagi orang-orang bertakwa.
~
Purnama

Balas

Sidebar

Artikel Terbaru

  • Bolehkah Merayakan Maulid Nabi? Dalil & Maknanya Bagi Mukmin
  • Taurat Injil Diubah? Cendekiawan Islam Berkata Lain!
  • Isa Hanya Seorang Nabi? Pandangan Islam Dan Nasrani
  • Awal Mula Qurban Menyatakan Ridha Allah? Ini Faktanya
  • Nabi Isa Disalib Atau Tidak? Ini Fakta Sejarahnya

Artikel Terpopuler Bulan Ini

  • Isa Hanya Seorang Nabi? Pandangan Islam Dan Nasrani
  • Taurat Injil Diubah? Cendekiawan Islam Berkata Lain!
  • Bolehkah Merayakan Maulid Nabi? Dalil & Maknanya Bagi Mukmin
  • Benarkah Hanya Bahasa Arab Bahasa Al-Quran Asli?
  • Dalil Tidak Ada Yang Mustahil Bagi Allah Untuk Manusia Berdosa

Artikel Yang Terhubung

  • Isa Al-Masih Mengganti Roda Gerobakku Yang Hilang
  • Rahasia Mantra Penangkal Ilmu Hitam Yang Mustajab! 

Hubungi Kami

Apabila Anda memiliki pertanyaan / komentar, silakan menghubungi kami dengan menekan tombol di bawah ini.

Hubungi Kami

Renungan Berkala Isa dan Al-Fatihah

Apabila Anda ingin menerima renungan singkat setiap minggu, silakan menekan tombol di bawah ini

Renungan Berkala Isa dan Al-Fatihah

Social Media

Facebook
TikTok
Instagram
YouTube

Hak Cipta © 2009 – 2023 Dialog Agama Isa dan Al-Quran. | Kebijakan Privasi | Kebijakan Dalam Membahas Email | Hubungi Kami

wpDiscuz