Kita bisa berhasil menyembunyikan dosa kita dari orang lain. Mungkin kita sering menonton tayangan dewasa, mencuri makanan, atau berbohong. Dan tidak ada orang lain yang tahu.
Namun berbeda di hadapan Allah. Dapatkah kita bersembunyi dari segala kesalahan kita?
Jelas Allah Maha Mengetahui dan Maha Melihat. Ia tentu bisa melihat segala dosa yang kita perbuat. Tidak ada manusia yang dapat menutupinya.
Hal ini pada satu sisi memang menyatakan kuasa Allah. Namun dalam hal dosa berarti setiap perbuatan akan Allah perhitungkan.
Jika demikian, kita sebagai manusia pasti akan mengalami hukuman berat atas semua dosa kita. Bagaimana jalan keluar untuk hal ini? Mari kita simak uraiannya.
Allah Maha Mengetahui dan Maha Melihat
Allah Maha Mengetahui adalah salah satu dari 99 Nama Allah. Yaitu Al-Alim, yang berarti Allah mengetahui segala sesuatu yang ada di seluruh alam semesta. Baik hal kecil maupun besar. Juga berarti sebelum maupun sesudah hal itu ada.
Ada Asmaul Husna (nama Allah) lain yang berkaitan dengan hal ini. Yaitu Al-Bashir dan As-Sami. Al-Bashir memiliki arti Allah Yang Maha Melihat. Dan arti As-Sami adalah Allah Yang Maha Mendengar.
Contoh dalil dalam Al-Quran mengenai hal ini adalah pada Surah Al–Hijr. “Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah Yang Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui” (Qs 15:86).
Dalam hal ini makna Allah Maha Mengetahui dan Maha Melihat juga mengandung peringatan. Yaitu agar manusia menjaga diri dari dosa. Karena Ia pasti akan mengetahuinya.
“Dan katakanlah: ‘Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan . . . Sebagaimana, Kami telah menurunkan (azab) kepada orang-orang yang membagi-bagi (Kitab Allah)” (Qs 15:89-90).
Inilah alasan banyak umat yang hidup dalam ketakutan, karena kita manusia pasti memiliki banyak dosa. Bahkan dari manusia pertama sudah rentan dengan kesalahan.
Bermula dari Kisah Nabi Adam

Pada awalnya memang Allah menciptakan manusia dengan sempurna. Namun, setan berusaha mencobai manusia.
Nabi Adam dan Siti Hawa akhirnya bersalah dengan memakan buah dari pohon terlarang. Saat itu terjadi Allah langsung mengetahuinya (Qs 7:22). Jelas hal ini karena Allah Maha Mengetahui dan Maha Melihat.
Respon Nabi Adam menurut Al-Quran sangat menyentuh. Dari awal rupanya Nabi Adam mengharapkan rahmat Allah.
“Keduanya berkata: ‘Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi’” (Qs 7:23).
Jadi dari kisah ini kita menyadari bahwa memang dari awal manusia itu lemah. Bahkan Nabi Adam sadar bahwa ia tidak mungkin selamat dari dosa yang ia perbuat.
Perjuangan Manusia Melawan Dosa
Perjuangan manusia melawan dosa berlanjut sampai sekarang. Kita sebagai manusia lemah dan memiliki banyak dosa. Tidak ada satupun manusia yang bisa hidup suci (Jami’ At-Tirmidzi 2423).
Hal ini berlaku baik untuk manusia biasa, para pemimpin agama, maupun para nabi. Kita semua pasti berbuat banyak pelanggaran.
Pernah ada seorang tokoh ulama besar. Ia sangat berkharisma di depan orang banyak. Pengajarannya sederhana dan menarik. Ia memiliki banyak sekali pengikut.
Namun di masa tuanya tersebar kabar perselingkuhannya. Ia sempat berzinah dengan wanita yang bukan istrinya bahkan sampai wanita itu hamil.
Ulama ini berusaha menenangkan wanita itu dengan berjanji memberikan sejumlah uang. Namun karena tidak kunjung dapat, maka wanita ini membuka keadaannya ke media.
Memang kita penuh kelemahan. Bahkan Nabi Islam sebagai manusia juga memiliki kesalahan sehingga perlu memohon ampunan Allah.
“. . . mohonlah ampunan bagi dosamu (Muhammad) dan bagi (dosa) orang-orang Mukmin, laki-laki dan Perempuan . . .” (Qs 47:19).
Jika demikian, bagaimana dengan kita?
Allah Maha Mengetahui dan Maha Melihat Dosa Manusia

“. . . sesungguhnya orang-orang yang mengerjakan dosa, kelak akan diberi pembalasan (pada hari kiamat), disebabkan apa yang mereka telah kerjakan” (Qs 6:120).
Kita bisa saja berusaha beramal baik. Namun pelanggaran kita akan sangat banyak. Tidak mungkin amal baik mampu menutup dosa.
Nabi Islam pun rupanya menyadari keadaan ini. Pada akhirnya ia juga berkata seperti yang Al-Quran tulis Nabi Adam katakan. Yaitu manusia membutuhkan rahmat Allah.
“Tidak seorang pun dari kalian yang dimasukkan surga oleh amalnya dan tidak juga diselamatkan dari neraka karenanya, tidak juga aku kecuali karena rahmat dari Allah” (Shahih Muslim 5042).
Rupanya inilah jalan keluar dari dosa manusia. Namun Allah Maha Mengetahui dan Maha Melihat semua perbuatan manusia. Bagaimana cara kita mendapatkan rahmat-Nya?
Jalan Keluar dari Dosa Manusia
Kita bisa mendapatkan rahmat Allah melalui satu-satunya “manusia yang suci.” Hanya Dia yang mampu menyatakan kebenaran Allah. Karena hanya Dia yang terbukti menang atas semua dosa.
Pribadi ini adalah Isa Al-Masih. Isa adalah pribadi yang suci tidak berdosa (Qs 19:19).
Ajaran Isa dalam Injil menyatakan perjuangan manusia melawan dosa. Namun juga memberikan jalan keluar untuk kita bisa melaluinya.
Seperti ada tertulis “. . . ketika aku ingin berbuat baik, apa yang buruk itu ada padauk . . . aku tertawan oleh hukum dosa . . . Aku adalah orang yang celaka! Siapakah yang dapat melepaskan aku dari tubuh yang mendatangkan maut ini? Puji syukur kupanjatkan kepada Allah melalui Isa Al-Masih, Junjungan kita Yang Ilahi!” (Injil, Rum 7:21-25).
Jalan keluarnya adalah melalui Isa. Isa Al-Masih adalah penjelmaan Allah Maha Mengetahui dan Maha Melihat dalam bentuk manusia. Pribadi yang sama datang untuk memberikan jalan keluar dari dosa.
Karena saat wafat di kayu salib Ia mengampuni setiap dosa, termasuk dosa tersembunyi. Saat kita mengimani dan menjadi pengikut-Nya tersedia ampunan Allah. Bahkan jaminan untuk kita masuk surga.
Hal ini tertulis jelas dalam Injil. “Karena kita ditentukan Allah bukan untuk ditimpa murka, melainkan untuk memperoleh keselamatan melalui Isa Al-Masih, Junjungan kita Yang Ilahi” (Injil, 1 Tesalonika 5:9).
Mendapatkan Pertolongan Allah

Allah pasti melihat semua dosa kita tanpa terkecuali. Namun Ia ingin menyelamatkan kita daripadanya.
Kita sebagai manusia pasti tidak akan selamat dari diri sendiri. karena itu mari menerima jalan keluar yang Allah sediakan.
“Dalam Isa Al-Masih, Allah . . . menempatkan kita juga bersama-sama dengan Dia di surga . . . Jadi, karena anugerahlah kamu diselamatkan melalui iman. Itu bukan berasal dari dirimu sendiri, melainkan pemberian Allah, itu bukan karena amalmu, jangan seorang pun menyombongkan diri” (Injil, Efesus 2:6-9).
Mari menerima pertolongan-Nya, dengan mengimani dan menjadi pengikut Isa!
Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap komentar yang diberikan hanya menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Bagaimana menurut Saudara, Allah Maha Mengetahui dan Maha Melihat, dapatkah manusia bersembunyi dari hadapan-Nya? Silakan Jelaskan!
- Adakah jalan yang dapat membawa manusia kepada Allah? Jelaskan?
- Percayakah Saudara bahwa Isa Al-Masih dapat menjamin Saudara masuk surga? Apakah dasar keyakinan Saudara?
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel “Allah Maha Mengetahui dan Maha Melihat! Ini Solusi Menutupi Dosa!” Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:
- Apakah Allah Itu Dekat atau Jauh Bagi Muslim?
- Satu Kata Yang Menyimpulkan Semua Sifat Allah, Tahukah Anda?
- Mengharap Ampunan Allah Agar Tidak Terhukum di Hari Kiamat
Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami merasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”
Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel di atas, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. Atau SMS ke: 0812-9530-4930



PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR
Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .