
Namun apakah Anda paham apa arti Kalimat Allah? Kita perlu mengerti untuk bisa mendapatkan manfaatnya.
Memang sebuah kata bisa memiliki kedalaman makna. Bahkan dalam bahasa berbeda, kata yang sama memiliki pengertian tersendiri. Semua hal ini menambah kedalaman arti kata tersebut.
Mari kita membahas arti Kalimat Allah. Agar kita mendapatkan hikmah-Nya bagi kehidupan kita.
Penting Memahami Arti Kalimat Allah
Sebelum melanjutkan pembahasan, mari kita lihat apa manfaat dari mengerti Kalimat Allah. Sehingga kita akan lebih termotivasi untuk memahami-Nya.
Kalimat Allah atau firman Allah sangat berguna bagi manusia. Ada Hadist yang menyatakan hal ini.
“. . . aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kemurkaanNya . . . serta dari bisikan setan . . .” (Sunan Tirmidzi 3451).

- Kalimat Allah menyelamatkan.
Karena melalui-Nya kita mendapatkan pertolongan terhindar dari kemurkaan Allah. - Kalimat Allah melindungi.
Karena berkuasa menjaga kita dari berbagai gangguan setan dan roh-roh jahat. - Kalimat Allah merupakan petunjuk kehidupan.
Allah membimbing umat-Nya melalui firman-Nya.
Kedalaman Arti Kalimat Allah
Ada banyak kata yang memiliki kedalaman arti. Misalnya kata “retas.” Kata ini bisa berarti jahitan yang sudah terbuka atau keadaan barang yang rapuh.
Namun kata retas dalam dunia digital berarti berbeda. Makna peretas (hacker) adalah orang yang menembus pertahanan digital dari berbagai situs internet.
Demikian juga banyak istilah yang menarik. Misalnya, kata “buah” memiliki makna berbeda saat disambungkan dengan kata lain. “Buah mata” berarti kekasih yang tercinta. “Buah tangan” berarti hasil pekerjaan atau oleh-oleh.
Dalam hal ini, arti Kalimat Allah sangat dalam. Secara umum istilah ini berarti Kalam Allah, Perkataan Allah atau Firman Allah.
Namun arti Kalimat Allah bernuansa lebih jauh. Dalam Bahasa Yunani, adalah Logos. Berarti kekuasaan atau tugas Ilahi yang memberi kesatuan dan makna pada alam semesta. Hal ini menggerakkan segala sesuatu.
Secara agama arti Kalimat Allah adalah sifat Allah Yang Maha Esa. Bermakna pernyataan-Nya yang kekal bagi manusia. Berkaitan dengan segala sesuatu yang Dia ketahui. Hal ini bisa berupa rahmat, perintah, maupun hukuman-Nya.
Wujud Kalimat Allah dalam Islam
Agama mengajarkan Allah Maha Besar. Karena itu Kalimat-Kalimat-Nya juga sangat luas. Mustahil manusia memahami sepenuhnya.
“. . . kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis kalimat-kalimat Tuhanku . . .” (Qs 18:109).
Dalam hal ini ada wujud yang diberikan kepada manusia. Yaitu berupa kitab-kitab yang umat Islam wajib imani (Qs 5:68).
Umat Islam diharapkan mengikuti petunjuk di dalamnya. Sehingga menjadi panduan kehidupan.
Namun selain semua penjelasan ini, makin lama makin banyak pertanyaan. Banyak orang mendengar ada dalil wujud lainnya dari Kalimat Allah.
Bagaimana dengan Isa Kalimat Allah?
Memang ada banyak ayat yang menyatakan hal ini. Misalnya dari firman kepada Nabi Zakaria. Bahwa anaknya, Nabi Yahya Pembaptis, akan membenarkan Kalimat Allah. Hal ini mengacu pada Isa Al-Masih.

Selanjutnya Isa lahir dari perawan Maryam. Dalam hal ini kelahiran-Nya adalah karena perwujudan Kalimat Allah.
“Malaikat berkata: ‘Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan Kalimat daripada-Nya. Namanya Al Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat . . .’” (Qs. 3:45).
Kedua ayat ini dan banyak ayat lainnya menyatakan dengan jelas, bahwa Isa Al-Masih rupanya adalah Kalimat Allah. Jika demikian apakah artinya hal ini?
Arti Isa Kalimat Allah dalam Agama
Pendapat umum agama meyakini Isa adalah nabi Allah. Ia lahir secara istimewa melalui seorang perawan.
Namun dalam hal ini Isa diyakini tetap hanya seorang manusia biasa. Penciptaan Isa kalimat Allah hanya merupakan hasil dari perkataan Allah “jadilah” (Qs 3:59).
Dalam pandangan ini, Isa Al-Masih tidak lebih tinggi dari nabi lainnya. Keistimewaan-Nya saat lahir sekadar menyatakan kebesaran dan kemahakuasaan Allah.
Namun ada pertanyaan lebih dalam. Karena banyak dalil yang memperlihatkan Isa berbeda dari para nabi. Beberapa contohnya:
- Isa juga adalah penjelmaan Ruh Allah (Qs 21:91).
- Isa satu-satunya pribadi yang suci (Qs 19:19). Padahal semua manusia pasti memiliki dosa.
- Isa satu-satunya nabi yang melakukan mukjizat kehidupan. Yaitu bahkan bisa membangkitkan orang mati (Qs 3:49).
- Isa adalah nabi terakhir yang datang ke bumi. Isa akan menjadi hakim adil (Sahih Muslim 127).
Semua hal ini menjadi serangkaian benang merah yang saling berhubungan. Memberikan kesimpulan bahwa memang ada keunggulan dalam pribadi Isa Al-Masih.
Mungkinkah, Isa Al-Masih Kalimat Allah memiliki kedalam arti berbeda? Jauh lebih dalam dari sekadar yang kebanyakan orang pahami.
Arti Isa Kalimat Allah

“Kalam [Isa Al-Masih] telah ada dari mulanya. Kalam itu bersama Allah, dan Kalam itu adalah Allah . . . Segala sesuatu dijadikan oleh-Nya . . . Kalam itu telah menjadi manusia, lalu tinggal di antara kita, . . . penuh dengan anugerah dan kebenaran” (Injil, Yahya 1:1,3,14).
Seperti manusia tidak bisa terlepas dari perkataannya. Demikianlah Allah tidak mungkin terpisah dari Firman-Nya.
Inilah konsep tauhid yang utuh. Bahwa Allah dan kalimat-Nya adalah satu. Demikianlah Isa Al-Masih sebagai Kalimat Allah bersatu dengan Allah.
“Isa Al-Masih dan Allah satu adanya. Allah [dan seluruh kebenaran-Nya] ada dalam Isa. Semua yang Isa katakan berasal dari Allah sendiri” (Injil, Yahya 10:30, 14:10, parafrasa).
Perwujudan terutama kebenaran Allah adalah Isa Al-Masih. Yaitu Kalimat Allah yang menjelma menjadi manusia.
Di sini kita melihat, Isa pada hakekatnya adalah Ilahi. Ia kekal bersama Allah. Hal ini menjelaskan mengapa ada banyak karakteristik Ilahi dalam pribadi Isa.
Jadi, arti Kalimat Allah yang sesungguhnya adalah pernyataan Allah bagi manusia. Hal ini bisa berupa Firman, namun juga bisa berwujud pribadi. Kedalaman arti Kalimat Allah ada dalam Isa dan ajaran-Nya.
Terutama, Arti Isa Kalimat Allah: Keselamatan!
Selanjutnya Kalimat Allah menjadi manusia adalah karena Allah Maha Kasih. Ia mau menyelamatkan manusia berdosa.
Kalimat Allah menjadi panduan hidup. Kalimat Allah juga adalah jalan lurus untuk mencapai surga.
Inilah Isa Al-Masih yang mengajarkan kebenaran. Isa juga berkorban mati di kayu salib.
Kalimat Allah yang tanpa dosa, menanggung hukuman untuk dosa. Sehingga melalui-Nya kita mendapat ampunan Allah.
“Kalimat Allah [Isa Al-Masih] menyinarkan kemuliaan Allah. Dalam segala sifat serta perbuatan-Nya menunjukkan bahwa Ia adalah Allah. Dialah yang telah mati untuk menyucikan kita serta menghapuskan segala dosa kita [agar bisa masuk sorga] . . .” (Injil, Surat Ibrani 1:3 FAYH, parafrasa).
Kita semua bisa mendapatkan keselamatan ini. Caranya dengan mengimani dan menjadi pengikut Kalimat Allah.
Maukah Anda menerima kalimat Allah dan jalan keselamatan-Nya? Mari mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih!
Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Bagaimana pengertiaan Saudara dengan istilah “Kalimat Allah” sebelum membaca artikel ini dan sekarang?
- Adakah orang selain Isa Al-Masih yang diberi titel “Kalimat Allah”? Apa yang signifikansi dari titel itu?
- Kalau Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah dan Kalimat Allah kekal, apa akibatnya?
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel “Makna Istilah “Kalimat Allah” Dalam Al-Imran 3:45″?” Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:
- Benarkah Isa Al-Masih Adalah Manifestasi Dari Allah?
- Mukmin Wajib Tahu, Siapakah Kalimat Allah
- Orang Islam dan Kristen Berdosa Bila Meremehkan Kalimat Allah!
- Nama-Nama Al-Fatihah Dan Kuasa Kalimat Allah
- Pengakuan Al-Quran Dan Hadits Soal Kalimat Allah
Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”
Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. Atau WA/SMS ke: 0812-9530-4930


PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR
Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .