• Skip to main content
  • Skip to header right navigation
  • Skip to site footer
Isa Dan Al-Quran

Isa Dan Al-Quran

Dialog Agama - Isa dan Al-Quran

  • Maksud Situs Ini
    • Tentang Kami
    • 60 Ayat Tentang Isa dalam Al-Quran
    • Isa dan Al-Fatihah
  • Jalan ke Surga
    • Paspor Menuju Sorga
    • 6 Ayat Terpenting
  • Ayat Al-Quran
  • Artikel
    • Daftar Artikel
  • Kitab TZI
  • Hubungi Kami

Allah Maha Mengetahui Dan Maha Melihat! Ini Solusi Menutupi Dosa!

Isa Dan Al-Quran > Ayat-Ayat Al-Quran > Al-Baqarah 2:81-82 > Allah Maha Mengetahui Dan Maha Melihat! Ini Solusi Menutupi Dosa!
8 May 2024 | 18 Komentar

pencuri berusaha kabur-Allah Maha Mrngrytahui dan Maha melihat

Kita bisa berhasil menyembunyikan dosa kita dari orang lain. Mungkin kita sering menonton tayangan dewasa, mencuri makanan, atau berbohong. Dan tidak ada orang lain yang tahu.

Namun berbeda di hadapan Allah. Dapatkah kita bersembunyi dari segala kesalahan kita?

Jelas Allah Maha Mengetahui dan Maha Melihat. Ia tentu bisa melihat segala dosa yang kita perbuat. Tidak ada manusia yang dapat menutupinya.

Hal ini pada satu sisi memang menyatakan kuasa Allah. Namun dalam hal dosa berarti setiap perbuatan akan Allah perhitungkan.

Jika demikian, kita sebagai manusia pasti akan mengalami hukuman berat atas semua dosa kita. Bagaimana jalan keluar untuk hal ini? Mari kita simak uraiannya.

Allah Maha Mengetahui dan Maha Melihat

Allah Maha Mengetahui adalah salah satu dari 99 Nama Allah. Yaitu Al-Alim, yang berarti Allah mengetahui segala sesuatu yang ada di seluruh alam semesta. Baik hal kecil maupun besar. Juga berarti sebelum maupun sesudah hal itu ada.

Ada Asmaul Husna (nama Allah) lain yang berkaitan dengan hal ini. Yaitu Al-Bashir dan As-Sami. Al-Bashir memiliki arti Allah Yang Maha Melihat. Dan arti As-Sami adalah Allah Yang Maha Mendengar.

Contoh dalil dalam Al-Quran mengenai hal ini adalah pada Surah Al–Hijr. “Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah Yang Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui” (Qs 15:86).

Dalam hal ini makna Allah Maha Mengetahui dan Maha Melihat juga mengandung peringatan. Yaitu agar manusia menjaga diri dari dosa. Karena Ia pasti akan mengetahuinya.

“Dan katakanlah: ‘Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan . . . Sebagaimana, Kami telah menurunkan (azab) kepada orang-orang yang membagi-bagi (Kitab Allah)” (Qs 15:89-90).

Inilah alasan banyak umat yang hidup dalam ketakutan, karena kita manusia pasti memiliki banyak dosa. Bahkan dari manusia pertama sudah rentan dengan kesalahan.

Bermula dari Kisah Nabi Adam

Mari kita lihat dari kisah awal mula manusia. Yaitu dari Nabi Adam dan Siti Hawa.

Pada awalnya memang Allah menciptakan manusia dengan sempurna. Namun, setan berusaha mencobai manusia.

Nabi Adam dan Siti Hawa akhirnya bersalah dengan memakan buah dari pohon terlarang. Saat itu terjadi Allah langsung mengetahuinya (Qs 7:22). Jelas hal ini karena Allah Maha Mengetahui dan Maha Melihat.

Respon Nabi Adam menurut Al-Quran sangat menyentuh. Dari awal rupanya Nabi Adam mengharapkan rahmat Allah.

“Keduanya berkata: ‘Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi’” (Qs 7:23).

Jadi dari kisah ini kita menyadari bahwa memang dari awal manusia itu lemah. Bahkan Nabi Adam sadar bahwa ia tidak mungkin selamat dari dosa yang ia perbuat.

Perjuangan Manusia Melawan Dosa

Perjuangan manusia melawan dosa berlanjut sampai sekarang. Kita sebagai manusia lemah dan memiliki banyak dosa. Tidak ada satupun manusia yang bisa hidup suci (Jami’ At-Tirmidzi 2423).

Hal ini berlaku baik untuk manusia biasa, para pemimpin agama, maupun para nabi. Kita semua pasti berbuat banyak pelanggaran.

Pernah ada seorang tokoh ulama besar. Ia sangat berkharisma di depan orang banyak. Pengajarannya sederhana dan menarik. Ia memiliki banyak sekali pengikut.

Namun di masa tuanya tersebar kabar perselingkuhannya. Ia sempat berzinah dengan wanita yang bukan istrinya bahkan sampai wanita itu hamil.

Ulama ini berusaha menenangkan wanita itu dengan berjanji memberikan sejumlah uang. Namun karena tidak kunjung dapat, maka wanita ini membuka keadaannya ke media.

Memang kita penuh kelemahan. Bahkan Nabi Islam sebagai manusia juga memiliki kesalahan sehingga perlu memohon ampunan Allah.

“. . . mohonlah ampunan bagi dosamu (Muhammad) dan bagi (dosa) orang-orang Mukmin, laki-laki dan Perempuan . . .” (Qs 47:19).

Jika demikian, bagaimana dengan kita?

Allah Maha Mengetahui dan Maha Melihat Dosa Manusia

Dalam kondisi ini semua dosa manusia pasti akan nampak jelas. Allah Maha Mengetahui dan Maha Melihat bisa memperhitungkan semuanya secara rinci. Ia pasti akan memberikan hukuman atas dosa kita. Inilah mengapa kita tidak dapat bersembunyi dari Allah.

“. . . sesungguhnya orang-orang yang mengerjakan dosa, kelak akan diberi pembalasan (pada hari kiamat), disebabkan apa yang mereka telah kerjakan” (Qs 6:120).

Kita bisa saja berusaha beramal baik. Namun pelanggaran kita akan sangat banyak. Tidak mungkin amal baik mampu menutup dosa.

Nabi Islam pun rupanya menyadari keadaan ini. Pada akhirnya ia juga berkata seperti yang Al-Quran tulis Nabi Adam katakan. Yaitu manusia membutuhkan rahmat Allah.

“Tidak seorang pun dari kalian yang dimasukkan surga oleh amalnya dan tidak juga diselamatkan dari neraka karenanya, tidak juga aku kecuali karena rahmat dari Allah” (Shahih Muslim 5042).

Rupanya inilah jalan keluar dari dosa manusia. Namun Allah Maha Mengetahui dan Maha Melihat semua perbuatan manusia. Bagaimana cara kita mendapatkan rahmat-Nya?

Jalan Keluar dari Dosa Manusia

Kita bisa mendapatkan rahmat Allah melalui satu-satunya “manusia yang suci.” Hanya Dia yang mampu menyatakan kebenaran Allah. Karena hanya Dia yang terbukti menang atas semua dosa.

Pribadi ini adalah Isa Al-Masih. Isa adalah pribadi yang suci tidak berdosa (Qs 19:19).

Ajaran Isa dalam Injil menyatakan perjuangan manusia melawan dosa. Namun juga memberikan jalan keluar untuk kita bisa melaluinya.

Seperti ada tertulis “. . . ketika aku ingin berbuat baik, apa yang buruk itu ada padauk . . . aku tertawan oleh hukum dosa . . . Aku adalah orang yang celaka! Siapakah yang dapat melepaskan aku dari tubuh yang mendatangkan maut ini? Puji syukur kupanjatkan kepada Allah melalui Isa Al-Masih, Junjungan kita Yang Ilahi!” (Injil, Rum 7:21-25).

Jalan keluarnya adalah melalui Isa. Isa Al-Masih adalah penjelmaan Allah Maha Mengetahui dan Maha Melihat dalam bentuk manusia. Pribadi yang sama datang untuk memberikan jalan keluar dari dosa.

Karena saat wafat di kayu salib Ia mengampuni setiap dosa, termasuk dosa tersembunyi. Saat kita mengimani dan menjadi pengikut-Nya tersedia ampunan Allah. Bahkan jaminan untuk kita masuk surga.

Hal ini tertulis jelas dalam Injil. “Karena kita ditentukan Allah bukan untuk ditimpa murka, melainkan untuk memperoleh keselamatan melalui Isa Al-Masih, Junjungan kita Yang Ilahi” (Injil, 1 Tesalonika 5:9).

Mendapatkan Pertolongan Allah

Memang benar Allah Maha Mengetahui dan Maha Melihat. Namun Ia juga Maha Kasih.

Allah pasti melihat semua dosa kita tanpa terkecuali. Namun Ia ingin menyelamatkan kita daripadanya.

Kita sebagai manusia pasti tidak akan selamat dari diri sendiri. karena itu mari menerima jalan keluar yang Allah sediakan.

“Dalam Isa Al-Masih, Allah . . . menempatkan kita juga bersama-sama dengan Dia di surga . . . Jadi, karena anugerahlah kamu diselamatkan melalui iman. Itu bukan berasal dari dirimu sendiri, melainkan pemberian Allah, itu bukan karena amalmu, jangan seorang pun menyombongkan diri” (Injil, Efesus 2:6-9).

Mari menerima pertolongan-Nya, dengan mengimani dan menjadi pengikut Isa!


Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca

Staf IDI berharap komentar yang diberikan hanya menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Bagaimana menurut Saudara, Allah Maha Mengetahui dan Maha Melihat, dapatkah manusia bersembunyi dari hadapan-Nya?  Silakan Jelaskan!
  2. Adakah jalan yang dapat membawa manusia kepada Allah? Jelaskan?
  3. Percayakah Saudara bahwa Isa Al-Masih dapat menjamin Saudara masuk surga? Apakah dasar keyakinan Saudara?

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.

Artikel Terkait 

Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel “Allah Maha Mengetahui dan Maha Melihat! Ini Solusi Menutupi Dosa!” Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut: 

  1. Apakah Allah Itu Dekat atau Jauh Bagi Muslim? 
  2. Satu Kata Yang Menyimpulkan Semua Sifat Allah, Tahukah Anda? 
  3. Mengharap Ampunan Allah Agar Tidak Terhukum di Hari Kiamat 

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami merasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel di atas, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. Atau SMS ke: 0812-9530-4930

Category: Al-Baqarah 2:81-82Tag: Dosa dan Pengampunan

Bagikan Artikel Ini:

Share on Facebook Share on X (Twitter) Share on WhatsApp Share on Email Share on SMS

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .

Subscribe
Beritahulah

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
4. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Al-Quran

18 Komentar
Paling lama
Terbaru
usil
9 October 2015 11:57 pm

~
Kepada umat Nasrani,

Untuk apa manusia harus datang kepada Tuhan Yesus ketika Yesus sudah datang untuk menyelamatkan umat manusia? Kalau Yesus sudah datang, bukankah seharusnya manusia berdiam diri untuk menerima kedatangannya, bukan?

Balas
staff
17 October 2015 6:14 am
Balasan ke  usil

~
Saudara Usil,

Walaupun Isa Al-Masih telah datang ke dunia untuk memberikan hidup kekal kepada setiap orang yang membuka hati bagi-Nya, namun tidak semua orang bersedia datang kepada Isa Al-Masih untuk mengambil hidup kekal itu. Mengapa?

Karena tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada Isa Al-Masih apabila ia tidak ditarik oleh Allah. “Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa” (Injil, Rasul Besar Yohanes 6:44).

Bagaimana dengan saudara? Sudahkah saudara datang kepada Isa Al-masih untuk mengambil hidup kekal itu?
~
Slamet

Balas
usil
11 October 2015 12:00 am

~
Kalau Tuhan Yesus sudah datang untuk menyelamatkan manusia dan manusia juga datang kepada Tuhan Yesus. Di mana bertemunya?

Balas
staff
17 October 2015 6:57 am
Balasan ke  usil

~
Kitab Suci Allah mengajarkan, ketika seseorang bersedia membuka hati bagi Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat pribadi maka ia diangkat menjadi anak Allah. “Semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:12).

Dan pada saat seseorang diangkat menjadi anak Allah maka Roh Allah berkenan tinggal di dalam hatinya. “Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?”(Injil, Surat 1 Korintus 3:16).

Hati orang percaya itu adalah tempat persekutuan antara manusia dengan Allah. “Kamupun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus” (injil, Surat 1 Yohanes 1:3).
~
Slamet

Balas
usil
27 October 2015 12:06 pm

~
Bagaimana dengan saudara? Sudahkah saudara datang kepada Isa Al-Masih untuk mengambil hidup kekal itu? Respons: Oh hidup kekal itu diambil toh, mengambilnya di mana?

Balas
staff
3 November 2015 8:01 pm
Balasan ke  usil

~
Saudara Usil,

Apabila saudara tidak ingin binasa di neraka, silakan saudara datang kepada Isa Al-Masih untuk memperoleh hidup kekal itu.

Isa Al-Masih berkata, “Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu” (Injil, Rasul Besar Yohanes 5:39-40).
~
Samet

Balas
Daandiet
24 November 2015 7:10 am

~
Salahkah menyelidiki kitab suci disertai permohonan hanya kepada Allah agar berkenan mengaruniai hidup yang kekal? Selain petunjuk dari kitab suci adakah cara lain untuk mendatangi Isa Al-Masih?

Balas
staff
7 December 2015 9:29 am
Balasan ke  Daandiet

~
Saudara Daandiet,

Tidak salah menyelidiki hidup kekal yang ditulis dalam kitab suci, Dan yang jelas kitab suci menyatakan bahwa hidup kekal itu hanya ada di dalam Isa Al-Masih (Injil, Rasul Besar Yohanes 5:39-40).

Dan Isa Al-Masih juga berjanji, “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?” (Injil,Rasul Besar Yohanes 11:25-26).
~
Slamet

Balas
Daandiet
7 December 2015 10:46 am

~
Lalu apa makna kalimat dalam Perjanjian Baru, Injil, Rasul Besar Yohanes 5:39-40 sehingga perlu Sdr, Slamet sampaikan?

Balas
staff
7 December 2015 9:24 pm
Balasan ke  Daandiet

~
Saudara Daandiet,

Dalam Kitab Suci Allah sebenarnya banyak memberi kesaksian tentang Juruselamat manusia yaitu Isa Al-Masih, namun masih ada begitu banyak umat beragama tidak percaya kepada pemberitaan itu. Jelas bila kita tetap mengeraskan hati dan tetap tidak mau datang kepada Isa Al-Masih, maka.tidak ada gunanya lagi berlelah-lelah mencari keselamatan itu.

Demikian juga hal nya dengan umat Muslim, yang selalu memohon kepada Allah tentang jalan lurus. “Tunjukilah kami jalan yang lurus” (Qs 1:6). Tampaknya permohonan ini akan berlangsung sampai pada hari kiamat, dan mereka tidak akan menemukan. Mengapa?

Karena Allah telah menyediakan jalan lurus itu di dalam Isa Al-Masih, “Akulah Jalan” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6). Seharusnya umat Muslim tinggal menerima, mengimani dan bersyukur saja kepada Allah.
~
Slamet

Balas
Daandiet
18 January 2016 6:00 am

~
Saudara Slamet,

Umat Islam mengimani Isa Al-Masih adalah hamba dan utusan Allah untuk bani Israel. Ada ayat dalam Perjanjian Baru yang sangat jelas mengatakan bahwa Yesus Kristus adalah hamba dan utusan Tuhan untuk umat Israel.

Jika menyimak ayat ini: “Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan. Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya, yaitu hidup kekal kepada mereka yang berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan, tetapi murka dan geram kepada yang mencari kepentingan sendiri…”(Injil, Surat Roma 2:5-8).

Bukankah ayat itu menegaskan tidak perlu ada Juru Selamat untuk hidup kekal kelak?

Balas
staff
29 January 2016 7:13 pm
Balasan ke  Daandiet

~
Saudara Daandiet,

Kalau hanya memperhatikan ayat yang saudara kutip, tampaknya kita dapat menghindari hukuman nereka hanya dengan perbuatan baik dan mentaati hukum Allah.

Namun perlu saudara ingat bahwa semua manusia telah berbuat dosa. Dan “tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa. Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi, yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya” (Injil, Surat Roma 3:20-22).

Sekarang menjadi jelas, sebagai orang berdosa kita memerlukan Juruselamat yaitu Isa Al-Masih, agar terindar dari murka Allah.
~
Slamet.

Balas
daandiet
5 February 2016 8:37 am

~
“Janganlah kamu menyangka bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapi” (Injil, Rasul Besar, Matius 5:17).

Saudara Slamet adakah otoritas yang bisa merubah atau mengganti makna dari perkataan Yesus tersebut? Karena saudara mengutip Injil, Roma 3:20-22 apakah menurut saudara penulisnya membuat ajaran baru atau menafsirkan perkataan Yesus?

Maaf ya pertanyaannya beruntun, sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas tanggapannya.

Balas
staff
29 February 2016 5:56 am
Balasan ke  daandiet

~
Saudara Daandiet,

Memang benar Isa Al-Masih menggenapi Hukum Taurat, artinya hanya Dia yang dapat melaksanakan dengan sempurna, tanpa cacat.

Namun perlu diketahui bahwa Isa Al-Masih mendapatkan kebenaranNya bukan karena anugrah tetapi Dia memang telah melaksanakan tuntutan Taurat dengan sempurna yaitu pengampunan dosa dengan darah. Oleh karena itu bila kita menerima Isa Al-Masih menjadi pengganti kita, maka kebenaran Isa Al-Masih menjadi milik kita.

“Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut. Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging, supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh”(Injil, Surat Roma 8:1-4).
~
Slamet

Balas
arip
31 August 2016 9:01 am

~
Mohon maaf, kami orang Islam sangat menghormati Nabi Isa. Saya doakan bapak mendapat petunjuk dan bimbingan dari Allah SWT bahwa Nabi Muhammad merupakan bagian yang juga harus diimani. Terimakasih

Balas
staff
31 August 2016 10:45 am
Balasan ke  arip

~
Saudara Arip,

Kita sebagai umat beragama tidaklah salah bila menghormati dan mengasihi setiap nabi yang diutus Allah untuk menyampaikan firman-Nya.

Namun Isa Al-Masih lebih dari seorang nabi, Dia adalah Allah yang menjadi manusia. “Firman itu adalah Allah.Firman itu telah menjadi manusia” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1,12).

Al-Quran juga sangat meninggikan Isa Al-Masih di atas segala nabi yang pernah ada di dunia. “(Ingatlah), ketika Malaikat berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)” (Qs 3:45).
~
Slamet

Balas
Anto
5 February 2017 5:08 am

~
Isa Al-Masih bersabda, “Sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa adalah hamba dosa, apabila Anak (Isa Almasih) itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka” (Injil, Rasul Besar Yohanes 8:34,36).

Isa Al-Masih telah memberitahu bahwa hanyalah Dia sendiri yang bisa memerdekakan manusia dari perhambaan dosa. Menolak Isa Al-Masih untuk pembebasan perhambaan dosa maka ia diliputi dosanya. “Barangsiapa berbuat dosa, dan ia telah diliputi dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya” (Qs 2:81).

Inilah akhir hidupnya Muhammad, ia berseru,
Hadits Sahih Bukhari 1573, “Wahai Tuhan! Ampunilah saya! Kasihanilah saya dan hubungkanlah saya dengan Teman Yang Maha Tinggi.”

Isa Al-Masih adalah Teman Yang Maha Tinggi dalam Alkitab, berada di Surga.

Balas
staff
4 March 2017 9:08 am
Balasan ke  Anto

~
Saudara Anto,

Terima kasih untuk komentar yang saudara sampaikan, semoga dapat menjadi bahan perenungan bagi kita.

Kitab Suci Injil menjelaskan secara gamblang bahwa Isa Al-Masih dapat menyelamatkan setiap orang yang percaya pada-Nya. “ … setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16).
~
Slamet

Balas

Sidebar

Artikel Terbaru

  • Bolehkah Merayakan Maulid Nabi? Dalil & Maknanya Bagi Mukmin
  • Taurat Injil Diubah? Cendekiawan Islam Berkata Lain!
  • Isa Hanya Seorang Nabi? Pandangan Islam Dan Nasrani
  • Awal Mula Qurban Menyatakan Ridha Allah? Ini Faktanya
  • Nabi Isa Disalib Atau Tidak? Ini Fakta Sejarahnya

Artikel Terpopuler Bulan Ini

  • Isa Hanya Seorang Nabi? Pandangan Islam Dan Nasrani
  • Taurat Injil Diubah? Cendekiawan Islam Berkata Lain!
  • Bolehkah Merayakan Maulid Nabi? Dalil & Maknanya Bagi Mukmin
  • Benarkah Hanya Bahasa Arab Bahasa Al-Quran Asli?
  • Dalil Tidak Ada Yang Mustahil Bagi Allah Untuk Manusia Berdosa

Artikel Yang Terhubung

  • Cukupkah Puasa Ramadhan dan Pahalanya Membayar Dosa Mukmin?
  • Tujuan Wafat Isa Al-Masih: Menebus Hutang Dosa Manusia!
  • Inilah Ciri-ciri Penghuni Surga Menurut Islam dan Nasrani
  • Bagaimana Nasib Islam Dan Kristen Yang Berdosa Sama?
  • Mengharap Ampunan Allah Agar Tidak Terhukum di Hari Kiamat

Hubungi Kami

Apabila Anda memiliki pertanyaan / komentar, silakan menghubungi kami dengan menekan tombol di bawah ini.

Hubungi Kami

Renungan Berkala Isa dan Al-Fatihah

Apabila Anda ingin menerima renungan singkat setiap minggu, silakan menekan tombol di bawah ini

Renungan Berkala Isa dan Al-Fatihah

Social Media

Facebook
TikTok
Instagram
YouTube

Hak Cipta © 2009 – 2023 Dialog Agama Isa dan Al-Quran. | Kebijakan Privasi | Kebijakan Dalam Membahas Email | Hubungi Kami

wpDiscuz