Kita semua setuju bahwa manusia sangat terbatas! Kita bisa lapar, lelah, butuh makan dan minum.
Dalam kehidupan kita sering tidak sanggup menghadapi masalah seorang diri. Kita perlu meminta pertolongan orang lain.
Namun hal ini tentu berbeda dengan Allah. Banyak dalil tidak ada yang mustahil bagi Allah. Ia jelas Maha Kuasa.
Mari kita renungkan beberapa dalil tidak ada yang mustahil bagi Allah. Kita juga akan melihat makna kekuasaan-Nya bagi kehidupan kita.
Dalil Tidak Ada yang Mustahil Bagi Allah
Pernah ada seorang anak bertanya kepada ibunya. Ia berkata, “mengapa, Allah layak disembah?”
Sang ibu kemudian menjawab dengan bijak. “Tentu saja anak-ku, karena Ia adalah Allah. Ia Maha Kuasa. Ia yang menciptakan matahari, bumi dan semesta ini.”
Kita sebagai umat beragama tentu meyakini hal ini. Banyak dalil tidak ada yang mustahil bagi Allah. Ia yang menciptakan semuanya.
“Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah, ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu” (Qs 65:12).
Karena itu kita bisa meyakini bahwa Allah sanggup melakukan segala sesuatu. Tidak ada yang Ia tidak mampu lakukan.
Adakah yang “Mustahil” bagi Allah?
Namun ada seorang teman yang memiliki beberapa pertanyaan. Ia berkata bahwa terkesan Allah memiliki beberapa batasan karena ada hal yang Ia tidak lakukan. Ia menyebutkan dua pertanyaan sulit.
Pertama, ia berkata, jika Allah Maha Kuasa, mengapa Ia membiarkan firman-Nya diubah? Maksudnya adalah isi Kitab Taurat dan Injil.

Kedua, jika Allah Maha Kuasa, mengapa Ia tidak menjamin surga? Karena manusia berdosa sulit mencapai surga.
Ia memahami bahwa ada kemungkinan umat Islam masuk surga. Namun hal ini bukan kepastian. Selain itu juga umat harus menerima azab Allah terlebih dahulu.
“Sesungguhnya azab Tuhanmu pasti terjadi, tidak seorang pun yang dapat menolaknya” (Qs 52:7-8).
Bukti Dalil Tidak Ada yang Mustahil Bagi Allah
Pertanyaannya ini menimbulkan kehebohan di antara teman-teman lainnya. Ada yang merendahkan dengan mengatakan ia kurang pemahaman. Atau ada yang malah menegurnya.
Namun saat mendengar ini saya jadi tertarik. Saya memberikan penjelasan dari pandangan saya.
Pertama dari yang saya yakini bahwa isi Kitab Taurat dan Injil tentu pasti terpelihara. Allah juga telah menjaminnya dalam Islam.
“Tidak ada yang dapat merubah-rubah kalimat-kalimat-Nya dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (Qs 6:115).
Selanjutnya yang kedua, saya mengetahui jalan selamat Allah. Bahwa Ia menyediakan kepastian surga bagi manusia berdosa. Hal ini jelas menjadi dalil tidak ada yang mustahil bagi Allah.
Dalil Tidak Ada yang Mustahil Bagi Allah Menyelamatkan
Jalan Allah menyelamatkan adalah dengan Ia menjelma menjadi manusia. Yaitu melalui Isa Al-Masih.
Memang secara wujud, Isa adalah manusia. Namun pada hakekatnya Ia adalah Allah. “Sebab di dalam Al-Masih secara jasmani berdiam keilahian yang sempurna” (Injil, Surat Kolose 2:9).
Melalui Isa, Allah menyatakan kebenaran. Hal ini sebagai panduan kehidupan manusia.

Saat itu respon teman saya langsung tidak setuju. Ia tegas menyatakan dalam agamanya, Isa adalah nabi namun tetap manusia biasa. Selain itu, menurutnya sangat aneh untuk Allah menjadi manusia.
Alasan Allah Menjadi Manusia
Saat itu saya jelaskan secara perlahan. Saya berkata: “Pada dasarnya, Allah mampu menjadi manusia bukan? Allah menciptakan manusia, Ia memahami kita, Ia juga pasti bisa menjelma menjadi manusia.”
Dalam hal ini teman saya setuju. Ia mengakui secara kemampuan memang bisa. Namun pertanyaan selanjutnya: “untuk apa Allah melakukan hal itu?”
Saya kemudian menceritakan sebuah kisah. Ada seorang Kaisar besar yang memiliki daerah kekuasaan yang sangat luas.
Namun suatu kali ia mendengar kabar bahwa ada orang yang kesusahan sangat besar. Orang ini tinggal jauh dari istana raja. Ia berada di desa miskin dekat perbatasan.
Orang ini terlibat hutang. Jika ia tidak mampu membayarnya maka anak dan istrinya akan menjadi budak.
Rupanya orang ini adalah sahabat masa kecilnya. Saat kecil sang Kaisar pernah bermain dengan anak dari salah satu pelayannya. Ia masih ingat dengan persahabatan itu.
Mendengar hal ini sang Kaisar rela datang ke desa tersebut. Ia bahkan mau menjadi penjamin hutang bagi orang ini sebagai rakyat biasa.
Hal ini karena dalam kedudukannya sebagai Kaisar, maka ia berada di atas hukum yang berlaku di desa tersebut. Ia tidak mau membatalkan peraturan yang ada. Namun ia mau memenuhinya untuk menolong sahabatnya.
Juga sang Kaisar sangat mengasihi sahabatnya. Sehingga ia sendiri rela datang dan menyelamatkannya secara langsung.
Dalil Allah Menjadi Manusia
Inilah yang menjadi dasar Allah menjelma menjadi manusia. Ia mengasihi manusia sehingga ingin menunjukkan jalan selamat.
Allah memahami bahwa manusia berdosa tidak akan mampu menyelamatkan dirinya sendiri. Karena itu Allah menunjukkan pertolongan-Nya.
Memang Allah mengutus para nabi. Namun, Ia juga Maha Kasih. Ia rindu menjelma dan menolong manusia secara langsung.
Dalam hal ini ada berbagai dalil ke-Ilahian Isa Al-Masih. Beberapa contohnya:
- Isa lahir dari perawan (Qs 19:20).
- Isa berasal dari Kalimatullah (Qs 4:171).
- Isa satu-satunya manusia yang suci (Qs 19:19).
- Isa membangkitkan orang mati (Qs 3:49).
- Isa terkemuka di dunia dan akhirat (Qs 3:45).
Semua hal ini menyatakan Isa adalah penjelmaan Allah menjadi manusia. Ia berbeda dari para nabi lainnya.
Isa: Allah yang Menjadi Manusia
Saat itu teman saya menjadi berpikir. Karena ia tidak bisa membantah ke-Ilahian Isa yang tertulis dalam dalil agamanya.
Saya melanjutkan dengan menyatakan bahwa ke-Ilahian Isa banyak tertulis dalam Kitab Injil. Misalnya Isa bisa berjalan di atas air. Atau Ia juga mampu membangkitkan orang mati.
Sekali lagi saya tekankan bahwa tujuannya untuk keselamatan manusia. Dalil tidak ada yang mustahil bagi Allah terutama terbukti dengan memberi jaminan surga. Bahwa Allah yang Maha Kuasa dan Maha Kasih mampu menyelamatkan manusia. Tidak peduli seberapapun dosa dan amal orangnya. Keselamatan adalah hasil rahmat Allah bagi kita.

Mengimani Isa: Jaminan Surga
Teman saya mau meyakini bahwa firman Allah pasti terpelihara. Dan bahwa Allah pasti sanggup menyelamatkan manusia berdosa. Namun ia perlu waktu untuk merenungkan lebih dalam.
Memang banyak dalil tidak ada yang mustahil bagi Allah. Hal ini terutama terbukti dari keselamatan-Nya bagi manusia berdosa.
Maukah Saudara pembaca menerima pertolongan Allah? Kita pasti bisa masuk surga. Caranya dengan mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih.
“Di dalam Al-Masih, kita memperoleh keselamatan. Yaitu pengampunan atas pelanggaran-pelanggaran kita, sesuai dengan kekayaan anugerah-Nya” (Injil, Sura Efesus 1:7 parafrasa).
Mari mengimani Isa sekarang!
Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Menurut Saudara, adakah yang mustahil untuk Allah? Jelaskan jawabannya!
- Mengapa tidak terlalu sulit percaya bahwa Allah mampu menjadi manusia?
- Jika tidak ada yang mustahil bagi Allah dan Allah sudah menjadi manusia dalam Pribadi Isa Al-Masih, mengapa tidak coba minta pertolongan dari Isa Al-Masih atas kesulitan-kesulitan dalam hidup Saudara?
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel “Tidak ada Yang Mustahil Bagi Allah “Mukmin dan Nasrani Yakin!” Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:
- Islam Betul: Mustahil Manusia Menjadi Tuhan!
- Benarkah Isa Al-Masih Adalah Manifestasi Dari Allah?
- Injil: Isa Al-Masih Anak Manusia, Isa Al-Masih Bukan Tuhan?
- Isa Al-Masih Hanya Manusia Biasa?
Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”
Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.


PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR
Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .