“Wajar jika umat tersinggung, jika ada yang menghina nabi. Karena umat Islam sangat meninggikan nabi-nabinya,” kata seorang pemuka agama.

Jika ada seorang yang kita hormati dikabarkan meninggal, padahal ia masih hidup, tentu akan membuat orang marah. Karena itu adalah berita bohong.
Namun, benarkah Nabi Isa tidak mati disalib? Mengapa bahkan beberapa ulama terkemuka meyakini Nabi Isa memang mengalami kematian?
Mari kita dalami hal ini. Agar kita mendapat kebenaran dan keimanan kita menjadi teguh.
Berbagai Pandangan Ulama
Ada banyak ulama mengatakan bahwa Nabi Isa tidak mati disalib. Hal ini diyakini sebagai kebenaran yang nyata.
Keyakinan ini berdasar dari Al-Quran, Surat An–Nisa ayat 156-158. Ayat itu mengatakan bahwa Nabi Isa tidak mati disalib melainkan orang yang diserupakan dengan-Nya.
Sehingga yang terjadi adalah Allah menyelamatkan Nabi Isa. Yaitu dengan mengangkat-Nya ke sisi Allah. Sehingga banyak sekali umat Islam meyakini hal ini. Termasuk juga umat Islam di Indonesia.
Namun menariknya ada pandangan ulama yang berbeda. Contohnya ulama Arab terkemuka seperti Muhammad Asad dan Rahman Sa’di membenarkan Nabi Isa telah mengalami kematian.

“Tidak terdapat alasan (autoritas) yang berdasarkan Al-Quran ataupun Sunah yang membenarkan kepercayaan bahwa Isa telah diangkat ke surga dengan jasadnya . . .” (Al-Fatwa, diterbitkan oleh Al-Idara al-Amalil- saqafat al-islamiyyah bil-Azhar, ms 52-58). Hal ini mengindikasikan Nabi Isa perlu mengalami kebangkitan setelah kematian-Nya.
Mengapakah ada berbagi ulama yang memiliki keyakinan berbeda? Mari kita lihat pembahasan selanjutnya.
Dalil Kematian Nabi Isa
Rupanya ada banyak dalil dalam Al-Quran dan Hadist yang menjadi pertimbangan. Misalnya: “Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali” (Qs 19:33).
Ayat ini menyatakan bahwa Nabi Isa mengalami kematian dan kebangkitan. Juga ayat ini menyatakan ada berkat atau kesejahteraan dari Allah dalam semua kejadian ini.
Memang sebagian ahli tafsir mengatakan bisa saja kematian Nabi Isa terjadi di akhir zaman. Bukan pada peristiwa penyaliban. Namun banyak dalil lain yang menyatakan urutan waktunya.
Contohnya: “(Ingatlah), ketika Allah berfirman: ‘Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku . . .’” (Qs 3:55).
Ayat ini menyatakan bahwa Nabi Isa memang mengalami kematian terlebih dahulu. Baru setelah itu Ia akan terangkat kepada Allah.
Dalil lainnya terdapat dalam Hadist. “. . . dajjal akan muncul di tengah-tengah umatku . . . Lalu Allah membangkitkan Isa bin Maryam . . . Ia akan muncul dan membinasakan Dajjal . . .” (Musnad Ahmad 6268).
Jadi rupanya Nabi Isa memang mengalami kematian terlebih dahulu. Kemudian Allah membangkitkan Dia. Sehingga akhirnya Ia menjadi nabi terakhir manusia di akhir zaman.
Bukti Tambahan Kematian Nabi Isa
Semua dalil ini menyimpulkan Isa Al-Masih pasti mengalami kematian. Dalam hal ini, cara kematian-Nya sangat mungkin dengan penyaliban. Karena hal itu adalah cara umum yang digunakan pada zaman dahulu.
Banyak akademisi dan sejarawan meneguhkan hal ini. Mereka yakin bahwa memang Nabi Isa mati di kayu salib.
Kita bisa melihatnya dari pandangan Tacitus. Ia adalah sejarawan Romawi di tahun 56 M (setelah kematian Isa). Ia menuliskan dalam bukunya tentang penyaliban Isa Al-Masih dan penderitaan-Nya.

Atau tokoh lainnya, Lucien, yang adalah sejarawan Yunani (100 M). Ia menulis tentang kematian Isa Al-Masih: “Orang-orang Nasrani meneruskan penyembahan mereka terhadap seorang ‘manusia hebat’ yang telah disalibkan di Palestina . . .”
Jadi pandangan Nabi Isa tidak mati disalib, rupanya tidak sesuai dengan catatan sejarah. Karena banyak dalil dan bukti menyatakan sebaliknya.
Bukti Lain dalam Kitab Allah
Selanjutnya Kitab Allah, yaitu Taurat, Zabur dan Injil juga menuliskan tentang kematian Isa. Bahkan ada ramalan ratusan tahun sebelumnya mengenai hal ini.
“Tetapi, Ia [Isa Al-Masih] tertikam sebab pelanggaran-pelanggaran kita, Ia dihancurkan sebab kesalahan-kesalahan kita. Hajaran yang mendatangkan kesejahteraan bagi kita ditimpakan kepadanya . . .” (Taurat, Nabi Yesaya 53:5).
Ramalan ini menyatakan bahwa Isa Al-Masih adalah nabi yang dijanjikan sejak lama. Melalui penderitaan-Nya akan ada kesejahteraan bagi manusia.
Selanjutnya Kitab Injil juga memberikan catatan spesifik. Berisi banyak detail dan kesaksian dari saksi mata yang langsung terlibat dalam penyaliban Isa.
“Akhirnya Pilatus menyerahkan Isa kepada mereka untuk disalibkan . . . Isa berjalan menuju tempat yang bernama Tempat Tengkorak . . . Golgota. Di situlah mereka menyalibkan Dia . . . Orang yang memberi kesaksian ini adalah orang yang menyaksikannya sendiri, dan kesaksiannya benar . . .” (Injil, Yahya 19:16-18, 35).
Semua hal ini membawa kita pada kesimpulan yang tidak terbantahkan. Bahwa mustahil Nabi Isa tidak mati disalib. Ada dalil Al-Quran, Hadist, sejarah, ramalan nabi dan isi kitab Allah yang menyatakan Nabi Isa mati disalib.
Tujuan Nabi Isa Mati Disalib

Jawaban tegasnya adalah untuk keselamatan manusia! Ini adalah jalan Allah menolong manusia berdosa.
Isa Al-Masih jelas bukan manusia biasa. Isa adalah Allah yang menjelma menjadi manusia.
Isa lahir dari perawan. Ia adalah manusia suci. Ia bangkit dari antara orang mati. Isa sekarang berada bersama Allah. Ia nantinya akan datang sebagai nabi terakhir untuk umat manusia di akhir zaman.
Isa menunjukkan jalan kebenaran. Ia juga mati di kayu salib menanggung hukuman dosa manusia.
Sehingga melalui-Nya kita bisa mendapat ampunan dosa. Dan kita akan mendapat jaminan surga Allah.
“Sebab semua orang telah berdosa dan tidak dapat mencapai kemuliaan Allah. Tetapi, karena anugerah-Nya, mereka dibenarkan dengan cuma-cuma melalui penebusan di dalam Isa Al-Masih” (Injil, Surat Rum 3:23-24).
Disalibkan untuk Keselamatan Manusia
Sekarang kita bisa memahami pandangan Nabi Isa tidak mati disalib. Tapi, ada banyak bukti yang menyatakan sebaliknya.
Hal ini menjadi kekuatan kita. Karena dengan pengorbanan Isa, maka terbuka jalan untuk manusia berdosa mendapat keselamatan Allah.
Perihal kematian Isa Al-Masih sudah jelas. Namun bagaimana dengan nasib Anda di akhirat? Maukah Anda juga mendapatkan kepastian surga?
Mari mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih. Maka Anda akan mendapat keselamatan Allah.
Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca memberikan komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Bagaimana pandangan Saudara perihal fakta-fakta yang membenarkan kematian Isa Al-Masih pada artikel di atas?
- Setujukah Saudara bahwa Isa Al-Masih benar mengalami kematian sebelum Dia naik ke sorga? Jelaskanlah alasan Saudara!
- Apakah Saudara mempunyai pandangan lain tentang kematian dan kenaikan Isa Al-Masih? Tolong jelaskan!
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel “Menjawab Keraguan Islam Akan Kematian Isa Al-Masih” Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:
- Apakah Al-Quran Mengatakan Isa Al-Masih Tersalib?
- Pandangan Al-Quran Tentang Kematian Isa Al-Masih
- Apakah Isa Al-Masih Benar-Benar Disalibkan?
- Fakta Kematian Isa Al-Masih
Video:
Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”
Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel “Menjawab Keraguan Islam Akan Kematian Isa Al-Masih”, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. atau SMS ke: 0812-9530-4930


PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR
Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .