
Orang-orang Yahudi Tidak Membunuh Isa Al-Masih
Al-Quran mengajarkan, “Dan karena ucapan mereka [orang-orang Yahudi]: ‘Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, ’Isa putera Maryam, Rasul Allah, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya . . .’” (Qs 4:157). Pernyataan ini sesuai dengan pengajaran Alkitab. Secara teknis, bukan orang-orang Yahudi yang membunuh atau pun menyalibkan Isa, tetapi tentara Romawi.
Menurut Alkitab dan catatan sejarah, Isa hidup pada jaman pemerintah kekaisaran Romawi. Dia wafat usia 33 tahun oleh tentara Romawi. Namun demikian, para pemuka agama Yahudi berperan penting dalam kematian-Nya. Mereka menyeret dan menyerahkan Isa kepada gubernur Roma untuk hukuman mati. Pontius Pilatus, Gubernur Roma saat itu, tidak bisa mengelak. Sebab para pemuka agama dan khalayak ramai yang menyaksikan pengadilan tersebut mendesaknya. Mereka berteriak, “. . . Salibkan Dia! Salibkan Dia!” (Injil, Rasul Lukas 23:21).
Alasan-alasan Penyaliban Isa Al-Masih
Sebelum Isa mati, para pemuka agama Yahudi mencari-cari alasan untuk membunuh-Nya. Tetapi sulit, karena Hukum Taurat melarang untuk membunuh. Namun mereka tidak kehabisan akal. Mereka mendakwa Isa dengan tuduhan yang tidak benar, yaitu memberontak Kekaisaran Romawi. Alasanya, Dia mengaku diri-Nya sebagai Mesias dan Anak Allah. Isa mengakui bahwa benar Ia adalah Anak Allah, tetapi Ia tidak berkeinginan memberontak Sang Kaisar.
Namun demikian, Pontius Pilatus tidak menemukan kesalahan apa pun yang pantas untuk menghukum, apalagi menyalibkan Isa. Penyaliban sesungguhnya hanya ditujukan kepada para penjahat kelas berat. Namun, karena desakan para pemuka agama dan khalayak ramai tersebut, Pontius Pilatuspun memutuskan untuk menjatuhkan hukuman salib.
Proses Penyaliban yang Kejam
Penyaliban adalah salah satu hukuman yang paling kejam yang pernah ada di muka bumi ini. Alkitab dan catatan-catatan sejarah menyatakan proses penyaliban Isa begitu mengerikan. Ia dicambuk, dipukul, diludahi, dihina, dipaku pada kedua tangan dan kaki, dan ditikam pada bagian lambung-Nya (Injil, Rasul Besar Yohanes 19).
Apakah Al-Quran Salah Tentang Penyaliban Isa ?
Al-Quran mengatakan, Isa tidak dibunuh, atau pun mati. Karena, Ia langsung diangkat ke surga. “Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat ‘Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (Qs 4:158). Pengajaran ini bertentangan dengan Alkitab. Mengapa? Karena seorang prajurit Romawi menikam Isa di bagian lambung untuk memastikan bahwa Ia betul-betul mati. Menurut para ahli, peristiwa tersebut terjadi di tempat Ia disalibkan. “. . . ketika mereka . . . melihat bahwa Ia [Isa Al-Masih] telah mati . . . seorang dari antara prajurit menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air” (Injil, Rasul Besar Yohanes 19:32-34). Berdasarkan fakta ini, jelas ayat Al-Quran salah tentang penyaliban Isa Al-Masih.
Isa Al-Masih mati di salib. Pertanyaan yang penting ialah mengapa Isa mati di kayu salib? Dengarlah dengan saksama ayat suci dari Rasul Besar, Petrus, “Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita . . . supaya Ia membawa kita kepada Allah” (Injil, Surat 1 Petrus 3:18). Tujuan penyaliban-Nya pantas diselidiki lebih mendalam, bukan?
Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Orang-orang Yahudi tidak membunuh Isa, tetapi tentara-tentara Romawi. Bagaimana kita dapat mengetahuinya? Jelaskanlah.
- Apa tuduhan-tuduhan yang diberikan oleh para pemuka agama agar supaya Isa dihukum mati
- Bagaimana kita dapat mengetahui bahwa Isa betul-betul mati?
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.
Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”
Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel “Apakah Ayat Al-Quran Salah Tentang Penyaliban Isa Al-Masih?”, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. atau SMS ke: 0812-9530-4930


Proses Penyaliban yang Kejam
PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR
Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .