
Ketika saya bertanya apakah mereka boleh berdoa menurut ajaran mereka, ayah saya menjawab “Silakan, namun satu hal yang pasti. Iman saya hanya kepada Isa Al-Masih Juruselamat saya pribadi. Isa Al-Masih akan menempatkan saya di surga”.
Kematian Tidak Dapat Dihindari
Manusia selalu berusaha mencari cara menghindari kematian, berharap umurnya panjang dengan cara menjaga pola hidup dan sebagainya. Namun, kematian adalah kenyataan bagi semua orang yang tidak dapat dihindari. Setiap manusia pasti sedang menuju pada kematian.
Raja Salomo berkata, “Siapakah orang yang hidup dan yang tidak mengalami kematian, yang dapat meluputkan nyawanya dari kuasa dunia orang mati?” (Kitab, Mazmur 89:49).
Hidup di dunia ini hanya sementara. Tetapi pertanyaannya adalah setelah mati mau kemana? Apakah ada cara menghindari kematian kekal di akhirat? Pertanyaan-pertanyaan ini mungkin pernah Anda tanyakan.
Syarat Masuk Surga dalam Islam
Menurut ajaran Al-Quran, seorang yang mati syahid di jalan Allah akan secara otomatis menerima kedudukan yang tinggi dari Allah. “Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki” (Qs 3:169).
Banyak Muslim yang berjuang dengan cara ini, agar dapat menghindari kematian kekal di akhrat. Sedangkan mereka yang tidak mati syahid, di hari kiamat Allah akan menimbang perbuatan baik dan jahat untuk menentukan nasib mereka. Bila timbangan berat di perbuatan baik, akan mendapat hidup di surga. Sebaliknya, bila timbangan dosa lebih berat, neraka adalah tempatnya (Qs 101:6-11).
Pertanyaannya, cukupkah memenuhi ketetapan Allah agar dapat masuk surga, atau haruskah semua manusia mati syahid di jalan Allah sebagai cara menghindari kematian kekal dan hukuman di akhirat?
Isa Al-Masih Terang yang Memimpin ke Surga
Dosa memisahkan manusia dengan Allah. “Sesungguhnya barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan berdosa, maka sesungguhnya baginya Neraka Jahannam” (Qs 20:74).
Memang kenyataannya semua manusia tidak dapat menghindari kematian kekal di akhirat. Tetapi Allah yang Mahakasih telah mengaruniakan kepada kita Kalimat-Nya. Dia rela mengorbankan nyawa-Nya di kayu salib untuk melepaskan kita dari belenggu dosa. Sehingga barangsiapa yang percaya kepada-Nya tidak akan melihat kematian sebagai sesuatu yang gelap. Ia akan berada dalam terang kerajaan surga. Ia akan menikmati kehidupan damai bersama Allah di surga kekal.
Sabda Isa, “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup” (Injil, Rasul Besar Yohanes 8:12).\
Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap komentar yang diberikan hanya menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
1. Menurut Saudara, dapatkah setelah mati manusia mengubah masa depan hidupnya? Berikan alasan Saudara.
2. Mengapa Allah harus menimbang amal kebaikan untuk masuk surga?
3. Mengapa orang rela mati tanpa mengetahui kepastian mengenai kehidupan kekal di surga
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel: “Cara Menghindari Kematian Kekal Agar Selamat di Akhirat” Jika Anda berminat, silahkan klik pada link-link berikut:
- Pemberi Hidup Kekal: Nabi Ma’shum atau Nabi Suci?
- Sifat Suci Dan Kekal Bukti Keilahian Isa Al-Masih
- Apakah Hisab Menurut Islam Adalah Bukti Kasih Sayang Allah?
- Ngerinya Dosa Dan Hari Pembalasan, Bagaimana Kita Selamat?
Video:
Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”
Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. atau SMS ke: 0812-9530-4930


PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR
Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .