• Skip to main content
  • Skip to header right navigation
  • Skip to site footer
Isa Dan Al-Quran

Isa Dan Al-Quran

Dialog Agama - Isa dan Al-Quran

  • Maksud Situs Ini
    • Tentang Kami
    • 60 Ayat Tentang Isa dalam Al-Quran
    • Isa dan Al-Fatihah
  • Jalan ke Surga
    • Paspor Menuju Sorga
    • 6 Ayat Terpenting
  • Ayat Al-Quran
  • Artikel
    • Daftar Artikel
  • Kitab TZI
  • Hubungi Kami

Mungkinkah Mukmin Mencapai Tujuan Utama Puasa Ramadhan?

Isa Dan Al-Quran > Ayat-Ayat Al-Quran > Hadith > Mungkinkah Mukmin Mencapai Tujuan Utama Puasa Ramadhan?
10 April 2023 | 33 Komentar

muslim yang sholat saat puasa sebagai ilustrasi dari tujuan utama puasa ramadhan Umat Islam selalu bersukacita ketika menyambut bulan Ramadhan. Mereka mengimani bahwa tujuan utama puasa Ramadhan agar Mukmin mendapat berkah penuh dari Allah. Sehingga, salah satu cara memperoleh berkah adalah dengan berpuasa saat Ramadan.

Mukmin meyakini ada banyak tujuan dan manfaat utama puasa Ramadhan. Salah satunya adalah mendapatkan pengampunan atas dosa.

Namun, yakinkah Anda berpuasa selama satu bulan dapat benar-benar menghapus dosa? Apa tujuan utama puasa Ramadhan? Dengan membaca artikel ini, Anda akan dapat berpuasa dengan motivasi yang benar sehingga puasa Anda tidak akan menjadi sia-sia.

Muslim: Bulan Ramadhan Penuh Berkah

kalender bulan puasa ramadhanBagi umat Islam, Ramadhan adalah bulan yang istimewa. “Barangsiapa yang berpuasa Ramadan karena iman dan mengharapkan pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR. Bukhari dan Muslim). Ramadhan membuka kesempatan kepada Mukmin untuk mengumpulkan pahala sebagai tabungan di akhirat.

Selain berkat rohani, ada juga berkat jasmani. Para pakar kesehatan setuju bahwa berpuasa dapat memperbaiki sistem yang ada di dalam tubuh dan mencegah penyakit.

Tetapi, tujuan utama puasa Ramadhan melebihi semua berkat itu.

Tujuan Utama Puasa Ramadhan Menurut Islam

Al-Quran mencatat bahwa berpuasa adalah perintah Allah. Maka, setiap orang yang menjalankan ibadah puasa menjalankan perintah Allah.

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (Qs 2:183).

Menurut ayat itu, tujuan utama puasa Ramadhan adalah bertakwa. Bertakwa berarti mematuhi segala perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Islam mengajarkan bahwa dengan berpuasa, manusia dapat mengendalikan nafsu dari perbuatan yang melanggar peraturan Allah.

Maka dari itu slogan “kembali putih” sering muncul pada saat bulan Ramadhan. Slogan ingin menunjukkan harapan agar para Mukmin bebas dari dosa setelah melakukan puasa Ramadhan. Tujuannya adalah agar manusia dapat menjadi suci dan bertakwa sepenuhnya kepada Allah.

Sayangnya, tidak seorang pun mampu menjamin dirinya “selalu putih” setelah berpuasa. Karena manusia hidup dalam dunia yang berdosa. Apakah puasa cukup untuk menyucikan hati? Jadi apakah tujuan utama puasa Ramadhan itu sebenarnya?

Masalah Kesucian Hati Manusia

tangan yang dikepalSuci berarti benar-benar bersih dan tidak bernoda. Namun, setiap hari kita berdosa. Dosa, sekecil apa pun dapat mengotori hati.

Pada bulan Ramadhan, mukmin rentan terhadap dosa kesombongan karena sudah berpuasa penuh. Bergosip karena tetangga tidak berpuasa juga cukup menggoda. Bisa juga iri terhadap menu buka puasa orang lain. Atau bahkan serakah ketika mengantri takjil.

Saat berpuasa, kita menahan lapar, haus dan emosi negatif. Namun, jika sesuatu yang tidak menyenangkan terjadi, ada godaan untuk marah. Mungkin memang amarah tidak keluar dari mulut, namun tersimpan di hat

Bukankah setiap hari manusia melakukan dosa? Menjaga kesucian hati sangatlah sulit. Manusia tidak dapat mengusahakannya sendiri. Apakah tujuan utama puasa Ramadhan yang sebenarnya dapat dicapai?

Manusia Butuh Pertolongan!

Kitab Allah menegaskan bahwa, “. . . manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang . . .” (Injil, Yohanes 13:19). Karena dunia sudah penuh dengan perbuatan dosa, maka sangat sulit menghindarinya. Dosa bisa muncul melalui perkataan, pemikiran maupun tindakan.

Tidak ada seorang pun yang mampu hidup benar-benar suci meski sudah berusaha sekuat tenaganya. Maka dari itu manusia butuh bantuan dari Allah untuk menyucikan hati.

Isa Al-Masih Mampu Menyucikan Orang Berdosa

gantungan salibAllah tahu bahwa manusia tidak mampu menyucikan diri sendiri. Untuk itulah Isa Al-Masih datang ke dunia untuk membantu manusia keluar dari arus dosa. “Sebab Anak Manusia [Isa Al-Masih] datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang” (Injil, Lukas 19:10).

Isa Al-Masih menyelamatkan bukan berdasarkan banyaknya puasa maupun perbuatan baik. Ia menyelamatkan karena kasih-Nya kepada manusia. Ia mengampuni dosa setiap orang yang dengan rendah hati mengaku bahwa dirinya butuh pertolongan Allah.

Jika kita mempercayakan hidup kepada Isa, maka Ia akan membersihkan hati kita. Dengan demikian kita dapat beribadah kepada Allah dengan penuh ketakwaan. Allah pasti akan menerima ibadah seperti ini.

Perlukah Saya Berpuasa?

Iya, tentu saja perlu! Bahkan banyak nabi-nabi Allah berpuasa. Isa Al-Masih, berpuasa selama 40 hari penuh. Puasa, bukan hanya sekedar menahan nafsu duniawi. Tapi saat dimana kita lebih dekat lagi dengan Allah.

Jadi, sebagai pengikut Isa, kita tidak wajib puasa selama satu bulan penuh setiap tahun. Tapi kita dapat berpuasa kapan pun kita mau dan ingin lebih dekat dengan Allah.

Tujuan utama puasa Ramadhan dapat dicapai. Tapi bukan dari kegiatan berpuasa demi pahala itu sendiri. Oleh karena dengan usahanya semata, manusia tidak dapat mengatasi dosanya.

Datanglah pada Isa, maka Ia akan menyelamatkan Anda dari dosa. Ia mampu memuaskan hati Anda menjadi penuh ketakwaan. Anda tidak akan berpuasa dengan harapan Allah akan mengampuni dosa.  Anda akan berpuasa dengan rasa syukur karena Isa Al-Masih sudah mengampuni dosa Anda! Dengan demikian Ia menyiapkan tempat bagi Anda di surga!


Artikel Terkait

Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel “Mungkinkah Mukmin Mencapai Tujuan Utama Puasa Ramadhan?” Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:

  1. Apakah Pengertian Puasa Ramadhan Yang Benar?
  2. Bagaimana Mendekatkan Diri Kepada Allah pada Bulan Puasa?
  3. Apakah Allah Menerima Puasa Kita?
  4. 3 Kunci Berhasil Puasa Menurut Isa Al-Masih

Video:

  1. Apakah Tujuan Saya Berpuasa?

Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Apa kira-kira tujuan utama puasa Ramadhan bagi Saudara?
  2. Bagaimana pendapat Saudara bahwa ibadah manusia ada batasannya, jauh dari sempurna?
  3. Pernahkah Saudara mendengar Isa Al-Masih bisa menyucikan hati manusia? Jelaskan jawaban Saudara.

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, maaf bila terpaksa kami hapus.

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. Atau SMS/WA ke: 0812-9530-4930.

Category: HadithTag: Puasa

Bagikan Artikel Ini:

Share on Facebook Share on X (Twitter) Share on WhatsApp Share on Email Share on SMS

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .

Subscribe
Beritahulah

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
4. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Al-Quran

33 Komentar
Paling lama
Terbaru
Hamba Allah
10 May 2020 7:54 pm

~
Dear Admin,

Terimakasih atas artikel Anda yang malah membantu dalam pemahaman tentang Kasih Allah. Pertanyaan saya, jika Allah itu kasih, mengapa kemudian Dia tidak bisa mengampuni malaikat yang telah memberontak terhadap-Nya (Iblis)? Bukankah “Kasih” itu tidak terbatas?

Balas
Admin
Staff Isa dan Al-Quran
19 May 2020 8:01 pm
Balasan ke  Hamba Allah

~
Saudara Hamba Allah,

Bersyukur apabila artikel kami bermanfaat bagi saudara. Kami berharap melalui artikel tersebut bukti kasih Allah kepada saudara semakin nyata dalam kehidupan saudara dalam berkat rejeki, perlindungan dan kesehatan.

Mengenai kasih Allah itu dalamnya tidak terselami oleh manusia dan tidak dapat dirumuskan bahkan oleh defenisi kasih itu sendiri. Begitu juga dalam hubungannya dengan Iblis. Dalam hal ini bukan kasih Allah yang bermasalah atau kurang kasih terhadap Iblis tetapi Iblis itu sendiri yang bermasalah. Sebab Iblis bukannya tunduk kepada Allah tetapi ingin menjadi Allah. Sehingga Ibli tidak dapat merasakan kasih Allah yang amat besar.
~
Noni

Balas
Wahyu
19 May 2020 10:37 pm

~
“Sebab Iblis bukannya tunduk kepada Allah tetapi ingin menjadi Allah.”
Dari maan bisa berasumsi iblis ingin menjadi Allah? Adakah di Injil? Kalau ada, surat apa ayat berapa?

Balas
Admin
Staff Isa dan Al-Quran
24 May 2020 7:27 pm
Balasan ke  Wahyu

~
Saudara Wahyu,

Nabi Yesaya menulikan tentang ibli yang diebut Bintang Timur yang ingin menjadi seperti Allah.

“Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar,
Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit,
Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi!. Sebaliknya, ke dalam dunia orang mati engkau diturunkan, ke tempat yang paling dalam di liang kubur”
(Taurat, Kitab Nabi Yesaya 14:12-15).

Saat di taman Firdaus iblis menggoda Hawa untuk memakan buah terlarang. Iblis mengatakan pada Hawa bahwa jika Hawa memakan buah itu, ia akan menjadi seperti Allah. Seamua perkataan ibli itu menunjukan ambisinya untuk menjadi seperti Allah. Namun ibli tidak dapat mencapai ambisinya. Karena itu ia selalu berusaha menggoda manusia untuk ikut bersamanya ke dalam kerajaan maut.
~
Noni

Balas
joko.S
20 May 2020 10:41 am

~

Saudaraku Hamba Allah,

Bagaimana jawaban saudara Noni, masih samakan mbulet?
Kristen dan Pengikut Isa tidak paham iblis yang menggoda Adam/Hawa seperti dalam Al- Quran.

Kejadian 3, yang menjerumuskankan Hawa kedalam dosa adalah ular.dan Allah nya tidak tahu. Ketika Adam Hawa ngumpet Allah berjalan sambil teriak cari adam dan hawa baru tahu ya Allah nya Alkitab/TZI. Jadi itulah gambaran mereka terhadap Allahnya? Kayak Bapak dan kita main petak umpet waktu kecil.

Anda belum baca ya Alkitab dan Al-Quran Baru yaitu TZI petunjuk jalan keselamatan kalau mau pulang ke sorga ketemu Bapa.
Wallahu A’lam.

Balas
Admin
Staff Isa dan Al-Quran
26 May 2020 12:11 pm
Balasan ke  joko.S

~
Saudara Joko, S.

Benarkah Allah tidak tahu saat Adam dan Hawa jatuh dalam dosa? Tentu saja Allah tahu. Nmaun Allah menciptakan Adam bukan seperti menciptakan robot yang bia diatur seuka hati. Allah memberikan kehendak bebas bagi Adam untuk memilih. Dan Adam memilih untuk tidak taat.

Saudaraku, apakah audara yakin bahwa puasa yang saudara lakukan dapat menjamun saudara untuk masuk surga-Nya dan membersihkan hati saudara dari dosa?
~
Noni

Balas
Gandhi Waluyan
21 May 2020 4:50 pm

~
Surat Ibrani yang menjadi dasar keimanan Kristen tentang kesucian hati, ternyata hanya sepucuk surat dari Saulus. Bukan perkataan Yesus. Yesus sendiri tidak pernah mengatakan itu. Ini adalah bentuk penyesatan.

Balas
Admin
Staff Isa dan Al-Quran
26 May 2020 4:48 pm
Balasan ke  Gandhi Waluyan

~
Saudara Gandhi Waluyan,

Dimanakah penyesatannya jika Kitab Ibrani ditulis oleh Rasul Allah, Paulus? Apakah dikatakan penyesatan juga jika Al-Quran ditulis oleh Rasullullah Muhammad?Tentu tidak, bukan?

Alkitab adalah Firman Allah yang ditulis oleh berbagai macam orang dari latar belakang yang berbeda. Namun keajaibannya, sekalipun ditulis oleh beberapa orang, namun isinya angat sitematis dan kronologis.

~
Noni

Balas
Veri Danial
6 June 2020 10:52 pm

~
Sebelumnya terimakasih atas artikel saudara yang menarik. Saya akan sedikit berkomentar, jika saudara admin mengizinkan. Saya orang yang lahir sebagai Muslim, jujur saya berpuasa bukan karena mengharap pahala, atau mengharap masuk surga, melainkan karena memang itu yang saya lakukan sejak kecil. Sehingga secara bawah sadar menjadi sesuatu yang alamiah bagi saya.

Walau begitu saya tidak pernah bolong sekalipun dalam berpuasa ramadhan sejak SD hingga sekarang. Terlebih lagi saya tidak pernah merasa dirugikan. Intinya saya berpuasa karena sudah tertancap perasaan suka, dan sepertinya akan menjadi tekanan batin bagi saya jika harus batal puasa walau sakit sekalipun.

Balas
Admin
Staff Isa dan Al-Quran
11 June 2020 3:59 pm
Balasan ke  Veri Danial

~
Saudara Veri Danial,

Terimakasih atas respon positif saudara. Penjelasan saudara cukup menarik, karena itu jangan ragu untuk menuliskan komentar dalam situs ini. Kami berterimakasih atas kesediaan saudara membaca artikel dan memberikan tanggapan. Silakan memberikan komentar lagi, juga pada artikel kami lainnya.

Pengalaman saudara merupakan pengalaman umum yang juga dialami oleh setiap manusia. Berawal dari ketaatan melakukan puasa, kemudian menjadi habit atau kebiasaan. Lama kelamaan menjadi sebuah kebutuhan. Karena itu kebutuhan tersebut akan terpuaskan setelah mentaati puasa. Seiring dengan kematangan jiwa seseorang, ia akan melakukan penilaian tentang makna dan tujuan berpuasa. Menurut saudara apa hakikat dari berpuasa? Adakah harapan akan sesuatu yang lebih tinggi daripada sekedar kebiasaan beragama?
~
Noni

Balas
Jesus Park
16 June 2020 2:00 am

~
Wahyu,

Bukti sudah ditunjukan iblis ingin menjadi allah, karena gagal maka ia bertujuan lain, ingin menyesatkan semua manusia agar menjadi pendampingnya. Bagaimana allah Islam? Benar, ia juga menyesatkan semua manusia, sehingga manusia akan menjadi pendamping allah Islam, seperti Qs 19:71.

Joko,

Tuhan sudah tahu Adam dan Hawa sudah jatuh dalam dosa, sehingga Ia mendatangi mereka. Tapi Ia tidak mencari mereka, karena Ia sudah tahu dimana mereka. Seperti yang aku katakan pada saudara Wahyu, apakah iblis adalah allah Islam sendiri? Mengapa ia menyesatkan manusia?

Gandhi,

Sudah dibahas di link lain bahwa Paulus utusan Yesus menurut Al-Quran. Waktunya saudara jelaskan puasa menurut golongan saudara?

Balas
Admin
Staff Isa dan Al-Quran
27 June 2020 11:38 am
Balasan ke  Jesus Park

~
Saudara Jesus Park,

Tujuan puasa bagi umat Mulim adalah untuk membersihkan hati yang penuh dosa dan mengharapkan mendapatkan pahala agar dapat masuk surga-Nya. Namun apakah dengan puasa di bulan Ramadan dapat membersihkan hati yang penuh dosa?

Sebab hanya Isa Al-Masih yang berkuasa membersihkan dan melunasi doa manusia.
~
Noni

Balas
Zulkifli
7 July 2020 6:03 pm

~
Yesus tidak dapat melunasi membersihkan hati semua manusia. Mengapa ? Karena dia nabi yang rasis. Dia diutus untuk kaum Israel saja. Itu pengakuan dari mulutnya sendiri. Kami tidak percaya dari mulut siapapun yang mengganti ucapan Yesus itu. Apakah kamu sudah keluar dari ajaran Yesus?

Kalau kamu mengikuti Yesus maka kamu harus melakukan hukum Taurat melebihi kelakuan ahli Taurat dan orang Farisi agar masuk sorga. Ini ucapan dari Yesus. Tapi umat Kristen hanya mengikuti ajaran Paulus. Hebat ya Paulus bisa mengalahkan ajaran Yesus bagi dunia Kristen. Puasa kami tidak diatur Paulus. Puasa kami diatur oleh Allah, Tuhan semesta alam. Perjanjian Lama juga mewajibkan puasa. Ini ajaran para nabi.

Balas
Admin
Staff Isa dan Al-Quran
13 July 2020 1:17 pm
Balasan ke  Zulkifli

~
Saudara Zulkifli,

Kami berterimakasih atas komentar saudara. Baik sekali maksud saudara yang mengingatkan kita untuk berpegang penuh pada ajaran Isa Al-Masih. Tetapi manusia cendrung terjebak dengan ritual lahiriah. Padahal Isa Al-Masih sungguh menekankan kebenaran batiniah. Misalnya orang-orang Farisi, mereka kerap kali dikecam oleh Isa Al-Masih oleh kemunafikan mereka. Isa Al-Masih mengajarkan agar kita memprioritaskan kebenaran batiniah dibandingkan lahiriah.

Apakah saudara bisa memahami perbedaan ibadah lahiriah dan kebenaran batiniah?
~
Noni

Balas
Zulkifli
12 July 2020 5:44 am

~
Bagi kami Muslim berpuasa itu adalah kewajiban. Dalam Perjanjian Lama pun puasa adalah kewajiban. Yesus tidak pernah menghapus puasa yang bagian Hukum Taurat. Kau tidak pernah melakukan ajaran Yesus. Kau umat Paulus. Kau tidak layak mengaku umat Yesus sementara kau menentang Yesus. Kau berputar-putar menyebut Isa menebus dan membersihkan dosa. Padahal tidak satu ayat pun dalam Injil Isa mengatakan dia penebus dosa. Jangan kau tambahi lisan dan ajaran Isa. Kau melebihi Isa. Hebat kau saudari Noni.

Ajaran rasis sekali lagi ajaran rasis Isa itu tidak menyelamatkanmu. Kau bukan kaum Israel. Jangan sesatkan kami Muslim. Jalan ke sorgamu kontroversial, ajaran Isa berbeda 90 derajat dengan ajaran Paulus.

Balas
Admin
Staff Isa dan Al-Quran
17 July 2020 4:14 pm
Balasan ke  Zulkifli

~
Saudara Zulkifli,

Kami senang berdiskusi dengan saudara. Setiap tanggapan saudara adalah peluang bagi kami menjelaskan kebenaran. Bukan untuk menyesatkan, tetapi kami memberitakan kabar baik bagi saudara. Mengenai penebusan dosa oleh Isa Al-Masih telah dinubuatkan para nabi. Itu sebabnya nenek moyang kita menyembelih hewan korban untuk mengingat janji Allah tersebut. Dan penyembelihan hewan kurban itu digenapi sempurna oleh korban Isa Al-Masih.

Isa Al-Masih berkata: “Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa. Akan tetapi Aku berkata kepadamu: mulai dari sekarang Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur ini sampai pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, bersama-sama dengan kamu dalam Kerajaan Bapa-Ku” (Injil, Rasul Besar Matius 26:29).
~
Noni

Balas
Zulkifli
19 July 2020 3:21 pm

~
Apakah Injil Matius ditulis oleh Matius? Apakah Injil itu Wahyu langsung dari Allah, sedang Matius hanya menulis saja? Mengapa Injil Matius mayoritas ayatnya bukan ucapan mulut Yesus? Kapan Matius menulis Injilnya? Lalu Matius berani menyebut bahwa ada firman yang disampaikan para nabi akan kehadiran Yesus yang disebut: Orang Nazaret.

Saudari Noni, Kitab-kitab nabi mana saja yang menulis kata ‘Nazaret’ itu? Apakah nama Nazaret pernah ada dalam kitab para nabi tetapi dihapus? Siapa yang menghapusnya? Apakah Matius mencatut nama Nazaret tanpa bisikan Roh Kudus? Atau yang penting imani saja, begitu? Injil Matius vs Injil yang lain terdapat banyak pertentangan ayat-ayatnya. Saudari Noni tahu itu.

Balas
Admin
Staff Isa dan Al-Quran
26 July 2020 7:55 pm
Balasan ke  Zulkifli

~
Saudara Zulkifli,

Sebagaimana artikel di atas menjelaskan tentang hati yang bersih, demikianlah ketika manusia membaca Kitab Suci, bacalah dengan sikap hati yang benar. Sikap hati yang benar adalah sikap terbuka dan memohon pimpinan oleh Allah untuk dapat memahami dan mentaatinya. Kami mengimani Injil sebab Injil adalah Firman Allah yang hidup. Tidak ada pertentangan didalamnya. Dan tidak ada sesuatu yang dihapus untuk ditutupi kebenarannya. Silakan saudara pun membaca Injil.
~
Noni

Balas
Jesus Park
21 July 2020 8:52 pm

~
Zulkifli,

Isa rasis itu menurut saudara saja, sedangkan menurut allah Islam tidak. Saudara sering menentang ajaran allah Islam. Tidak ada mukjizat di Al-Quran, tapi saudara memaksa mukjizat angka 19. Jadi Isa sudah mengajarkan kasih, tidak mungkin ajaran kasih hanya berlaku untuk bangsa Yahudi, bukan? Saudara sudah menyesatkan Muslim yang taat Al-Quran.

Apakah saudara mengikuti ajaran puasa dari allah Islam? Saudara menyesatkan lagi, karena allah Islamlah yang mengikuti ajaran puasa Al-Quraisy, Diriwayatkan Aisyah: “Quraisy pada zaman jahiliyah biasa berpuasa pada hari asyura, maka Rasulullah memerintahkan (muslim) untuk melaksanakannya pula hingga datang kewajiban shaum Ramadhan”. (HR. Bukhari, 1893)

Balas
Oji
28 April 2021 11:00 pm

~
Sebelum ada mendakwah sebaiknya ada pelajari dulu cara penafsiran ayat yang benar . Kalau anda cuma membaca terjemahan ayat Al-Quran dan penafsiran yang salah, anda jadi gagal faham. Dari sekian banyak komentar saya lihat anda tidak menyelesaikan hanya menambah soal-soal yang baru.

Bagi kami umat Muslim diterimanya puasa atau tidaknya puasa kami biar lah Allah yang menentukan Bagi kami semua hanya lah milik Allah dan kami hanya mengikuti perintah-Nya. Jadi saudara tidak perlu menakar keimanan kami.

Balas
Admin
Staff Isa dan Al-Quran
3 May 2021 1:24 pm
Balasan ke  Oji

~
Saudara Oji,

Terimakasih atas masukan yang saudara berikan. Tentu kami perlu lebih banyak mempelajari tentang Islam dan Al-Quran. Karena itu kami sangat senang untuk berdiskusi dengan saudara-saudara Muslim.

Umat Muslim tentu memiliki tujuan mengapa berpuasa. Tentunya umat Muslim menghendaki agar puasanya dan amal ibadahnya diterima oleh Allah. Namun Allah melihat hati manusia. Allah akan menerima umat yang memang hatinya telah bersih. Apalah gunanya berpuasa jika masih memiliki hati yang kotor karena dosa.

Karena itulah Allah memberikan rahmat-nya melalui Isa Al-Masih yang telah melunasi semua hutang dosa manusia. Isa telah membersihkan hati yang kotor akibat dosa.

Apakah saudara berkenan bila Isa Al-Masih membersihkan hati saudara dan memberikan rahmat keselamatan bagi saudara? Jika berkenan kita bisa berdiskusi bersama. Si;lakan menghubungi SMS / WA 0812-9530-4930

~
Noni

Balas
edi
4 May 2021 4:43 am

~
Siapa Isa Al-Masih?

Balas
Admin
Staff Isa dan Al-Quran
5 May 2021 10:10 am
Balasan ke  edi

~
Saudara Edi,

Terimakasih untuk pertanyaan saudara. Pertanyaan yang baik sekali sebab pertanyaan itu membawa kita kepada penyelidikan tentang siapakah kita dan siapakah Allah. Kita adalah manusia yang telah berdosa. Karena itu kita pantas menerima neraka kekal.

Hal itu karena keadilan Allah. Namun Allah itu juga pengasih dan Dia tahu bahwa manusia tidak dapat melunasi aib najis dosanya. Karena itulah Dia menjadi manusia, sehingga manusia dapat mengenal Allah yang benar. Isa Al-Masih berkata: “Aku dan Bapa (Allah) adalah satu” (Inji, Rasul Besar Yohanes 10:30). Apakah saudara mau menerima keselamatan yang diberikan oleh Isa Al-Masih? Baca juga artikel kami di https://tinyurl.com/ycpef5r2
~
Noni

Balas
Alan (Hamba Allah)
5 May 2021 11:28 am

~
Siapa Isa Al-Masih? Dan siapa Yesus Kristus? Apakah mereka 2 orang yang berbeda?
Jangan kau mencampuradukkan agama Islam & agama lain (termasuk Kristen & Katolik)

Lakum Dinukum Waliyyadim
“Bagimu Agamamu Bagiku Agamaku”
Bagi kami Muslim Al-Quran Dan Injil adalah Kitab yang berbeda

Dalam Al-Quran Isa adalah Nabi/Rasul. Sedangkan di Injil Isa adalah Tuhan. Dikarenakan Injil Sekarang Berbeda Dg Injil Dahulu Di Zaman Nabi Isa
Injil Sekarang Injil yang ditulis oleh 4 orang yang berbeda yaitu :
1. Matius
2. Markus
3. Lukas
4. Yohanes

Jangan kau menyesatkan kami umat Islam denga pernyataanmu di atas
Kau ini lebih banyak menerangkan dengan sisi Kristen bukan Islam
Website ini menyesatkan bagi Muslim.

Balas
Admin
Staff Isa dan Al-Quran
10 May 2021 3:57 pm
Balasan ke  Alan (Hamba Allah)

~
Saudara Alan,

Ada perbedaan antara Isa Al-masih dalam Al-Quran dan Yesus Kristus dalam Kitab Taurat dan Injil. Dalam Al-Quran Isa hanya nabi biasa. Namun dalam Kitab Injil dikatakan dengan jelas Yesus tidak diciptakan. Ia adalah Firman Allah yang menjadi manusia (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1,14) dan kedatangan isa telah diramalkan oleh para nabi ribuan tahun sebelumnya. Hal ini tertuli dalam Kitab Taurat.

Tetapi jika umat Muslim mengkaji lagi Al-Quran, Isa memiliki kedudukan lebih dari sekedar nabi. Sebab Isa dikatakan terkemuka di dunia dan akhirat (Qs 3:45). Bukankah hanya Allah saja yang memiliki kuasa sebagai yang terkemuka di akhirat?

Jika saudara ingin lebih mengenal siapa Isa Al-Masih/Yesus Kristus, silakan menghubungi SMS/ WA 0812-9530-4930 kita dapat berdiskusi bersama.
~
Noni

Balas
Yawa Tel
5 May 2021 10:46 pm

~
Matius 4:2 (TB) “Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus”.

Sejak zaman Alkitab PL puasa menjadi kewajiban, “agar berpuasa yang (Allah) Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk,
(Yesaya 58:6).

Jadi mengapa Yesus harus berpuasa yaitu untukmenggenapi sebuah tradisi orang Israel. Ia ingin menunjukkan bahwa Ia seorang manusia yang lahiriah. Puasa yang dilakukan bukan tanggung 40 hari tapi makan dan minum, dan puasa yang Ia lakukan tercatat hanya sekali, tidak berulang-ulang. Hal ini menunjukkan bahwa Ia Allah yang menjelma sebagai manusia.

Balas
Admin
Staff Isa dan Al-Quran
10 May 2021 4:05 pm
Balasan ke  Yawa Tel

~
Saudara Yawa Tel,

Benar sekali bahwa Yesus berpuasa sebagai bagian dari tradisi Yahudi dan bukan hanya karena tradisi tetapi Yesus berpuasa untuk menunjukan siapa diri-Nya.

Sebab saat iblis menggoda Yesus saat ia berpuasa, iblis tidak tahu siapa Yesus bahwa Yesus adalah Allah. Sebab iblis sangat terbatas untuk bisa melihat Allah dalam kedudukan-Nya sebagai manusia . Dan iblis tidak berhasil menggoda Yesus.
~
Noni

Balas
Gandhi Waluyan
4 April 2022 9:33 pm

~
Saran saya admin jangan membahas puasa deh. Maluuu. ajaran Paulus gak ada puasa kan? Yesus saja puasa, kalian ko gak puasa? Puasa itu riil ibadah pribadi langsung denang Allah. Bisa saja Muslim pura-pura puasa dihadapan manusia. Tapi dihadapan Allah tak bisa berpura-pura.

Dengan puasa yang jelas perintah dan tujuannya Muslim mendapat nilai melaksanakan perintah Allah dan Allah yang akan menganjarnya. Ajaran yesus berpuasa saja tidak kalian laksanakan, bagaimana mau punya hati yang bersih?

Balas
Admin
Staff Isa dan Al-Quran
6 May 2022 9:56 am
Balasan ke  Gandhi Waluyan

~
Saudara Gandhi,

Menarik sekali membahas topik tentang berpuasa. Umat Muslim menjalankan puasa secara bersamaan dalam bulan tertentu sehingga diketahui banyak orang. Namun pengikut Isa, umat Nasrani juga menjalankan puasa. Namun umat Nasrani saat bepuasa tidak diketaui orang lain

“Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.  Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu,supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”  (Injil, Rasul Besar Matius 6:16-18). Dan Paulus mengajarkan dan meneruskan apa yang Isa ajarkan.

Puasa sangat baik dilakukan, namun apakah dengan berpuasa manusia sanggup membersikan hatinya dari dosa? Ternyata tidak. Sebab hanya Allah yang sanggup membersihkan dosa manusia. Llau bagaimana cara saudara Gandhi membersihkan hati saudaran yang berdosa?
~
Noni

Balas
Mikiy
17 April 2022 10:33 pm

~
Kafir Islam nggak kenal Kristus. Kamu Kafir kok membahas Islam. Kalau kamu sudah hafizh Al-Quran dan hadist baru dialog . Kalau cuma modal copas google kamu pengikut jin, setan dajjal. Teruskan menjadi kafir

Balas
Admin
Staff Isa dan Al-Quran
18 May 2022 1:17 pm
Balasan ke  Mikiy

~
Saudara Mikiy,

Terimakasih tanggapannya. Setahu kami, yang dikatakan kafir adalah mereka yang tidak mengakui Allah Sang Pencipta dan menolak keberadaan-Nya serta Firman-Nya.. Namun kami tidak tersinggung saudara katakan kafir, sebab kami tidak merasa sebagai orang kafir.
Apakah ada aturan dalam Al-Quran bahwa umat di luar Islam tidak boleh belajar tentang Islam?Kmai memang bukan ahli atau hafiz, tapi kami sangat senang mempelajari Al-Quran. Jika saudara berkenan menjadi teman diskusi kami sangat senang.
~
Noni

Balas
Ahmadfadillah
23 March 2024 6:08 am

~
Percaya dirilah kalian para oten dengan agama kalian. Jangan obok-obok dan jangan berkamuflase dibalik agama kami (Islam).

Balas
Admin
Staff Isa dan Al-Quran
31 March 2024 11:52 pm
Balasan ke  Ahmadfadillah

~
Saudara Ahmad,

Kami menghargai apa yang saudara katakan. Maaf sebelumya tidak ada kamuflase dibalik agama siapapun. Kami senang jika saudara bisa melihat dengan jeli dan teliti apa yang kami paparkan dalam artikel kami. Dalam tulisan ini, apa yang kami paparkan tidak ada satu unsur menjelekan ajaran dan apa yang tertulis hal itu adalah fakta dan realaita yang ada, bukan?

Ijinkan kami bertanya, apa tujuan saudara melakukan puasa? Ada banyak orang melakukan kegiatan puasa tetapi kurang memahami esensi yang sesungguhnya.
~
Salma

Balas

Sidebar

Artikel Terbaru

  • Bolehkah Merayakan Maulid Nabi? Dalil & Maknanya Bagi Mukmin
  • Taurat Injil Diubah? Cendekiawan Islam Berkata Lain!
  • Isa Hanya Seorang Nabi? Pandangan Islam Dan Nasrani
  • Awal Mula Qurban Menyatakan Ridha Allah? Ini Faktanya
  • Nabi Isa Disalib Atau Tidak? Ini Fakta Sejarahnya

Artikel Terpopuler Bulan Ini

  • Isa Hanya Seorang Nabi? Pandangan Islam Dan Nasrani
  • Taurat Injil Diubah? Cendekiawan Islam Berkata Lain!
  • Bolehkah Merayakan Maulid Nabi? Dalil & Maknanya Bagi Mukmin
  • Benarkah Hanya Bahasa Arab Bahasa Al-Quran Asli?
  • Dalil Tidak Ada Yang Mustahil Bagi Allah Untuk Manusia Berdosa

Artikel Yang Terhubung

  • Sejarah Asal-Usul Puasa Ramadhan - Membawa Ampunan Dosa?
  • Sia-Sia Menambah Pahala Di Bulan Ramadhan?
  • Menghindari Pembatal Puasa Ramadan, Akankah Muslim…
  • Siapkah Mukmin Menghadap Hakim Yang Adil Dalam Islam?
  • Rahasia Kalimat Allah Membawa Ketenangan Hati Mukmin

Hubungi Kami

Apabila Anda memiliki pertanyaan / komentar, silakan menghubungi kami dengan menekan tombol di bawah ini.

Hubungi Kami

Renungan Berkala Isa dan Al-Fatihah

Apabila Anda ingin menerima renungan singkat setiap minggu, silakan menekan tombol di bawah ini

Renungan Berkala Isa dan Al-Fatihah

Social Media

Facebook
TikTok
Instagram
YouTube

Hak Cipta © 2009 – 2023 Dialog Agama Isa dan Al-Quran. | Kebijakan Privasi | Kebijakan Dalam Membahas Email | Hubungi Kami

wpDiscuz