Nama saya Dadan. Sebagai umat Islam yang saleh saya rindu mendapatkan kebenaran dalam kitab Allah. Saya ingin mendapat berkah dan surga-Nya. Namun rupanya ada jalan panjang dengan banyak tantangan bagi saya.
Mari simak kisah hidup saya mencari kebenaran dalam kitab Allah. Agar Anda juga bisa mendapatkannya bagi hidup Anda.
Pendidikan: Jalan Mencari Kebenaran dalam Kitab Allah?

Keluarga saya sangat taat menjalankan semua syariat agama. Sejak kecil saya sudah diajar beribadah. Ketika menginjak usia tujuh tahun saya belajar mengaji di Mushola.
Setelah lulus Sekolah Dasar saya melanjutkan pendidikan di pondok pesantren sampai kuliah. Orang tua berharap supaya saya taat dalam beribadah dan mempunyai akhlaq yang baik.
Saat itu saya mengambil pesantren di Sumatera Selatan. Karena ada keluarga paman di sana.
Selama di pondok pesantren saya digembleng mengenai ajaran agama. Mulai dari membaca Al-Quran dan tafsirnya hingga belajar Hadist.
Karena semua hal ini saya menjadi sangat tertutup. Saya tidak mau mendengar informasi apapun dari luar pesantren.
Kesulitan: Mencari Kebenaran dalam Kitab Allah
Pada saat di pondok pesantren, timbul rasa ingin tahu. Saya mendengar ada empat kitab dalam Rukun Iman. Namun saya baru mendalami satu kitab yang diyakini umat Islam, yaitu Al-Quran.
Ada kitab-kitab lain yang berisi perkataan Allah. Yaitu kitab Taurat, Zabur dan Injil. Saya tidak mengetahui isinya sama sekali.
Padahal saya pernah membaca bahwa kitab-kitab ini sangat berharga. Al-Quran sendiri mengakuinya.
“. . . Isa putra Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan Cahaya . . . Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa” (Qs 5:46).
Saya ingin mendapatkan seluruh kebenaran dalam Kitab Allah. Namun saat bertanya malah mendapatkan teguran keras.
Guru saya berkata sekarang isi semua kitab itu sudah dirubah. Sehingga kita tidak bisa mempercayainya.
Petunjuk: Mencari Kebenaran dalam Kitab Allah

Waktu semester kedua saya bertemu dengan teman yang pindah kepercayaan. Ia dahulu seagama dengan saya. Tapi sekarang ia menjadi pengikut Isa Al-Masih.
Saat itu saya sempat menekan dan mengajaknya kembali ke agama saya. Namun ia tidak marah dan malah menawarkan Alkitab untuk saya baca.
Pada awalnya saya menolak dengan tegas. Namun kemudian saya berpikir bahwa ini adalah kesempatan untuk mengetahui isi Taurat dan Injil.
Terlebih lagi saya menemukan ayat Al-Quran. Bahwa: “Tidak ada yang dapat merubah-rubah kalimat-kalimat-Nya dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (Qs 6:115).
Jadi, jika Allah memberikan Kitab Taurat, Zabur dan Injil, pastilah Ia menjaganya. Pasti isi semua kitab ini terpelihara sampai sekarang. Akhirnya saya meminjam Alkitab itu.
Saat membawa ke pondok pesantren ada teman yang melihatnya. Saya langsung dibawa menghadap pimpinan. Mereka sangat marah dengan kejadian ini.
Saya jelaskan maksud saya untuk mencari seluruh kebenaran dalam Kitab Allah. Jika kitab yang ada sekarang sudah berubah, tolong tunjukkan isi kitab aslinya.
Mereka menjadi lebih marah. Saat itu saya langsung diusir keluar dari pesantren.
Kekuatan: Membaca Kebenaran dalam Kitab Allah
Dengan kecewa dan sedih, saya pindah tinggal di kos. Saat itulah saya memiliki kesempatan membaca Alkitab.
Pada awalnya saya tidak mengerti. Saya juga merasa tidak tenang. Karena merasa bersalah dan takut sesat jika membacanya.
Tepat pada malam hari saya memutuskan untuk berhenti membaca Alkitab, saya mendapat mimpi. Dalam keadaan terlelap setengah sadar, tiba-tiba ada yang datang berjubah putih dengan wajah bersinar.
Ia kemudian melemparkan Alkitab, tepat mengenai dahi saya. Ia berkata: “Mengapa kamu berhenti? Ini adalah kebenaran yang nyata!”
Saya terkejut dan bangun seketika itu juga. Badan saya berkeringat sampai membasahi baju dan celana. Akibat lemparan itu masih terasa di dahi saya.

