Agama mengajarkan amalan sangat penting karena akan menyertai kita sampai akhirat. Katanya, ada banyak amalan penyelamat di akhirat. Namun, mengapa banyak umat masih takut azab Allah?
“Mayyit diiringi tiga hal . . . ia diiringi oleh keluarganya, hartanya dan amalnya. Harta dan keluarganya akan kembali, sedang amalnya akan terus tetap bersamanya” (Shahih Bukhari 6033).

Benarkah ada amalan penyelamat di akhirat? Mari kita simak bagaimana cara kita bisa selamat di akhirat.
Berbagai Amalan Penyelamat di Akhirat
Agama mengajarkan ada berbagai amalan. Semua hal ini adalah kebaikan yang menjaga Mukmin di alam kubur. Juga dapat menolongnya memberi jalan keluar dari segala kesempitan di dunia.
Berikut ini adalah contoh berbagai amalan umum.
- Bertaubat
- Menjaga sholat 5 waktu
- Membaca Al-Quran
- Memperbanyak dzikir
- Memberi zakat dan sedekah
- Menunaikan haji jika mampu
- Berbakti kepada orang tua
Memang Mukmin akan berusaha sebaik mungkin melakukan semuanya. Namun kita sebagai manusia pasti tidak sempurna.
Misalnya kadang kita tidak sholat. Kita juga sulit memenuhi seluruh jatah puasa. Seringkali kita malas untuk membaca Al-Quran dan dzikir.
Jika semua ini adalah amalan penyelamat di akhirat, maka banyak umat khawatir. Karena amalan dasar ini saja sulit untuk memenuhinya.
Berbagai Amalan Tambahan
Selain berbagai amalan utama di atas, ada banyak amalan lainnya. Banyak ulama mengajarkan berbagai amalan tambahan untuk meringankan azab kubur. Beberapa contohnya:
- Membaca Surah Al-Mulk.
Karena ada Hadist yang menyatakan surat ini menjadi penyelamat dari siksa kubur (Sunan Tirmidzi 2815). - Berjuang pada jalan Allah (Qs 4:95).
Wafat pada hari Jumat.
“Barangsiapa meninggal di hari Jumat atau pada malam Jumatnya, maka akan terjaga dari fitnah kubur” (Musnad Ahmad 6359).- Meninggal dalam keadaan yang termasuk syuhada (mati syahid).
“Syuhada itu ada lima macam: meninggal karena penyakit kolera . . . karena sakit perut, orang yang tenggelam . . . karena reruntuhan, dan . . . karena berjuang di jalan Allah” (Shahih Muslim 3538).
Semua hal ini menolong dari azab kubur. Yaitu dianggap memiliki amalan baik karena meninggal dalam keadaan Syuhada (syahid).
Berbagai dalil ini sangat menarik. Namun ada yang di luar kendali kita dan kita pasti tidak mau menderita kolera ataupun kena reruntuhan. Pertanyaannya, mengapa berbagai peristiwa ini istimewa?
Gambaran Tentang Dosa dan Amal Manusia
Karena semua inilah banyak umat yang menjadi takut azab Allah. Pertama karena melihat sulit untuk mendapatkan amalan penyelamat di akhirat. Selanjutnya juga karena kita pasti terus berbuat dosa.
Bayangkan jika dosa tergambar sebagai lubang yang sangat dalam. Makin banyak kita berdosa, makin dalam kita terperosok. Dan amalan kita sebagai tangga naik untuk keluar daripadanya.
Maka sangat mustahil kita bisa selamat! Karma selama hidup banyak dosa yang kita perbuat. Sedangkan amalan penyelamat di akhirat kita terbatas.
Beberapa tahun lalu ada peristiwa dimana para pekerja tambang di Chili terperangkap dalam lubang. Mereka berusaha untuk keluar namun tidak mampu. Semua upaya telah mereka lakukan tapi selalu gagal.
Mereka perlu pertolongan pihak lain. Untungnya Pemerintah dan berbagai pihak datang memberi bantuan.
Mereka sempat terperangkap selama dua bulan. Akhirnya melalui proses panjang dan menegangkan mereka semua berhasil selamat.
Keadaan Manusia dalam Lubang Dosa
Demikianlah keadaan kita sebagai manusia. Selama hidup kita pasti penuh dengan dosa (Hadits Abu Daud 3783). Hal ini menyebabkan kita semua terperosok pada lubang yang sangat dalam.
Bahkan ada ceramah ustadz yang menggambarkan keadaan ini. Ia menceritakan betapa frustrasinya manusia untuk mencapai surga.

“Ada kisah seorang manusia yang menganggap dirinya sholeh. Saat meninggal ia meminta surga kepada Allah. Saat itu Allah menunjukkan satu bagian tubuh, yaitu mata. Saat ditimbang maka dosa mata selama hidupnya jauh lebih berat dari amalannya bertahun-tahun. Hal ini belum terhitung anggota tubuh lainnya.”
Ternyata tidak ada amalan penyelamat yang dapat menjamin bahwa kita tidak akan menderita azab kubur. di akhirat. “Sesungguhnya azab Tuhanmu pasti terjadi, tidak seorang pun yang dapat menolaknya” (Qs 52:7-8).
Bahkan Nabi Islam sendiri menegaskan hal ini. “Tidaklah seorang pun dari kalian yang diselamatkan oleh amalnya . . . Tidak juga aku, kecuali bila Allah melimpahkan ampunan dan rahmat padaku“ (Shahih Muslim 5038).
Dalam keadaan seperti ini, kita perlu penolong. Sama seperti para pekerja tambang yang mendapat pertolongan dari luar. Demikianlah kita perlu penyelamat.
Penolong bagi Manusia Berdosa
Allah mengerti keadaan manusia dalam lubang dosa. Ia juga memahami bahwa amalan penyelamat manusia tidak akan cukup untuk menolongnya di akhirat.
“Jadi, karena anugerahlah kamu diselamatkan melalui iman. Itu bukan berasal dari dirimu sendiri, melainkan pemberian Allah, itu bukan karena amalmu, jangan seorang pun menyombongkan diri” (Injil, Efesus 2:8-9).
Allah menghendaki supaya semua manusia bisa selamat. Karena itu Ia memberikan pertolongan dengan cara menjelma menjadi manusia. Inilah Isa Al-Masih. Dialah Kalimatullah dalam wujud manusia.
Isa datang menyatakan kasih Allah. Melalui pengorbanan-Nya di kayu salib, Isa menanggung hukuman untuk dosa manusia.

“Kita diselamatkan-Nya, bukan karena perbuatan-perbuatan baik [amalan] yang kita lakukan, melainkan karena rahmat-Nya . . . yang sudah dicurahkan atas kita . . . oleh Isa Al-Masih, Penyelamat kita . . . untuk memperoleh hidup yang kekal [surga]” (Injil, Titus 3:5-7).
Satu-Satunya Amalan Penyelamat di Akhirat!
Jadi amalan manusia memang sangat terbatas. Hanya ada satu amalan penyelamat yang pasti bisa menyelamatkan di akhirat, yaitu kita perlu mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih.
Maka Allah akan mengampuni semua dosa kita. Ia juga akan membimbing kehidupan kita selanjutnya untuk berlaku benar. Sehingga kita bisa mendapatkan surga.
Hal ini seperti pekerja tambang yang mendapatkan pertolongan dari luar. Jauh melampaui kemampuan mereka menyelamatkan diri sendiri.
“. . . karena Dialah [Isa Al-Masih] pengampunan atas dosa-dosa diberitakan kepadamu. Semua orang yang percaya kepada-Nya dibebaskan dari segala dosa yang tidak dapat dihapuskan melalui hukum [melakukan amal ibadah] . . .” (Injil, Kisah Para Rasul 13:38-39).
Mari lakukan amalan penyelamat di akhirat. Mari mengimani Isa sekarang!
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel “Adakah Amalan Penyelamat di Akhirat Yang Menjamin Surga?”. Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:
- Mukmin Tidak Perlu Beramal untuk Masuk Surga?
- Amalan Tambahan Ramadhan Tidak Menjamin Kepastian Surga
- Manfaat Amal Saleh: Dapatkah Menjamin Selamat Di Akhirat?
Video:
Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Bagaimana menurut Saudara dengan berbagai keadaan yang dianggap mampu mengurangi azab kubur seperti meninggal karena sakit perut, kena reruntuhan dan kolera?
- Menurut Saudara mampukah amalan penyelamat manusia menutupi semua dosanya di akhirat? Jelaskan jawabannya!
- Bagaimana pendapat Saudara bahwa Isa satu-satunya manusia suci yang menjadi penyelamat manusia?
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, maaf bila terpaksa kami hapus.
Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. atau SMS ke: 0812-9530-4930


Wafat pada hari Jumat.
PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR
Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .