
Banyak sahabat Muslim bilang bahwa mereka juga percaya kepada Isa Al-Masih. “Itu bagus,” kata saya. Tapi “Sudahkah Anda mengenal Dia secara lengkap?” tanya saya kepada mereka.
Tanpa mengenal-Nya dengan lengkap, keimanan kita kepada Dia bisa salah dan malahan tidak selamat di surga-Nya. Dimanakah sumber sahih dan lengkap kisah Isa Al-Masih?
Jika Anda punya jawabannya emailkan di sini.
Al-Quran Mendorong Membaca Taurat dan Injil
Al-Quran menuliskan, “. . . Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa” (Qs 5:46).
Karena dalam Taurat dan Injil ada petunjuk, cahaya, dan pengajaran, maka sangat penting kita mempelajarinya, bukan? Sahabat-sahabat Muslim penulis – dosen agama Islam, kyai, dan orang-orang biasa – mulai membaca Isa Al-Masih dari Taurat, Zabur, dan Injil.

Kesepakatan Al-Quran dan Wahyu Allah Tentang Isa Al-Masih
- Selain Injil Surat 1 Yohanes 3:5, Al-Quran juga mengakui bahwa Isa Al-Masih suci (Qs 9:19). Kesucian inilah yang keunggulan-Nya dari manusia dan para nabi.
- Al-Quran menyaksikan bahwa Isa Al-Masih terkemuka di dunia dan di akhirat (Qs 3:45). Injil Allah telah menegaskan bahwa Dia berkuasa atas bumi dan surga (Injil Rasul Besar Matius 28:18-20)
- Al-Quran juga mengakui bahwa Isa memberitahukan soal hari kiamat (Qs 43:61). Isa memang mewahyukan soal hari kiamat. Terlebih lagi, Dia akan menghakimi manusia di akhir zaman” (Injil, Kitab Wahyu 20:11-15).
Isa Al-Masih Adalah Pusat Wahyu Allah
Tahukah Anda kalau Isa Al-Masih adalah inti kitab-kitab dalam Wahyu Allah/Alkitab? Kitab Taurat, Zabur, dan Kitab Para Nabi menubuatkan-Nya ribuan tahun sebelumnya. Kitab Injil memberitakan kedatangan-Nya ke dunia.
- Kitab Taurat, Kejadian 49:10 meramalkan Isa Al-Masih sebagai Penguasa/Raja.
- Kitab Zabur/Mazmur 2:7 meramalkan Isa Al-Masih adalah Anak Tuhan/sehakikat dengan Tuhan.
- Kitab Nabi Yesaya 9:6 menyaksikan Isa Al-Masih adalah Allah yang Perkasa. Semuanya itu tergenapi dalam Kitab Injil..

Pengakuan Isa Al-Masih Tentang Alkitab
Isa Al-Masih menegaskan bahwa, “. . . kitab-kitab Suci itu [Taurat, Zabur, dan Kitab Para Nabi] memberikan kesaksian tentang Aku [Isa Al-Masih] . . .” (Injil, Rasul Besar Yohanes 5:39).
Rasul Yohanes menegaskan tujuan pewahyuan Injilnya. Yaitu, “. . . supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah [Isa Al-Masih] Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya” (Injil, Rasul Besar Yohanes 20:30-31).
Jadi sumber sahih kisah Isa Al-Masih adalah Wahyu Allah/Alkitab. Kisah Isa Al-Masih lengkap dapat dibaca dalamnya. Maka pelajarilah Wahyu-Nya itu agar Anda mengenal Isa Al-Masih dengan benar dan karunia hidup kekal-Nya.
Emailkan di sini pendapat Anda akan Isa Al-Masih dalam Wahyu Allah.
[Staf IDI – Untuk masukan atau pertanyaan mengenai artikel ini, silakan mengirim email kepada Staff Isa dan Islam.]
Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Mengapa mengenal Isa Al-Masih secara lengkap sangat penting?
- Setujukah Saudara Wahyu Allah satu-satunya sumber sahih tentang kisah Isa Al-Masih? Jelaskan alasannya!
- Bagaimanakah sikap kita seharusnya terhadap Alkitab/Wahyu Allah itu?
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel di atas. Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:
- Mengapa Orang Kristen Mengutamakan Isa Al-Masih?
- Mengapa Orang Kristen Memilih Alkitab, Bukan Al-Quran?
- Lima Ayat Utama Mendorong Para Mukmin Membaca Kitab Allah
- Seham, Wanita Muslim Timur Tengah Menerima Isa Al-Masih?
Video:
Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”
Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.


PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR
Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .