
Manusia sangat membutuhkan cahaya dalam kehidupan. Tanpa cahaya, manusia tidak dapat melihat dan beraktifitas dengan baik.
Demikian juga kita secara rohani. Sebagai seorang Muslim saya mencari cahaya Allah dalam Al-Quran. Tujuannya agar bisa mendapatkan tuntunan-Nya sampai masuk surga.
Bagaimana perjalanan saya mendapatkannya? Mari simak kisah saya.
Mencari Cahaya Allah dalam Al-Quran
Saya adalah seorang Muslim sejak kecil. Terlahir dalam keluarga baik-baik. Saya diajarkan untuk beribadah oleh orang tua sejak kanak-kanak.
Namun sama seperti manusia lainnya, saya berbuat banyak dosa. Kadang saya khilaf dan salah bertindak. Pernah juga berkali-kali tidak sholat maupun bolong puasa. Tidak ada manusia yang luput dari dosa.
Saya mengetahui bahwa Allah adalah Sumber Cahaya. Maka saya mencari cahaya Allah dalam Al-Quran. Saya ingin mendapatkan terang-Nya sebagai panduan kehidupan.
“Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi . . . Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki . . .” (Qs 24:35).
Namun saat mengetahui hal ini, saya memiliki kegelisahan. Saya tidak mengerti bagaimana kita bisa yakin akan mendapatkan petunjuk-Nya.
Berbagai Kegelisahan Hati Saya

Hal ini menjadi lebih jelas dalam Hadits. Bahwa memang Allah memberikan cahaya-Nya hanya kepada sebagian orang saja.
“Sesungguhnya Allah telah menciptakan makhluk-Nya dalam kegelapan, lalu Dia menimpakan sebagian dari cahaya-Nya kepada mereka. Maka barangsiapa sebagian dari cahaya tersebut menimpanya niscaya dia mendapatkan cahaya. Dan barangsiapa sebagian dari cahaya tersebut tidak mengenainya niscaya dia akan tersesat . . .” (Sunan Tirmidzi 2566).
Bahkan ada ayat dalam Al-Quran yang menyatakan Allah menyesatkan manusia. Orang yang Ia sesatkan tidak ada yang dapat menolongnya (Qs 16:37).
Terlebih lagi Allah adalah pembalas tipu daya terbaik. “Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya” (Qs 3:54).
Puncak ketakutan saya adalah saat membaca Surah Maryam (19:71). Ayat itu menyatakan semua manusia pasti akan masuk neraka. Hal ini adalah “kemestian yang sudah ditetapkan.”
Jika demikian, bagaimana saya bisa terhindar dari neraka? Saya rindu mendapatkan kepastian cahaya-Nya.
Mencari Perwujudan Cahaya Allah
Dalam keadaan seperti ini saya mencari perwujudan cahaya Allah dalam Al-Quran. Saya pernah mendengar bahwa Nabi Islam adalah manifestasi cahaya ilahi. Ia juga suri teladan terbaik.
“Sesungguhnya dia (Muhammad) dulu adalah cahaya yang ada di sekeliling Arsy. Kemudian beliau bersabda ‘Wahai Jibril, aku dulu adalah cahaya itu’” (As-Silsilah adh-Dha’îfah hadits no. 1/474).
Namun rupanya hal ini masih menjadi perdebatan. Karena kutipan ini berasal bukan dari Hadits Shahih. Melainkan dari pemikiran tokoh aliran Sufi.
Yang saya temukan adalah Nabi Islam sendiri menyatakan dengan jelas. Bahwa ia hanya manusia biasa (Qs 18:110). Ia juga mengharapkan rahmat Allah di akhirat, tapi tidak yakin.
Petunjuk dan Cahaya yang Menerangi Manusia

“Dan Kami iringkan jejak mereka dengan Isa putra Maryam . . . Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi) . . .” (Qs 5:46).
Saya menjadi berpikir: Benarkah cahaya Allah dalam Al-Quran merujuk pada Kitab Injil? Saya juga menjadi tertarik dengan tokoh Isa Al-Masih, karena Dialah penyampai cahaya Allah yang dirujuk dalam Al-Quran itu.
Saat mempelajari, saya menemukan banyak hal istimewa mengenai Isa Al-Masih. Saya tidak menyadari semua hal itu sebelumnya.
Contoh, Isa adalah perwujudan Ruh Allah (Qs 21:91). Ia juga adalah Kalimatullah (Qs 4:171). Karena itu Isa satu-satunya yang terlahir suci (Qs 19:19).
Semua hal ini yang menjadi awal penemuan saya. Sampai saya mendapatkan peneguhannya, yaitu saat melihat ada kutipan Injil dari majalah teman kantor saya.
“Isa kembali bersabda kepada orang banyak itu, ‘Akulah terang dunia. Orang yang mengikut Aku tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan akan mempunyai terang hidup’” (Injil, Yahya 8:12).
Saya sangat menginginkan cahaya bagi kehidupan. Karena itu saya rindu mengetahui mengenai Isa Al-Masih lebih baik lagi.
Perwujudan Cahaya Allah Sejati
Saya menempuh proses panjang untuk mencari informasi. Juga untuk tabayyun dengan kebenaran yang saya terima.
Sampai akhirnya saya sadar bahwa kita manusia hidup dalam kegelapan. Hal ini adalah karena dosa. Tidak ada manusia yang mampu lepas dari kegelapan ini dengan usahanya sendiri.
Karena itu Isa Al-Masih datang sebagai penjelmaan cahaya Allah yang dirujuk dalam Al-Quran dalam bentuk manusia. Kebenaran ini rupanya tertulis sangat jelas dalam Kitab Injil.
“Kalam [Kalimatullah, Isa Al-Masih] telah ada dari mulanya. Kalam itu bersama Allah, dan Kalam itu adalah Allah . . . Hidup itu ada di dalam Dia, dan hidup itu adalah terang manusia . . . Kalam itu telah menjadi manusia, lalu tinggal di antara kita . . . penuh dengan anugerah dan kebenaran” (Injil, Yahya 1:1,4,14)
Isa menghilangkan semua dosa dan kegelapan manusia, yaitu saat ia tersalib sebagai tanda pelunasan hutang dosa manusia.
Dengan mengimani dan menjadi pengikut Isa kita bisa mendapatkan cahaya Allah. Kita bisa mendapatkan ampunan-Nya dari semua dosa kita.
Selanjutnya ajaran Isa juga berisikan cahaya Allah yang menjadi panduan bagi kehidupan kita. Sehingga melalui Isa kita mendapat perwujudan cahaya Allah yang dirujuk dalam Al-Quran itu untuk kehidupan dan jaminan surga di akhirat.
Jadi, Isa Al-Masih adalah penjelmaan cahaya Allah bagi keselamatan manusia.
Mendapatkan Cahaya Allah bagi Manusia

Namun saat mengimani Isa dan membaca Injil, hati saya menjadi tenang. Saya mendapatkan terang yang menyatakan Allah yang Maha Kasih. Sehingga Ia mengingini semua orang selamat. Allah tidak akan menyesatkan manusia.
Panduan cahaya Allah adalah melalui Isa Al-Masih. “Sebab sudah kulihat sendiri keselamatan yang berasal dari-Mu . . . terang [Isa Al-Masih] yang menyatakan kebenaran kepada bangsa-bangsa . . .” (Injil, Lukas 2:30,32).
Maukah Anda mendapatkan cahaya Allah bagi manusia dan kepastian selamat? Mari mengimani Isa dan mengikuti-Nya dengan mengamalkan Kitab Injil.
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel “Cahaya Allah Dalam Al-Quran Yang Menerangi Kehidupan”. Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:
- Manifestasi dari Allah: Petunjuk dan Cahaya Bagi Mukmin
- Bismillah – Idiom Untuk “Berjalan Dalam Cahaya Yang Maha Esa”
- Isa Al-Masih Adalah Terang Dan Cahaya Dari Allah?
Video:
Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Bagaimana pendapat Saudara bahwa ada manusia yang mungkin mendapatkan cahaya Allah dalam Al-Quran namun ada yang akan disesatkan-Nya?
- Bagaimana pendapat Saudara bahwa kitab Injil berisi petunjuk dan cahaya? Pernahkah Saudara membacanya?
- Bagaimana pendapat Saudara bahwa Isa Al-Masih adalah perwujudan cahaya Allah yang dirujuk dalam Al-Quran itu bagi manusia?
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, maaf bila terpaksa kami hapus.
Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. atau SMS ke: 0812-9530-4930


PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR
Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .