
Namun, setelah puasa Ramadhan lewat, Abdul Ghani dan semua kawan Muslim saya bersedih lagi. Mereka berbuat dosa lagi dan kurang beramal baik. Akibatnya, mereka merasa jauh lagi dengan Allah.
Bagaimana mendapatkan hikmah puasa Ramadan, yaitu mengalami ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah sehingga berbahagia di dunia ini dan di dunia-akhirat?
Hikmah Puasa Ramadhan
Menurut Islam, hikmah utama puasa Ramadhan ialah mengalami ibadah yang mendekatkan diri kita kepada Allah.
Tujuan Muslim berpuasa ialah untuk mentaati segala perintah Allah, memasrahkan diri kepada Allah, agar semakin dekat kepada-Nya.
Dr. Muhd Fajrul Falah menjelaskan bahwa puasa berbeda dari ibadah lainnya, seperti shalat, zakat, dan haji. Katanya, “. . . karena puasa adalah urusan hamba dengan sang khaliqnya . . . sangat tepat sebagai momentum mendekatkan diri kepada Allah SWT.”

Memang ketika umat beragama dapat menaati perintah Allah akan merasa dekat kepada-Nya. Dan itu bukan hanya puasa Ramadhan, melainkan semua perintah Allah.
Dengan berpuasa Ramadhan umat Islam berharap beroleh pengampunan dosa-dosanya. Mereka berharap dapat tambahan pahala untuk masuk surga.
Namun, setelah Ramadhan lewat, lalu berbuat dosa-dosa lagi, Mukmin merasa jauh dari Allah. Mereka terus merasa ketakutan akan hukuman dosa-dosanya. Mereka kuatir Allah menolak amal baiknya yang tidak sempurna/kurang.
Kita tidak mau gelisah seperti itu sepanjang hidup kita, bukan? Apakah kita mau bergantung pada puasa bulan Ramadhan yang hanya datang setahun sekali untuk meningkatkan ibadah kita dan mendekatkan diri kepada Allah?
Penghalang Ibadah Yang Mendekatkan Diri Kepada Allah
Kitab Allah menegaskan bahwa penyebab manusia jauh dari Allah ialah dosa. “. . . tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu” (Kitab Nabi Yesaya. 59:2).
Ketika berdosa melanggar perintah Allah, relasi Adam dengan Allah terputus. Allah menghukumnya dengan pengusiran. Dosa-dosa membuat kita jauh dari Allah secara rasa dan fakta.
Dosa kitalah yang membuat hati kita menjadi keras, menjauhkan diri kita dari Allah, dan membuat kita sulit merasakan makna ibadah yang sesungguhnya. Kita berusaha melakukan istighfar, puasa, dan amal. Namun tetap merasa tidak yakin akan ridho Allah atas kita.
Kita semua sama-sama berdosa sehingga tidak dapat mendekat dan mengenal Allah. Apakah dibenarkan berpuasa Ramadhan dengan tujuan agar dianggap beribadah atau sholeh, agar dapat pahala pengampunan, dsb.?
Cara Mengalami Ibadah Yang Mendekatkan Diri Kepada Allah
Kitab Allah memberitakan cara pasti untuk mendekatkan diri kepada Allah, baik dalam bulan Ramadhan dan sesudah Ramadhan. Allah pasti menerima kita untuk menikmati surga-Nya. Yaitu dengan beriman kepada Isa Al-Masih.
Cara kita mengatasi dosa yaitu dengan mengakui dosa, bertobat, dan beriman pada Isa Al-Masih. Melalui Isa Al-Masih, Allah telah memberikan ridho-Nya atas kita semua, manusia berdosa.
Firman-Nya, “Tetapi semua orang yang menerima-Nya (percaya kepada Rabb Isa Al-Masih) diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya . . .” (Injil Rasul Besar Yohanes 1:12-13).
Karena Isa Al-Masih sudah menanggung hukuman dosa umat-Nya, maka umat-Nya diangkatnya menjadi anak-anak Allah.
Ketika kita menjadi anak-anak Allah berarti sangat dekat dengan Allah, dan pasti akan masuk surga-Nya. Jaminan itu membuat kita bahagia dan bersemangat untuk menaati Dia sepanjang hidup kita.
Andapun pasti dapat dekat kepada Allah dan terjamin masuk surga-Nya jika beriman kepada Isa Al-Masih sekarang. Anda dapat bahagia di dunia dan akhirat!
[Staf Isa dan Al-Quran – Untuk masukan atau pertanyaan mengenai artikel ini, silakan mengirim email kepada Staff Isa dan Al-Quran.]
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel “Kunci Ibadah Muslim Yang Mendekatkan Diri Kepada Allah”. Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:
- Tujuan Puasa Ramadan Untuk Hati Yang Bersih
- Dapatkah Ketakwaan Dalam Islam Menjamin Masuk Sorga?
- Bagaimana Mendekatkan Diri Kepada Allah Pada Bulan Puasa?
Video:
Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Mengapa dosa-dosa kita menghalangi kita mengalami ibadah yang mendekatkan diri kita kepada Allah?
- Apakah puasa Ramadhan selalu membuat Saudara dekat dengan Allah? Berikan alasannya!
- Bagaimana Isa Al-Masih menjamin kita mendekat kepada Allah dan diterima-Nya?
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.
Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”
Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. Atau SMS/WA ke: 0812-9530-4930.


Cara Mengalami Ibadah Yang Mendekatkan Diri Kepada Allah
PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR
Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .