• Skip to main content
  • Skip to header right navigation
  • Skip to site footer
Isa Dan Al-Quran

Isa Dan Al-Quran

Dialog Agama - Isa dan Al-Quran

  • Maksud Situs Ini
    • Tentang Kami
    • 60 Ayat Tentang Isa dalam Al-Quran
    • Isa dan Al-Fatihah
  • Jalan ke Surga
    • Paspor Menuju Sorga
    • 6 Ayat Terpenting
  • Ayat Al-Quran
  • Artikel
    • Daftar Artikel
  • Kitab TZI
  • Hubungi Kami

Mukjizat Nabi Allah Yang Terbesar Bagi Manusia

Isa Dan Al-Quran > Ayat-Ayat Al-Quran > Al’Ankabuut 29:50 > Mukjizat Nabi Allah Yang Terbesar Bagi Manusia
14 August 2024 | 74 Komentar

Masih ingat dahulu ada dukun cilik? Saat viral berbondong-bondong orang datang kepadanya. Masyarakat banyak yang meminta kesembuhan. Sebagian lagi penasaran ingin melihatnya.

Memang masyarakat kita menyukai mukjizat atau hal gaib. Jika ada peristiwa yang tidak biasa, pasti banyak orang ingin mengetahuinya.

Demikianlah peranan mukjizat para Nabi Allah dalam kehidupan manusia. Tujuannya agar manusia tertarik perhatiannya. Dan pada akhirnya bisa mengimani Allah.

 “. . . tidak seorang nabi pun kecuali ia diberi beberapa mukjizat yang tak bisa diserupai oleh apapun sehingga manusia mengimaninya . . .” (Hadits Bukhari No.6732).

Banyak mukjizat yang terjadi. Namun adakah mukjizat para Nabi Allah yang dapat membawa kita selamat di surga?

Mari kita lihat berbagai mukjizat para Nabi Allah. Agar kita bisa teguh untuk mengimani Allah dan mendapatkan rahmat-Nya.

Contoh Mukjizat Para Nabi Allah Pembawa Kitab Suci

Arti kata mukjizat adalah kejadian (peristiwa) ajaib yang melebihi kemampuan manusia. Merujuk pada kejadian supernatural, di luar keadaan yang biasa terjadi.

Secara agama mukjizat adalah kuasa Allah yang bekerja pada para nabi-Nya. Untuk meneguhkan bukti pelayanan mereka. Dan juga firman Allah yang mereka sampaikan.

Beberapa contoh mukjizat para Nabi Allah pembawa kitab adalah:

  • Nabi Musa.
    Melalui Nabi Musa, Allah memberikan Kitab Taurat (Qs 6:154). Allah meneguhkan kenabiannya dengan mukjizat yang sangat luar biasa yang mempengaruhi alam. Contohnya mampu membelah laut (Qs 20:77).
  • Nabi Daud.
    Allah memberikan Kitab Zabur (Qs 4:163). Allah meneguhkan Nabi Daud dengan memberikannya kemampuan bernyanyi dan bermain musik yang baik. Ia juga mendapat keperkasaan mengalahkan raksasa Jalut (Qs 2:251).
  • Nabi Islam.
    Umat Islam percaya bahwa Al-Quran mukjizat terbesar Nabi Islam. Dan Al-Quran adalah wahyu terakhir dari Allah.

Mukjizat yang Tertulis dalam Al-Quran dan Hadits

Menurut Islam, ada mukjizat para Nabi Allah yang berbeda. Karena tercatat dalam Al-Quran dan Hadist. Mari kita lihat beberapa diantaranya.

  1. Wangi badan yang luar biasa.Banyak umat percaya wangi badan Nabi Islam sangat harum. Bahkan keringatnya juga sangat harum.

    Hadits menceritakan kisah ibu dari Anas bin Malik, yaitu Ummu Sulaim. Bahwa Nabi Islam pernah tidur di rumahnya. Saat tertidur, ia mengambil keringat Nabi Islam dalam botol. Karena menurutnya ini adalah wewangian terbaik (Shahih Muslim 4300).

    Ada berbagai kisah lain seperti ini dalam Hadits. Para ulama menyatakan semua ini hanyalah bentuk kekaguman umat terhadap Nabi Islam. Namun bukan mukjizat Nabi Allah secara supernatural.

  2. Mampu membelah bulan.“Telah dekat (datangnya) saat itu dan telah terbelah bulan” (Qs 54:1).

    Tradisi menjelaskan ayat ini sebagai mukjizat Nabi Islam. Karena ia mengikuti permintaan suku Quraisy saat meminta tanda kenabiannya (Hadits Bukhari 3579).

    Masalahnya, secara ilmu pengetahuan sampai saat ini tidak ada bukti ilmiah mengenai bulan terbelah dua. Secara sejarah juga tidak ada bukti. Karena jika benar terjadi maka pasti akan ada catatan. Entah astronom bangsa Romawi, Yunani, Mesir, Persia, Cina, atau India pasti akan melihatnya.

Benarkah Nabi Islam Hanya Dipercayakan Kitab?

Selanjutnya, banyak sejarawan Islam dan para ulama yang tidak dapat menerima mukjizat Nabi Islam. Alasan utamanya karena bertentangan dengan dalil dari Al-Quran sendiri.

Bahkan orang banyak menjulukinya hanya sebagai sang pemberi peringatan, ketika ada orang kafir memintanya untuk melakukan mujizat (Qs 13:7).

Menariknya Nabi Islam sendiri mengakui demikian. “Katakanlah: ‘Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu terserah kepada Allah. Dan sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan yang nyata’” (Qs 29:50).

Menurut ajaran Islam, mukjizat satu-satunya adalah bahwa ia menyampaikan Al-Quran.

Nabi Perlu ada Kitab dan Mukjizat

Pertanyaannya adalah mengapa nabi terakhir tidak ada mukjizat? Apakah justru saat itu adalah waktu yang sangat penting meneguhkan keimanan?”

Selanjutnya berhubungan dengan dalil Al-Quran. Ada ayat menyatakan bahwa tidak cukup hanya dengan kitab saja. Perlu ada kitab dan juga mukjizatnya.

“Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab . . .” (Qs 57:25).

Ayat ini menyatakan Allah menurunkan kitab suci (Taurat, Zabur dan Injil). Pada setiap kitab itu, Allah meneguhkan dengan bukti nyata. Namun, bagaimana dengan Al-Quran?

Karena inilah umat mencari jawabannya. Yaitu dari nabi yang memiliki banyak mukjizat luar biasa.

Mukjizat Para Nabi Allah yang Paling Nyata

Kegelisahan ini yang membawa umat melihat pribadi Isa Al-Masih. Karena dari semua nabi yang ada, hanya Isa yang memiliki banyak sekali mukjizat (Qs 3:49).

Ada banyak orang sakit menjadi sembuh. Misalnya, orang buta melihat, orang kusta menjadi tahir, dan orang lumpuh dapat berjalan.

“[Melalui Isa] Orang buta dapat melihat, orang lumpuh dapat berjalan, orang kusta menjadi tahir . . . orang tuli dapat mendengar, orang mati dihidupkan kembali, dan Injil diberitakan kepada orang-orang miskin” (Injil, Matius 11:5).

Bahkan orang mati bisa bangkit. Salah satu kisah yang paling menarik adalah ada orang yang sudah empat hari meninggal. Namun Isa membangkitkannya.

“. . . ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati . . . berserulah Ia [Isa Al-Masih] dengan suara keras: Lazarus, marilah ke luar! Orang yang telah mati itu datang ke luar [bangkit] . . .” (Injil, Yahya 11:39,43-44).

Mukjizat Para Nabi Allah Menyatakan Rahmat-Nya

Semua hal ini meneguhkan keabsahan pelayanan Isa selama di dunia. Juga meneguhkan pesan kebenaran-Nya dalam Kitab Injil.

Hal ini rupanya karena Isa adalah perwujudan Firman Allah (Kalimatullah). Ia menjadi manusia untuk menyatakan rahmat Allah.

“. . . Injil adalah kemahakuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang mempercayainya . . . Karena di dalamnya dinyatakan pembenaran dari Allah, yang dilandaskan pada iman . . .” (Injil, Surat Rum 1:16-17).

Ajaran Isa terdapat dalam Kitab Injil, yang berarti Kabar Baik. Bahwa kita manusia berdosa bisa ada harapan selamat. Kita tidak perlu takut hukuman Allah di akhirat.

Allah memberikan jalan keselamatan bagi manusia. Caranya dengan mengimani dan menjadi pengikut Isa.

Saat itulah tersedia rahmat Allah. Melaluinya kita bisa mendapatkan ampunan dosa dan kepastian surga.

Inilah Kabar Baik yang sesungguhnya. Allah rindu setiap manusia menerima rahmat-Nya sehingga bisa selamat.

Karena inilah Allah memberikan peneguhan luar biasa. Yaitu berbagai mukjizat para nabi Allah yang sangat besar dan ajaib dalam Isa Al-Masih.

Mendapat Mukjizat dan Menerima Rahmat-Nya

Allah telah memberikan kebenaran dalam Kitab Taurat, Zabur dan Injil. Allah juga telah memberikan peneguhan melalui berbagai mukjizat para Nabi Allah yang luar biasa.

Khususnya melalui Isa, Allah menyatakan rahmat-Nya. Isa menjadi jalan keselamatan Allah bagi manusia.

Maukah Anda mendapatkan rahmat Allah dalam hidup Anda? Mari mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih.


Artikel Terkait

Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel “Mukjizat Para Nabi Allah Yang Terbesar Bagi Manusia”. Jika Anda berminat, silahkan klik pada link-link berikut:

  1. Kejujuran Nabi Isa Al-Masih Dan Muhammad Tentang Mujizat
  2. Apakah Al-Quran Melarang Diskriminasi?
  3. Al-Quran Tidak Setuju Kristen Disebut Kafir
  4. “Jangan Menyebut Non-Muslim Kafir!” Mengapa?

Video:

  1. Kisah Nabi Isa Membangkitkan Orang Mati

Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca:

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Menurut Saudara, apa yang memicu orang beragama percaya kepada dukun?
  2. Menurut Saudara, mengapa Nabi Islam tidak dapat melakukan mukjizat ketika orang-orang kafir memintanya?
  3. Mengapa hanya Isa Al-Masih yang berkuasa memberi jaminan keselamatan surgawi?

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel “Apakah Mukjizat Rasul Allah Bukti Datangnya dari Allah?”, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.  Atau SMS/WA ke: 0812-9530-4930

Category: Al’Ankabuut 29:50Tag: Mujizat

Bagikan Artikel Ini:

Share on Facebook Share on X (Twitter) Share on WhatsApp Share on Email Share on SMS

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .

Subscribe
Beritahulah

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
4. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Al-Quran

74 Komentar
Paling lama
Terbaru
@Jhon Lukas
3 April 2017 3:16 pm

*****
Respon terhadap pertanyaan:

1. Karena keinginan daging agar langsung terujud dengan menghalalkan segala cara tanpa memikirkan dosa.

2. Muhammad bukan Nabi Allah, hanya manusia yang setia kepadanya mengakui Muhammad adalah Nabi Allah. Padahal Muhammad mengakui siapa jati dirinya; “Tetapi mereka mengatakan, “Mengapa tidak tanda-tanda diturunkan kepadanya dari Tuhannya?” Mengatakan, “Tanda-tanda hanya dengan Allah, dan aku hanya seorang pemberi peringatan yang jelas.” Qs 29:50.

Inilah membuktikan siapa sesungguhnya Muhammad itu, hanya pemberi peringatan nyata, seperti orang tua kita.

3. Yesus Kristus adalah Allah, seperti perkataan-Nya : “Barangsiapa yg percaya kepada Anak [Yesus Kristus], ia memperoleh hidup yang kekal [sorga]” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:36).

Kenyataan itu sudah ada manusia masuk ke dalam kerajaan sorgawi, bacalah juga dalam Injil, Rasul Lukas 23:42-43.

Apa bukti Yesus Kristus adalah Allah, Yesus Kristus adalah Kalimattulloh, seperti perkataan-Nya: “Pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama-sama dengan Alloh, dan Firman itu adalah Alloh” (Injil Rasul Besar Yohanes 1:1).

Tak seorangpun dapat masuk kerajaan sorga tanpa melalui Yesus Kristus, sebab Dialah Allah, pemilik sorga. Amin.

Balas
staff
20 April 2017 1:09 pm
Balasan ke  @Jhon Lukas

*****
Saudara John,

Terima kasih atas kesediaan saudara untuk memberikan komentar yang sesuai dengan harapan kami. Semoga dengan bentuk komentar yang saudara sampaikan ini diskusi kita tidak menyimpang dari topik artikel.
~
Slamet

Balas
Usil
4 April 2017 3:08 am

~
Sudahlah Nasrani. Mukjizat Al-Quran itu membuka fakta sejarah dan ilmu pengetahuan (memberitakan akan hancurnya kerajaan Rum, akan ditemukannya jasad firaun, menjelaskan terciptanya janin, menjelaskan terciptanya alam semesta/teori big bang). Sedang mukjizat Yesus itu hanya menjadi sampah sejarah dan pengetahuan,karena Tuhanmu itu sudah tidak bisa lagi bermukjizat, kecuali hanya sebagai sebuah cerita, di dalam Alkitab!

Balas
staff
20 April 2017 1:23 pm
Balasan ke  Usil

~
Saudara Usil,

Umat Islam memang percaya bahwa mujizat “nabi” Muhammad yang terbesar adalah Al-Quran. Karena Al-Quran dianggap dapat menjawab semua persoalan duniawi.

Apakah Al-Quran dapat menjawab kepastian keselamatan bagi umat Muslim? Tidak. Sebaliknya Al-Quran menuliskan bahwa setiap umat Muslim wajib mendatangi neraka. “Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan” (Qs 19:71).

Pernahkah saudara merenungkan, mengapa mujizat terbesar ini tidak menjamin umat Muslim ke sorga, sebaliknya pasti masuk neraka?
~
Slamet

Balas
Farizal
4 April 2017 1:09 pm

~
Topik 2: Menurut saudara, mengapa Nabi Islam tidak dapat melakukan mujizat ketika orang-orang kafir memintanya?

Alasan Allah Azza Wa Jalla tidak memberi Rasulullah mukjizat ketika orang Kafir memintanya, karena banyak kaum terdahulu yang mendustakan mukjizat-mukjizat Allah dan malah tidak membuat mereka beriman.

“Dan hai kaumku, Inilah unta betina dari Allah, sebagai mukjizat (yang menunjukkan kebenaran) untukmu, sebab itu biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apapun yang akan menyebabkan kamu ditimpa azab yang dekat” (Qs 11: 64)

Mereka membunuh unta itu, Maka berkata Shaleh: “Bersukarialah kamu sekalian di rumahmu selama tiga hari, itu adalah janji yang tidak dapat didustakan.” (Qs 11:65). Ayat selengkapnya bacalah Qs 11:61-68.

Balas
staff
20 April 2017 1:43 pm
Balasan ke  Farizal

~
Saudara Farizal,

Semua umat beragama tentunya mempunyai pandangan bahwa semua nabi Allah pasti disertai mujizat. Dan apabila ia tidak memeiliki mujizat pasti ia tidak diutus Allah.

Isa Al-Masih juga seorang nabi. Tanpa diminta Ia mengerjakan ratusan mujizat. Kitab Suci umat Islam mendaftarkan beberapa mujizat yang dikerjakan-Nya. “Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mu’jizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman” (Qs 3:49).

Dan mujizat-Nya yang terbesar adalah kebangkitan-Nya sendiri. Kebangkitan-Nya menyatakan Isa Al-Masih bukanlah manusia biasa seperti nabi-nabi lain. Ia jauh melebihi nabi yang tidak dapat mengerjakan mujizat, bahkan nabi-nabi yang bisa mengerjakan mujizat.
~
Slamet

Balas
# GATOTKOCO#
6 April 2017 3:59 am

~
Wahai Jhon,

Justru di sinilah letak kesederhanaan Muhammad. Beliau ditunjuk/diangkat menjadi rasul guna menyampaikan petunjuk dan memberikan peringatan dari Allah buat manusia. Lain halnya dalam agama Kristen seperti saudara. Justru pengikut-pengikut-nya yang terlalu over convidence mengelu-elukan lsa Al-Masih.

Padahal dalam Al-Quran lsa Al-Masih diceritakan sebagai seorang nabi/rasul yang patuh dan taat kepada Allah. Malahan lsa Al-Masih mengajak umatnya agar beriman kepada Allah dan beriman kepadanya.

Silahkan buka Al-Quran Surat Maryam ayat 30 s/d 37. Setelah membacanya barulah saudara mengenal siapa lsa yang sebenarnya. Buanglah sifat buruk sangka saudara terhadap lslam dan Muhammad.

Balas
staff
20 April 2017 10:28 pm
Balasan ke  # GATOTKOCO#

~
Saudara Gatot,

Kami setuju dengan kerendahan hati nabi Islam. Dia memang tidak mengetahui nasibnya setelah meninggalkan dunia karena ia hanyalah pemberi pringatan.
“Aku bukanlah Rasul yang pertama diantara Rasul-rasul dan Aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapKu dan tidak pula terhadapmu…”(Qs 46:9).

Dengan kata lain nabi saudara juga menegaskan bahwa seseorang tidak mungkin masuk sorga tanpa Rahmat Allah (Isa Al-Masih). Dan sebagai nabi yang jujur ia juga mengetahui bahwa jalan ke sorga itu hanya melalui Isa Al-Masih. “Akulah (Isa Al-Masih) Jalan dan Kebenaran dan Hidup, tidak ada seorang pun yang dapat sampai kepada Bapa (Allah/Masuk Surga) kalau tidak melalui Aku (Isa Al-Masih)” (Injl, Rasul Besar Yohanes 14:6).
~
Slamet

Balas
@Jhon Lukas
6 April 2017 3:26 pm

~
Buat Sdr. Gatot Koco,

Justru di sinilah letak kesederhanaan Muhammad. Dia ditunjuk/diangkat menjadi rasul guna penyampaikan petunjuk dan memberikan peringatan dari Allah buat manusia.

Respon: Saudaraku, Muhammad telah mengatakan siapa jati dirinya, dia bukan rasul tetapi petunjuk bahwa Taurat dan Injil adalah Kalam Alloh.
“Dan Sesungguhnya Kami telah berikan kepada Musa Al-Kitab (Taurat), maka janganlah kamu (Muhammad) ragu menerima (Al-Quraan itu) dan Kami jadikan Al-Kitab (Taurat) itu petunjuk bagi Bani Israil” (Qs 32:23).

Balas
staff
21 April 2017 1:01 am
Balasan ke  @Jhon Lukas

~
Saudara Jhon,

Terima kasih atas komentar saudara. Al-Quran memang menuliskan bahwa Muhammad adalah penunjuk jalan, “Sesungguhnya engkau (Muhammad) memberi petunjuk ke jalan yang lurus” (Qs 42:52).

Isa Al-Masih adalah satu-satunya “Jalan Lurus” yang dapat memberi jaminan sorga kepada setiap orang. Dia menjamin bahwa Dia-lah Jalan yang pasti membawa ke sorga!

“Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).
~
Slamet

Balas
Farizal
7 April 2017 2:39 am

~
Buat Saudara Jhon Lukas,

Saudaraku, Muhammad telah mengatakan siapa diri-nya. Dalam Qs 33:40, ada pengakuan kerasulannya dan kalimat awal dari ayat tersebut adalah penegasan bahwa ayat ini membuktikan Allah Maha Tahu, hingga akhir hidupnya Muhammad.
Tidak ada keturunan laki-lakinya yang menjadi anggota ‘diantara kamu’ (Sahabat), karena mereka semua meninggal dalam usia belia.

Terkait Qs 32:23 anda tidak menjelaskan maknanya yang tidak boleh ragu dengan Al-Quran.
Terkait kalimat syahadat, pengakuan Tuhan yang esa itu Allah juga diyakini oleh kaum Yahudi, itulah mengapa digunakan kalimat ke-2 untuk mempertegas perbedaan Muslim dan Yahudi, karena Yahudi tidak mengikuti risalah Muhammad.

Jangan seperti orang yang pada ayat ini QS An-Nisa: 150-151.

Balas
staff
21 April 2017 2:15 pm
Balasan ke  Farizal

~
Saudara Farizal,

Memang ada beberapa ayat Al-Quran yang menunjukkan kepada kita bahwa Muhammad adalah salah satu nabi utusan Allah.

Namun kita juga harus mengingat bahwa nabi utusan Allah itu paling tidak mempunyai tanda-tanda kenabian yang datangnya dari Allah. Yaitu tanda mujizat dan nubuat. Dan tampaknya tanda-tanda maupun nubuat tidak kita temukan dalam diri nabi saudara.

Bagaimana menurut saudara, dapatkah saudara menunjukkan tanda kenabian yang dimiliki Muhammad?
~
Slamet

Balas
@Jhon Lukas
7 April 2017 11:19 am

~
Buat Sdr. Farizal,

Saudaraku, Perhatikan ini: Qs 29:50 Muhammad berkata: “Mereka mengatakan itu tidak diturunkan kepadanya dari ayat-ayat Tuhannya mengatakan tetapi ketika ayat-ayat Allah, tapi saya seorang pemberi peringatan yang nyata.”

Qs 33:40: “Muhammad bukan ayah dari salah satu dari pria Anda, tapi [dia] Rasulullah dan terakhir dari para nabi. Dan Allah, mengetahui segala sesuatu,”

Mana yang sahih? Jelas sekali Al-Quran adalah ciptaan manusia dan sangat bertentangan, beda dengan Taurat dan Injil, Taurat dan Injil adalah Kalam Alloh, Muhammad mengakuinya. Saudaraku, anda gagal paham apa yang menjadi pertanyaan saya, benarkah Sahadad ini: “Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Alloh?”

Mohon di jelaskan

Balas
staff
21 April 2017 2:27 pm
Balasan ke  @Jhon Lukas

~
Saudara Jhon,

Sebenarnya kita dapat mengetahui apakah sebuah kitab Suci umat beragama itu berasal dari Allah atau karangan manusia.

Caranya adalah menguji kitab suci tersebut. Untuk menguji sebuah kitab suci itu berasal dari Allah atau bukan adalah melihat adanya nubuat dan penggenapannya.

Jelas dalam Alkitab ada banyak nubuat dan juga penggenapannya. Sedangkan dalam Al-Quran tidak ada nubuat. Oleh karena tidaklah salah apabila muncul pertanyaan benarkah Al-Quran dari Allah atau hanya karangan manusia belaka?
~
Slamet.

Balas
Jaenab
7 April 2017 4:32 pm

~
Staf IDA saya mau didoakan dan mau minta Alkitab. Bisakah dikirim ke rumah saya?

Balas
staff
21 April 2017 12:54 am
Balasan ke  Jaenab

~
Saudara Jaenab,

Kami akan mendoakan saudara agar saudara mendapat rahmat dan hidayah dari Allah, yang pada akhirnya saudara menemukan Jalan Keselamatan yang telah disediakan Allah melalui Isa Al-Masih.

Karena “…keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan” (Injil, Surat Kisah Para Rasul 4:12).

Mohn maaf kami tidak dapat memenuhi permintaan saudara untuk dikirimi Alkitab. Namun apabila mengiginkan Alkitab, saudara dapat menulis email kepada Yayasan Gideon. Yayasan ini membagikan Alkitab kepada anggota-anggota tentara militer di berbagai negara, ke rumah-rumah sakit, rumah perawatan, hotel, rumah jompo, penjara, wakil-wakil rakyat dan murid-murid secara cuma-cuma.
~
Slamet

Balas
Realita
7 April 2017 9:13 pm

~
[quote name=”Jaenab”]Staf IDA saya mau didoakan dan mau minta Alkitab. Bisakah dikirim ke rumah saya?[/quote]

Saudari Jaenab, kalau benar dari hati nurani saudari mau didoakan dan minta Alkitab adalah kejujuran perlu diapresiasi. Tapi sekarang ini Alkitab bisa di download di play store seperti juga Al-Quran.

Dan kalau mau berupa buku/kertas banyak cara mendapatkannya dijual di toko-toko buku dengan harga murah atau bila bertemu dengan orang Kristen/ gereja di sekitar anda, mintalah. Nyatakan niat jujur sdri tanpa maksud buruk, semoga mendapatkan secara gratis dan didoakan pendeta terdekat. Tidak perlu di situs ini meminta karena anda bisa dicurigai niat anda “ada udang di balik batu.”

Balas
staff
21 April 2017 2:39 pm
Balasan ke  Realita

~
Saudara Realita,

Sebagai umat beragama kita tidak boleh berburuk sangka (su’udzon) terhadap sesama. Sebaliknya kita harus memiliki sifat berbaik sangka kepada orang lain. Karena hal ini dapat menimbulkan rasa saling menghormati dan menghargai antar sesama makhluk Allah (manusia).

Dalam sebuah hadith nabi Muhammad mengatakan: :
“Jauhilah olehmu purbasangka, sesungguhnya purbasangka itu pendusta benar (sedusta-dusta pembicaraan). Dan janganlah kamu mendengar rahasia orang, jangan mengintip aib orang, jangan tambah menambahi harga untuk menipu, jangan saling mendengki, benci membenci dan jangan pula bermusuhan. Jadilah kamu hamba Allah yang bersaudara” (HR. Abu Daud dari Abdullah bin Maslamah).
~
Slamet

Balas
Jaenab
8 April 2017 12:15 pm

~
Kepada Realita,

Adakah Yesus Kristus mencurigai anak manusia untuk mengikuti-Nya, Apakah Yesus tidak mendoakan anak manusia kecuali Dia benar-benar ingin mendoakan-Nya tunjukkan ayatnya.

Balas
staff
21 April 2017 2:52 pm
Balasan ke  Jaenab

~
Saudara Jaenab,

Jelas sebagai manusia Isa Al-Masih selalu berdoa, Dia seringkali berdoa untuk kepentingan manusia. Tentunya Isa Al-Masih dapat saja berdoa dalam hati, namun Dia ingin menunjukkan kepada kita bagaimana seharusnya sebagai manusia kita berdoa.

Isa Al-Masih mengajarkan bahwa kita harus senantiasa tunduk kepada kehendak Allah Bapa, meskipun di dalam situasi yang paling sulit sekalipun.
Sebuah ayat yang menunjukkan isi doa Isa Al-Masih dapat kita lihat dalam Injil, Rasul Lukas 23:34, “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”

Di sini Isa Al-Masih mengajarkan pentingnya untuk mengampuni orang yang bersalah kepada kita.
~
Slamet

Balas
masmuliyah
8 April 2017 6:09 pm

~
Nabi Muhammad memiliki mujizat. Siapapun yang bilang ia tidak punya mukjizat berarti tidak paham isi dan makna Al Quran. Salah satu mukjizat Nabi Muhammad, jari-jarinya bisa mengeluarkan air. Al-Quran dari dulu sampai sekarang tidak pernrh dirubah seperti halnya Injil.

Dalam Injil itdak pernah sekali pun Nabi Isa mengatakan sembah Aku. Dan yang paling aneh, Nabi isa berasal dari Timur Tengah tetapi kenapa justru Vatikan di Itali yang mengontrol Kristen. Semoga bisa jadi renungan.

Balas
staff
20 April 2017 2:07 pm
Balasan ke  masmuliyah

~
Saudara Mas Muliyah,

Al-Quran tidak mencatat bahwa jari nabi saudara bisa mengeluarkan air. Umat Muslim hanya menyampaikan Al-Quran lah adalah tanda mujizat-nabi Islam.

Sebaliknya, justru Isa Al-Masih memiliki tanda mujizat. Bahkan Isa Al-Masih melakukan puluhan mujizat dengan Kun-Nya. Dengan firman-Nya, Isa Al-Masih menyembuhkan orang buta, orang lumpuh, orang gila, meredakan badai dan banyak lagi.

Isa Al-Masih tidak pernah menuntut untuk disembah, namun Dia tidak pernah menolak atau menghalangi orang yang menyembah-Nya. Ketika Dia membuat mujizat-mujizat ada orang yang menyembah Dia dan “Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: “Salam bagimu.” Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya” (Injil, Rasul Besar Matius 28:9).
~
Slamet

Balas
$*****Al-Saitonin
8 April 2017 11:41 pm

~
Sang Masmuliyah,

Silakan baca Al-Quran tentang Muhammadmu itu. “Dan orang-orang kafir Mekah berkata: “Mengapa tidak diturunkan kepadanya mu’jizat-mu’jizat dari Tuhannya?” Katakanlah: “Sesungguhnya mu’jizat-mu’jizat itu terserah kepada Allah. Dan sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan yang nyata” (Qs 29:50).

Balas
staff
21 April 2017 6:54 pm
Balasan ke  $*****Al-Saitonin

~
Umat Islam mengklem nabinya dapat melakukan banyak mujizat, salah satunya adalah membelah bulan. Namun fakta membuktikan bahwa Muhammad itu tidak disertai mujizat oleh Allah, ia “hanya seorang pemberi peringatan yang nyata”(Qs 29:50).

Sebaliknya Isa Al-Masih bukan hanya sekedar mempunyai mujizat, Dia adalah Kalimat Allah yang melakukan mujizat hanya dengan mengatakan “Kun (jadilah)” maka jadilah.
“Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: “Hai ibu, besar imanmu maka JADILAH kepadamu seperti yang kaukehendaki.” Dan seketika itu juga anaknya sembuh” (Injil, Rasul Besar Matius 15:28).
~
Slamet

Balas
Erida
9 April 2017 1:57 am

~
Saudara Saitonin

Sebagai hamba Yesus yang baik janganlah kita menghina agama orang lain. Tidak baik.

Balas
staff
21 April 2017 7:00 pm
Balasan ke  Erida

~
Saudara Erida,

Isa Al-Masih mengingatkan kita untuk tidak menjelek-jelekan orang lain. Dia menciptakan kita untuk saling menolong bukan untuk saling menghina. Orang yang suka menghina sesama, tidak menghargai-Nya.

“Siapa menghina sesamanya, tidak berakal budi. Tetapi orang pandai berdiam diri” (Zabur, Kitab Amsal 11:12).
~
Slamet

Balas
# GATOTKOCO#
9 April 2017 8:39 am

~
Mengapa hanya lsa Al-Masih yang berkuasa memberi jaminan keselamatan sorgawi.

Jawaban: ltu semua adalah akal-akal/ karangan orang Kristen belaka. Orang Kristen paling pandai berkhayal/berhalunisasi. Atas dasar apa lsa Al-Masih berkuasa. Dirinya sendiri Allah lah yang menyelamatkan dari tentara Roma. Isa Al-Masih tidak disalib. Umat Kristen perlu merenunginya.

Balas
staff
21 April 2017 7:16 pm
Balasan ke  # GATOTKOCO#

~
Saudara Gatot,

Jaminan keselamatan sorgawi di dalam Isa Al-Masih bukanlah karangan orang Kristen, melainkan ketetapan Allah.

Kitab Suci Allah mengatakan bahwa kita semua telah berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah” (Injil, Surat Roma 3:23).

Namun Allah yang mengasihi manusia berdosa berinisiatif untuk datang ke dunia, hidup di tengah-tengah manusia, bahkan mati dan bangkit untuk mengalahkan semua kuasa dosa. “Oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus” (Injil, Surat Roma 3:23).

Jelasnya Ketetapan Allah untuk menyelamatkan manusia ini telah direncanakan sebelum dunia diciptakan. “Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita” (Injil, Surat 1 Tesalonika 5:9).
~
Slamet

Balas
# GATOTKOCO#
9 April 2017 9:39 am

~
Saudara Jhon Lukas,

Saudara mengatakan bahwa Al-Quran adalah karangan Muhammad. Tolong buktikan!

Sebagaimana yang pernah saya jelaskan bahwa Muhammad adalah seorang yatim piatu semenjak dari kecilnya. Ia dikenal sebagai pribadi yang jujur disegani oleh kawan maupun lawan. Dan ia adalah seorang yang ummi (tidak bisa menulis/membaca) Akan tetapi Allah memberinya otak yang cerdas. Oleh karena itu jelas Muhammad tidak mungkin mengarang Al-Quran, bukan?

Ia juga berhasil membentuk suatu masyarakat dan negara yang mengagumkan para ahli sejarah dan mempunyai pengikut beratus juta manusia setiap masa dan zaman.

Sebelum berkomentar menanggapi keterangan ini, saya mohon saudara merenungkannya terlebih dahulu. Jauhkan sifat egois, buruk sangka terhadap Muhammad. Terima kasih.

Balas
staff
21 April 2017 7:26 pm
Balasan ke  # GATOTKOCO#

~
Saudara Gatot,

Kita semua mengetahui bahwa tidak ada tanda-tanda mujizat yang ada pada nabi Islam. Namun untuk mengangkat kebesaran nabinya umat Muslim sepakat mengatakan nabi Islam ini adalah ummi. Pertanyaanya benarkah Muhammad ini tidak dapat membaca dan menulis?

Untuk itu mari kita lihat sebuah pernyataan hadits Sahih Muslim. “Ali bin Abu Thalib pernah menuliskan perjanjian damai antara Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dengan orang-orang Musyrik (Makkah) ketika perjanjian Hudaibiyyah. Ali menuliskan, “Ini adalah perjanjian yang ditulis oleh Muhammad Rasulullah.” Lantas mereka berkata, “Jikalau kami tahu bahwa kamu adalah Rasulullah, tentu kami tidak akan memerangimu.” Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Ali: “Hapus kata-kata itu (tulisan ‘Rasulullah’).” Ali menjawab, “Aku tidak mau menghapusnya.” Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang menghapusnya dengan tangannya sendiri” (Sahih Muslim, Book 019, Number 4401).

Jika benar nabi saudara ini tidak dapat membaca dan menulis bagaimana ia tahu kata-kata mana yang harus dihapus?
~
Slamet

Balas
@Jhon Lukas
10 April 2017 12:51 pm

~
Buat Saudara Gatotkoco,

Saudaraku, anda mengatakan: “ltu semua adalah akal-akalan/ karangan orang Kristen belaka”

Respon: Saudaraku, Muhammad berkata: “Imanilah Injil di dalamnya terdapat cahaya terang dan orang yang bertaqwa kepada Alloh” (Qs 5:46).

Sehinggah semua kisah tentang Yesus Kristus [Alloh] adalah “Kebenaran Alloh”. Sama halnya Kalam Alloh [Yesus Kristus]: “Barangsiapa percaya kepada Anak , ia memperoleh hidup kekal”(Injil, Rasul Besar Yohanes 3:36).

Sudaraku, Injil bukan karangan atau akal-akalan manusia, tetapi Firman Alloh, diakui oleh Muhammad, manakah yang disebut karangan atau akal-akalan seperti yang anda tuduhkan? Mana yang sahih anda atau Muhammad?

Balas
staff
21 April 2017 7:34 pm
Balasan ke  @Jhon Lukas

~
Saudara Jhon,

Terima kasih atas penjelasan saudara.
“Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israil) dengan ’Isa putera Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa” (Qs 5:46).

Tentunya nabi Islam tidak akan memerintahkan umatnya untuk mengimani Kitab Suci Injil, apabila yang tertulis di dalam kitab suci tersebut hanyalah karangan orang Kristen, bukan?
~
Slamet

Balas
@Jhon Lukas
10 April 2017 1:07 pm

~
Buat Gatotkoco,

Inilah bukti bahw Al-Quran bukan wahyu Alloh: Menurut Qs 5:46, “Imanilah Injil.” Injil mengatakan sebagai berikut :
1. Menurut Injil, Istri tak boleh lebih dari satu, Muhammad memiliki 11 istri maka Muhammad melakukan ajaran zinah. Zinah adalah dosa yang tidak terampuni.
2. Menurut Injil, Puasa 40 hari terang dan gelap, Muhammad merombak 30 hari puasa hanya terang dan gelap bebas. Oleh karena itu Muhammad menghujat Alloh.
3. Menurut Injil, Yesus Kristus disalibkan, namun Muhammad mengatakan Yesus tidak disalibkan. Ini adalah menghujat Alloh. Apakah Alloh berbohong kepada Muhammad bahwa Yesus tidak disalibkan?
4. Menurut Injil, Keselamatan hanya melalui Yesus Kristus, tetapi Muhammad bilang hanya Alloh.
5. Menurut Injil, Percayalah kepada Yesus Kristus sebagai sirath mu menuju sorga, persis seperti ayat akhir dari Qs 43: 63, Taatilah Alloh dan Taatilah Yesus Kristus [ Isa Al-Masih ]. Ini sama halnya dengan Kalam Yesus Kristus: “Jangan gelisah hatimu, percayalah kepada Alloh dan percaya juga kepada-Ku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:1). Namun Muhammad masih mencari Alloh lain, maka Muhammad penghujat Alloh beserta dengan umatnya.
6.Menurut Injil, Seorang nabi Alloh tidak memerlukan kesaksian dari manusia, sementara Muhammad meminta umatnya sebagai saksi kepada Alloh menggunakan ayat sahhadat.

Pertanyaan untuk direnungkan, mengapa Muhammad ada di makam bukan di sorga?

Balas
staff
21 April 2017 7:43 pm
Balasan ke  @Jhon Lukas

~
Saudara Jhon,

Terimakasih untuk komentar yang telah saudara berikan. Semoga dapat memberikan pencerahan bagi mereka yang belum mendapatkan keselamatan dari Isa Al-Masih.
~
Slamet

Balas
Bileam bin Beor
10 April 2017 1:12 pm

~
“Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya” (Injil, Rasul Besar Matius 11:20).

Pertanyaan saya: Jika memang mukjizat dapat mengalahkan orang kafir, mengapa Yesus tidak mampu membuat penduduk kota-kota tersebut bertobat walapun telah banyak melakukan mukjizat?

Balas
staff
21 April 2017 8:05 pm
Balasan ke  Bileam bin Beor

~
Saudara Bileam,

Memang Isa Al-Masih telah melakukan banyak tanda mujizat yaitu penyembuhan orang-orang sakit, pengusiran roh-roh jahat, penggandaan roti dan mukjizar-mukjizat lainnya. Hal tersebut sebenarnya cukup membuktikan bahwa Isa Al-Masih memiliki kuasa ilahi yang hanya dimiliki Allah saja.

Walaupun Isa Al-Masih merasa sedih atas tidak kepecayaan seseorang, namun Isa Al-Masih tidak akan pernah memaksa siapa pun untuk percaya kepada-Nya. Iman yang tulus harus merupakan suatu tindakan bebas tanpa paksaan.
~
Slamet

Balas
Farizal
11 April 2017 10:48 am

~
Buat Jhon Lukas menanggai komentar pada 2017-04-07 18:19.

Saudara Jhon Lukas,
Saudara telah keliru dengan isi Qs 29:50 yang seharusnya: “Dan orang-orang kafir Mekah berkata:` Mengapa tidak diturunkan kepadanya mukjizat-mukjizat dari Tuhannya? `Katakanlah:` Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu terserah kepada Allah. Dan sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan yang nyata.”

Untuk Qs 33:40, saya memakai ayat ini agar bisa diklarifikasi informasi bahwa Muhammad SAW tidak punya anak laki-laki yang menjadi sahabatnya karena mereka meninggal dalam usia belia. Ini Fakta. sebagai manusia berakal pasti anda meyakini fakta adalah hal yang benar. Nah dengan ini saya bisa buktikan setidaknya ayat ini benar, karena jika salah, maka Al-Quran jelas tidak shahih.

Balas
staff
21 April 2017 8:13 pm
Balasan ke  Farizal

~
Saudara Farizal,

Terima kasih atas koreksi dan klarifikasi yang telah saudara sampaikan.

Kami juga setuju dengan saudara. Memang benar ayat-ayat Al-Quran itu ada yang shahih apabila ayat-ayat itu tidak bertentangan dengan ayat-ayat yang ada di dalam kitab suci pendahulunya.

“Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israil) dengan ’Isa putera Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa” (Qs 5:46).
~
Slamet

Balas
Farizal
11 April 2017 2:30 pm

~
Jhon Lukas

Mengapa harus kami yang mengimani Injil dan Taurat , kenapa bukan Hindu, Yahudi atau Buddha.

Balas
staff
21 April 2017 8:22 pm
Balasan ke  Farizal

~
Saudara Farizal,

Keselamatan di dalam Isa Al-Masih bukan hanya untuk agama dan bangsa tertentu, tetapi juga untuk setiap orang di seluruh dunia.

Isa Al-Masih menginginkan bangsa-bangsa di dunia ini untuk menerima-Nya sebagai Juru Selamat yang menebus dosa umat manusia. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini , sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16).
~
Slamet

Balas

Sidebar

Artikel Terbaru

  • Bolehkah Merayakan Maulid Nabi? Dalil & Maknanya Bagi Mukmin
  • Taurat Injil Diubah? Cendekiawan Islam Berkata Lain!
  • Isa Hanya Seorang Nabi? Pandangan Islam Dan Nasrani
  • Awal Mula Qurban Menyatakan Ridha Allah? Ini Faktanya
  • Nabi Isa Disalib Atau Tidak? Ini Fakta Sejarahnya

Artikel Terpopuler Bulan Ini

  • Isa Hanya Seorang Nabi? Pandangan Islam Dan Nasrani
  • Taurat Injil Diubah? Cendekiawan Islam Berkata Lain!
  • Bolehkah Merayakan Maulid Nabi? Dalil & Maknanya Bagi Mukmin
  • Benarkah Hanya Bahasa Arab Bahasa Al-Quran Asli?
  • Dalil Tidak Ada Yang Mustahil Bagi Allah Untuk Manusia Berdosa

Artikel Yang Terhubung

  • Mukjizat Nabi Allah Menyatakan Jalan Ke Surga
  • Kejujuran Nabi Isa Al-Masih dan Muhammad Tentang Mujizat

Hubungi Kami

Apabila Anda memiliki pertanyaan / komentar, silakan menghubungi kami dengan menekan tombol di bawah ini.

Hubungi Kami

Renungan Berkala Isa dan Al-Fatihah

Apabila Anda ingin menerima renungan singkat setiap minggu, silakan menekan tombol di bawah ini

Renungan Berkala Isa dan Al-Fatihah

Social Media

Facebook
TikTok
Instagram
YouTube

Hak Cipta © 2009 – 2023 Dialog Agama Isa dan Al-Quran. | Kebijakan Privasi | Kebijakan Dalam Membahas Email | Hubungi Kami

wpDiscuz