Banyak orang berpendapat bahwa umat Nasrani disesatkan karena melihat pengertian Isa Al-Masih itu siapa dari ajaran Alkitab. Ada pandangan yang menyatakan Allah beranak. Atau bahwa ada tiga Allah. Maupun tidak mungkin Allah bisa mati.
Banyak kesalahpahaman yang beredar di masyarakat. Hal ini bisa menimbulkan perselisihan dan perdebatan.
Kami bersyukur dengan seorang Muslimah NU bernama Aisha Nurramdhani. Karena ia menjelaskan pengertian Isa Al-Masih itu siapa dengan sangat baik.
Hal ini bisa menjadi jembatan bagi umat Muslim untuk memahami pandangan Nasrani. Juga menjadi jalan untuk mengetahui siapakah Isa Al-Masih itu yang sebenarnya.
Mari kita simak pembahasan tentang pengertian siapa itu Isa Al-Masih. Uraian ini akan menyadur penjelasan dari Aisha Nurramdhani dan memberi tambahan kutipan dari Al-Quran, Kitab Taurat dan Injil.
Siapakah Isa dalam Pandangan Nasrani?
Untuk memahami jawabannya, pertama-tama kita perlu melepaskan kacamata pandangan lama kita. Dan perlahan mulai melihat pengertian Isa Al-Masih itu siapa dari sudut pandang umat Nasrani.
Ada ungkapan bijak yang tepat untuk hal ini. “Kita boleh tidak setuju. Berbeda itu baik. Namun selalu baik juga untuk mengerti pandangan pihak lain.”
Umat Nasrani melihat siapa Isa Al-Masih itu sebagai Allah yang menjelma menjadi manusia. Bukan manusia yang terangkat menjadi Allah. Hal ini berbeda dengan pandangan yang selama ini banyak disalahpahami umat Muslim.
Pandangan Nasrani menyatakan manusia tak mungkin jadi Allah. Tetapi Allah yang Maha Kuasa dapat menjelma menjadi apapun. Menyangkal Allah mampu menjadi manusia berarti menyangkal kemaha-kuasaan Allah.
Hal ini menyebabkan ada kodrat ganda dalam Isa Al-Masih. Yaitu “sepenuhnya insani” (kamil bi al-nasut), sekaligus “sepenuhnya ilahi” (kamil bi al-lahut).
Umat Nasrani percaya siapa Isa Al-Masih itu sebagai Kalimatullah. Yaitu Firman Allah yang menjadi manusia. Jadi Isa bukan sekadar nabi penyampai firman. Melainkan Ia adalah jelmaan dari firman itu sendiri.
Memang dalam hal ini umat Muslim berbeda pandangan. Namun menariknya ada dalil dari Al-Quran dan Hadits mengenai hal ini.
Contohnya, “Isa itu sesungguhnya ruh Allah dan firman Allah” (HR. Anas ibnu Malik hal. 72, Qs 4:171). Apakah arti dari ayat ini?
Apakah Isa Anak Biologis Allah?

Ini adalah salah satu kesalahpahaman terbesar. Karena sebenarnya ajaran Nasrani juga percaya Tauhid.
Kitab Taurat menyatakan dengan jelas, “Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!” (Taurat, Ulangan 6:4). Hal ini terkonfirmasi dalam Injil (Injil, 1 Timotius 2:5).
Dalam pembahasan siapa Isa Al-Masih itu, Kitab Taurat, Zabur dan Injil tidak pernah mengajarkan Allah punya anak biologis. Juga Allah tidak berhubungan dengan Maryam untuk melahirkan Isa.
Istilah anak Allah merupakan gambaran. Contohnya, kita pernah mendengar istilah, “kursi Allah yang meliputi langit dan bumi” (Qs 2:25). Tentunya, ungkapan ini adalah bersifat gambaran. Demikian juga dengan istilah anak Allah.
Anak Allah melambangkan kedekatan dengan Allah. Ajaran Nasrani menyatakan Allah sebagai Bapa yang baik. Sehingga manusia bisa dekat dengan-Nya.
“Lihatlah betapa Allah mengasihi kita. Sehingga kita diakui sebagai anak-anak-Nya” (Injil, 1 Yohanes 3:1 BIS).
Kedekatan ini bukan hanya untuk Isa. Melainkan semua umat Nasrani bisa menyatakan diri sebagai “anak-anak Allah.”
Jika Isa adalah Allah Mengapa Punya Kelemahan?

Dalam pengertian siapa Isa Al-Masih itu, Isa adalah 100% Allah sebagai Kalimatullah (kalam Allah). Namun Ia juga 100% manusia dengan segala keterbatasan fisik-Nya.
Kitab Injil mengambarkan hal ini dengan jelas. “Sebab di dalam Al-Masih secara jasmani berdiam keilahian yang sempurna” (Injil, Kolose 2:9).
Dalam keadaan-Nya sebagai manusia tidaklah lepas dari sifat-sifat kemanusiaan. Isa bisa saja merasa lelah dan mengantuk. Ia bisa lapar dan juga haus.
Namun pada sisi lainnya terdapat banyak atribut Ilahi. Ada banyak keistimewaan Isa yang berbeda dari nabi lainnya.
Al-Quran juga menulis berbagai keilahian Isa. Contohnya:
- Isa satu-satunya yang lahir dari perawan (Qs 19:20).
- Isa satu-satunya Pribadi yang suci (Qs 19:19). Semua manusia berdosa, tapi Isa tanpa dosa.
- Kehidupan Isa penuh mukjizat. Bahkan membangkitkan orang mati (Qs 3:49).
- Isa sekarang berada di sisi Allah (Qs 4:158).
Penjelasan ini membawa kita pada beberapa pertanyaan selanjutnya.
Jika Allah Datang ke Bumi Apakah Surga Kosong?
Mengatur alam semesta tidak ada hubungannya dengan hadirnya Isa di dunia. Umat Islam juga percaya bahwa Allah memiliki sifat Maha Kuasa dan Maha Hadir.
Allah bisa mendengarkan doa kita. Sementara pada saat bersamaan, Ia juga mendengarkan seruan orang yang tinggal di belahan bumi lainnya.
Allah tentu bisa tetap mengatur dunia dalam kemahakuasaan-Nya. Sambil pada saat bersamaan menjelma menjadi manusia.
Jika Penjelmaan Allah, Mengapa Bisa Mati?
Seperti penjelasan di atas bahwa Isa juga memiliki tubuh jasmani. Tentu yang bisa mati bukan keilahian-Nya. Melainkan fisik-Nya sebagai manusia.
Hal ini sama dengan kitab suci dalam bentuk cetakan buku. Kita tentu paham bahwa jika bukunya hancur atau terbakar, bukan berarti Firman Allah hancur. Melainkan yang rusak hanya kertas dan tinta secara fisik saja.
Selanjutnya umat Muslim juga percaya kematian itu hanyalah masalah jasmani. Ruh manusia tetap hidup bahkan setelah tubuhnya meninggal (Qs 89:27-28).
Siapa Isa Al-Masih itu yang adalah Ruh Allah dan Kalimatullah hanya sesaat Ruh meninggalkan tubuh-Nya. Namun Allah adalah sumber hidup. Karena itu Kalimatullah bangkit. Ia menjadi pernyataan kuasa Allah bagi kehidupan manusia.
Pertanyaan Terutama: Apa Tujuan Allah Menjadi Manusia?
Inilah yang menjadi kegelisahan utama. Memang bisa saja Allah menjadi manusia. Namun apakah keperluan-Nya? Bahkan Sang Kalimatullah harus menanggung derita di kayu salib. Apa perlu sampai demikian?
Umat Nasrani percaya bahwa manusia penuh dengan dosa. Semua ibadah dan amal baik tidak akan mampu menutupi dosa. Karena itu semua manusia pasti akan menerima hukuman Allah.
Namun Allah Maha Kasih. Ia menghendaki manusia selamat dan bisa hidup bersama-Nya di surga.
Jalan Allah adalah dengan menjelma menjadi manusia. Ia bahkan sebagai manusia mati tersalib. Tujuannya untuk menjadi penebus manusia atas dosa mereka.
Kita tidak mampu menjadi penanggung dosa orang lain. Namun berbeda dengan Allah, karena Ia Maha Suci, maka Ia bisa melakukannya.
“Pada dasarnya Isa Al-Masih sama dengan Allah. Namun Ia menjadi seperti manusia. Bahkan sampai kepada kematian di salib. Hal ini karena Allah begitu mengasihi manusia. Sehingga Ia memberikan Isa, Kalimatullah. Supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan mendapat sorga” (Injil, Filipi 2:6-8 dan Yohanes 3:16 parafrasa).
Kita sebagai manusia bisa menerima rahmat Allah ini. Caranya dengan mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih. Maka semua dosa kita akan diampuni dan kita mendapat jaminan surga.
Mengimani Rahmat Allah

Tentu umat Muslim percaya kepada konsep yang berbeda. Dalam hal ini antar umat bisa saling menghormati dan menghargai.
Setelah membaca artikel ini kami berharap lebih banyak orang mengerti pengertian Isa Al-Masih itu siapa dari pandangan Nasrani. Bahwa Ia adalah Allah yang menjadi manusia. Ia menjadi jalan Allah untuk menyatakan rahmat-Nya, yaitu memberikan pengampunan bagi dosa manusia.
“. . . Isa Al-Masih datang ke dalam dunia untuk menyelamatkan orang berdosa . . .” (Injil, 1 Timotius 1:15).
Mari kita saling menghargai. Juga lebih lagi belajar pengertian Isa Al-Masih itu siapa. Isa adalah pribadi sangat istimewa dalam berbagai kepercayaan berbeda.
Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Apakah penjelasan Muslimah NU, Aisha Nurramdhani itu, membantu Saudara mempunyai pengertian tentang siapa hakekat Isa Al-Masih itu bagi Muslim sebenarnya? Jelaskan!
- Menurut Saudara, apakah yang menghalangi kaum Muslim salah memahami siapa Isa Al-Masih itu?
- Sesuai penjelasan Injil Allah dan Muslimah NU di atas, mengapa Isa Al-Masih bukanlah manusia biasa?
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel “Siapa Isa Al-Masih Sang Kalimatullah Itu Bagi Mukmin” Jika Anda berminat, silahkan klik pada link-link berikut:
- Kisah Nabi Isa Singkat Menurut Kitab Allah
- Ketuhanan Isa Al-Masih Berdasarkan Alkitab Dan Al-Quran
- Bagaimana Isa Dalam Al-Baqarah, Puncak Al-Quran?
- Menjawab Keraguan Islam Akan Kematian Isa Al-Masih
Video:
Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”
Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. Atau SMS/WA ke: 0812-9530-4930.


PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR
Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: .