Jadi saya putuskan untuk terus mempelajari Alkitab. Walau pada saat itu tidak ada yang membimbing.
Jadi saya mulai belajar secara mandiri. Saya mencari wawasan di Media Sosial terutama di YouTube.
Kebenaran dalam Kitab Allah Menyelamatkan
Sambil membaca Alkitab, saya juga belajar tentang Isa Al-Masih di Al-Quran. Akhirnya mata saya terbuka.
Saya melihat Isa sebagai Allah dan Juruselamat. Saya membaca: “Kalam telah ada dari mulanya. Kalam itu bersama Allah, dan Kalam itu adalah Allah . . . Kalam itu telah menjadi manusia, lalu tinggal di antara kita, . . . penuh dengan anugerah dan kebenaran” (Injil, Yahya 1:1,14).
Memang banyak referensi dari Al-Quran dan Hadist tentang Isa. Ia lahir dari perawan, satu-satunya yang tidak tersentuh setan, Isa adalah pribadi suci.
Saat itu juga saya menyadari bahwa saya butuh solusi agar bisa selamat dari dosa. Saya pernah belajar bahwa hukuman atas orang yang berdosa adalah neraka.
Saya menemukan solusinya setelah membaca dan mempelajari Kitab Injil, Rum. “Sekarang tidak ada lagi hukuman bagi mereka yang ada dalam Isa Al-Masih. Isa sudah membebaskan dari hukum dosa dan maut. Allah telah memenuhi apa yang tidak dapat dipenuhi oleh manusia untuk mentaati hukum secara sempurna. Isa menjadi kurban karena dosa untuk menyelamatkan manusia” (Injil, Surat Rum 8:1-3, parafrasa).
Allah telah memenuhi hukuman yang seharusnya dijatuhkan kepada manusia. Termasuk kepada saya.
Cara-Nya dengan jalan mengutus Kalam Allah yang datang dari pada-Nya. Kalam Allah ini menjadi korban karena dosa manusia (dosa saya) di atas kayu salib. Sehingga saya bebas dari hukuman.
Syaratnya, kita yang mendengar berita ini mau menerimanya. Dengan cara mengimani dan menjadi pengikut Isa.
Maka Allah akan mengampuni dosa kita. Ia juga akan menuntun kita sampai pasti masuk surga.
Mukjizat: Kuasa Kebenaran dalam Kitab Allah!
Saya sangat bersyukur mengetahui hal ini. Akhirnya saya memilih untuk mau mengimani-Nya.
Selanjutnya saya begitu bersemangat membagikan kebenaran dalam Kitab Allah ini. Saya menceritakannya kepada teman dan banyak orang lainnya.
Kebenaran dalam Kitab Allah sungguh terbukti. Saya pernah melihat mukjizat dengan mata kepala saya sendiri.
Saya pernah menjumpai orang yang kerasukan setan. Tidak ada orang lain yang bisa menolongnya.
Saya mendoakannya dalam nama Isa Al-Masih. Seketika itu juga, setan langsung pergi. Orang itu menjadi terbebas dan tenang.
Kuasa Allah terlihat jelas dalam nama Isa Al-Masih. Inilah kebenaran dalam Kitab Allah yang menyelamatkan manusia.

Mengimani Kebenaran dalam Kitab Allah!
Memang bisa ada banyak tantangan untuk mendapat kebenaran dalam Kitab Allah. Saya sendiri mengalami banyak hinaan dan penolakan.
Namun mendapatkan kebenaran Allah sungguh berharga. Ada perasaan sukacita dan ketenangan hati yang tidak ternilai.
Maukah Anda mendapatkan kebenaran Allah yang menyelamatkan? Mari renungkan dengan seksama “solusi untuk dosa” di atas yang dipahami oleh Mas Dadan.
Mari mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih. Sama seperti Mas Dadan, Anda pun akan mendapat ampunan Allah dan jaminan surga.
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel di atas. Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:
- Kisah Mukmin Mendapat Pesan Allah Kepada Manusia Secara Langsung
- Kesaksian Amid, Pelaut Islam Yang Belajar Kisah Nabi Isa
- Kisah Muslim Mendapat Hidayah dan Rahmat Allah
Video:
Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Menurut Saudara mengapa umat Islam tidak tahu isi Kitab Taurat, Zabur dan Injil yang asli?
- Mengapa banyak umat yang menghindari mengetahui kebenaran dalam Kitab Allah melalui Taurat, Zabur dan Injil? Seperti yang terlihat dari pengalaman saya diusir dari pesantren.
- Bagaimana pendapat Saudara bahwa Al-Quran dan Injil menyatakan Isa Al-Masih adalah ilahi?
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, maaf bila terpaksa kami hapus.
Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”


PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR
Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .