“Mukmin yang baik, wajib membaca firman Allah!” kata seorang teman. Ia sangat bangga karena telah khatam Al-Quran.
Namun pertanyaannya, bagaimana dengan Kitab-kitab Allah sebelumnya? Seperti Taurat, Zabur dan Injil. Apakah hukum membaca Injil bagi Muslim?
Hal ini masih menjadi diskusi hangat. Memang banyak yang melarang membacanya. Namun menarik karena ada yang malah menyarankannya.
Mari kita simak hukum membaca Injil bagi Muslim. Agar kita mendapatkan tuntunan Allah untuk kehidupan ini.
Hukum Membaca Injil Bagi Muslim: Terlarang?
Sebagian besar pendapat menyatakan bahwa memang tidak perlu membaca Kitab Injil. Alasannya karena umat sudah memiliki buku terakhir, yaitu Al-Quran.
Terlebih lagi ada kekhawatiran bahwa isi Kitab Injil yang ada sekarang telah diubah. Sehingga isinya tidak asli dan tidak terpercaya.
Hal ini yang menjadi dasar pelarangannya. Karena dikhawatirkan akan membingungkan umat. Bahkan bisa menyesatkan, jika umat tidak memiliki dasar yang kuat.
Karena itu para ulama tidak menyarankannya. Bahkan bagi sebagian orang hukum membaca Injil bagi Muslim adalah haram.
Hukum Membaca Injil Bagi Muslim: Diperbolehkan

Misalnya untuk alasan belajar. Agar mengetahui apa isi Kitab Injil yang beredar sekarang ini. Agar bisa menambah wawasan.
Atau juga bagi orang yang melakukan diskusi agama. Tujuannya agar bisa menghormati non-Muslim, namun tahu bagaimana berdiskusi dengan mereka.
Namun memang selalu dengan peringatan. Agar umat jangan terbawa arus dan mudah goyah jika mendapat ajaran lain.
Mukmin Siria Rajin Baca Injil
Ada seorang Mukmin dari Siria. Ia adalah seorang tentara, dan ia dibesarkan dari keluarga yang sangat taat agama.
Di kamp tentara, ia selalu menyempatkan waktu untuk membaca Kitab Injil. Ia membaca seluruh kitab berulang kali. Bahkan sampai 27 kali dalam setahun.
Satu data menarik, adalah bahwa isi Kitab Injil sangat banyak. Yaitu kitab-kitab Perjanjian Baru dalam Alkitab Nasrani. Kitab Injil ini berisi dua kali lipat jumlah kata dari Al-Quran.
Hal ini tentu membuat heran teman-temannya. Banyak yang bertanya mengapa ia rajin sekali melakukannya.
Ada juga satu teman yang bereaksi keras. Ia menegur dengan tegas. Ia menyatakan tidak selayaknya seorang Mukmin malah rajin membaca kitab Injil. Bukankah hukum membaca Injil bagi Muslim adalah haram?
Hukum Membaca Injil Bagi Muslim: Wajib?

Namun ia menemukan banyak dalil berbeda. Banyak dalil yang malah mendukungnya untuk terus membaca Kitab Injil.
Contohnya, seorang Mukmin perlu mengimani Kitab-kitab Allah. Yaitu Kitab Taurat, Zabur dan Injil.
“Katakanlah (hai orang-orang Mukmin): ‘Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya . . .’” (Qs 2:136).
Selanjutnya Al-Quran menekankan pentingnya Kitab Taurat, Zabur dan Injil. Karena di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya Allah (Qs 5:46).
“Dia menurunkan Al Kitab kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil . . . menjadi petunjuk bagi manusia . . . Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh siksa yang berat . . .” (Qs 3:3-4).
Bahkan dalil di atas menekankan keutamaannya. Bahwa orang yang kafir terhadap ayat Allah akan mendapat hukuman.
Karena itulah ia terdorong membaca Kitab Injil. Ia ingin mendapat petunjuk Allah. Tentu saja ia juga mau terhindar dari hukuman Allah.
Isi Kitab Injil: Terpercaya
Penjelasannya ini sangat menarik. Membuka pikiran banyak temannya.
Namun beberapa masih tidak menerima. Bahkan merespon keras dengan berbagai pertanyaan. “Bukankah isi Injil telah berubah? Sehingga kita tidak akan mendapat faedahnya!” kata seorang teman.
Sang tentara Siria ini kemudian menjawab. Bahwa dahulu pun ia berpikiran sama. Namun kemudian ia mengetahui bahwa hal itu tidak mungkin.
Pertama secara sejarah dan arkeologis, ada banyak sekali kopian naskah asli Injil. Merupakan kitab suci dengan kopian naskah terbanyak.
Terdapat lebih dari 5.800 manuskrip Yunani kuno yang memuat bagian-bagian Injil. Jika ditambah dengan versi Latin, Koptik, Siria, dan lainnya, jumlahnya mencapai lebih dari 25.000 manuskrip.
“Namun terlebih lagi, ada dasar kuat yang membuat saya mengamininya.” Kata sang tentara. Ini adalah alasannya, karena: “Tidak ada yang dapat merubah-rubah kalimat-kalimat-Nya dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (Qs 6:115).
Umat Islam wajib mengimani Kitab Taurat, Zabur dan Injil! Jika demikian kita bisa yakin pasti Allah sanggup menjaga firman-Nya!
Bukankah aneh jika Allah hanya menjaga sebagian firman-Nya dan membiarkan bagian lainnya dicemari orang jahat?
Demikianlah Injil adalah firman Allah. Tidak ada bukti sama sekali Injil telah diubah. Memang tidak ada yang sanggup merubah Firman Allah. Isi Injil yang ada sekarang adalah Injil yang sama yang ada 600 tahun sebelum lahirnya agama Islam.
Hukum Membaca Injil Bagi Muslim: Petunjuk Allah
“Apa yang kamu dapatkan setelah membaca Kitab Injil berulang kali?” Tanya teman lainnya.
Sang tentara menjelaskan bahwa sebenarnya umat Islam jangan takut membaca Kitab Injil. Arti kata “Injil” adalah Kabar Baik. Ini adalah kabar baik Allah untuk manusia.
Kitab Injil memang berisi petunjuk dan cahaya Allah. Berisi panduan kehidupan. Dan terutama menyatakan jalan keselamatan.
“. . . Injil [kebenaran Allah] adalah kemahakuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang mempercayainya . . . karena di dalamnya dinyatakan pembenaran dari Allah, yang dilandaskan pada iman . . .” (Injil, Surat Rum 1:16-17).
Kebenaran Allah dalam Kitab Injil itu sangat mendasar. Misalnya kita mempelajari tentang kasih dari ajaran Isa Al-Masih. Bahkan kita belajar mengasihi musuh kita.

“Segala tulisan yang diilhamkan Allah [Injil] memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran” (Injil, Surat 2 Timotius 3:16 TB).
Semua ini memberikan kekuatan dan panduan kebenaran. “Kehidupan saya menjadi jauh lebih baik setelah membaca Kitab Injil. Hati saya jauh lebih tenang.” Kata sang tentara.
Kitab Injil: Kebenaran Allah Menyelamatkan
Jadi hukum membaca Injil bagi Muslim bukanlah haram. Malah sebenarnya wajib! Karena ada petunjuk dan cahaya Allah di dalam-Nya.
Kebenaran Allah dalam Injil sangat penting. Karena menjadi petunjuk juga untuk keselamatan manusia.
Allah mau menerima dan mengampuni manusia berdosa. Kita bahkan bisa mendapat kepastian selamat.
Caranya adalah dengan mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih. Karena Dialah jelmaan Firman Allah (Kalimatullah) dalam wujud manusia. Ada ayat dalam Injil yang menyimpulkan semua hal ini.
“. . . semua ini dituliskan supaya kamu percaya bahwa Isa adalah Al-Masih, Sang Anak yang datang dari Allah [Kalimatullah], dan supaya dengan percaya, kamu memperoleh hidup dalam nama-Nya [surga]” (Injil, Yahya 20:31).
Sang Tentara Siria menemukan kebenaran ini. Kehidupannya berubah total. Sekarang hatinya penuh dengan ketenangan batin.
Maukah Anda juga mendapatkannya? Mari temukan sendiri petunjuk dan cahaya Allah yang menyelamatkan. Mari baca Kitab Injil dan memperoleh keselamatan-Nya.
Lihat artikel ini dalam bentuk video
Fokus Pertanyaan untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Mengapa, sampai saat ini Saudara belum membaca Injil Allah?
- Mungkin Saudara yakin sepantasnya orang Islam membaca Injil. Pernahkah Saudara coba membaca Injil namun tidak selesai? Kiranya menjelaskan kepada kami mengapa berhenti membacanya.
- Karena tekanan Al-Quran mengenai Injil apakah Saudara lebih tertarik membacanya? Jelaskanlah kapan Saudara akan mulai membaca Injil.
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel “Wajibkah Orang Islam Membaca Injil?” Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:
- Isa, Orang Beragama dan Rasa Malu
- Haruskah Umat Muslim Membaca Injil?
- Isa Dan Injil-Nya Dalam Al-Quran
- Umat Islam, Hindarilah Injil-Injil Palsu!
Video:
Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”
Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini, atau SMS ke: 0812-9530-4930


PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR
Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .