• Skip to main content
  • Skip to header right navigation
  • Skip to site footer
Isa Dan Al-Quran

Isa Dan Al-Quran

Dialog Agama - Isa dan Al-Quran

  • Maksud Situs Ini
    • Tentang Kami
    • 60 Ayat Tentang Isa dalam Al-Quran
    • Isa dan Al-Fatihah
  • Jalan ke Surga
    • Paspor Menuju Sorga
    • 6 Ayat Terpenting
  • Ayat Al-Quran
  • Artikel
    • Daftar Artikel
  • Kitab TZI
  • Hubungi Kami

Solusi Mengatasi Hukuman Bagi Orang Yang Tidak Berpuasa

Isa Dan Al-Quran > Ayat-Ayat Al-Quran > Hadith > Solusi Mengatasi Hukuman Bagi Orang Yang Tidak Berpuasa
21 March 2022 | 8 Komentar

Apa akibatnya jika umat Islam meninggalkan puasa? Apa hukuman bagi orang yang tidak berpuasa?

Ini adalah pertanyaan dalam benak Bayu. Ia berasal dari keluarga yang sangat taat agama. Sejak kecil Bayu telah mengetahui bahwa puasa adalah wajib bagi Mukmin.

Namun setelah dewasa ada beberapa kali ia melanggar puasa. Ia tidak mampu memenuhi semua jatah puasa. Karena itu Bayu takut akan hukuman yang menimpanya.

Mari kita lihat pendalaman Bayu mengenai hukuman bagi orang yang tidak berpuasa. Kita akan mempelajari bagaimana sebenarnya inti ibadah sejati kepada Allah. Agar bisa mendapatkan kasih-Nya hingga nanti masuk surga.

Masa Kecil Bayu yang Sangat Taat Beragama, Namun Akhirnya Takut

Orang tua Bayu mendidiknya dengan keras. Ia wajib belajar agama dan mengikuti semua peraturannya. Bayu bertumbuh menjadi anak yang sangat taat kepada agama. Ia rajin beribadah, termasuk  berpuasa saat Ramadhan.

Ia melakukannya karena ingin mendapatkan pahala puasa. “Puasa adalah milik-Ku, dan Aku sendirilah yang mengganjarinya, . . . Puasa adalah perisai, . . . Dan sungguh, bau mulut orang yang berpuasa jauh lebih wangi di sisi Allah daripada bau minyak kesturi” (Hadits Bukhari 6938).

Namun Bayu melakukan semua ini dengan hati penuh kesombongan. Ia sering menghina temannya yang tidak taat agama.

Contohnya pernah saat bulan Ramadan, ada teman yang tidak puasa. Bayu memarahi dan menghinanya. Ia menyuruh temannya berpuasa dengan sikap kasar. Hal ini terbawa sampai ia dewasa.

Namun saat merantau, Bayu mendapati kondisi yang berbeda. Ia tinggal di luar lingkungan keluarga. Ia bertemu dengan teman dari berbagai latar-belakang berbeda.

Saat itu beberapa kali Bayu tidak puasa. Awalnya hanya sesekali terlewat, namun makin lama main sulit memenuhi semua tuntutan agama. Lingkungan yang berbeda telah mempengaruhi kebiasaan Bayu.

Satu saat ia menyadari kondisinya dan merasa bersalah. Bayu menjadi sangat takut akan hukuman bagi orang yang tidak berpuasa seperti dirinya.

Hukuman Bagi Orang Yang Tidak Berpuasa dalam Pandangan Agama

Bayu belajar dari artikel dan bertanya kepada guru agama. Ia ingin tahu apa saja dampak bila tidak bisa menunaikan puasa.

Pertama, ia menemukan ada Hadits yang banyak dikutip mengenai hukuman bagi orang yang tidak berpuasa.

“Tatkala saya sedang tidur, ada dua orang yang mendatangiku, . . . lalu keduanya membawaku ke sebuah gunung yang tandus. . . . saya melihat suatu kaum, yang mana mereka tergantung dengan daging urat kakinya, mulut mereka robek dan dari mulut mereka bercucuran darah. Maka aku berkata: Siapakah mereka ini? Ia berkata: Mereka adalah orang-orang yang berbuka (puasa) sebelum tiba waktunya.” (As-Silsilah Ash-Shahihah 3951, Dishahihkan oleh al-Albani dalam shahih at-Targhib no. 1005).

Hadits ini sangat menakutkan. Betapa mengerikan hukuman bagi orang yang tidak berpuasa. Ada penderitaan besar menantinya.

Selanjutnya, guru agama memberitahu bahwa tidak semua puasa diterima Allah. Bisa saja Allah tidak berkenan dengan ibadah manusia.

“Berapa banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan bagian dari puasanya melainkan lapar dan haus, dan berapa banyak orang yang shalat malam tidak mendapatkan bagian dari ibadahnya melainkan hanya bergadang” (Hadits Ahmad 8501).

Terlebih lagi sengaja melanggar puasa adalah pelanggaran berat. Allah sangat memperhitungkannya. Pelanggaran satu hari tidak bisa tergantikan dengan puasa satu tahun (Hadits Abu Daud 2045). 

Orang Tidak Berpuasa Sama dengan Kafir

Hukuman bagi orang yang tidak berpuasa memang sangat berat. Sebagian ulama bahkan menyatakan orang yang tidak puasa sama dengan orang kafir karena puasa merupakan salah satu rukun utama agama. Sehingga melanggarnya sama saja dengan meninggalkan agama.

Namun sebagian ulama lain memang tidak mengatakan setegas itu. Mereka hanya menyatakan banyak Mukmin perlu memperbaiki ibadahnya.

Mendengar semua hal ini membuat Bayu sangat cemas. Ia sadar sudah banyak pelanggarannya. ia berusaha untuk menebus (qadha) jatah puasanya namun tidak pernah merasa cukup.

Di tengah rasa bersalahnya, Bayu bercakap-cakap dengan temannya yang adalah pengikut Isa. Ia bertanya mengapa temannya tidak takut akan akhirat. Mari kita simak percakapannya.

Inti Ibadah Sejati Kepada Allah yang Melindungi Kita dari Hukuman

Kusno, teman Bayu, menjelaskan pandangannya. Menurut Kusno ibadah yang terutama adalah Allah melihat hati, bukan sekadar perbuatan manusia.

Ada satu kisah menarik dalam Kitab Suci Injil:

“Yesus [Isa Al-Masih] menceritakan juga perumpamaan ini: Adalah dua orang yang pergi ke Rumah Tuhan untuk berdoa. Yang satu orang Farisi [pemimpin agama], yang lainnya seorang berdosa.  

Orang Farisi berdoa: Ya Allah, saya bersyukur bukan orang berdosa. saya rajin berpuasa, saya memberi sedekah, berbeda dari orang lain.

 Orang berdosa berdiri jauh-jauh. Ia dengan takut berdoa: ‘Ya Allah, kasihanilah saya, orang berdosa ini! 

Yesus [Isa Al-Masih] berkata, lihatlah Allah menerima ibadah orang berdosa itu, bukan orang Farisi. Sebab setiap orang yang meninggikan dirinya akan direndahkan. Dan setiap orang yang merendahkan dirinya akan ditinggikan” (Injil, Rasul Lukas 18:9-14 BIS, parafrasa).

Kisah ini sangat mengagetkan bagi Bayu. Ia sadar akan keadaannya dahulu. Betapa ia pernah menjadi sangat sombong dengan ibadahnya. Ia merasa seperti orang Farisi yang puasanya ditolak Allah.

Beribadah untuk Allah, Bukan Untuk Dipuji Orang Lain

Bayu ingin menggali lebih dalam. ia bertanya, jika demikian apakah pengikut Isa juga melakukan puasa? Jika iya, bagaimana kalian melakukannya?

Kusno menjawab ya, pengikut Isa juga berpuasa. Namun memang seringkali orang lain tidak tahu saat kami berpuasa.

“Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu [Allah] yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu [Allah] yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu” (Injil, Rasul Besar Matius 6:16-18).

Isa mengajarkan seperti ini karena inti ibadah adalah sikap hati pribadi kepada Allah. Bukan untuk terlihat orang lain. Agar tidak salah motivasi untuk mendapat perhatian dan pujian dari sesama.

Sikap hati yang mensyukuri kasih Allah. Karena Allah yang memberikan jalan agar manusia berdosa selamat.

Bayu menjadi penasaran seperti apa kasih Allah untuk keselamatan manusia. Apakah ada hukuman bagi orang-orang pengikut Isa yang tidak berpuasa? Kusno melanjutkan penjelasannya.

Kasih Allah Melepaskan Manusia dari Ketakutan akan Hukuman Dosa

Memang semua manusia berdosa dan layak mendapat hukuman. Tidak ada yang dapat berpuasa dengan sempurna. Namun Allah yang penuh kasih mau menolong manusia.

Allah melakukannya melalui Isa Al-Masih. Ia adalah Kalimatullah, yang menjadi manusia untuk menyatakan kasih Allah.

Jika kita mengimani dan menjadi pengikut Isa maka Allah akan mengampuni dosa kita. Tidak ada lagi hukuman bagi orang yang tidak berpuasa menunggu kita di akhirat. Inilah pernyataan sejati kasih Alah bagi keselamatan manusia.

“Dia [Isa Al-Masih] yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah” (Injil, Surat 2 Korintus 5:21).

Karena itu ibadah pengikut Isa bukan karena rasa takut hukuman. Dalam kasih Allah tidak ada ketakutan. Pengikut Isa dapat beribadah dalam kemerdekaan dari rasa bersalah.

“Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan. Sebab ketakutan mengandung hukuman” (Injil, Surat 1 Yohanes 4:18).

Ibadah sejati berdasarkan perasaan syukur. Karena dalam kasih-Nya manusia mendapat pengampunan dosa. Juga dapat keyakinan akan jaminan selamat masuk surga.

Maukah anda menerima kasih Allah untuk manusia? Mari mengimani Isa agar mendapat kasih-Nya.

Untuk memperdalam isi artikel ini Anda dipersilakan mempertimbangkan tiga tawaran di bawah ini:

  1. Kalau Anda siap mengimani Isa Al-Masih sebagai Juruselamat dan menjadi pengikut-Nya silakan klik disini.
  2. Kalau Anda ingin menyelidiki konsep-konsep dalam artikel ini dengan lebih mendalam Anda bisa mengunduh Taurat, Zabur, Injil (TZI) dengan klik link ini.

[Staf Isa dan Islam – Untuk masukan atau pertanyaan mengenai artikel ini, silakan mengirim email kepada Staff Isa dan Islam.]


Lihat artikel ini dalam bentuk video


Artikel Terkait

Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel “Solusi Mengatasi Hukuman Bagi Orang Yang Tidak Berpuasa”. Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:

  1. Keistimewaan Bulan Puasa Ramadan: Menemukan Jalan Lurus!
  2. Banyak Peraturan Membatalkan Puasa Ramadan, Mampukah Menunaikannya?
  3. Al-Quran Dan Injil Percaya, Semua Orang Berdosa Mendapatkan Balasan!

Video:

  1. Apakah Allah Menerima Puasa Kita?

Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Menurut Saudara apakah ibadah dan kelakuan baik manusia cukup untuk membawanya ke surga? Jelaskan jawabannya!
  2. Menurut Saudara mampukah manusia menanggung hukuman karena tidak berpuasa? Mengapa ada Hadits yang sangat keras mengenai hal ini?
  3. Bagaimana pendapat Saudara mengenai Isa sebagai jalan Allah untuk menolong manusia berdosa?

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, maaf bila terpaksa kami hapus.

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel “Allah Dan Isa Al-Masih Mempunyai Kuasa Untuk Mencipta”, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. atau SMS ke: 0812-9530-4930

Category: HadithTag: Puasa

Bagikan Artikel Ini:

Share on Facebook Share on X (Twitter) Share on WhatsApp Share on Email Share on SMS

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .

Subscribe
Beritahulah

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
4. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Al-Quran

8 Komentar
Paling lama
Terbaru
Khamdi
9 April 2022 7:45 pm

~
Penyesatan berkedok.

Balas
Admin
Staff Isa dan Al-Quran
12 April 2022 9:28 pm
Balasan ke  Khamdi

~
Khamdi,

Penyesatan banyak dilakukan orang-orang beragama karena berpikir bahwa agama dapat menolong mereka. Faktanya, agama tidak dapat menolong manusia, termasuk berpuasa. Walaupun berpuasa itu baik sekali.

Artikel di atas mengungkapkan kebenaran tentang puasa yang dibandingkan dengan Isa Al-Masih. Hanya Isa Al-Masih yang dapat menolong manusia diterima Allah. Dengan demikian, artikel di atas bukan penyesatan, melainkan pengungkapan terhadap kebenaran.

Jika Khamdi merasa bahwa puasa dapat menolong agar selamat di akhirat, maka apakah bukti untuk itu? Maukah Anda mempertimbangkan keselamatan dalam Isa Al-Masih?
~
Solihin

Balas
Rvp
10 April 2022 10:08 pm

~
Menurut Saudara apakah ibadah dan kelakuan baik manusia cukup untuk membawanya ke surga? Jelaskan jawabannya!

Seseorang masuk ke dalam surga Allah dengan rahmat, bukan semata dengan amal ibadah, amal ibadah manusia hanya sedikit dibandingkan kenikmatan surga beserta isinya yang kekal, tentu amalan manusia tidak akan sebanding dengan hal itu.
Bagaimana cara meraih rahmat Allah? Dengan melakukan ketaatan, melakukan segala amal kebaikan dan ibadah dengan niat ikhlas mengharap wajah Allah.

Balas
Admin
Staff Isa dan Al-Quran
6 May 2022 9:41 am
Balasan ke  Rvp

~
Saudara RvP,

Terimakasih atas penjelasannya. Kami setuju dengan pandangan saudara bahwa amal dan ibadah tidak dapat membawa kita ke dalam surga yang mulia dan kekal itu. Namun benarkah rahmat Allah dapat saudara gapai dengan amal kebaikan dan ibadah? Artinya dengan kemampuan kekuatan sendiri untuk beramal dan berbuat baik dan beribadah manusia dapat membayar rahmat Allah? Bukankah rahmat Allah itu adalah berasal dari Allah yang sempurna, sedangkan manusia berdosa dan tidak sempurna.

Jadi tidak mungkin dengan kekayaan dan kekuatan aau kepintarannya manusia dapat menurunkan rahmat Allah. Karena itulah Isa Al-Masih turun ke dunia untuk memberikan rahmat itu, karena manusia tidak mungkin meraihnya. Apakah saudara mau mengenal Isa Al-Masih?
~
Noni

Balas
joko.Stn
17 April 2022 11:46 am

~
Saudara Solihin,
Masih muncul lagi ya. Noni, Slamet kemana?
Saudaraku isu terkahir ternyata Yesus itu Nabi Isa anak Maria dan Isa Al-Masih itu anak Maryam. Maria dan Maryam itu kembar dan keduanya punya anak tanpa bapak?

Jadi Nabi Isa dalam injil benar dan Isa Al-Masih dalam Al-Quran benar? Nabi Isa mati disalib sedang Isa Al-Masih diangkat ke langit. Yang tidak benar itu Allah nuzul jadi Yesus.
Bagaimana tanggapan para Pengikut Isa, ditunggu.
Walahu A’lam

Balas
Admin
Staff Isa dan Al-Quran
18 May 2022 12:52 pm
Balasan ke  joko.Stn

~
Saudara Joko,

Di dunia ini memang ada banyak sekali isu yang beredar. Siapapun bisa saja menyebarkan isu tetapi apakah isu tersebut adalah kebenaran? Kebenaran mutlak hanya ada dalam Firman Allah yang adalah satu-satunya sumber Kebenaran. Jadi di luar Firman Allah isu y ang beredar tidak layak dipercaya, sebab bukan kebenaran.

Jika Firman Allah menyatakan dengan jelas bahwa Isa Al-Masih adalah Allah yang menjadi manusia, mengapa saudara menolak Kebenaran itu jika memang itu adalah fakta kebenaran yang sesungguhnya?
~
Noni

Balas
Gandhi Waluyan
1 March 2024 4:53 pm

~
Maksud saudara menghindar hukuman tidak puasa itu menjadi kafir min? Betul-betul sudah seperti ular kalian min, ular yang memperdaya Adam untuk melakukan dosa.

Min kalian itu beragama yang tidak jelas, tidak jelas aturan ibadah. Tidak jelas perintah dan larangannya, maklum saja agama prematur. Yesus eksis hanya 3 tahun habis itu hilang. Apa yang bisa diharapkan dengan ajaran yang 3 tahun? Berbeda dengan Islam yang disampaikan selama 22 tahun lebih, ajarannya lengkap.

Balas
Admin
Staff Isa dan Al-Quran
14 March 2024 4:13 pm
Balasan ke  Gandhi Waluyan

~
Saudara Gandhi,

Terima kasih untuk tanggapannya. Tampaknya saudara belum membaca artikel secara keseluruhan sehingga kabur memahaminya.

Jika dilihat bagaimana Isa Al-Masih mengajarkan puasa semuanya sangat jelas. Injil, Rasul Besar Matius 6:16-18 menyatakan “Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu [Allah] yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu [Allah] yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”

Berpuasa menentukan kualitas diri sebab puasa hanya orang tersebut dan Tuhan yang mengetahuinya. Bagaimana perasaan saudara dengan ajaran puasa dari Isa Al-Masih?
~
Salma

Balas

Sidebar

Artikel Terbaru

  • Bolehkah Merayakan Maulid Nabi? Dalil & Maknanya Bagi Mukmin
  • Taurat Injil Diubah? Cendekiawan Islam Berkata Lain!
  • Isa Hanya Seorang Nabi? Pandangan Islam Dan Nasrani
  • Awal Mula Qurban Menyatakan Ridha Allah? Ini Faktanya
  • Nabi Isa Disalib Atau Tidak? Ini Fakta Sejarahnya

Artikel Terpopuler Bulan Ini

  • Isa Hanya Seorang Nabi? Pandangan Islam Dan Nasrani
  • Taurat Injil Diubah? Cendekiawan Islam Berkata Lain!
  • Bolehkah Merayakan Maulid Nabi? Dalil & Maknanya Bagi Mukmin
  • Benarkah Hanya Bahasa Arab Bahasa Al-Quran Asli?
  • Dalil Tidak Ada Yang Mustahil Bagi Allah Untuk Manusia Berdosa

Artikel Yang Terhubung

  • Bagaimana Cara Mengatasi Depresi Menurut Islam dan…
  • Seseorang Tidak Dapat Menanggung Dosa Orang Lain! Benarkah?
  • Rahasia Nama Allah Yang Tidak Ada Dalam Asma Ul-Husna
  • Apakah Allah Menghukum Orang Yahudi dan Nasrani…
  • Apakah Orang Masuk Surga Karena Rahmat Allah Atau Amal?

Hubungi Kami

Apabila Anda memiliki pertanyaan / komentar, silakan menghubungi kami dengan menekan tombol di bawah ini.

Hubungi Kami

Renungan Berkala Isa dan Al-Fatihah

Apabila Anda ingin menerima renungan singkat setiap minggu, silakan menekan tombol di bawah ini

Renungan Berkala Isa dan Al-Fatihah

Social Media

Facebook
TikTok
Instagram
YouTube

Hak Cipta © 2009 – 2023 Dialog Agama Isa dan Al-Quran. | Kebijakan Privasi | Kebijakan Dalam Membahas Email | Hubungi Kami

wpDiscuz