• Skip to main content
  • Skip to header right navigation
  • Skip to site footer
Isa Dan Al-Quran

Isa Dan Al-Quran

Dialog Agama - Isa dan Al-Quran

  • Maksud Situs Ini
    • Tentang Kami
    • 60 Ayat Tentang Isa dalam Al-Quran
    • Isa dan Al-Fatihah
  • Jalan ke Surga
    • Paspor Menuju Sorga
    • 6 Ayat Terpenting
  • Ayat Al-Quran
  • Artikel
    • Daftar Artikel
  • Kitab TZI
  • Hubungi Kami

Hamba Atau Anak – Kisah Hubungan Manusia dengan Allah

Isa Dan Al-Quran > Ayat-Ayat Al-Quran > Ayat Lainnya > Hamba Atau Anak – Kisah Hubungan Manusia dengan Allah
23 August 2021 | 4 Komentar

Haji Sholeh masih merasa gelisah, kuatir, dan takut dalam hal hubungan manusia dengan Allah. Ia takut Allah menolaknya karena kurang beramal baik. Apakah Anda merasakan hal yang sama?

Umat beragama percaya bahwa relasi karib dengan Allah sangat penting. Apakah kita harus berusaha keras agar dikasihi Allah? Apakah kita bisa punya hubungan dekat dengan Allah? Bagaimana caranya?

Dengan membaca artikel ini, Anda akan tahu cara untuk sungguh-sungguh mengenal Allah.

Hubungan Mukmin dengan Allah

Ustaz Miftahudin menjelaskan bahwa manusia diciptakan Allah sebagai hamba. Ia mengutip surah az-Zariyat ayat 56, “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.”

“. . . kita disiapkan Allah menjadi hamba . . . untuk mengabdi kepada Pencipta . . . Bertakwa agar manusia mendapatkan keuntungan hingga akhirat nanti,” tambahnya.

Apakah dengan menjadi seorang hamba Allah, kita akan mempunyai relasi karib dengan Allah?

Islam dan Kristen Mengajarkan Hal yang Sama? 

Kami melihat ada perbedaan sangat mendasar antara bagaimana Al-Quran dan Kitab Allah memandang manusia dalam hubungannya dengan Allah.

Untuk menjelaskan kesaksian Kitab Allah tentang hubungan orang Nasrani dengan Allah, kami memakai metafora seorang Bapa yang mengasihi anak-anak-Nya. Namun, rupanya Al-Quran mengajarkan bahwa Allah seperti Tuan Besar yang memandang kita sebagai budak-budak.

Hubungan Manusia dengan Allah Menurut Injil

Hubungan manusia dengan Allah menurut Injil bagaikan seorang Bapa yang memandang kita sebagai anak-anak-Nya yang boleh duduk di pangkuan-Nya. Juga boleh berbicara kepada-Nya, mengeluarkan isi hati dan permintaan kita kepada-Nya, dan dapat menyatakan bahwa kita mengasihi-Nya.

Kitab Allah menyaksikan, “Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: ‘ya Abba, ya Bapa!’  . . .  Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus [Isa Al-Masih], . . . supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia” (Injil, Surat Roma 8:15-17).

Dengan penjelasan ini, dapat kita pahami seperti hubungan orang tua dan anak, demikianlah hubungan orang Nasrani dengan Allah.

Hubungan yang dekat dengan Allah akan menolong kita dapat mengenal Allah dengan baik dan benar. Hanya dengan beriman kepada Isa Al-Masih yang begitu mengasihi manusia dan menanggung hukuman dosa, maka Allah pasti menerima kita sebagai anak-anak-Nya.

Iman kepada Isa Al-Masih mengembalikan hubungan manusia dengan Allah. Allah ingin kita kembali kepada-Nya, menjadi anak-anak-Nya. Inilah hubungan manusia dengan Allah yang dikonsepkan sejak awal kejadian bumi dan langit.

Keuntungan Akhirat Sebagai Anak Allah 

Seorang hamba Allah dinilai berdasarkan amal baiknya. Itu mengakibatkan ketidak-pastian relasi karib dengan Allah dan mengakibatkan perasaan takut dan kuatir ditolak.

Sebaliknya, keuntungan menjadi anak-anak Allah adalah  memiliki relasi yang karib dengan Allah. Allah mendengar doa-doa kita dan sangat mengasihi kita. Kita menerima janji-janji Allah akan kebahagiaan kekal di surga-Nya.

Allah pasti akan menerima Anda dan mendengar doa Anda jika percaya kepada Isa Al-Masih. Maka Allah akan menerima Anda sebagai anak-anak-Nya, yang selalu dekat dengan-Nya!


Artikel Terkait

Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel tentang “Hamba Atau Anak – Kisah Hubungan Manusia dengan Allah”. Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:

  1. Pewaris Surga: Untuk “Hamba Allah” (Islam) Atau “Anak Allah” (Kristen)?
  2. Salah Satu Mukjizat Isa: Memulihkan Hubungan Kita dengan Allah
  3. Dapatkah Ketakwaan Dalam Islam Menjamin Masuk Sorga?

Video:

  1. Lebih Baik Menjadi Budak Allah atau Anak Allah?

Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Apa yang kurang jika manusia hanya punya hubungan dengan Allah sebagai hamba?
  2. Mengapa pandangan Alkitab tentang manusia dan hubungannya dengan Allah itu relasi terbaik? Jelaskan alasannya!
  3. Bagaimankah agar pasti kita beroleh hubungan yang baik dan keuntungan di dunia-akhirat?

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. Atau SMS/WA ke: 0812-9530-4930.

Category: Ayat LainnyaTag: Mengenal Allah

Bagikan Artikel Ini:

Share on Facebook Share on X (Twitter) Share on WhatsApp Share on Email Share on SMS

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .

Subscribe
Beritahulah

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
4. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Al-Quran

4 Komentar
Paling lama
Terbaru
arsy
1 September 2021 10:40 am

‘~
Artikel bagus sangat bermanfaat. Saya juga ingin berbagi informasi yang lain, silahkan dikunjungin : https://www.unair.ac.id/site/article/read/2573/perpustakaan-unair-ajak-orang-tua-tanamkan-minat-baca-pada-anak.html

Balas
Admin
Staff Isa dan Al-Quran
21 October 2021 4:06 pm
Balasan ke  arsy

~
Saudara Arsy,

Terimakasih atas informasi yang saudara bagikan dn atas resspon positif saudara.
Bagaimaan menurut pendapat saudara mengenai artikel di atas? Bagaimana hubungn manusia dengan Al;lah? Bagaimana hubungan saudara dengan Allah saudara?
~
Noni

Balas
Fajar awan
1 October 2021 1:25 am

~
Kenapa justru umat Islam yang banyak menjalankan ajaran Yesus, seperti wajib berpuasa di bulan ke 9. Wajib sunat, mengharamkan babi, tidak minum anggur, dan lain-lain.
~

Balas
Admin
Staff Isa dan Al-Quran
9 November 2021 6:39 pm
Balasan ke  Fajar awan

~
Saudara Fajar Awan,

Terimakasih atas tanggapannya. Kami setuju, bahkan seharusnya bukan hanya umat Islam tetapi seluruh umat manusia bisa menjalankan ajaran Isa Al-Masih. Namun perlu diperhatikan bahwa Isa Al-Masih tidak mengajarkan hukum legalistik mengenai mana yang wajib dan yang tidak wajib. Isa Al-Masih mengajarkan bahwa seluruh isi hukum Allah terkandung dalam dua hukum kasih, yaitu kasihilah Tuhan Allah dan kasihilah sesamamu manusia.
~
Noni
IDI

Balas

Sidebar

Artikel Terbaru

  • Bolehkah Merayakan Maulid Nabi? Dalil & Maknanya Bagi Mukmin
  • Taurat Injil Diubah? Cendekiawan Islam Berkata Lain!
  • Isa Hanya Seorang Nabi? Pandangan Islam Dan Nasrani
  • Awal Mula Qurban Menyatakan Ridha Allah? Ini Faktanya
  • Nabi Isa Disalib Atau Tidak? Ini Fakta Sejarahnya

Artikel Terpopuler Bulan Ini

  • Isa Hanya Seorang Nabi? Pandangan Islam Dan Nasrani
  • Taurat Injil Diubah? Cendekiawan Islam Berkata Lain!
  • Bolehkah Merayakan Maulid Nabi? Dalil & Maknanya Bagi Mukmin
  • Benarkah Hanya Bahasa Arab Bahasa Al-Quran Asli?
  • Dalil Tidak Ada Yang Mustahil Bagi Allah Untuk Manusia Berdosa

Artikel Yang Terhubung

  • Solusi Cara Menjadi Hamba Allah yang Baik dan Bahagia
  • Cara Menghapus Semua Dosa Hanya Dengan Melakukan 1 Hal
  • Cara Menghormati Orang Tua yang Berbeda Agama dengan Kita
  • Dalil Tidak Ada Yang Mustahil Bagi Allah Untuk…
  • Semua Perbuatan Manusia Kelak Akan Diadili! Siapkah Anda?

Hubungi Kami

Apabila Anda memiliki pertanyaan / komentar, silakan menghubungi kami dengan menekan tombol di bawah ini.

Hubungi Kami

Renungan Berkala Isa dan Al-Fatihah

Apabila Anda ingin menerima renungan singkat setiap minggu, silakan menekan tombol di bawah ini

Renungan Berkala Isa dan Al-Fatihah

Social Media

Facebook
TikTok
Instagram
YouTube

Hak Cipta © 2009 – 2023 Dialog Agama Isa dan Al-Quran. | Kebijakan Privasi | Kebijakan Dalam Membahas Email | Hubungi Kami

wpDiscuz