• Skip to main content
  • Skip to header right navigation
  • Skip to site footer
Isa Dan Al-Quran

Isa Dan Al-Quran

Dialog Agama - Isa dan Al-Quran

  • Maksud Situs Ini
    • Tentang Kami
    • 60 Ayat Tentang Isa dalam Al-Quran
    • Isa dan Al-Fatihah
  • Jalan ke Surga
    • Paspor Menuju Sorga
    • 6 Ayat Terpenting
  • Ayat Al-Quran
  • Artikel
    • Daftar Artikel
  • Kitab TZI
  • Hubungi Kami

Isa Al-Masih Pemberi Keselamatan Bagi Umat Islam dan Nasrani 

Isa Dan Al-Quran > Artikel-Artikel > Kesaksian > Ketenangan Hati > Isa Al-Masih Pemberi Keselamatan Bagi Umat Islam dan Nasrani 
10 January 2022 | 220 Komentar

Hati: Simbol nabi Isa pembawa damaiKita semua pasti ingin hidup damai di dunia terlebih di akhirat. Anda juga pasti ingin mendapatkan keselamatan, baik di dunia, terlebih di akhirat. Ya, itu semua keinginan umat beragama. 

Dibawah ini kisah seorang Muslim yang mempelajari Al-Quran dan Injil. Dia menemukan nabi Isa pemberi damai dan keselamatan. Kehidupannya berubah karena memperoleh damai dan keselamatan. Kiranya kesaksiannya dapat membantu Anda mendapatkan kedamaian tersebut.

Saya Harus Belajar Tentang Nabi Muhammad

Ketika SMA, saya belajar tentang nabi Islam dan Isa Al-Masih karena keduanya tokoh penting yang diajarkan dalam agama Islam. Seorang mullah (ulama) mengajarkan kepada saya bahwa menurut kepercayaan Islam, Muhammad adalah nabi di atas nabi-nabi lainnya.

Muslim meyakini, dia diutus ke dunia untuk menjadi rahmat bagi alam. Baik bagi umat Muslim maupun non-Muslim. “Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam” (Qs 21:107).

Tetapi, saya masih memiliki pertanyaan soal nabi saya itu. Kalau diutus untuk membawa damai, mengapa dia berperang?

Sebuah situs Islam menjelaskan peperangannya itu. “Rasulullah Saw bukan saja sebagai pembawa risalah…tetapi beliau juga…seorang pemimpin…beliau juga turut serta memimpin perang menghadapi musuh-musuh Allah yang ingin menghancurkan umat Islam.”

Ketika saya berusia enam tahun, seorang ulama mengajari saya untuk belajar dan menghafal Al-Quran dalam bahasa Arab. Saat saya melakukan kesalahan dalam membaca Al-Quran, sang ulama memukul saya dengan tongkat.

Ajaran di atas dan pengalaman itu mengubah pandangan saya terhadap agama Islam yang saya imani selama ini. Saya melihat Allah SWT sebagai penghukum yang keras. “Di manakah kedamaian itu?” tanya saya dalam hati.

Saya tidak merasakan damai sejahtera dalam agama lama saya. Apakah Anda juga merasakan demikian?

Saya Belajar tentang Isa Al-Masih Lebih Mendalam

muslim yang sujud syukur menemukan bahwa isa al-masih pemberi keselamatanAwalnya saya berpikir, apakah Isa Al-Masih mengajarkan perang seperti Nabi Muhammad? Pertanyaan tersebut membuat saya mempelajari Isa Al-Masih. Al-Quran mengajarkan bahwa Isa adalah “anak laki-laki yang suci” (Qs.19:19).  “Iblis menyentuh setiap anak yang masuk dunia, kecuali Maryam dan Anaknya,” tulis Hadits Al-Bukhari.

Namun, ada yang berbeda dengan Isa Al-Masih. Karakter Isa saleh, penuh kasih, rendah hati, dan baik hati membuat Dia berbeda dari siapapun. Dia tidak mengajar berperang dan melakukan perang. Nabi Isa pembawa damai, ini terekam dipikiran saya setelah mempelajari ajaran-Nya. 

Saya Mencari Kedamaian Hati 

Saya mulai belajar tentang Isa Al-Masih lebih dalam dari Kitab Allah, Taurat, Zabur dan Injil. Ibu saya marah dan berkata bahwa ayah akan menghukum saya. Walau demikian, saya pergi ke kota untuk belajar lebih lagi tentang Isa Al-Masih dari para pengikut-Nya di sana.

Satu malam, saya membaca sebuah ayat dalam Injil tentang Isa Al-Masih. Isa Al-Masih berfirman,  “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku [Isa] dan minum! Barangsiapa percaya kepada-Ku [Isa], seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup” (Injil, Rasul Besar Yohanes 7:37-38).

Lalu saya tanya makna ayat itu kepada pengikut Isa Al-Masih. Dia menjelaskan bahwa Isa berjanji memberikan kedamaian hati kepada orang-orang yang percaya kepada-Nya. Kedamaian ini mereka nikmati ketika Isa mengaruniakan pengampunan dosa dan hidup kekal kepada mereka yang beriman kepada-Nya. Pendapat saya setelah mendengar penjelasan tersebut, nabi Isa pemberi keselamatan, pembawa damai bahkan Dia menjamin ampunan dosa dan jaminan hidup kekal. Saya ingin mengalami hal tersebut. 

Saya Beriman Kepada Isa Sang Pemberi Keselamatan 

wanita berdoa menerima Iisa al-masih pemberi keselamatanAkhirnya saya mengerti bahwa Isa Al-Masih adalah Juru Damai manusia dengan Allah. Caranya ialah, Dia telah mati disalib guna menanggung hukuman dosa manusia. Tujuannya untuk mengampuni dan menyelamatkan setiap orang yang beriman kepada-Nya.

Hal paling indah ketika saya beriman kepada Isa Al-Masih ialah mengetahui dengan pasti bahwa Allah telah menerima saya dan saya akan masuk surga-Nya. Isa Al-Masih juga telah memberi saya kasih sejati yang memampukan saya untuk mengasihi orang lain.

Jika Anda ingin beroleh kedamaian dan keselamatan sejati, percayalah kepada Isa Al-Masih sekarang. Maka seketika Anda akan menikmati kedamaian hidup dari Dia!

Silakan email kami jika Anda ingin mengalami perubahan luar biasa ini dan menerima jaminan keselamatan.

[Staf Isa dan Islam – Untuk informasi lebih lanjut, silakan mendaftar untuk menerima secara cuma-cuma Buletin Mingguan “Isa dan Al-Fatihah.”]


Artikel Terkait

Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel “Isa Al-Masih Pemberi Keselamatan Bagi Umat Islam dan Nasrani“ Jika Anda berminat, silahkan klik pada link-link berikut:

  1. Ketuhanan Isa Al-Masih Berdasarkan Alkitab Dan Al-Quran
  2. Bagaimana Isa Dalam Al-Baqarah, Puncak Al-Quran?
  3. Rabb Al-Alamin Dan Karunia Keselamatan Bagi Anda
  4. Ulama Islam: Bukan Isa Al-Masih Yang Disalibkan

Video:

  1. Mengapa Kelahiran Isa Malam Teristimewa Bagi Muslim Dan Nasrani?

Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Bagaimana Isa berbeda dari nabi-nabi lain? Bagaimana Isa berbeda dari Nabi Islam?
  2. Bagaimana pendapat saudara, bahwa nabi Isa pemberi keselamatan dan pembawa damai bagi dunia?  
  3. Bagaimana penulis artikel ini dapat yakin akan keselamatan dia?

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. Atau SMS/WA ke: 0812-9530-4930

Category: Kesaksian, Ketenangan HatiTag: Keunggulan Isa Al-Masih

Bagikan Artikel Ini:

Share on Facebook Share on X (Twitter) Share on WhatsApp Share on Email Share on SMS

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .

Subscribe
Beritahulah

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
3. Sebelum menuliskan jawaban, copy-lah pertanyaan yang ingin dijawab terlebih dahulu.
4. Tidak diperbolehkan menggunakan huruf besar untuk menekankan sesuatu.
5. Tidak diijinkan mencantumkan hyperlink dari situs lain.
6. Satu orang komentator hanya berhak menuliskan komentar pada satu kolom. Tidak lebih!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .

Kiranya petunjuk-petunjuk di atas dapat kita perhatikan.

Wassalam,
Staf, Isa dan Al-Quran

220 Komentar
Paling lama
Terbaru
Usil
9 October 2017 9:49 am

~
Satu malam, saya membaca Injil dan mengalami perubahan besar. Saya membaca, “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku [Isa] dan minum! Barangsiapa percaya kepada-Ku [Isa], seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup” (Injil, Yohanes 7:37-38).Respons: Sudahlah Nasrani.Ayat yang anda kutip itu adalah tulisan Yohanes,yang anda imani,bukti anda bukanlah pengikut Yesus,melainkan pengikut Yohanes,karena mengimani apa yang ditulisnya, didalam Alkitab.

Balas
staff
10 October 2017 4:57 am
Balasan ke  Usil

~
Sdr. Usil,

“Injil Yohanes” memang ditulis oleh Yohanes, salah satu murid Yesus. Tapi, bukan berarti ayat itu hasil pemikiran Yohanes sendiri, melainkan perkataan Isa Al-Masih yang ditulis oleh Yohanes dengan pertolongan Roh Kudus.

Kembali kepada topik artikel di atas, menurut Sdr. Usil mengapa Isa Al-Masih layak disebut sebagai Nabi Damai dan pemberi jaminan keselamatan?
~
Saodah

Balas
Realita
9 October 2017 9:58 am

~
Usil,
Yohanes adalah murid yang dikasihi Yesus Kristus. Kemana saja dia mengikuti dan sungguh2 mendengar menyimak setiap kalimat firman Tuhan Yesus Kristus. Dia juga murid yang hadir di depan kayu salib sampai mengantar ke kuburan. Dan dia juga saksi kebangkitan semua mujizat dan kenaikan ke Surga.

Balas
staff
10 October 2017 4:57 am
Balasan ke  Realita

~
Benar yang Sdr. Realita katakan bahwa Yohanes, selain murid yang dikasihi Yesus, juga merupakan salah satu saksi mata penyaliban Yesus. Namun demikian, tetap saja Yohanes hanya seorang murid dan pengikut Yesus. Sehingga, sangat keliru bila mengatakan orang Kristen adalah pengikut Yohanes.
~
Saodah

Balas
Hendy Gunawan
9 October 2017 10:24 am

~
To Usil
Kalu anda ngikut siapa ???, emang kalu Qur’an langsung alloh swt ya yang nulis ???, wahyunya aja ngga ada yg tahu turunya, cuma muhamad aja yg claim bahwa dia menerima wahyu. orang lain tidak ada yg tahu, juga yg nulis bukan muhamad karena muhamad males atau bodo, karena sd umur 63 tahun ngga bisa baca sama tulis, ampun deh….
Bandingkan dengan Petrus, Yohanes yg hidupnya 6 abad sebelum muhamad dan maupun nelayan dan orang kampuing, tapi bisa baca dan tulis, pinter ya…….. dan ngga males.

Balas
staff
10 October 2017 4:57 am
Balasan ke  Hendy Gunawan

~
Sangatlah keliru bila ada yang berkata sebuah Kitab Suci tidak ada campur tangan manusia. Karena bagaimanapu juga, Allah membutuhkan manusia untuk menyampaikan firman-Nya kepada umat-Nya. Misalnya, Dia membutuhkan manusia untuk menuliskan setiap perkataan-Nya.

Bila kita membaca sejarah pembentukan Alkitab maupun Al-Quran, kedua-duanya ada campur tangan manusia. Al-Quran misalnya, Alloh membutuhkan wujud sebuah roh untuk menyampaikan wahyunya kepada Muhammad. Demikian seterusnya hingga “wahyu” itu tertulis dalam sebuah buku, dibutuhkan tenaga manusia. Karena pada kenyataanya, Al-Quran bukan kitab yang jatuh dari langit dalam bentuk buku.
~
Saodah

Balas
agung
9 October 2017 4:34 pm

Jika anda tak setuju Allah penghukum yg keras, apakah apa INJIL BERDUSTA tentang kisah firaun, umat nabi nuh, hud,dll yg telah mendustakanNya?
Dr judulny, saya tangkap brarti anda mngakui Isa jg nabi (bukan tuhan), karena dia mengajarkan menyembah Allah dan bukannya pingin disembah. Ia bahkan ngajarin puasa kayak muslim?masa tuhan masih harus puasa, terus minta2 (berdoa)dll?
D injil nabi musa gak sanggup melihat tuhan, bahkan gunung sampai hancur n ia smpt pingsan. Bgmn mungkin ia seliweran d dunia bahkan lahir lewat selangkangan seorang wanita?
Yg jelas..sesuai kisah d injil..tuhan mau disembah secara esa, tidak disekutukan. kita diberi otak untuk berpikir logis, Smoga anda smua gak salah pilih tuhan n didustakan di akhirat nanti.

Balas
staff
10 October 2017 5:33 am
Balasan ke  agung

~
Sdr. Agung,

Memang, bukan hal yang mudah untuk dapat mengerti dan memahami Tuhan menjelma menjadi manusia. Karena dalam mindset manusia (umat Muslim umumnya) Tuhan itu adalah Dzat yang nun jauh di sana. Memerintah layaknya seorang Raja Besar yang dapat berbuat sesukanya terhadap umatnya. Ia juga bukan Tuhan yang dapat dijangkau umatnya. Dengan mindset ini, akhirnya umat Muslim sering berkata “tidak mungkin, mustahil” kepada kebesaran Allah.

Berbeda dengan Tuhan yang dijelaskan dalam Alkitab. Alkitab menggambarkan hubungan Tuhan dengan umat-Nya layaknya hubungan ayah dan anaknya. Ayah yang selalu mengasihi anaknya apapun kondisi anaknya. Ayah yang rela mengorbankan apapun demi keselamatan anaknya.

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal [kata kiasan untuk Isa Al-Masih], supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16).

Bila Sdr. Agung seorang anak, ayah manakah yang sdr inginkan? Ayah yang rela berkorban bagi sdr, atau ayah yang menganggap dirinya raja dan sdr sebagai budaknya?
~
Saodah

Balas
just4x2s
9 October 2017 7:32 pm

To Agung
Memang banyak orang salah paham tentang allah kresten.

Jesus itu disebut nabi saat menjelma jadi manusia memang benar, disebut guru juga benar..
Tapi ingat rohnya jesus adalah roh kudus roh allah.

Dan memang jesus memang belum mau menunjukan bahwa dia allah ketika berujud manusia
Karena jesus berkata allah adalah roh…maka manusia harus menyembah roh

jadi setelah jesus mati..tubuh jasmani manusia daging…mati…yang ada adalah tinggal roh allah.

Nah roh allah ( roh jesus) inilah allahnya orang kresten.

Kalau dia cuma manusia biasa kaya nabi lainnya..ya sejak dulu sudah berakhir ceritanya..Tapi kenyataannya sampai sekarang kuasa dari roh jesus ( roh allah) masih bekerja sampai sekarang menyertai anak anaknya.

Balas
staff
10 October 2017 5:33 am
Balasan ke  just4x2s

~
Bila kita membaca Kitab Suci Injil, terdapat begitu banyak gelar atau panggilan bagi Yesus. Bukan hanya nabi atau guru. Tapi Ia juga disebut “Anak Manusia, Gembala, Terang Dunia, Air Kehidupan,” dll. Gelar ini ditujukan bagi Yesus selaras dengan apa yang Ia kerjakan saat di dunia.

Satu hal yang terlupakan oleh teman-teman Muslim adalah natur keilahian Yesus. Mereka sulit untuk menerima bahwa Yesus adalah 100% manusia dan 100% Allah. Ketika Muslim ingin memahami keilahian Yesus, mereka selalu membenturkannya dengan sifat insani/kemanusiaan Yesus.

Andai saja mereka mau memahami sifat keilahian Yesus, maka mereka akan dapat mengerti bahwa yang mati disalib adalah Yesus dalam rupa-Nya sebagai manusia. Itulah sebabnya firman Allah berkata, “ . . . dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh” (Injil, Surat 1 Petrus 3:18).
~
Saodah

Balas
bintang sirius
10 October 2017 1:26 am

Gue mahu tanya:

Apakah tiap pribadi tuhan, allah bapa, allah anak & roh kudus, masing2 punyai:

1. kemahuan bebas untuk berbuat sesuatu,
2. miliki sifat kemahakuasaan absolut & berdiri sendiri tidak bergantung antara satu sama lain.
3. mempunyai perasaan/naluri yg berbeda.

Balas
staff
10 October 2017 5:34 am
Balasan ke  bintang sirius

~
Sdr. Bintang,

Terimakasih untuk pertanyaan sdr di atas. Namun mohon maaf, karena pertanyaan sdr keluar dari topik artikel, maka kami tidak dapat menjawabnya di sini. Tapi sdr dapat melihat jawaban kami di artikel ini: http://tinyurl.com/zdf9gxx.

Untuk selanjutnya, berilah komentar yang berhubungan dengan topik artikel yang sedang dibahas, atau setidaknya menjawab salah satu dari tiga pertanyaan yang tersedia.

Bila sdr mempunyai pertanyaan di luar topik artikel yang sedang dibahas, carilah artikel yang sesuai dengan pertanyaan sdr. Atau sdr dapat langsung mengirimkannya kepada kami lewat email di: . Terimakasih!
~
Saodah

Balas
Agur bin Yake
10 October 2017 2:11 am

Bukan Muhammad, tapi Isa Nabi Damai Dan Jalan Lurus menuju akhirat yang sejati.
Bukan Isa, tapi Muhammad nabi keras dan jalan lurus menuju akhirat persetubuhan dengan bidadari bidadari.

Balas
just4x2s
10 October 2017 2:34 am

TO : bintang sirius 2017-10-10 08:26

Gue mahu tanya:
Apakah tiap pribadi tuhan, allah bapa, allah anak & roh kudus, masing2 punyai:
1. kemahuan bebas untuk berbuat sesuatu,
2. miliki sifat kemahakuasaan absolut & berdiri sendiri tidak bergantung antara satu sama lain.
3. mempunyai perasaan/naluri yg berbeda.

Res:

Roh Allah bapa.. Roh Yesus dan roh kudus adalah satu roh…yaitu roh allah

Jadi apapun yang mereka lakukan..rasakan dan semuanya adalah satu kehendak…kehendak roh allah.

Penyebutan pribadi pribadi pada bapa jesus dan roh kudus terjadi karena keterbatasan akal manusia utk menggambarkan kemahakuasaan dan ke Esaan allah.

Balas
staff
10 October 2017 6:59 am
Balasan ke  just4x2s

~
Sdr. Just,

Terimakasih sudah menolong untuk menjelaskan pertanyaan dari Sdr. Bintang, walau sebenarnya topik yang dia tanyakan tidak berhubungan dengan artikel di atas. Untuk itu, saya menyarankan agar Sdr. Bintang membahas hal ini lebih jauh di artikel terkait.

Imam al-Ghazzali berkata bahwa Al-Quran, “Tidak diciptakan, tanpa permulaan dan berada dalam dzat Allah” (Qawa’id al-‘Aqa’id). Tapi Al-Quran bukanlah Allah. Al-Quran berbeda dari Allah. Jadi, menurut akidah Islam, Al-Quran bukanlah ciptaan, berarti ada dua yang kekal: Allah dan Al-Quran.

Begitulah misteri Allah Tritunggal. Firman Allah dan Roh Allah tidak diciptakan oleh Allah. Ketiganya kekal dan Esa dalam hakekat-Nya/Esensi-Nya.
~
Saodah

Balas
Hendy Gunawan
10 October 2017 4:09 am

~
To Bintang,

Saya analogikan walaupun tidak sempurna. Allah Tri-Tunggal kalau dianalogikan seperti matahari. Matahari itu satu, tetapi mempunyai tiga elemen utama yang berbeda: Bulatan matahari, api matahari, cahaya matahari. Ketika cahaya matahari menyinari bumi, banyak tempat merasakan cahayanya. Tetapi bukan berarti cahaya matahari sedang terpisah dari matahari, walaupun matahari berada jauh di luarangkasa.

Allah Bapa berbeda dengan Allah Anak (Firman Allah), berbeda pula dengan Roh Allah (Roh Kudus), tetapi ketiga-Nya Esa (Tunggal). Sama seperti manusia yang punya tiga elemen utama: tubuh, jiwa dan roh.

Jadi kesimpulanya adalah: Allah itu Tiga Pribadi yang Esa, apa yang mengikat ketiga-Nya adalah kasih, karena Allah adalah Kasih.

Balas
staff
10 October 2017 6:59 am
Balasan ke  Hendy Gunawan

~
Sdr. Hendy Gunawan,

Terimakasih sudah memberi penjelasan untuk pertanyaan Sdr. Bintang di atas. Maaf, beberapa komentar sdr kami hapus karena selain terlalu panjang, juga topik yang dibahas sudah sangat jauh keluar dari topik artikel.

Kami sudah memberi tahu Sdr. Bintang agar topik tentang Allah Tritunggal ini dibahas pada artikel terkait, bukan di sini. Karena di sini kita sedang membahas soal “Nabi Damai dan Penjamin Keselamatan” berdasarkan kesaksian yang ditulis pada artikel di atas.

Untuk selanjutnya, kiranya komentar yang diberi tidak keluar dari topik diskusi. Terimakasih!
~
Saodah

Balas
staff
10 October 2017 5:01 am

~
Kepada pembaca yang budiman,

Kami akan sangat berterimakasih sekali bila komentar yang Anda berikan tidak keluar dari topik diskusi. Atau setidaknya hanya menjawab salah satu pertanyaan sbb:

taf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

1. Bagaimana Isa berbeda dari nabi-nabi lain? Bagaimana Isa berbeda dari Nabi Islam?

2. Menurut Anda, Isa adalah Nabi seperti apa? Bagaimana Isa dapat memberi kita damai dan keselamatan?

3. Bagaimana penulis artikel ini dapat yakin akan keselamatan dia?

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.

Jika Anda ingin menanyakan hal di luar artikel di atas, silakan mengirimkannya lewat email di: . Terimakasih!
~
Saodah

Balas
Realita
10 October 2017 9:45 am

~
Saudari Saodah,

Maaf salah ketik pada tulisan tanggapan saudari kepada Realita yang kalimat terakhir. Sehingga sangat keliru bila mengatakan bahwa orang Kristen adalah pengikut Yohanes.
Thanks, Jbu

Balas
staff
10 October 2017 11:39 am
Balasan ke  Realita

~
Saudara Realita,

Terimakasih sudah memperhatikan diskusi kami dan juga mengingatkan kami atas kesalahan ketik ini. Kami sudah memperbaikinya. Sekali lagi terimakasi Sdr. Realita. Tuhan berkati.
~
Purnama

Balas
ding dong
10 October 2017 10:47 am

~
@Hendy Gunawan ~
Jadi kesimpulanya adalah: Allah itu Tiga Pribadi yang Esa, apa yang mengikat ketiga-Nya adalah kasih, karena Allah adalah Kasih.

Respon saya: Jadi pribadi keempat iaitu ‘pribadi kasih’ itulah tuhan sejati sehingga Tuhan Bapa, Tuhan Anak dan Roh Kudus semua sujud menyembahnya tidak dapat melepas diri dari ikatannya.

Balas
staff
10 October 2017 11:55 am
Balasan ke  ding dong

~
Saudara Ding dong,

Allah Alkitab adalah Allah yang Maha Esa tapi beroknum tiga, yaitu Allah disebut sebagai Bapa, Kalimat Allah disebut Isa Al-Masih dan Roh Allah disebut Roh Kudus. Semuanya berada dalam satu kesatuan. Nah, untuk mendapatkan jawaban yang lebih jelas silahkan sdr berkomentar di link inihttp://tinyurl.com/yb5s9fha.

Untuk selanjutnya, silahkan sdr memberi komentar dan menjawab pertanyaan kami sesuai dengan topik artikel di atas. Terimakasih Sdr. Ding dong.
~
Purnama

Balas
Agur bin Yake
10 October 2017 11:15 am

~
Bukan Muhammad, tapi Isa Nabi damai sejahtera menuju akhirat tempat hidup kekal tanpa 72 bidadari.

Bukan Isa, tapi Muhammad nabi untuk orang yang rindu akan akhirat yang sibuk dengan 72 bidadari.

Balas
staff
10 October 2017 12:15 pm
Balasan ke  Agur bin Yake

~
Saudara Agur,

Artikel di atas adalah sebuah kesaksian yang dialami oleh seorang Muslim, yang belajar tentang Isa Al-Masih dan nabi Islam. Dan kesimpulannya dia menemukan bahwa Isa Al-Masih adalah Nabi Damai dalam Al-Quran, bukan Muhammad. Hal inilah yang membuat Isa Al-Masih berbeda dengan nabi-nabi yang lain. Isa Al-Masih dikenal sebagai raja damai dan sang penyelamat manusia juga memberikan jaminan hidup yang kekal (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:28).
~
Purnama

Balas
Agur bin Yake
10 October 2017 12:47 pm

~
Apakah Yesus Imam?
Apakah Yesus Nabi?
Apakah Yesus Raja?
Mengapa Quran mengatakan Yesus adalah Al-Masih tapi tidak tahu maknanya?

Balas
staff
10 October 2017 2:53 pm
Balasan ke  Agur bin Yake

~
Saudara Agur,

Isa Al-Masih dikenal sebagai Imam besar Agung, Nabi Damai pemberi keselamatan, Raja Damai. Di dalam Al-Quran Isa Al-Masih dikatakan adalah Kalimat Allah, Roh Allah. Itu sebabnya Dia mempunyai sifat sama seperti Allah, suci, berkuasa, kebenaran, terkemuka di dunia dan di akhirat, karena hakikat-Nya adalah Allah. Inilah yang membedakan Isa Al-Masih dengan nabi Islam. Berharap hal ini dapat dikaji bersama kaum Muslim.
~
Purnama

Balas
Hendy Gunawan
10 October 2017 1:32 pm

~
To Ding Dong,

Anda itu harus membedakan antara karakter atau sifat dan Pribadi. Kasih adalah sifat Allah bukan suatu pribadi, karena tanpa kasih Allah bisa mencipta sesuatu, tetapi tanpa Firman, Allah tidak bisa menciptakan sesuatu, Jadi Firman Itu adalah Pencipta, karena Pencipta itu pasti suatu Pribadi.

Balas
staff
10 October 2017 3:18 pm
Balasan ke  Hendy Gunawan

~
Saudara Hendy,

Pribadi Allah dengan Kalimat-Nya jelas tidak dapat dipisahkan. Karena Kalimat/Firman adalah bagian dari Pribadi Allah. Nah, Firman inilah yang menyatakan sifat atau karakter Allah yang Maha Kasih yang dapat dikenal oleh manusia. Dia adalah Isa Al-Masih. (Injil, Rasul besar Yohanes 1:1-3,14).
~
Purnama

Balas
suria pagi
10 October 2017 1:50 pm

~
Slogan nabi damai, nabi perang, dsb tidak mempunyai apa-apa merit terhadap kebenaran sesuatu agama. Tugas nabi hanyalah untuk memberi peringatan dan kabar gembira pada manusia.

Dalam menyempurna misi ini setiap nabi pasti menempuh jalan yang berbeda-beda, ada yang di penjara, ada yang mati dibunuh, ada yang terpaksa menempuh peperangan, ada yang diberi kekuasaan sebagai raja, dsb. Semuanya mengikut ketentuan dan kehendak Tuhan.

Riwayat hidup para nabi tidak menggambarkan betul atau salah sesuatu agama. Tetapi kebenaran hakiki ada pada kitab suci yang dibawa para nabi.

Persoalanya:
Kitab suci yang mana masih otentik dan terpelihara? Apa buktinya ?

Jawapannya:
Saya tidak tahu. Terserah pada kalian !

Balas
staff
11 October 2017 9:29 am
Balasan ke  suria pagi

~
Saudara Suria pagi,

Nabi damai yang disematkan pada Isa Al-Masih bukan hanya pernyataan slogan saja melainkan adalah fakta. Ajaran Isa tentang mengasihi orang lain sama seperti diri sendiri adalah landasan dari perdamaian. Bahkan sebutan nabi damai pada Isa identik dengan sifat-Nya, “Belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati,,,,” (Injil, Rasul Matius 11:29).

Berbeda dengan nabi Islam yang suka berperang dan melakukan kekerasan sampai pada pembunuhan (Qs 8:65, 9:5). Nah, riwayat hidup mereka berperan penting karena akan menuntun manusia mengetahui ajaran mana yang benar datang dari Allah. Bukankah demikian sdr?

Kami sarankan supaya sdr dapat belajar Kitab Suci, Taurat dan Injil juga Al-Quran dan sejarahnya. Dengan begitu sdr akan temukan kebenaran mana yang otentik.
~
Purnama

Balas
Hendy Gunawan
10 October 2017 2:20 pm

~
To Staff Saodah,

Saya hanya berusaha menjawab pertanyaan sdr Bintang, yang lama tidak dijawab atau dihapus oleh staff, jadi menurut saya supaya tidak ada salah pengertian dari para pembaca, pertanyaan yang melenceng dari topik segera dihapus atau dibalas, sehingga tidak mengakibatkan salah tafsir atau salah pengertian dari para pembaca.
Salam Kasih, Tuhan Yesus Memberkati

Balas
staff
11 October 2017 9:48 am
Balasan ke  Hendy Gunawan

~
Sdr. Hendy,

Terimakasih untuk pemberitahuan sdr. Untuk itu kami sarankan agar tidak mudah terpengaruh dengan komentar yang di luar topik pembahasan, karena kami akan menghapusnya. Kecuali, komentar itu masih berhubungan dengan topik artikel di atas. Terimakasih untuk pengertiannya Sdr. Hendy.
~
Purnama

Balas
sejarah
10 October 2017 2:29 pm

~
Agur bin Yake,
Apakah Yesus Imam?
Apakah Yesus Nabi?
Apakah Yesus Raja?
Mengapa quran mengatakan Yesus adalah Al-Masih tapi tidak tahu maknanya?

Yesus Imam betul dai mengajak untuk menyembah Tuhan yang esa.

Yesus Nabi betul juga sesuai dengan pengakuan jujur dari Yesus mengatakan bahwa Dia hanyalah utusan dan hanya ada satu Tuhan yang benar untuk disembah jadi Tuhan itu bukan 2 apa lagi 3 Tuhan

Yesus adalah raja? dimana kerajaan Yesus layaknya Musa, Daud, Sulaiman dll? Jadi Yesus bukan raja apa lagi Yesus Tuhan salah besar hanya orang-orang sesat yang beranggapan seperti itu.

Balas
staff
11 October 2017 9:58 am
Balasan ke  sejarah

~
Saudara Sejarah,

Menilai dari pendapat pribadi tanpa ditelusuri sesuai fakta, itu namanya asumsi. Bisa saja saudara berasumsi tetapi itu bukan kebenaran. Di dalam Al-Quran Isa Al-Masih dikatakan adalah Kalimat Allah, Roh Allah. Itu sebabnya Dia mempunyai sifat sama seperti Allah, suci, berkuasa, kebenaran, terkemuka di dunia dan di akhirat, karena hakikat-Nya adalah Allah. Inilah yang membedakan Isa Al-Masih dengan nabi saudara. Benar bukan? Berharap hal ini dapat dikaji oleh saudara.
~
Purnama

Balas
Iq jongkok
11 October 2017 12:59 am

*
Semua nabi” juga mengajarkan kedamaian, Nabi Isa as masih hidup saya bisa merasakan. Sedangkan Nabi Muhammad saw sudah wafat. Isa akan kembali untuk penyampaikan kebenaran! Salam dari manusia egois.

Balas
staff
11 October 2017 10:24 am
Balasan ke  Iq jongkok

~
Saudara Iq jongkok,

Terimakasih untuk komentarnya. Semua nabi pernah mengajarkan perdamaian karena itu adalah kehendak Allah. Namun tidak semua nabi dapat disebut sebagai nabi damai. Mengapa? Karena semua nabi pernah melakukan dosa dan pelanggaran. Berbeda dengan Isa Al-Masih, Dia suci, tidak berdosa, rendah hati, lemah lembut disebut sebagai raja damai. (Kitab Nabi Yesaya 9:5). Itu sebabnya Isa mengajarkan untuk mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri. (Injil, Rasul Markus 12:31).

Isa Al-Masih akan datang kembali ke dunia ini untuk menjadi Hakim Yang Adil bagi semua manusia. Bukan lagi untuk menyampaikan kebenaran. Berharap sdr memahami hal ini.
~
Purnama

Balas
ding dong
11 October 2017 1:29 am

~
Petikan artikel:
“Saya belajar bahwa Isa, Nabi Damai, telah melakukan semua yang dibutuhkan untuk mengampuni dan menyelamatkan saya. Dia mati dan bangkit untuk menghapus dosa saya.”

Res: Kamu betul mengikut ajaran agama kamu! Aku tidak membantahnya. Tapi ingat! Al-Quran menyatakan sebaliknya. Yesus bukan Tuhan tapi utusan Tuhan, spesis manusia sama seperti kamu.

Kamu dan aku sebenarnya berada di persimpangan:
Kalau kamu benar aku akan binasa tapi kalau aku benar kamu pula yang akan binasa kerena menyekutukan Allah adalah dosa besar yang tidak terampun disisi Tuhanku.

Jadi gimana?
Aku tak tahu, terserah pada masing-masing diri.
Aku memilih beriman pada Al-Quran dan Tuhanku kerana mukjizat angka-19 (74:30). Itu saja yang aku tahu!

Balas
staff
11 October 2017 10:46 am
Balasan ke  ding dong

~
Saudara Ding dong,

Kisah seorang Muslim di artikel ini yang telah menemukan Isa Al-Masih sebagai Nabi Damai, tidak terjadi begitu saja. Dia mempelajari Islam dan sejarahnya, di Islam banyak kekerasan dan juga teladan nabi Islam sama sekali tidak menunjukkan sebagai nabi damai. Namun sebaliknya justeru melalui Al-Quran dia menemukan bahwa Isa Al-Masih adalah Nabi Damai itu. Perhatikan, Isa itu Suci, Kebenaran (Qs:19:19, 34), Terkemuka di dunia dan di akhirat dan yang melakukan mujizat, berkuasa (Qs 3:45-49,55). Bahkan yang akan menjadi Hakim Yang Adil untuk semua manusia. Bagaimana sdr? Berharap sdr dapat mengkaji hal ini.

Dalam Injil, Isa Al-Masih adalah jalan, kebenaran dan hidup, dan hanya melalui Isa ada pengampunan dosa dan hidup yang kekal. (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6, 3:15).
~
Purnama

Balas

Sidebar

Artikel Terbaru

  • Bolehkah Merayakan Maulid Nabi? Dalil & Maknanya Bagi Mukmin
  • Taurat Injil Diubah? Cendekiawan Islam Berkata Lain!
  • Isa Hanya Seorang Nabi? Pandangan Islam Dan Nasrani
  • Awal Mula Qurban Menyatakan Ridha Allah? Ini Faktanya
  • Nabi Isa Disalib Atau Tidak? Ini Fakta Sejarahnya

Artikel Terpopuler Bulan Ini

  • Isa Hanya Seorang Nabi? Pandangan Islam Dan Nasrani
  • Taurat Injil Diubah? Cendekiawan Islam Berkata Lain!
  • Bolehkah Merayakan Maulid Nabi? Dalil & Maknanya Bagi Mukmin
  • Benarkah Hanya Bahasa Arab Bahasa Al-Quran Asli?
  • Dalil Tidak Ada Yang Mustahil Bagi Allah Untuk Manusia Berdosa

Artikel Yang Terhubung

  • Kepastian Akan Keselamatan Bagi Para Muslim
  • Muslim Membaca Kitab Injil Mendapat Jalan Keselamatan
  • Mukmin dan Nasrani: Apakah Allah akan Mengampuni…
  • Jika Allah Maha Adil, Mengapa Ada Keutamaan…
  • Kisah Muslimah Iran Berdoa Pada Isa Al-Masih Dan…

Hubungi Kami

Apabila Anda memiliki pertanyaan / komentar, silakan menghubungi kami dengan menekan tombol di bawah ini.

Hubungi Kami

Renungan Berkala Isa dan Al-Fatihah

Apabila Anda ingin menerima renungan singkat setiap minggu, silakan menekan tombol di bawah ini

Renungan Berkala Isa dan Al-Fatihah

Social Media

Facebook
TikTok
Instagram
YouTube

Hak Cipta © 2009 – 2023 Dialog Agama Isa dan Al-Quran. | Kebijakan Privasi | Kebijakan Dalam Membahas Email | Hubungi Kami

wpDiscuz