• Skip to main content
  • Skip to header right navigation
  • Skip to site footer
Isa Dan Al-Quran

Isa Dan Al-Quran

Dialog Agama - Isa dan Al-Quran

  • Maksud Situs Ini
    • Tentang Kami
    • 60 Ayat Tentang Isa dalam Al-Quran
    • Isa dan Al-Fatihah
  • Jalan ke Surga
    • Paspor Menuju Sorga
    • 6 Ayat Terpenting
  • Ayat Al-Quran
  • Artikel
    • Daftar Artikel
  • Kitab TZI
  • Hubungi Kami

Dalil Tidak Ada Yang Mustahil Bagi Allah Untuk Manusia Berdosa

Isa Dan Al-Quran > Ayat-Ayat Al-Quran > Ayat Lainnya > Dalil Tidak Ada Yang Mustahil Bagi Allah Untuk Manusia Berdosa
12 November 2025 | 7 Komentar

Kita semua setuju bahwa manusia sangat terbatas! Kita bisa lapar, lelah, butuh makan dan minum.

Dalam kehidupan kita sering tidak sanggup menghadapi masalah seorang diri. Kita perlu meminta pertolongan orang lain.

Namun hal ini tentu berbeda dengan Allah. Banyak dalil tidak ada yang mustahil bagi Allah. Ia jelas Maha Kuasa.

Mari kita renungkan beberapa dalil tidak ada yang mustahil bagi Allah. Kita juga akan melihat makna kekuasaan-Nya bagi kehidupan kita.

Dalil Tidak Ada yang Mustahil Bagi Allah

Pernah ada seorang anak bertanya kepada ibunya. Ia berkata, “mengapa, Allah layak disembah?”

Sang ibu kemudian menjawab dengan bijak. “Tentu saja anak-ku, karena Ia adalah Allah. Ia Maha Kuasa. Ia yang menciptakan matahari, bumi dan semesta ini.”

Kita sebagai umat beragama tentu meyakini hal ini. Banyak dalil tidak ada yang mustahil bagi Allah. Ia yang menciptakan semuanya.

“Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah, ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu” (Qs 65:12).

Karena itu kita bisa meyakini bahwa Allah sanggup melakukan segala sesuatu. Tidak ada yang Ia tidak mampu lakukan.

Adakah yang “Mustahil” bagi Allah?

Namun ada seorang teman yang memiliki beberapa pertanyaan. Ia berkata bahwa terkesan Allah memiliki beberapa batasan karena ada hal yang Ia tidak lakukan. Ia menyebutkan dua pertanyaan sulit.

Pertama, ia berkata, jika Allah Maha Kuasa, mengapa Ia membiarkan firman-Nya diubah? Maksudnya adalah isi Kitab Taurat dan Injil.

Karena sebagai umat Islam, ia mengetahui isi kedua kitab itu telah berubah. Sehingga kita tidak menemukan versi aslinya.

Kedua, jika Allah Maha Kuasa, mengapa Ia tidak menjamin surga? Karena manusia berdosa sulit mencapai surga.

Ia memahami bahwa ada kemungkinan umat Islam masuk surga. Namun hal ini bukan kepastian. Selain itu juga umat harus menerima azab Allah terlebih dahulu.

“Sesungguhnya azab Tuhanmu pasti terjadi, tidak seorang pun yang dapat menolaknya” (Qs 52:7-8).

Bukti Dalil Tidak Ada yang Mustahil Bagi Allah

Pertanyaannya ini menimbulkan kehebohan di antara teman-teman lainnya. Ada yang merendahkan dengan mengatakan ia kurang pemahaman. Atau ada yang malah menegurnya.

Namun saat mendengar ini saya jadi tertarik. Saya memberikan penjelasan dari pandangan saya.

Pertama dari yang saya yakini bahwa isi Kitab Taurat dan Injil tentu pasti terpelihara. Allah juga telah menjaminnya dalam Islam.

“Tidak ada yang dapat merubah-rubah kalimat-kalimat-Nya dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (Qs 6:115).

Selanjutnya yang kedua, saya mengetahui jalan selamat Allah. Bahwa Ia menyediakan kepastian surga bagi manusia berdosa. Hal ini jelas menjadi dalil tidak ada yang mustahil bagi Allah.

Dalil Tidak Ada yang Mustahil Bagi Allah Menyelamatkan

Jalan Allah menyelamatkan adalah dengan Ia menjelma menjadi manusia. Yaitu melalui Isa Al-Masih.

Memang secara wujud, Isa adalah manusia. Namun pada hakekatnya Ia adalah Allah. “Sebab di dalam Al-Masih secara jasmani berdiam keilahian yang sempurna” (Injil, Surat Kolose 2:9).

Melalui Isa, Allah menyatakan kebenaran. Hal ini sebagai panduan kehidupan manusia.

Selanjutnya Isa mati di kayu salib untuk menanggung hukuman dosa. Sehingga kita manusia berdosa bisa mendapatkan jaminan surga.

Saat itu respon teman saya langsung tidak setuju. Ia tegas menyatakan dalam agamanya, Isa adalah nabi namun tetap manusia biasa. Selain itu, menurutnya sangat aneh untuk Allah menjadi manusia.

Alasan Allah Menjadi Manusia

Saat itu saya jelaskan secara perlahan. Saya berkata: “Pada dasarnya, Allah mampu menjadi manusia bukan? Allah menciptakan manusia, Ia memahami kita, Ia juga pasti bisa menjelma menjadi manusia.”

Dalam hal ini teman saya setuju. Ia mengakui secara kemampuan memang bisa. Namun pertanyaan selanjutnya: “untuk apa Allah melakukan hal itu?”

Saya kemudian menceritakan sebuah kisah. Ada seorang Kaisar besar yang memiliki daerah kekuasaan yang sangat luas.

Namun suatu kali ia mendengar kabar bahwa ada orang yang kesusahan sangat besar. Orang ini tinggal jauh dari istana raja. Ia berada di desa miskin dekat perbatasan.

Orang ini terlibat hutang. Jika ia tidak mampu membayarnya maka anak dan istrinya akan menjadi budak.

Rupanya orang ini adalah sahabat masa kecilnya. Saat kecil sang Kaisar pernah bermain dengan anak dari salah satu pelayannya. Ia masih ingat dengan persahabatan itu.

Mendengar hal ini sang Kaisar rela datang ke desa tersebut. Ia bahkan mau menjadi penjamin hutang bagi orang ini sebagai rakyat biasa.

Hal ini karena dalam kedudukannya sebagai Kaisar, maka ia berada di atas hukum yang berlaku di desa tersebut. Ia tidak mau membatalkan peraturan yang ada. Namun ia mau memenuhinya untuk menolong sahabatnya.

Juga sang Kaisar sangat mengasihi sahabatnya. Sehingga ia sendiri rela datang dan menyelamatkannya secara langsung.

Dalil Allah Menjadi Manusia

Inilah yang menjadi dasar Allah menjelma menjadi manusia. Ia mengasihi manusia sehingga ingin menunjukkan jalan selamat.

Allah memahami bahwa manusia berdosa tidak akan mampu menyelamatkan dirinya sendiri. Karena itu Allah menunjukkan pertolongan-Nya.

Memang Allah mengutus para nabi. Namun, Ia juga Maha Kasih. Ia rindu menjelma dan menolong manusia secara langsung.

 Dalam hal ini ada berbagai dalil ke-Ilahian Isa Al-Masih. Beberapa contohnya:

  • Isa lahir dari perawan (Qs 19:20).
  • Isa berasal dari Kalimatullah (Qs 4:171).
  • Isa satu-satunya manusia yang suci (Qs 19:19).
  • Isa membangkitkan orang mati (Qs 3:49).
  • Isa terkemuka di dunia dan akhirat (Qs 3:45).

Semua hal ini menyatakan Isa adalah penjelmaan Allah menjadi manusia. Ia berbeda dari para nabi lainnya.

Isa: Allah yang Menjadi Manusia

Saat itu teman saya menjadi berpikir. Karena ia tidak bisa membantah ke-Ilahian Isa yang tertulis dalam dalil agamanya.

Saya melanjutkan dengan menyatakan bahwa ke-Ilahian Isa banyak tertulis dalam Kitab Injil. Misalnya Isa bisa berjalan di atas air. Atau Ia juga mampu membangkitkan orang mati.

Sekali lagi saya tekankan bahwa tujuannya untuk keselamatan manusia. Dalil tidak ada yang mustahil bagi Allah terutama terbukti dengan memberi jaminan surga. Bahwa Allah yang Maha Kuasa dan Maha Kasih mampu menyelamatkan manusia. Tidak peduli seberapapun dosa dan amal orangnya. Keselamatan adalah hasil rahmat Allah bagi kita.

“Al-Masih adalah wujud nyata dari Allah yang tidak dapat dilihat . . . segala ke-Ilahian-Nya yang sempurna terhimpun di dalam Sang Anak yang datang daripada-Nya . . . supaya melalui Dia, segala sesuatu . . . berdamai kembali dengan diri-Nya [beroleh keselamatan]. Perdamaian itu diadakan oleh Allah melalui pencurahan darah Kristus [Isa Al-Masih] yang datang daripada-Nya di kayu salib” (Injil, Surat Kolose 1:15, 19-20).

Mengimani Isa: Jaminan Surga

Teman saya mau meyakini bahwa firman Allah pasti terpelihara. Dan bahwa Allah pasti sanggup menyelamatkan manusia berdosa. Namun ia perlu waktu untuk merenungkan lebih dalam.

Memang banyak dalil tidak ada yang mustahil bagi Allah. Hal ini terutama terbukti dari keselamatan-Nya bagi manusia berdosa.

Maukah Saudara pembaca menerima pertolongan Allah? Kita pasti bisa masuk surga. Caranya dengan mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih.

“Di dalam Al-Masih, kita memperoleh keselamatan. Yaitu pengampunan atas pelanggaran-pelanggaran kita, sesuai dengan kekayaan anugerah-Nya” (Injil, Sura Efesus 1:7 parafrasa).

Mari mengimani Isa sekarang!


Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Menurut Saudara, adakah yang mustahil untuk Allah? Jelaskan jawabannya!
  2. Mengapa tidak terlalu sulit percaya bahwa Allah mampu menjadi manusia?
  3. Jika tidak ada yang mustahil bagi Allah dan Allah sudah menjadi manusia dalam Pribadi Isa Al-Masih, mengapa tidak coba minta pertolongan dari Isa Al-Masih atas kesulitan-kesulitan dalam hidup Saudara?

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.

Artikel Terkait

Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel “Tidak ada Yang Mustahil Bagi Allah “Mukmin dan Nasrani Yakin!” Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:

  1. Islam Betul: Mustahil Manusia Menjadi Tuhan!
  2. Benarkah Isa Al-Masih Adalah Manifestasi Dari Allah?
  3. Injil: Isa Al-Masih Anak Manusia, Isa Al-Masih Bukan Tuhan?
  4. Isa Al-Masih Hanya Manusia Biasa?

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.

Category: Ayat LainnyaTag: Solusi Masalah Hidup

Bagikan Artikel Ini:

Share on Facebook Share on X (Twitter) Share on WhatsApp Share on Email Share on SMS

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .

Subscribe
Beritahulah

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
4. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Al-Quran

7 Komentar
Paling lama
Terbaru
Krisna
17 February 2020 5:43 pm

~
Sifat manusia adalah sifat yang mustahil bagi Allah, seperti mati dan sebagainya. Pelajari sifat mustahil bagi Allah.

Balas
Admin
Staff Isa dan Al-Quran
19 February 2020 9:07 am
Balasan ke  Krisna

~
Saudara Krisna,

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar orang berkata “tidak ada yang mustahil bagi Allah”. Perkataan ini tepat sekali sebab memang tidak ada yang mustahil bagi Allah. Sebab Allah memiliki sifat Tak Terbatas. Jika ada hal yang mustahil bagi Allah, maka artinya Allah memiliki keterbatasan.

Saudara menyatakan mustahil bagi Allah mati sebab ini adalah sifat manusia. Namun jika Allah berkehendak untuk mati tentu saja Allah bisa saja mati. Semuanya tergantung kehendak Allah, bukan?
~
Noni

Balas
Krisna
17 February 2020 5:45 pm

~
Terdapat 20 sifat mustahil bagi Allah, 20 sifat tersebut terdapat semua pada manusia.

Balas
Admin
Staff Isa dan Al-Quran
19 February 2020 9:17 am
Balasan ke  Krisna

~
Saudara Krisna,

Terimakasih atas tanggapannya. Benar sekali bahwa Allah dan manusia memiliki sifat masing-masing. Manusia sebagai ciptaan Allah memiliki keterbatasan. Nmaun Allah sebagai Pencipta Maha Tak Terbatas. Manusialah yang membatasi Allah dengan logikanya yang sangat terbatas.

Jika ada yang mustahil bagi Allah atau yang tidak dapat Allah lakukan berarti Allah tidak Mahakuasa sehingga Allah tidak memiliki sifat Tak Terbatas.
~
Noni

Balas
john
10 March 2020 6:06 am

~
Sdr. Admin,

Teks Al-Quran Qs 65:12 “Allah-lah yang menciptakan tujuh langit.., dan sesungguhnya Allah, Ilmunya benar-benar meliputi segala sesuatu”.

Allah yang sama berkata : “Matahari terbenam di laut yang berlumpur hitam (Surah Al Kafhi 18:86), dan hal ini dibenarkan oleh Hadis Sunan Abi Dawud 4002 berkata “Saya duduk dibelakang sang Utusan Allah yang sedang mengendarai keledai saat matahari terbenam, saya menjawab: Allah dan Rasul-Nya yang paling tahu. Ia lalu berkata matahari itu terbenam di sebuah mata air hangat”.

Jawaban Muhammad beda tipis. Saya menduga Qs 65:12 firman Muhammad. Bukankah Alloh.SWT Ilmunya tak terselami? Atau Alloh lagi lupa? Bumi atau sorga juga pernah lupa mana duluan diciptakan.

Balas
Jesus Park
29 March 2020 4:00 am

~
Krisna,

Tuhan dapat jadi manusia, tidak mustahil karena Tuhan berkuasa. Tuhan mampu ciptakan manusia, tidak mungkin tidak bisa jadi manusia. Hanya saja Tuhan tidak mempunyai sifat manusia yaitu dosa.

Tuhan tidak mungkin mati, ketika Tuhan jadi manusia sejati, kemanusiaanya dapat mati tapi Tuhan tidak mati. Tapi mengapa allah Islam tidak dapat melakukan apapun seperti mencipta (bumi hamparan) atau memberikan mujizat pada nabi Islam atau bernubuat? Mengapa umat pagan menyembah allah yang juga disembah Muslim? Sebenarnya Islam mencomot sesembahan umat pagan dan jadikan allah pagan menjadi allah Islam. Buktinya, umat pagan mencium batu, ritual ini juga diambil nabi Islam ke dalam ritual Islam.

Balas
Admin
Staff Isa dan Al-Quran
4 April 2020 12:48 pm
Balasan ke  Jesus Park

~
Saudara Jesus Park,

Kemahakuasaan Allah memungkinakan Allah untuk dapat melakukan apapun juga sesuai kehendak-Nya. Sebab jika ada satu hal yang tidak dapat dilakukan Allah, itu artinya Allah tidak mahakuasa.

Karena itulah saat Allah berkehendak menjadi manusia, ini hal yang tak mustahil bagi Allah. Allah mengambil rupa manusia untuk menyediakan jalan keselamatan. Dialah Isa Al-Masih. Sebab itu Isa berkata, “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?” (Injil, Rasul Besar Yohanes 11:25-26)
~
Noni

Balas

Sidebar

Artikel Terbaru

  • Bolehkah Merayakan Maulid Nabi? Dalil & Maknanya Bagi Mukmin
  • Taurat Injil Diubah? Cendekiawan Islam Berkata Lain!
  • Isa Hanya Seorang Nabi? Pandangan Islam Dan Nasrani
  • Awal Mula Qurban Menyatakan Ridha Allah? Ini Faktanya
  • Nabi Isa Disalib Atau Tidak? Ini Fakta Sejarahnya

Artikel Terpopuler Bulan Ini

  • Isa Hanya Seorang Nabi? Pandangan Islam Dan Nasrani
  • Taurat Injil Diubah? Cendekiawan Islam Berkata Lain!
  • Bolehkah Merayakan Maulid Nabi? Dalil & Maknanya Bagi Mukmin
  • Benarkah Hanya Bahasa Arab Bahasa Al-Quran Asli?
  • Dalil Tidak Ada Yang Mustahil Bagi Allah Untuk Manusia Berdosa

Artikel Yang Terhubung

  • Injil Dalam Al-Quran: Tidak Ada Yang Dapat Merubah Isinya
  • Sahih atau Tidak: Apakah Ada Kesalahan dalam Kitab Suci?
  • Benarkah Ada Amalan Yang Dapat Menghapus Dosa?
  • Selain Islam Adakah Agama Yang Paling Benar Untuk Diimani?
  • Hamba Atau Anak - Kisah Hubungan Manusia dengan Allah

Hubungi Kami

Apabila Anda memiliki pertanyaan / komentar, silakan menghubungi kami dengan menekan tombol di bawah ini.

Hubungi Kami

Renungan Berkala Isa dan Al-Fatihah

Apabila Anda ingin menerima renungan singkat setiap minggu, silakan menekan tombol di bawah ini

Renungan Berkala Isa dan Al-Fatihah

Social Media

Facebook
TikTok
Instagram
YouTube

Hak Cipta © 2009 – 2023 Dialog Agama Isa dan Al-Quran. | Kebijakan Privasi | Kebijakan Dalam Membahas Email | Hubungi Kami

wpDiscuz